Ekonomi

Macam Macam Kebutuhan Manusia Beserta Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Manusia memang tak lepas dari kegiatan mengonsumsi. Hal ini karena beragamnya jenis kebutuhan manusia berdasarkan intensitas kegunannya yang harus dipenuhi. Sebelum berbicara lebih jauh mengenai kebutuhan dan juga pemenuhannya, perlu diketahui apa sejatinya definisi dari kebutuhan.

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia agar dapat bertahan hidup. Kebutuhan juga diartikan sebagai segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk memperoleh kemakmuran. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan memiliki sifat pemenuhan yang fungsional.

Untuk memenuhi kebutuhan, manusia juga perlu memahami alat-alat pemuas kebutuhan. Barang dan jasa adalah alat pemuas kebutuhan bagi manusia. Beragamnya jenis-jenis benda pemuas kebutuhan kerap kali memunculkan sifat konsumtif pada manusia.

Lalu, bagaimana kebutuhan itu digolongkan sesuai dengan macamnya? Kebutuhan dapat dibagi menjadi empat golongan. Ada macam-macam kebutuhan menurut waktu dan sifat. Ada pula macam-macam kebutuhan menurut tingkatan dan subjeknya.

Kebutuhan Menurut Tingkatan

Kebutuhan menurut tingkatannya dibedakan menjadi tiga, yaitu

  • Kebutuhan primer, Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup manusia. Macam-macam kebutuhan primer, misalnya makanan, pakaian, dan rumah.
  • kebutuhan sekunder, dan Sedangkan, kebutuhan sekunder adalah kebutuhan pelengkap yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer terpenuhi. Jenis-jenis kebutuhan sekunder, misalnya meja, kursi, kipas angin.
  • kebutuhan tersier. Lalu, kebutuhan tersier adalah kebutuhan mewah yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi, misalnya mobil, tas bermerek, perhiasan.

Kebutuhan Menurut Waktu

Jenis kebutuhan menurut waktu pemenuhannya dibagi menjadi dua, yaitu

  • Kebutuhan sekarang. adalah kebutuhan yang sifatnya mendesak dan harus segera dipenuhi. Misalnya, obat untuk orang yang sakit dan air untuk minum ketika haus.
  • Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang dapat ditunda pemenuhannya karena biasanya berhubungan dengan persiapan atau persediaan, misalnya tabungan pendidikan untuk biaya kuliah anak dan asuransi kesehatan untuk hari tua.

Kebutuhan Menurut Subjek

Kebutuhan menurut subjeknya dibagi menjadi dua, yaitu

  • Kebutuhan individu adalah kebutuhan perorangan yang berbeda-beda bagi masing-masing orang. Misalnya, petani memerlukan cangkul untuk menggarap sawah, sedangkan guru memerlukan buku untuk mengajar.
  • Kebutuhan umum adalah kebutuhan yang bersifat kolektif dan sama bagi masing-masing individu. Misalnya, jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki dan rumah sakit untuk para pasien.

Kebutuhan Menurut Sifat

Kebutuhan menurut sifatnya dibagi menjadi dua, yaitu kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan kesejahteraan tubuh atau jasmani, misalnya makanan dan pakaian. Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan kesejahteraan jiwa atau rohani, misalnya ibadah dan rekreasi.

Setelah mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan dan juga penggolongan kebutuhan, cara selanjutnya agar manusia terhindar dalam perilaku konsumtif adalah menyusun skala prioritas. sebenarnya, apa itu skala prioritas?

Skala Prioritas dan Cara Menyusunnya

Skala prioritas adalah suatu daftar memuat kebutuhan yang harus dipenuhi manusia sesuai dengan tingkat kepentingannya. Tentu, skala prioritas kebutuhan manusia berbeda-beda. Namun, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun skala prioritas manusia adalah sama.

Lalu, bagaimana cara menyusun skala prioritas kebutuhan? Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun skala prioritas kebutuhan.

  • Mendahulukan kebutuhan primer dibandingkan kebutuhan sekunder apalagi kebutuhan tersier.
  • Mendahulukan kebutuhan yang bersifat mendesak daripada kebutuhan yang bisa ditunda pemenuhannya.
  • Menyesuaikan kebutuhan dengan penghasilan yang dimiliki.
  • Memperhatikan kualitas dan harga barang.
  • Menghindari pembelian barang di luar kemampuan.
  • Menghindari pola hidup boros.
  • Tidak bersifat konsumtif atau membeli barang-barang di luar rencana dan berlebihan.

Perilaku konsumtif manusia seringkali muncul karena tak bisa membedakan kebutuhan dan keinginan. Padahal, kebutuhan dan keinginan adalah dua hal yang berbeda.

Jika kebutuhan muncul karena fungsi dan dapat memengaruhi kemakmuran hidup seseorang apabila tidak terpenuhi, keinginan justru muncul karena hasrat dan tidak memengaruhi kemakmuran hidup manusia. Tetapi, keinginan yang terpenuhi akan menimbulkan kepuasan tersendiri. Keinginan juga erat kaitannya dengan selera.

Selain sulitnya menggolongkan kebutuhan dan keinginan, perilaku konsumtif juga muncul karena keterbatasan manusia dalam menggolongkan jenis-jenis kebutuhan. Padahal, penggolongan jenis kebutuhan manusia akan memudahkan dalam menyusun skala prioritas agar tidak menjadi seseorang yang konsumtif.

Berdasarkan hal-hal di atas, harapannya manusia dapat memenuhi kebutuhan dan mendahulukan hal-hal yang lebih penting dibandingkan kebutuhan lainnya. Tak hanya untuk menghindari perilaku konsumtif, penyusunan skala prioritas juga dimaksudkan agar manusia dapat menggunakan alat pemuas kebutuhan, yaitu barang dan jasa secara bijaksana agar tetap terjaga ketersediannya.