TI

Open Source: Pengertian – Sejarah dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Saat ini kami akan menjelaskan tentang Open Source. Apa itu? Simak penjelasannya.

Pengertian Open Source

Pengertian Secara Umum

Perangkat lunak sumber terbuka (bahasa Inggris: open source software) adalah jenis perangkat lunak yang kode sumber-nya terbuka untuk dipelajari, diubah, ditingkatkan dan disebarluaskan.

Karena sifat ini, umumnya pengembangannya dilakukan oleh satu paguyuban terbuka yang bertujuan mengembangkan perangkat lunak bersangkutan.

Jadi, mudahnya adalah perangkat lunak dan sistem operasi tersebut merupakan buatan manusia dan ada pihak yang mendistribusikannya sehingga banyak orang dapat menggunakannya.

Pengertian Menurut Para Ahli

Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, definisi open source atau sumber terbuka adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu/ lembaga pusat tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber yang tersebar dan tersedia bebas.

Hal di atas menyebabkan setiap orang dapat menggunakan program open source secara gratis.

Sejarah Open Source

Sejarah open source dikemukakan pertama kali oleh Eric S. Raymond, Christine Peterson, Todd Anderson, Larry Agustin, Jon Hall dan Sam Ockman yang dipimpin langsung oleh Richard Stallman tahun 1998.

Open source mulai mendunia pada tahun 2004 yang ditandai dengan munculnya Linux. Linux merupakan sistem operasi yang bisa didapatkan secara gratis.

Saat pertama kali dikeluarkan, sistem operasi open source dianggap aneh oleh masyarakat. Sumber kode atau source code yang ada pada open source merupakan inti dari suatu perangkat lunak.

Kode ini dapat dimodifikasi bahkan diperbaiki oleh orang lain. Sehingga jika ingin mempertahankan hak cipta, pengembang harus mendaftarkan hak cipta agar setiap orang yang menggunakan perangkat lunak tersebut harus membeli lisensi terlebih dahulu.

Perlu diketahui bahwa open source adalah syarat suatu perangkat lunak dikatakan gratis atau free software. Open source sudah pasti perangkat lunak gratisan, tetapi perangkat lunak gratis alias freeware belum tentu open source.

Contoh Open Source

JenisContohKeterangan
Sistem OperasiLinuxUbuntu, Debian, Slackware, Fedora, Distro Lokal Blank On dan Kuliax
BSD FamilyFreeBSD, OpenBSD dan PC-BSD
ReactOSWindows XP
HaikuOSBeOS
MobileOSFirefoxOS< Android dan Tizen
Tool ProgramingGNU GCCCompile C, C++
NetBeanIDE untuk program java
EclioseIDE canggih untuk program java dan android
Notepad++Editor canggih yang terdiri dari 50 bahasa pemograman
Apatana IDEIDE untuk program PHP, Ruby dan Rail
QTDengan Bahasa C++ dan library QT
Aplikasi DesktopLibre OfficeApplikasi Office membuat dokumen, spreadsheet dan presentasi, tersedia juga untuk Windows dan Linux
InkscapeAplikasi editing grafis vector, desktop alternative dari CorelDraw
GIMPAplikasi editing photo, desktop alternatif dari photoshop
FirefoxBrowser open source misalnya Mozilla Firefox
Chromium BrowserGoogle Chrome
VLCMultimedia Player
Aplikasi WebJoomiaCMS
WordPressBlog Platform
DrupalCMS
PhpPBForum online
MoodleE-learning online
TinyMCEEditor HTML online
Software GrafisInkScapeDesain grafis berjenis vektor
Xara XtremeHanya berjalan di Linux, FreeBSD, OS-X
Apache OpenOffice DrawImage berbasis vector
SkencilMembuat diagram maupun ilustrasi gambar
sK1Telah didukung oleh unique project, format importers, tabbed multidocument interface, dll.
KarbonKDE yang dapat menggambar vector, finger painting dan manipulasi image.
Word ProcessorSSuite Office SoftwarePengganti dari Microsoft Office. Kelebihannya yaitu tidak harus menginstal JavaScript atau Net Framework
KOfficeKWord, KSpread, KPresenter dan Karbon14
Corel Word Perfect OfficeMemiliki aplikasi word processing, spreadsheet, email, dan 60 format file.
IBM Lotus SymphonyWord processor, presentasi dan spreadsheet.
Open OfficeSoftware ini dapat dijalankan di beberapa platform seperti Windows, Linux, Solaris, Mac OS X.
SmartphoneAndroidSoftware yang dapat di upgrade sesuka pengguna
FirefoxMisalnya Mozilla Firefox yang dapat diakses bebas

Kelebihan dan Kekurangan Open Source

Kelebihan Open Source

  • Akses Bebas dalam Mengembangkan Sistem
    Salah satu kelebihan open source adalah kebebasan pengguna dalam mempelajari, mengubah atau memperbaiki kode sumber dari suatu perangkat lunak. Artinya pengguna dapat berkreasi sebebasnya dalam memahami kode sumber. Hal ini dilakukan agar perangkat lunak yang digunakan dapat menghasilkan sistem operasi yang lebih baik untuk digunakan.
  • Legal
    Legal yang dimaksud adalah tidak melanggar hak cipta. Ketika pengguna ingin memodifikasi perangkat lunak lalu mendistribusikannya maka hal tersebut tetap dianggap legal. Berbeda dengan perangkat lunak yang berbayar. Ketika pengguna melakukan hal yang sama tersebut maka hal itu akan dianggap illegal.
  • Tidak Ada Versi Bajakan
    Perangkat lunak open source yang diunduh melalui internet pun merupakan bukan versi bajakan. Aplikasi dengan lisensi ini didapatkan dari sumber manapun tidak akan menjadi ilegal dalam penggunaannya. Pembajakan hanya terjadi pada perangkat lunak yang berbayar. Alasan yang mendukung terjadinya ini ialah adanya ketidakmampuan seseorang dalam membeli perangkat lunak tersebut atau harganya cukup mahal.

Kekurangan Open Source

Di dalam hal apapun, selalu ada kekurangan termasuk open source ini. Setelah dipaparkan kelebihannya, berikut beberapa kekurangan yang ada.

Secara keseluruhan, kekurangan open source tergantung dalam penggunaan masing-masing individu dan sisi dari pihak perusahaan.

  • Tanpa Dukungan Dana Serta Pemasaran
    Sistem operasi dan perangkat lunak yang berlabel open source tidak mempunyai bantuan berupa dana termasuk pemasaran. Tak heran jika hal yang berlisensi open source ini memerlukan waktu yang cukup banyak untuk mengenalkan aplikasi ke masyarakat luas sehingga banyak orang tidak tahu mengenai open source. Berbeda dengan sistem operasi dan perangkat lunak yang berbayar. Mereka memiliki dana dan pemasaran yang jelas.
  • Kurang Familiar
    Hal ini terjadi karena banyak anggapan dari masyarakat awam bahwa perangkat lunak ini hanya dapat digunakan oleh orang-orang tertentu saja. Misalnya orang yang tahu persis dunia teknologi, seperti programmer, web administrator, hacker, dan lain sebagainya.