IPS

Konflik Sosial: Pengertian – Jenis dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dalam melakukan interaksi sosial, individu maupun kelompok tentunya juga mengalami konflik sosial.

Konflik sosial bisa terjadi karena banyak faktor. Di antaranya perbedaan kekuasaan, status sosial, atau fungsinya dalam masyarakat.

Pengertian Konflik Sosial

Pengertian Secara Umum

Secara umum, konflik sosial diartikan sebagai ancaman atau kekerasan sebagai bentuk perlawanan karena adanya pertentangan dalam sebuah kelompok.

Pengertian Menurut Para Ahli

Selain itu ada pula definisi lainnya yang diutarakan oleh para ahli.

  • Simmel
    Berpendapat bahwa konflik sosial menjadi salah satu unsur penting dalam suksesnya interaksi sosial karena tingkatan individu yang berbeda tentunya menghadirkan hubungan perlawanan terhadap lawannya.
  • R.E Park
    Ia memandang konflik sebagai salah satu bentuk interaksi individu terhadap lingkungan atau dengan individu lainnya. Dia beranggapan beberapa konflik sosial diperlukan dalam hubungan antar manusia.
  • Burgess
    Beliau berpendapat bahwa konflik sosial memiliki pemahaman yang berbeda dengan kompetisi sosial. Jika dalam perlombaan hubungan dua pihak tidak memerlukan kontak langsung, dalam konflik diperlukan adanya kontak secara langsung.
  • Ariyono Suyono
    Mendefinisikan konflik sosial sebagai keadaan atau proses dari pelaku sosial untuk menggagalkan dalam pencapaian tujuan dari masing-masing pihak karena adanya perbedaan nilai, pendapat, atau pandangan.
  • James W. Vander Zaden
    Ia mengartikan konflik sosial sebagai pertentangan nilai atas hak kekayaan, kekuasaan, wilayah, atau status yang bertujuan untuk merugikan, menetralkan, atau menyisihkan lawan.
  • Lacey
    Mengartikan konflik sosial sebagai pertarungan atau pergulatan terhadap kepentingan, opini, tujuan, atau pandangan dalam dinamika kehidupan.
  • Taquiri
    Beliau berpendapat bahwa konflik sosial adalah warisan kehidupan sosial berupa ketidaksetujuan, kontroversi, juga pertentangan dari pihak berbeda secara terus menerus.
  • Devito
    Mengartikan konflik sosial sebagai interaksi antara individu satu dengan lainnya yang bertentangan karena perbedaan pandangan.
  • Peter Harris
    Mengartikan konflik sosial sebagai bentuk mengekspresikan ketidaksamaan tujuan antara dua pihak yang berinteraksi.

Bentuk-bentuk Konflik Sosial

Ahli sosiologi, Soejono Soekanto membagi konflik sosial menjadi lima bentuk yaitu konflik politik, konflik pribadi, konflik rasial, konflik internasional, dan konflik antarkelas sosial.

Berikut penjelasan masing-masing bentuk konflik sosial.

  • Konflik politik
    Merupakan konflik yang terjadi pada individu atau kelompok karena adanya perbedaan kepentingan politis. Faktor yang mempengaruhi adanya konflik politik adalah perbedaan ideologi, pandagan, dan asas perjuangan antar partai politik.
  • Konflik pribadi
    Adalah konflik yang terjadi antar individu karena adanya permasalahan pribadi. Misalnya suami dan istri yang berselisih pendapat terkait masalah hak asuh anak. Perbedaan ini bisa saja terjadi karena ketidaksamaan tujuan dan pandangan pada suatu permasalahan yang sama.
  • Konflik rasial
    Adalah konflik yang terjadi pada kelompok ras yang berbeda karena adanya benturan kepentingan. Sebagai contoh adalah konflik yang terjadi pada orang kulit hitam dan kulit putih karena adanya diskriminasi ras di Amerika Serikat dan Afrika Selatan.
  • Konflik antarkelas sosial
    Adalah konflik yang terjadi karena perbedaan kepentingan atau tujuan di antara kelas atau tingkatan sosial di masyarakat. Secara sederhana seperti adanya konflik atas atasan dengan karyawan di suatu perusahaan karena adanya hak pekerja yang tidak terpenuhi.
  • Konflik internasional
    Adalah konflik yang terjadi di dunia dan melibatkan berbagai negara karena adanya perbedaan kepentingan. Banyak sekali contoh konflik internasional. Salah satu konflik yang masih terjadi hingga sekarang adalah konflik Korea Utara dengan Korea Selatan.

Berbeda dengan pembagian di atas, Ralf Dahrendorf memiliki pandangan tersendiri terkait bentuk-bentuk konflik sosial.

Dia membagi konflik sosial sebagai berikut:

  • Konflik yang terjadi dalam peranan sosial
  • Konflik yang terjadi antara kelompok-kelompok sosial
  • Konflik yang terjadi pada kelompok yang terorganisasi
  • Konflik yang terjadi antara satuan nasional.

Jenis-jenis Konflik Sosial

 Dahrendorf membedakan konflik sosial menjadi tujuh jenis diantaranya:

  • Konflik intrapribadi, misalnya konflik terkait peranan dalam keluarga
  • Konflik antara kelompok-kelompok sosial
  • Konflik kelompok organisasi dan non organisasi. Misalnya adanya konflik antara massa dengan polisi
  • Konflik antar satuan nasional. Misalnya ketika berlangsung kampanye, terjadi konflik antar partai politik
  • Konflik antar agama atau beda agama
  • Konflik antar politik
  • Konflik individu dengan kelompok.

Konflik juga dibedakan menjadi berbagai macam yang dikelompokkan karena karakteristik tertentu.

Konflik berdasarkan pihak yang terlibat

  • Konflik dalam diri individu
    Artinya adanya konflik yang terjadi pada diri sendiri dalam suatu permasalahan karena banyak pertimbangan yang dipikirkan
  • Konflik antar individu
    Artinya adanya konflik karena perbedaan pandangan antara individu satu dengan lainnya.
  • Konflik antar individu dan kelompok
    Artinya konflik yang terjadi karena adanya kegagalan dari individu dalam menyamakan pandangan atau tujuan suatu kelompok
  • Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
    Yaitu konflik yang terjadi karena masing-masing kelompok memiliki harapan atau tujuan yang berbeda dalam satu organisasi yang sama
  • Konflik antar organisasi
    Artinya konflik yang terjadi karena adanya perbedaan pandangan anggota organisasi dan berdampak pada anggota organisasi lainnya.

Konflik berdasarkan fungsinya

  • Konflik konstruktif
    Yaitu konflik yang memiliki dampak positif terhadap kemajuan suatu kelompok
  • Konflik destruktif
    Artinya konflik yang memberikan dampak negatif terhadap kemajuan suatu kelompok.

Konflik berdasarkan posisi individu dalam organisasi

  • Konflik vertikal
    Artinya konflik yang terjadi antara individu yang memiliki kedudukan yang berbeda dalam suatu kelompok. Misal konflik antara karyawan dengan kepala bagian
  • Konflik horizontal
    Adalah konflik yang terjadi antara individu yang memiliki tingkat atau kedudukan yang sama dalam suatu kelompok.
  • Konflik garis staf
    Artinya konflik yang terjadi pada karyawan yang berkedudukan sebagai komandan dengan pejabat staf yang berkedudukan sebagai penasehat
  • Konflik peran
    Artinya konflik yang terjadi karena adanya individu yang memiliki peran ganda atau lebih.

Konflik berdasarkan sumbernya

  • Konflik tujuan
    Artinya konflik yang terjadi karena adanya perbedaan tujuan dalam suatu kelompok
  • Konflik peranan
    Artinya konflik yang terjadi karena adanya perilaku yang bertentangan dengan perannya
  • Konflik nilai
    Artinya adanya konflik akibat perbedaan nilai atau norma dalam suatu kelompok
  • Konflik kebijakan
    Artinya konflik yang terjadi karena adanya individu yang tidak menjalankan kebijakan dalam suatu kelompok.

Konflik berdasarkan bentuknya

  • Konflik realistis
    Artinya konflik yang terjadi karena adanya rasa kecewa terhadap suatu kelompok karena tuntutannya
  • Konflik nonrealistis
    Artinya konflik yang terjadi untuk meredakan ketegangan dalam suatu kelompok.

Contoh Konflik Sosial

Berikut beberapa contoh konflik sosial yang pernah terjadi di Indonesia:

  • Konflik antara suku Lampung dan suku Bali
  • Konflik di Papua karena adanya perebutan kekuasaan
  • Konflik di Jawa Barat antara FPI dengan GMBI
  • Konflik di Jakarta terhadap etnis China
  • Konflik di Lampung Tengah karena adanya pembakaran rumah dan pembunuhan antara suku Jawa dan suku Lampung
  • Konflik di Jawa Tengah terkait perusahaan tambang.

Dampak terjadinya Konflik Sosial

Konflik sosial memberikan dampak positif dan negatif bagi suatu kelompok masyarakat.

Berikut dampak-dampak yang diakibatkan oleh konflik sosial:

Dampak Positif

  • Aspek kehidupan yang belum jelas dapat ditelaah karena adanya konflik
  • Konflik menjadi alat bagi masyarakat untuk menyesuaikan nilai-nilai kehidupan yang terus berubah mengikuti perkembangan zaman
  • Konflik meningkatkan solidaritas antar kelompok
  • Mengajarkan individu untuk mengandalkan diri sendiri dalam menyelesaikan konflik sosial
  • Menghidupkan kembali norma-norma yang pernah hilang
  • Menjadi alat penyeimbang untuk perbedaan kekuasaan, kekuatan, dan tujuan dari masing-masing individu
  • Memunculkan kompromi baru terhadap perubahan nilai.

Dampak Negatif

  • Memicu rusaknya hubungan yang telah terjalin antara individu maupun kelompok
  • Adanya korban dalam konflik yang kuat
  • Menimbulkan dominasi suatu kelompok yangm menang.

Upaya Pengendalian Konflik Sosial

Dalam menyelesaikan konflik sosial, terdapat beberapa upaya yang bisa diterapkan. Ada tiga upaya dalam pengendalian konflik sosial yaitu:

  • Konsiliasi
    Yang berarti bentuk pengendalian konflik melalui diskusi melalui lembaga yang berwenang untuk pengambilan keputusan yang adil.
  • Mediasi
    Artinya pengendalian konflik dengan menunjuk pihak ketiga sebagai perantara atau mediator. Mediator berperan dalam memberikan pendapat terkait permasalahan yang dihadapi.
  • Arbitrasi
    Artinya pengendalian konflik sosial yang dilakukan apabila kedua pihak merasa terpaksa karena adanya pihak ketiga karena tidak kunjung mendapatkan kesepakatan bersama.