Konjungsi Subordinatif: Pengertian – Jenis dan Contohnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sebelumnya kita telah mempelajari beberapa jenis konjungsi dalam bahasa Indonesia. Kali ini kita akan membahas mengenai konjungsi subordinatif. Mulai dari pengertian, jenisnya hingga contoh kalimatnya. Oleh karena itu, simaklah pembahasaanya berikut ini.

Pengertian Konjungsi Subordinatif

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat atau menghubungkan bagian dari kalimat subordinatif. Artinya, kalimat yang dihubungkan oleh konjungsi subordinatif adalah kalimat yang tidak setara.

Apa itu anak kalimat? Anak kalimat adalah bagian dari kalimat atau klausa yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap. Anak kalimat disebut juga dengan klausa terikat. Sementara itu, induk kalimat adalah bagian kalimat atau klausa dari kalimat majemuk bertingkat yang sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat yang memiliki potensi untuk menjadi kalimat. Bedanya dengan anak kalimat, induk kalimat dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap.

Jenis Konjungsi Subordinatif

Adapun jenis konjungsi subordinatif adalah sebagai berikut:

Konjungsi Subordinatif Atributif

Konjungsi jenis ini adalah konjungsi yang menghubungkan klausa utama dengan klausa penjelas. Kata yang termasuk konjungsi subordinatif atributif adalah kata yang.

Contohnya:

  • Ayah yang akan menjemput adik di sekolah.
  • Dialah yang seharusnya bertanggung jawab atas permasalahan ini.

Konjungsi Subordinatif Syarat

Konjungsi jenis ini adalah konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua klausa yang tidak sederajat yang memiliki hubungan syarat. Kata yang termasuk konjungsi subordinatif syarat yaitu jika, jikalau, bila, kalau.

Contohnya:

  • Jika hari ini cerah dan tidak hujan, saya akan datang.
  • Kami akan segera pulang, bila dia sudah tiba.
  • Kalau ingin pergi, Anda harus izin terlebih dahulu.
  • Jikalau hari hujan, kami tidak akan pergi.

Konjungsi Subordinatif Waktu

Konjungsi jenis ini adalah konjungsi yang menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat yang memiliki hubungan waktu. Kata yang termasuk konjungsi subordinatif yaitu:

  • Batas waktu permulaan: sejak, semenjak, & sedari
  • Waktu bersamaan: sewaktu, ketika, tatkala, sementara, seraya, selagi, selama, serta, & sambil
  • Waktu berurutan: setelah, sesudah, sebelum, selesai, seusai, & begitu
  • Batas waktu akhir: hingga & sampai.

Contohnya:

  • Paman sudah pulang sejak dua hari yang lalu.
  • Kami sudah tiba di rumah sebelum petang
  • Rencananya kami akan pergi sampai minggu depan.
  • Dia langsung masuk kamar setelah membersihkan rumah
  • Ayah di luar kota sampai minggu depan.

Konjungsi Subordinatif Tujuan

Konjungsi jenis ini merupakan konjungsi yang menyatakan adanya hubungan tujuan di antara dua klausa atau kalimat. Kata yang termasuk konjungsi subordinatif tujuan yaitu agar, supaya.

Contohnya:

  • Kita harus rajin belajar agar tercapai semua cita-cita yang kita inginkan.
  • Ia mengonsumsi vitamin supaya badannya fit.

Konjungsi Subordinatif Pengandaian

Konjungsi jenis ini menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat yang memiliki hubungan pengandaian. Kata yang termasuk konjungsi subordinatif pengandaian adalah andaikan, seandainya, sekiranya.

Contohnya:

  • Seandainya kami ikut, mungkin dia tidak akan kecelakaan.
  • Andaikan saja aku sepintar dia, aku pasti selalu jadi juara kelas.
  • Sekiranya bunga ini dapat membuatnya senang, aku akan memberikannya dengan senang hati.

Konjungsi Subordinatif Konsesif

Konsesif artinya konjungsi yang menyatakan keadaan yang berlawanan dengan yang dinyatakan pada klausa utama. Dengan demikian, konjungsi subordinatif konsesif adalah konjungsi yang menyatakan kondisi atau keadaan yang berlawanan dengan yang dinyatakan pada klausa induk. Kata yang termasuk konjungsi subordinatif konsesif adalah biarpun, walaupun, sungguhpun, kendati, dan sekalipun.

Contohnya:

  • Kendati banyak yang tidak hadir, acara ini tetap dilaksanakan.
  • Walaupun kakinya sakit, dia tetap tidak mau dibantu berjalan.
  • Dia tetap ingin pergi, meskipun ibu tidak mengizinkannya.
  • Sekalipun basah kuyup, dia tetap tidak ingin berteduh.

Konjungsi Subordinatif Pembadingan

Konjungsi jenis ini adalah konjungsi yang menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat yang keduanya memiliki persamaan. Kata yang termasuk konjungsi subordinatif pembanding antara lain: seakan-akan, seolah-olah, laksana, ibarat, alih-alih, daripada, sebagaimana, seperti, dan sebagai.

Contohnya:

  • Dia dan adiknya itu seperti burung dalam sangkar.
  • Mereka bagaikan pinang dibelah dua.
  • Dia itu ibarat katak dalam tempurung.
  • Menghabiskan waktu untuk membaca buku akan lebih bermanfaat daripada hanya bermalas-malasan sepanjang hari.
  • Dia terus saja tersenyum seolah-olah tidak ada masalah dalam hidunya.

Konjungsi Subordinatif Sebab

Konjungsi jenis ini adalah konjungsi yang menyatakan hubungan sebab antara anak kalimat dengan induk kalimat. Kata yang termasuk konjungsi subordinatif sebab yaitu sebab, karena, oleh sebab, oleh karena.

Contohnya:

  • Dia tidak pergi ke sekolah karena sakit.
  • Dia belum bisa berangkat ke sekolah sebab dia baru saja pulang dari rumah sakit.
  • Dia tidak bisa datang ke acara ini oleh karena adiknya sakit.

Konjungsi Subordinatif Hasil

Konjungsi jenis ini adalah konjungsi yang menyatakan salah satu klausa atau kalimat merupakan hasil dari yang dinyatakan pada klausa atau kalimat lainnya. Kata yang termasuk konjungsi subordinatif hasil yaitu sehingga, sampai (-sampai), maka(nya).

Contohnya:

  • Dia malas belajar sehingga tidak naik kelas.
  • Dia selalu tidur menjelang pagi makanya dia selalu terlambat ke sekolah.
  • Dia itu terlalu malas, sampai-sampai kamarnya saja tidak pernah dia bersihkan.

Konjungsi Subordinatif Alat

Konjungsi jenis ini merupakan konjungsi yang menyatakan bahwa salah satu kalimat atau klausa merupakan alat dari kegiatan yang dinyatakan pada klausa atau kalimat lainnya. Kata yang termasuk konjingsi subordinatif alat yaitu dengan dan tanpa.

Contohnya:

  • Kakek memotong rumput dengan gunting.
  • Ibu membersihkan bawang tanpa pisau.
  • Anak nakal itu melempar temannya dengan batu.

Konjungsi Subordinatif Cara

Konjungsi jenis ini merupakan konjungsi yang menyatakan bahwa salah satu kalimat atau klausa merupakan cara dari kegiatan yang dinyatakan pada klausa atau kalimat lainnya. Kata yang termasuk konjingsi subordinatif cara yaitu dengan dan tanpa.

Contohnya:

  • Dia menjawab dengan tersenyum.
  • Kalian harus datang sendiri dengan membawa berkas persyaratan.
  • Dia datang tanpa pemberitahuan.

Konjungsi Subordinatif Komplementasi

Konjungsi jenis ini merupakan konjungsi yang menyetakan salah satu klausa atau kalimat merupakan pelengkap dari klausa atau kalimat lainnya. Kata yang termasuk konjungsi ini adalah bahwa.

Contohnya:

  • Kami mengira bahwa dia belum pulang dari rumah sakit.
  • Dia mengatakan bahwa kakaknya akan menikah bulan depan.

Konjungsi Subordinatif Perbandingan

Konjungsi jenis ini merupakan konjungsi yang menyatakan adanya kesamaan atau perbedaan antara dua klausa atau kalimat. Kata yang termasuk konjungsi ini yaitu sama …. dengan, lebihdaripada.

Contohnya:

  • Kami berharap acara ini berjalan lebih baik daripada sebelumnya.
  • Dia itu sama baiknya dengan orang tuanya.
fbWhatsappTwitterLinkedIn