3 Peristiwa di Bulan Rajab yang Penting untuk diketahui

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Rajab adalah salah satu bulan suci dalam islam. Selain itu, Rajab juga menjadi bulan yang diharamkan untuk berperang. Dengan kata lain, dinamakan dengan Rajab yaitu dahulu kala Bangsa Arab melepaskan tombak dari besi tajamnya di mana sebagai simbol untuk menahan diri dari peprangan.

Tahukah kamu? Di balik hal itu, ternyata ada banyak peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rajab, lho! Peristiwa-peristiwa sudah menjadi sejarah paling berharga dan bersejarah hingga saat ini. Adapun beberapa peristiwa penting yang terjadi di Bulan Rajab antara lain.

1. Peristiwa Isra Mi’raj

Isra Mi’raj berasal dari dua kata yakni Isra dan Mi’raj. Isra merupakan perjalanan malam di mana Nabi Muhammad SAW berangkat dari Mekkah ke Baitul Maqdis di Madinah. Jarak dari Kota Mekkah ke Madinah berkisar 1.239 kilometer yang jika ditempuh menggunakan unta akan menghabiskan waktu selama satu bulan. Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW hanya mencapainya dalam semalam.  

Sedangkan kata Mi’raj merupakan perjalanan Nabi Muhammad dari Baitul Maqdis di Madinah ke Sidratul Muntaha yang perjalannya tersebut melewati tujuh langit. Peristiwa ini terjadi pada 27 Rajab atau 621 Masehi.

Tepat pada malam hari sebelum terjadinya peristiwa Isra Mi’raj, Rasulullah sedang bermalam atau menginap di rumah Hindun binti Abu Thalib atau lebih dikenal dengan Ummu Hani yang merupakan sepupu beliau. Setelah tidur sebentar, Rasulullah terjaga dan mengunjungi Ka’bah.

Ketika beliau terlelap di sana, kemudian Malaikat Jibril datang dan membangunkan beliau sampai tiga kali. Jibril lalu mengantarkan Rasulullah ke buraq yakni sejenis hewan yang lebih tinggi dari keledai (himar) namun lebih pendek dari baghal. Bedanya, buraq ini memiliki sayap.

Dalam kitab Qishshah Mi’rajin Nabi yang merupakan karya dari Syekh Najmudin Al-Ghoidzi menjelaskan bahwa dalam perjalanan Nabi dari Ka’bah menuju Baitul Maqdis telah mengalami perhentian beberapa kali. Adapun tempat perhentiannya yaitu Madinah, dekat Sajarah Musa, tempat nabi Musa berteduh dari buruan Raja Fir’aun, Bukit Sinai sampai Betlehem yang merupakan tempat kelahiran Nabi Isa.

Selama perjalanan menuju ke Baitul Maqdis, ada beberapa peristiwa yang dialami oleh beliau antara lain:

  • Melihat Jin Ifrit yang mengikutiny dengan membawa obor.
  • Beliau melintasi sekelompok yang sedang berccok tanam, kemudian langsung memanen hasilnya. Hal ini merupakan gambaran umat yang berjihad fi sabilillah.
  • Beliau juga mencium aroma harum Masyitoh, yakni seorang Wanita yang memegang teguh keyakinannya kepada Allah. Walaupun ia bersama anak-anaknya dihukum oleh Fir’aun dengan dimasukkan ke penggorengan.
  • Beliau melintasi sekelompok orang yang Cuma mengenakan pakaian guna menutup kemaluan dan memakan tumbuhan berduri.
  • Beliau juga bertemu dengan orang yang sedang memakan daging busuk yakni gambaran bagi umat yang berzina.
  • Beliau bertemu dengan sekelompok orang yang berenang di sungai darah dan dilempari oleh batu-batu yakni gambaran orang yang memakan harta riba.

Setibanya di Baitul Maqdis, Rasulullah kemudian mengerjakan shalat dua rakaat dan menjadi imam para nabi di tempat tersebut. Setelah itu, beliau diberikan tiga gelas yang memiliki isi berbeda-beda yaitu khamr, susu dan air putih.

Rasulullah SAW memilih susu yang disebut oleh Malaikat Jibril sebagai memilih fitrah atau agama Islam. Setelah itu, beliau melanjutkan kembali perjalanannya (Mi’raj) ke sidratul muntaha dengan melalui tujuh langit dunia. Adapun selama perjalanannya, beliau bertemu dengan para nabi pilihan di setiap langit yakni:

  • Di langit pertama, beliau bertemu dengan Nabi Adam
  • Di langit kedua, beliau bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya
  • Di langit ketiga, beliau bertemu dengan Nabi Yusuf
  • Di langit keempat, beliau bertemu dengan Nabi Idris
  • Di langit kelima, beliau bertemu dengan Nabi Harun
  • Di langit keenam, beliau bertemu dengan Nabi Musa
  • Di langit ketujuh, beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim

Hingga pada akhirnya, saat tiba di Sidratul Muntaha, Rasulullah SAW mendapatkan perintah dari Allah untuk umat islam. Rakaat awalnya yaitu 50 kali dalam sehari. Akan tetapi setiap kali beliau turun, Nabi Musa mengingatkan bahwa jumlah itu terlalu besar.

Kemudian, Nabi memohon kepada Allah untuk memberi keringanan sampai tersisa 5 rakaat sehari semalam. Inilah yang menjadi titik penting dari perjalanan beliau pada malam tersebut.

2. Pembebasan Baitul Maqdis

Setelah peristiwa pembebasan Kota Yerussalem (Madinah) oleh Khalifah Umar bin Khattab, hubungan antara kaum muslimin dan kaum Nasrani berlangsung harmonis. Di tengah kedamaian tersebut, karena sebelum Khalifah Umar merebut Yerussalem masih berada pada kekuasaan Dinasti Saljuk, hal ini menyebabkan akhirnya Puas Urbanus II akhirnya mengerahkan semua umat kritsiani di Eropa untuk memproklamirkan perang suci atau dikenal dengan Perang Salib.

Perang salib inilah yang menjadi awal kemunculan pemimpin islam yang bernama Salahuddin Al-Ayyubi untuk membebaskan kembali Baitul Maqdis. Sebelum Salahuddin, perjuangan Immadudin Zanki dan anaknya yaitu Nurudidin Zanki berhasil dalam menaklukkan beberapa wilayah kekuasaan Tentara Salib di Asia Timur seperti Mesir, Damaskus, Antioch, dsb.

Namun mereka wafat, sehingga perjuangan pembebasan Baitul Maqdis digantikan oleh Salahuddin Al-Ayyubi dan sebagai pertanda kejayaan islam. Puncak keberhasilannya yaitu membebaskan Baitul Maqdis di Yerussalem kembali ke pengakuan umat islam pada bulan 27 Rajab 583 Hijriyah atau 2 Oktober 1187 Masehi.

Dalam buku “The Crusades”, karya dari Karen Amstrong menjelaskan ketika Salahudin bersama pasukan islam membebaskan Baitul Maqdis tidak ada satu orang Kristen pun yang dibunuh. Bahkan tidak ada pula perampasan harta benda.  Salahuddin membebaskan Sebagian dari mereka setelah adanya imbauan Al-Quran. Akhirnya, azan pun dikumandangkan kembali di Masjid Al-Aqsa.

3. Perang Tabuk

Perang Tabuk merupakan perang yang terjadi antara kaum muslimin yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW melawan pasukan dari kaum Romawi. Perang ini terjadi pada bulan Rajab tepatnya 9 Hijriah atau sekitar 630 Masehi. Peristiwa ini terjadi di lokasi antara lembah al-Qura dan Syam yang jaraknya antara Tabuk dan Madinah sekitar 778 kilometer.

Para sahabat nabi yakni Abu Bakar mengorbankan seluruh hartanya, Umar mengorbankan setengah hartanya hingga Usman bin Affan juga mengorbankan perlengkapan perang untuk sepertiga pasukan kaum muslimin.

Terkumpul sekitar 30.000 pasukan kaum muslimin yang merupakan para pejuang islam untuk menunjukkan kejujuran iman mereka. Sementara kaum romawi berjumlah 40.000 orang dan ditambah dengan pasukan dari penguasa Bashroh Bani Ghassan.

Saat pasukan muslim sudah siap bertempur melawan musuh, namun ternyata pasukan tentara Romawi tidak kunjung muncul atau mundur. Mereka berpencar di atas perbatasan wilayah mereka masing-masing untuk berlindung di bentengnya setelah mengetahui kekuatan pasukan muslimin.

Akhirnya, perang yang membutuhkan waktu 50 hari yakni 30 hari perjalanan pulang pergi dan 20 hari untuk menaklukkan musuh di sekitar Tabuk tersebut telah membuahkan hasil. Pasukan muslimin berhasil memenangkan Perang Tabuk dengan mempersiapkan mereka dalam memilik risalah agar melindungi penyebaran islam di luar semenanjung jazirah Arab.

Itulah tiga peristiwa penting yang terjadi di bulan Rajab. Peristiwa tersebut tentunya menjadi bukti adanya perjuangan islam yang dilakuka oleh Rasulullah bersama dengan para sahabat dan umat islam untuk memertahankan keutuhan agama islam.

fbWhatsappTwitterLinkedIn