Sosiologi

Ketahui 6 Jenis Kemiskinan dan Penjelasannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kemiskinan merupakan kondisi ketidakmampuan individu untuk memenuhi kebutuhan primer sehari-hari, seperti sandang, pangan, dan papan. Di Indonesia, angka kemiskinan yang tinggi masih terus menjadi fokus dan tugas besar pemerintah.

Di tahun 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sebanyak 27,55 juta penduduk berstatus miskin. Kemiskinan dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti faktor malas bekerja, rendahnya kualitas sumber daya manusia, motivasi yang rendah, serta terbatasnya lapangan kerja.

Saat ini, kemiskinan termasuk ke dalam hambatan sosial karena jumlahnya yang terus meningkat. Individu atau kelompok yang mengalami kondisi kemiskinan dapat terdorong untuk melakukan kejahatan demi memenuhi kebutuhan dasarnya. Oleh karena itu, kemiskinan termasuk ke dalam masalah sosial yang perlu diselesaikan oleh pemerintah.

Menurut jenisnya, kemiskinan memiliki beberapa jenis yang dikategorikan berdasarkan penyebabnya. Ada kemiskinan yang disebabkan karena faktor internal dari diri sendiri, ada juga yang dipengaruhi oleh faktor eksternal karena kebijakan pembangunan. Lantas, apa saja jenis kemiskinan yang perlu diketahui?

Jenis Kemiskinan

Terdapat enam jenis kemiskinan yang ada dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain kemiskinan subjektif, mutlak atau absolut, relatif, alamiah, kultural, dan struktural. Berikut penjelasan dari keenam jenis kemiskinan yang ada di masyarakat.

  1. Kemiskinan Subjektif

Yang pertama, kemiskinan subjektif terjadi karena pemikiran atau persepsi individu yang berasumsi bahwa ia tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Padahal sebenarnya, individu ini mampu bekerja dan menghasilkan uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun karena adanya pemikiran tersebut, individu ini masuk ke dalam kategori kemiskinan subjektif.

Biasanya, individu yang mengalami kemiskinan subjektif adalah orang yang mampu memenuhi kebutuhannya, akan tetapi tidak pernah puas dengan hasilnya. Berapa pun pendapatan yang diperoleh tidak akan pernah cukup untuk bertahan hidup ke depannya.

  1. Kemiskinan Mutlak atau Absolut

Kemiskinan mutlak atau absolut adalah kemiskinan yang menempatkan individu berada di bawah garis kemiskinan atau GK.

Kondisi ini dikarenakan pendapatan dari individu atau keluarga berada di bawah persyaratan kelayakan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Pendapatan yang dihasilkan tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan garis kemiskinan di tahun 2022 ini pada batas Rp 505.469 dari sebelumnya hanya Rp 486.168 pada September 2021 lalu. Individu atau masyarakat yang memiliki pendapatan di bawah angka tersebut maka masuk ke dalam kategori kemiskinan mutlak atau absolut.

  1. Kemiskinan Relatif

Kemiskinan relatif merupakan kemiskinan yang diakibatkan oleh dampak kebijakan pembangunan pemerintah yang belum merata. Pemerintah Indonesia yang belum menyuplai kebutuhan masyarakat ke seluruh pelosok negeri dapat menempatkan masyarakat pada kemiskinan relatif.

Kebijakan pembangunan dari pemerintah ini dapat menyebabkan ketimpangan pendapatan, sehingga angka pengangguran terus meningkat karena kurangnya lapangan pekerjaan.

Selain itu, kemiskinan relatif juga bisa didefinisikan dengan perbandingan antara penduduk dan lingkungannya. Contohnya misal individu A relatif lebih miskin dibanding individu B karena pendapatan B lebih tinggi dari A.

  1. Kemiskinan Alamiah

Suatu daerah atau negara yang kekurangan sumber daya alam dapat mengalami kemiskinan alamiah. Kemiskinan alamiah adalah kemiskinan yang disebabkan karena minimnya sumber daya alam.

Apabila kondisi sumber daya alam tidak dapat memenuhi kebutuhan individu atau kelompok, maka produktivitas masyarakat turut berkurang.

Contoh dari kemiskinan alamiah adalah negara-negara di Afrika seperti Zimbabwe yang kekurangan sumber daya alam karena kondisi tanah yang tandus. Keadaan tersebut membuat masyarakat Zimbabwe tidak dapat melakukan aktivitas bercocok tanam untuk meningkatkan ketersediaan sumber daya alam.

  1. Kemiskinan Kultural

Kemiskinan kultural adalah kemiskinan yang disebabkan oleh kebiasaan individu atau masyarakat yang tidak mau berkembang. Masyarakat seperti ini biasanya masih lekat dengan nilai-nilai yang dianut, pemikiran, serta cara kerja yang stabil. Budaya santai turut menempel dalam kemiskinan kultural ini.

Kebiasaan buruk yang menyebabkan kemiskinan kultural kerap ditemui di kehidupan masyarakat. Berikut ini beberapa contoh penyebab kemiskinan kultural.

  • Budaya malas serta keinginan untuk bekerja sangat rendah.
  • Kebiasaan masyarakat yang masih suka korupsi, kolusi, dan nepotisme.
  • Hobi foya-foya dan konsumtif berlebihan.
  • Menggantungkan bantuan dari pihak lain, misalnya bantuan dari pemerintah.
  • Mengandalkan warisan orang tua.
  • Memilih jalan pintas dengan perbuatan buruk seperti mencuri daripada mencari uang dengan bekerja keras.
  • Tidak mau terbuka dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Tidak mandiri dan minder.
  1. Kemiskinan Struktural

Hampir mirip dengan kemiskinan relatif, kemiskinan struktural berasal dari struktur sosial yang ada pada golongan masyarakat tertentu. Kondisi tersebut membuat masyarakat tidak dapat menggunakan sumber daya yang sudah ada.

Struktur sosial yang sudah terbentuk tidak mampu menghubungkan masyarakat dengan sumber daya yang tersedia.

Contoh kemiskinan struktural yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat antara lain sebagai berikut.

  • Suatu daerah dengan kekayaan alam yang melimpah, namun masyarakat tidak dapat memanfaatkan serta menikmatinya.
  • Adanya penggusuran lahan yang dilakukan oleh pemerintah membuat masyarakat sekitar kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal.
  • Kehadiran investor asing yang memakai tenaga kerja asing akan menggeser para pekerja lokal yang tidak memiliki kemampuan untuk bekerja pada ranah tersebut.
  • Negara miskin yang tidak mampu membayar utang luar negeri.