2 Seni Figuratif Tertua Di Dunia dan Penemunya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Seni figuratif merupakan sebuah ragam hias yang biasanya terdapat pada bahan berjenis tekstil, kayu, dan juga lainnya yang dapat dikenali oleh orang yang melihatnya. Seni yang bersifat figuratif ini tidak dibuat dengan mengawang-awang atau tidak murni dari karya seorang seniman.

Atau tidak berdasarkan imajinasi seniman. Seni figuratif adalah sesuatu yang dibuat dengan meniru bentuj-bentuk yang ada di kehidupan masyarakat dan menyerupai bentuk aslinya. Seni figuratif tidak hanya berbentuk patung.

Seni figuratif terdapat benda-benda yang masuk dalam kategori seni figuratif ialah, topeng, wayang,, gambar figuratif berupa bangun ruang yang dapat menyerupai manusia, kemudian lukisan figuratif berupa lukisan keluarga petani, batik figuratif, dan juga songket.

Berikut Seni Figuratif Tertua Di Dunia.

Lukisan Babi

Karya seni figuratif yaitu menggambarkan manusia, hewan, dan juga tumbuhan, karya seni figuratif yang ditemukan berupa lukisan babi di Gua Leang Tedongnge, Maros, Sulawesi Selatan yang menajdi bukti bahwa kreativitas manusia sudah ada di Nusantara sejak puluhan ribu tahun lalu. Lukisan ini mengambarkan babi kutil Sulawesi atau Sus Celebensis dan diperkirakan yang sudah berumur 45.000 tahun.

Badan Riset dan Inovasi Nasional, lukisan Babi yang ditemukan pada tahun 2017 dinobatkan sebagai lukisan tertua di dunia. Kawasan karst Maros-Pangkep merupakan tempat yang ditemukan lukisan tersebut merupakan sebuah wilayah perbukitan batu gamping.

Lukisan di Leang Tedongnge ini memiliki ukuran panjang 136 cm, dengan lebar yang dimiliki 54 cm yang menggambarkan seekor babi rusa, hewan endemik dari kawasan Sulawesi. Berdasarkan kesimpulan yang diambil dari seorang peneliti di Griffith University, bahwa babi tersebut tampaknya digambarkan sedang mengamati pertarungan dua babi lain.

Seni cadas atau rock art pra- Austronesia ditandai dengan sebuah stensil tangan dan lukisan bintang figuratif. Lukisan di Leang Tedongnge adalah tertua sejauh ini untuk kategori karya seni buatan manusia yang menggambarkan sosok makhluk hidup dan fenomena alam.

Dalam kebanyakan masalah atau sebuah kasus, gambar binatang yang dibuat dengan menggunakan satu warna yang biasanya menggunakan warna merah atau ungu yang dapat menggunakan sebuah sapuan kuas atau ujung jari. Dan pada lukisan yang ditemukan di gua tersebut memiliki sebuah karakteristik yang serupa.

Profesor Maxime Aubert mengatakan bahwa pertanggalan lukisan Leang Tedongnge merepresentasikan bahwa gambar cadas paling awal di masanya, dan jika memang bukan yang pertama lukisan tersebut yang mewakili gambar modern di wilayah kepulauan Nusantara yang berada di antara Asia dan Australia dikenal sebagai wallace.

Lukisan batu di Afrika Selatan

Sebelumnya, pada tahun lalu sejumlah ilmuwan menyatakan telah menemukan lukisan paling tua buatan manusia, pada sebidang batu di Afrika Selatan yang berumur 73.000 tahun. Lukisan tersebut berupa garis-garis silang pada batu dengan pigmen berwarna merah oker.

Para ilmuwan juga menemukan bagian kecil dari lukisan yang disebut-sebut mirip dengan tanda pagar yang berada di Gua Blombos yaitu pantai selatan Afrika Selatan. Laporan yang ditemukan ini menyebutkan bahwa seniman purba menggunakan krayon berwarna merah oker untuk menorehkan ke batu tersebut.

Para ilmuwan juga menemukan pecahan batu di Gua Blombos, 300 kilometer di timur Kota Cape Town, Afrika Selatan. Umat manusia juga telah menggunakan warna merah oker yang terdapat pada pigmen tanah liat untuk menggambar kurang lebihnya berkisar 285.000 tahun.

Secara keseluruhan gambar tersebut lebih kompleks, selain itu juga terdapat manik-manik yang telah dilapisi warna merah oker, dan juga terdapat peralatan menggambar yang sudah berumur 100.000 tahun

Namun, dalam kasus lukisan figuratif belum ditemukan lukisan yang lebih tua dari lukisan yang ditemukan di Sulawesi. Penemuan lukisan ini ialah sebuah kabar baik yang dapat menambah pengetahuan tentang luhur yang dapat memicu penelitian yang lebih banyak.

Penemu seni figuratif tertua di dunia

Tim peneliti arkeologi sebelumnya juga telah menemukan seni luykisan di situs lainnya yang berada di Leang Bulu Sipong, Sulawesi. Lukisan tersebut diperkirakan sudah berusia antara 35.100 sampai dengan 43.900 tahun.

Adhi Agus menceritakan bahwa situs ini terdapat figur Therianthopy yaitu gambar setengah manusia dan juga setengah manusia juga setengah binatang. Lukisan tersebut dapat menggambarkan kegiatan perburuan tertua di dunia.

Hal tersebut juga dikatan oleh Rustan LP Santari bahwa orang-orang pada masa purba ini diduga telah membuat sebuah lukisan tersebut dengan cara melukis menggunaakn sebuah kuas yang di maasa itu berasal dari akar ataupun ranting yang telah mengalami modifikasi.

Budianto Hakim juga mengutarakan bahwa setelah rentetan hal yang telah ditemukan pada penemuan yang sudah dilaksanakan pada tahun 2014 sampai sekarang. Beliau menjelaskan bahwa leluhur kita ini lebih menonjol dari pada bangsa Eropa yang dapat memperkuat pondasi ataupun kontruksi identitas bangsa, hal ini yang dikatakan oleh Budianto Hakim.

Selama bertahun-tahun seni gua telah dianggap muncul lebih dulu di bangsa eropa tetapi sebenarnya lukisan gua ini telah ditemukan di Indonesia, hal ini telah menentang teori yang telah dikemukakan. Terdapat 242 gua atau tempat perlindungan dengan citra kuno di Sulawesi dan terdapat juga situs-situs yang telah berhasil ditemukan di setiap tahun.

Brumm mengatakan bahwa penemuan-penemun di Asia, salah satunya di Sulawesi telah memperumit pengetahuan manusia modern tentang waktu dan juga lokasi pertama seni lukisan figuratif yang telah dibuat. Tetapi, penemuan ini juga membuat Brumgu gusar. Sebab, lukisan-lukisan yang sangat cepat memburuk untuk diketahui apa penyebabnya.

Brumm dan rekan-rekan penelitiannya berusaha untuk mencari tahu sebab dari permasalahan yang terjadi dengan beliau mengatakan bahwa teori yang telah ditemukan yaitu karena adanya tingginya suhu gua dibandingkan dengan wilayah luar, sehingga hal tersebut disebabkan oleh perubahan iklim. Akibatnya banyak lukisan yang telah hancur akibat perubahan iklim yang terjadi.

fbWhatsappTwitterLinkedIn