Olahraga Lompat Jauh: Sejarah – Teknik Dasar dan Peraturannya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Olahraga ada banyak macamnya dan jenisnya, seperti olahraga atletik, bela diri, ketangkasan otak dan lainnya. Jenis dari olahraga tersebut dibagi lagi menjadi beberapa macam dibawahnya.

Seperti olahraga atletik contohnya lari, lompat tinggi, lompat jauh dan lain sebagainya. Pada materi kali ini kita akan membahas mengenai olahraga atletik yaitu lompat jauh. Olahraga ini memerlukan ketangkasan, kecepatan dan juga kekuatan para atlet untuk melompat sejauh mungkin.

Pengertian Lompat Jauh

  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Lompat jauh adalah melompat ke depan dengan bertolak pada satu kaki untuk mencapai suatu kejauhan yang dapat dijangkau, jarak loncatan diukur mulai dari titik tumpuan loncatan sampai dengan jejak pertama di kotak pasir sesudah melompat.

  • Secara Umum

Olahraga lompat jauh merupakan jenis olahraga atletik dimana seorang atlet akan melompat dan mendarat sejauh mungkin dari tempat awal ia melompat. Dalam olahraga ini atlet harus memerlukan kondisi fisik dan juga teknik yang baik agar menciptakan lompatan sejauh mungkin.

Sejarah Lompat Jauh

Olahraga lompat jauh ini sudah ada sejak dahulu yaitu 13 abad silam. Olahraga ini sudah ada dari tahun 708 M saat negara Yunani mengadakan sebuah olimpiade kuno. Pada saat itu olahraga lompat jauh ini sudah di lombakan pada olimpiade tersebut.

Munculnya olahraga lompat jauh digunakan sebagai latihan ketangkasan prajurit perang guna melompati rintangan yang berada di medan perang, seperti jurang atau parit. Di dalam olimpiade kuno tersebut para atlet hanya menggunakan start lari pendek.

Para atlet juga diharuskan berlari membawa beban yang diletakkan di kedua tangannya. Berat beban tersebut diantara 1 hingga 4,5 kg. Menurut catatan sejarah, ada atlet olimpiade kuno yang bernama Chionis, padaolimpiade di tahun 656 ia berhasil menciptakan lompatan yang melewati 7 meter lebih 5 cm.

Pertama kali olahraga lompat jauh ini muncul diperlombakan pada tahun 1896. Pada tahun 1914 Dr. Harry merekomendasikan dibuatnya running board jump untuk atlet perempuan agar bisa juga melakukan kompetisi olahraga lompat jauh.

Olahraga lompat jauh dapat dilombakan secara resmi yaitu di tahun 1896. Sedangkan untuk para wanita baru dimulai pada tahun 1948. Lambat laun seiring dengan perkembangan waktu olahraga lompat jauh ini tumbuh dan berkembang hingga ke seluruh dunia.

Faktor yang Mempengaruhi Lompat Jauh

  • Kekuatan
    Jumlah tenaga yang dibutuhkan dan dihasilkan tubuh para atlet saat akan melakukan lompatan.
  • Kecepatan
    Kecepatan berarti kemampuan memindahkan sebagian atau seluruh tubuh si atlet dari tahapan awal hingga tahap akhir yaitu pendaratan.
  • Keseimbangan
    Para atlet lompat jauh harus memiliki kemampuan dalam menyeimbangkan tubuh agar bisa bertahan dengan baik mulai dari tahapan awal hingga tahapan akhir yaitu pendaratan.
  • Daya Ledak
    Daya ledak disini yaitu kemampuan tubuh agar bisa melayang di udara setelah bertolak dari titik tumpu dan sebelum sampai di pendaratan.
  • Keterampilan
    Keterampilan merupakan kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan seperti melompat dan juga melayang di udara dengan teknik yang benar.
  • Koordinasi
    Para atlet lompat jauh harus memiliki koordinasi yang baik agar bisa memposisikan gerakan dari badannya pada saat dibutuhkan.

Teknik Dasar Lompat Jauh

Teknik Awalan

Teknik awalan yaitu gerakan yang dilakukan para atlet lompat jauh dengan cara berlari secepat mungkin sehingga mendapatkan kecepatan yang maksimal sebelum melakukan tolakan.

Selain itu awalan juga dapat dilakukan sebagai upaya mendapatkan kecepatan horizontal yang maksimal dan kemudian diubah menjadi vertikal pada saat melakukan tolakan. Teknik awalan dilakukan dari jarak 40 hingga 45 meter pada lintasan lari.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan teknik awalan dalam olahraga lompat jauh, diantaranya:

  • Jarak pada awalan tergantung pada kemampuan para atlet masing-masing. Untuk pelompat dalam jarak pendek, jarak awalan yaitu 30-35 meter. Sedangkan untuk pelompat dalam jarak jauh, jarak awalan yaitu 30-45 meter.
  • Posisi saat berdiri pada titik awalan kaki harus sejajar. Cara pengambilan awalan dalam lompat jauh yaitu dimulai perlahan kemudian cepat dan kecepatan harus dipertahankan.
  • Setelah para atlet mencapai kecepatan yang maksimal, gerakan dilepas secara spontan. Konsentrasi dan tenaga pelompat fokus untuk melakukan tumpuan.

Teknik Menumpu

Teknik ini merupakan teknik yang penting harus diperhatikan oleh para pelompat, karena teknik menumpu sangat menentukan hasil dari lompatan agar sempurna. Atlet lompat jauh melakukan tumpuan menggunakan kaki terkuat.

Pada saat melakukan suatu tumpuan, posisi badan pelompat tidak boleh terlalu condong. Baik tumpuan, keseimbangan, gerakan semua harus diperhatikan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan teknik menumpu, yaitu:

  • Tolakan harus dilakukan menggunakan kaki yang kuat.
  • Bertumpu tepat pada papan tumpuan.
  • Sebelum melakukan tumpuan, badan diusahakan condong ke belakang.
  • Kedua langan pelompat ikut juga diayunkan ke arah depan ketika sedang bertumpu.
  • Ayunkan kaki dan juga angkat ke depan hingga setinggi pinggul dengan posisi lutut kaki ditekuk.

Teknik Melayang

Teknik ini dilakukan setelah meninggalkan balok tumpuan. Pada saat melakukan teknik melayang ini keseimbangan pada badan pelompat harus dijaga agar tetap seimbang. Ada dua cara dalam melakukan teknik melayang ini, diantaranya yaitu:

  • Sikap jongkok
    Pada saat melakukan sikap jongkok ini, saat menumpu kaki mengayun mengangkat lutut setinggi tingginya, kemudian disusul dengan kaki tumpu. Pada saat sebelum melakukan pendaratan kedua kaki dibawa ke depan.
  • Sikap menggantung
    Pada saat melakukan sikap menggantung ini kaki ayun dibiarkan tergantung lurus pada saat menumpu. Tubuh tegak, kaki tumpu dengan lutut ditekuk dan pinggung di dorong ke depan. Kemudian kedua lengan direntangkan ke arah atas.

Teknik Mendarat

Pelompat harus bisa mendarat sebaik dan sejauh mungkin. Jangan sampai lengan dan badan jatuh ke arah belakang. Pendaratan pada bak lompat harus dimulai dengan posisi kedua dari tumit kaki dan kedua kaki sedikit rapat.

Gerakan pendaratan harus menggunakan kedua kaki secara bersamaan, lalu diikuti dorongan pinggul ke depan.

Gaya Lompat Jauh

Gaya pada olahraga lompat jauh ada 3 macam, diantaranya yaitu:

  • Gaya Jongkok

Gaya jongkok atau kata lainnya ortodok merupakan gaya tertua dibandingkan gaya lainnya pada olahraga lompat jauh. Gaya jongkok ini berfungsi agar pelompat memperoleh kecepatan maksimum ketika akan melompat.

Pada saat mulai melayang, tekuk lutut ke atas. Disaat akan mendarat awali dengan tumit kaki dengan sedikit ditekuk.

  • Gaya Berjalan di Udara

Gaya berjalan di udara atau walking in the air merupakan gaya yang sangat terkenal di kalangan para atlet. Gaya ini efektif untuk menghasilkan lompatan terjauh dibandingkan dengan kedua gaya lainnya.

Gaya berjalan di udara ini dimulai dari kaki tumpu yang digunakan untuk melakukan tolakan. Pada saat tubuh melayang di udara pelompat harus melakukan gerakan seperti sedang berjalan.

  • Gaya Menggantung

Cara melakukan gaya menggantung ini yaitu gerakan kaki diayunkan ke arah belakang dan depan secara bersamaan dengan lengan. Pada saat ingin pendaratan, kedua kaki diluruskan ke depan dan kedua tumit kaki mendarat terlebih dahulu.

Pengukuran Lompatan

  • Pengukuran lompatan dari tempat pendaratan yang terdapat di bak lompat ke balok tumpuan.
  • Pengukuran dilakukan secara tegak lurus.
  • Yang berhak untuk mengukur yaitu juri pengukur.
  • Lompatan dinyatakan sah apabila sudah diukur oleh juri pengukur.
  • Juri pengukur mengambil pengukuran lompatan dari balok ujung balok tumpu yang paling dekat dengan bak pasir sampai ke tanda awal pendaratan.
  • Pengukuran harus dilakukan dengan sangat teliti.
  • Harus menggunakan alat yang sama dalam sebuah pertandingan, dari awal hingga akhir.

Peraturan Lompat Jauh

  • Peserta pertandingan lebih dari 8 orang diperbolehkan untuk melakukan lompatan sebanyak 3 kali.
  • Peserta yang kurang dari 8 orang melompat sebanyak 6 kali namun secara bergantian.
  • Pengukuran dilakukan apabila semua pelompat sudah menghasilkan lompatan.Setiap peserta mendapatkan waktu 1,5 menit untuk melakukan lompatan.

Lapangan Lompat Jauh

  • Bak lompat diisi dengan pasir
  • Panjang bak lompat : 9 meter
  • Lebar bak lompat : 2,75 meter
  • Panjang papan tumpu : 1,22 meter
  • Lebar papan tumpu : 20 meter
  • Lebar lintasan awalan : 1,22 meter

Tujuan dari olahraga atau pertandingan lompat jauh ini yaitu mencetak sejauh mungkin lompatan yang dilakukan oleh para atlet untuk mencapai suatu kemenangan.

fbWhatsappTwitterLinkedIn