Referral Marketing: Pengertian, Jenis, Keuntungan

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apa itu Referral Marketing ?

Referral Marketing merupakan suatu bentuk alat dalam strategi pemasaran yang dapat membangun dan menumbuhkan basis pelanggan. Hampir semua orang pasti sudah tidak asing lagi dengan namanya kode referral.

Umumnya, dalam Referral Marketing, seseorang akan merujuk suatu produk maupun layanan kepada orang lain. Ketika orang yang diberikan rujukan menggunakan kode tertentu yang diberikan pemberi rujukan, maka pemberi rujukan akan memperoleh insentif tertentu.

Insentif diberikan, karena pemberi rujukan (referrer) sudah berhasil mengajak konsumen baru menjadi referralnya. Contohnya, si A merujuk si B untuk menginstal dan log in di aplikasi C. Ketika si B log in dengan memasukkan kode referral si A, maka si A akan memperoleh insentif yang dijanjikan pihak aplikasi C.

Mengapa Referral Marketing Penting ?

Referral Marketing dinilai dapat membantu meningkatkan pembeli baru dengan memanfaatkan rekomendasi orang terdekatnya. Mengingat, daripada bahasa iklan, kadang orang orang lebih percaya jika produk atau layanan tersebut direkomendasikan oleh orang terdekatnya.

Bahkan, ada penelitian yang menyebutkan bahwa, Referral Marketing ini dapat meningkatkan customer retention sebesar 37%. Hasil ini membuat Referral Marketing digadang gadang sebagai hal yang penting dilakukan, khususnya jika ingin penjualan meningkat tanpa perlu mempraktikkan hard selling.

Selain itu, Referral Marketing ini dinilai penting juga karena dapat meningkatkan:

  • Loyalitas konsumen
  • Siklus promosi

Jenis Referral Marketing

Jenis jenis Referral Marketing antara lain :

  • Direct Referral

Direct Referral adalah jenis Referral Marketing yang umumnya menggunakan link referral untuk diberikan kepada orang lain yang akan sign in di website tertentu. Pemberi referral akan disebut sebagai upline maupun sponsor, sedangkan pengguna link referral akan disebut referral.

Dengan adanya referral, upline akan menerima insentif tertentu sesuai dengan yang dijanjikan pihak website yang diberi rujukan. Selagi link referral digunakan oleh orang, maka insentif akan terus mengalir. Mengingat, sistem Direct Referral ini otomatis.

  • Rented Referral

Rented Refferal merupakan jenis Referral Marketing yang disewa dengan bayaran tertentu. Umumnya, Rented Referral ini digunakan oleh orang yang ingin menjadi member website tertentu.

Keuntungan Menggunakan Referral Marketing Bagi Perusahaan

Referral Marketing memiliki banyak manfaat yang menguntungkan perusahaan, termasuk :

  • Target  Penjualan Jelas

Dengan adanya Referral Marketing, target penjualan akan lebih jelas, mengingat jumlah referrer maupun referral akan terlihat dengan jelas. Dalam arti bahwa, referrer umumnya akan merekomendasikan produk atau jasa paling tidak kepada satu orang terdekatnya, yang biasanya seleranya tidak akan jauh berbeda.

Referral Marketing dalam hal ini dapat dikatakan mirip dengan penggunaan jasa influencer marketing yang memiliki audiens yang terukur, umumnya akan sesuai dengan target pasar perusahaan.

  • Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, referral umumnya berasal dari orang terdekat referrer. Seseorang memutuskan menjadi referral biasanya karena percaya pada penilaian dan rekomendasi dari orang terdekatnya itu.

Dengan kata lain, secara tidak langsung kepercayaan calon konsumen akan meningkat. Hingga kemudian menjadi loyal dan merekomendasikan ke calon konsumen lain.

  • Pengeluaran Lebih Rendah

Pengeluaran untuk Referral Marketing ini dinilai masih terbilang lebih rendah jika dibandingkan dengan strategi marketing lain seperti influencer marketing. Bahkan, cara Referral Marketing  tertentu dapat digunakan gratis.

Bahkan stragtegi Referral Marketing ini umumnya dapat menjadi strategi yang berkelanjutan dan terus menerus. Mengingat, referral suatu saat juga bisa menjadi referrer. Semakin banyak referrer maka semakin tinggi kemungkinan produk atau jasa dikenal oleh calon konsumen baru.

Keuntungan Menjadi Referral bagi Konsumen

Referral Marketing tentu tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan saja, melainkan juga menguntungkan konsumennya. Keuntungan Referral Marketing untuk konsumen yang paling menonjol yaitu mendapatkan penghasilan tambahan dari insentif referral.

Jika berhasil merekomendasikan produk dengan membuat seseorang menjadi referralnya, seorang konsumen dapat memperoleh insentif tertentu yang bisa dijadikan penghasilan tambahan.

Semakin banyak referral yang diperoleh maka semakin besar pula insentif yang didapatkan oleh konsumen tersebut. Besarnya tentu akan bergantung pada kebijakan masing masing perusahaan.

Bahkan, ada juga cara referral tertentu yang selama itu diklik maka akan menghasilkan, selayaknya pasif income.

Cara Menerapkan Referral Marketing

Dalam penerapannya, Referral Marketing ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk:

  • Mengadakan Giveaway

Referral Marketing dapat juga dilakukan dengan cara mengadakan giveaway, di mana giveway tersebut merupkan insentif yang diberikan kepada pemberi referral.

Artinya, jika seorang pemberi referral berhasil merekomendasikan suatu produk maupun layanan, maka orang tersebut berhak mendapatkan giveway sesuai yang dijanjikan.

Cara ini sudah sangat umum digunakan, khususnya di Instagram, di mana banyak akun toko yang mengadakan giveaway dengan syarat melakukan tag pada akun beberapa orang kenalan.

Dengan iming iming mendapatkan hadiah giveaway seseorang tentu akan berusaha men-tag banyak orang. Semakin banyak orang yang di tag, maka kesempatan akun toko untuk dilihat dan dikenal akan semakin besar.

  • Menggunakan Email Referral

Referral Marketing dapat juga dilakukan dengan menggunakan email referral, di mana umumnya akan kode atau link referral akan dikirimkan ke calon konsumen melalui email blast.

Email blast ini tidak hanya dapat dilakukan oleh perusahaan saja, melainkan juga dapat dilakukan oleh pelanggan (referrer). Dalam hal ini, perusahaan akan menyediakan sistem khusus, agar referrer dapat mengirimkan email referral ke calon pelanggan yang dituju.

Sebagai contoh, cara Referral Marketing menggunakan email referral ini telah digunakan oleh Dropbox maupun beberapa platform web novel. Namun, email referral seringkali masuk sebagai spam sehingga kadang cara ini tidak efektif.

  • Membuat Referral Berbasis Game

Cara ini menitikberatkan kepada ajakan untuk para referrer agar mencapai level tertentu hingga mendapatkan insentif yang dijanjikan.

Dengan cara ini, para referrer akan tertantang seperti halnya melakukan game mengasikkan dan menghasilkan insetif. Semakin banyak referrer berhasil mendapatkan referral maka akan semakin tinggi levelnya dan semakin tinggi pula insentif yang diperoleh.

Contoh penerapannya, referrer dapat merekomendasikan kepada calon konsumen sebanyak mungkin hingga mencapai tingkatan level tertentu. Misal, berhasil merekomendasikan 10 orang referral, maka referrer tersebut akan naik satu tingkat dan mendapatkan insentif 12%.

Dengan menambah 15 orang referral lagi, maka referrer akan mendapatkan insentif lebih besar yaitu 15% dan seterusnya. Semakin tinggi level, maka semakin besar insentif yang diperoleh.

Hal ini tentu akan memotivasi referrer untuk semakin semangat merekomendasikan produk atau jasa menggunakan kode referralnya. Dengan demikian, semakin banyak juga calon konsumen yang mengetahui produk maupun layanan perusahaan.

  • Memberikan Pengalaman Upgrade Produk Secara Gratis

Upgrade produk umumnya tidak akan dilakukan oleh konsumen jika kelebihan fitur tambahan yang ditawarkan belum diketahui. Untuk itu, banyak perusahaan yang dengan berani menawarkan upgrade produk secara gratis dengan jangka waktu tertentu.

Misalnya saja, upgrade Spotify Premium gratis selama satu bulan pertama. Artinya, pelanggan dapat menikmati fitur premium selama satu bulan secara gratis.

Harapannya, setelah memiliki pengalaman menggunakan fitur premium yang tanpa iklan dan bisa skip skip sesuka hati, konsumen tersebut akan ketagihan dan nyaman untuk meneruskan penggunaan fitur premium tersebut.

  • Membuat Kontes Referral

Kontes referral ini biasanya adalah lanjutan dari cara referral yang berbasis game sebelumnya. Artinya, referral tidak hanya diajak untuk memperoleh referral seperti bermain game, namun juga berkompetisi antar referral lain.

Misalnya saja, semakin banyak referral yang didapat maka referrer akan memperoleh level atau poin tertentu. Level maupun poin ini kemudian akan dikompetisikan dengan referrer lain.

Jika referrer masuk dalam peringkat tiga besar kompetisi tersebut, maka referrer akan memperoleh insentif tambahan sesuai yang dijanjikan. Dengan demikian, maka referrer akan lebih termotivasi lagi mencari referral untuk memenangi kompetisi dan mendapat insetif lebih.

Dan tentu, cara ini akan membuat produk atau jasa suatu perusahaan akan lebih dikenal oleh calon konsumen yang lebih banyak lagi.

Anda juga bisa menggelar kontes sebagai strategi referral marketing. Seperti halnya gamification, program akan terasa lebih fun dan referrer akan lebih semangat untuk menyebarkan referralnya. 

  • Mengadakan Referral Berbasis Donasi

Referral berbasis donasi ini mungkin lebih ke mengajak seorang konsumen membeli produk sekaligus berdonasi. Misalnya, membeli satu produk akan sama dengan mendonasikan jumlah uang tertentu untuk orang yang membutuhkan.

Beberapa usaha pakaian muslim ada juga yang mencantumkan bahwa, pembelian satu produk pakaian mereka, 5% dari harganya akan disumbangkan ke fakir miskin dan yatim piatu.

Dengan demikian, brand image yang positif dapat mulai terbangun di mata konsumen. Mengingat, banyak diantaranya orang yang tergugah dan menjadi loyal pada pemilik usaha yang juga punya kepedulian yang tinggi.

Jadi bukan hanya sekadar mencari untung, namun juga peduli untuk membantu sesame. Umumnya, momen yang cocok seperti bulan Ramadhan akan menimbulkan hasil yang lebih tinggi untuk cara ini.

Tips Menerapkan Referral Marketing

Berikut ini merupakan beberapa tips yang mungkin membantu dalam penerapan Referral Marketing :

  • Pemberian Insentif yang Menarik tapi Sesuai Budget

Referral Marketing umumnya harus menawarkan insentif yang menarik agar para konsumen mau menjadi referrer dan merekomendasikan produk maupun jasa kepada calon konsumen.

Tidak bisa dipungkiri bahwa, orang memang akan lebih tertarik melakukan sesuatu dengan imbalan tertentu yang sudah jelas jumlahnya.

Angka insentif pun juga harus disesuaikan dengan budget perusahaan. Tidak boleh asal karena dapat berisiko menimbulkan over budget.

Insentif pun beragam bisa dalam jumlah uang tunai, persen dari harga produk, voucher cashback maupun voucher diskon.

  • Publikasi dan Sosialisasi Program Referral Marketing Secara Luas

Ada program Referral Marketing namun jika tidak diketahui banyak orang maka tidak akan maksimal. Untuk itu, penting melakukan strategi publikasi dan sosialisasi program Referral Marketing dengan tepat, menarik dan menyeluruh.

Publikasi bisa dilakukan dengan menampilkan halaman pop up yang menarik pada website perusahaan. Selain itu, perusahaan juga dapat membuat flyer khusus untuk dipublish di beberapa platform sosial media perusahaan.

Jika perlu, gunakan juga iklan maupun google ads untuk mempublikasi progam Referral Marketing yang menjangkau masyarakat luas.

  • Merancang Program Referral Marketing yang Sederhana

Dalam membuat Referral Marketing, sangat disarankan untuk merancangnya sesederhana mungkin, khususnya pada regulasinya. Mengingat, regulasi yang berbelit, kompleks dan rumit dapat membuat konsumen enggan menjadi referrer maupun referral.

Selain itu, kesederhaan program Referral Marketing umumnya dapat meminimalisir kesalahpahaman dengan konsumen.

fbWhatsappTwitterLinkedIn