Seni Kontemporer: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Contoh

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Definisi Seni Kontemporer

Seni kontemporer adalah seni yang diciptakan oleh seniman yang hidup di zaman kita saat ini yaitu karya seni yang diproduksi selama akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21. 

Karya seni kontemporer terdiri dari beragam gaya, media (patung, lukisan, fotografi, gambar, atau cetakan), atau gerakan artistik.

Sejarah Seni Kontemporer

Terdapat tiga kriteria yang menentukan suatu karya dapat disebut seni kontemporer. Kriteria tersebut adalah: seni zaman kontemporer; seni kontemporer dan avant-garde; dan seni kontemporer dan postmodern.

Kriteria pertama adalah seni yang bertepatan dengan apa yang sejarawan definisikan sebagai awal zaman kontemporer adalah saat Revolusi Perancis (1789-1799). Seni pada periode sejarah ini disebut Romantisme, dan ideologi dari gaya identik dengan sentimentalitas, subjektivitas, pencarian individualitas, dan kebebasan.

Untuk kriteria kedua, manifestasi yang muncul pada awal abad ke-20, yang sekarang dikenal sebagai Historical Artistic Vanguards atau Historical Artistic Avant-Garde juga dianggap sebagai seni kontemporer, diantaranya adalah Dadaisme, Fauvisme, Ekspresionisme, Kubisme, Futurisme, Neoplastisisme dan Surealisme. 

Tren avant-garde ini dimulai dari minat untuk berinovasi dan memberikan ruang seni yang sangat berbeda dari yang ada sebelumnya. Mereka tidak lagi berusaha meniru realitas, tetapi menafsirkannya melalui bahasa ekspresif baru. Itulah sebabnya banyak seniman mulai bereksperimen dengan warna, bentuk, dan komposisi.

Kriteria ketiga untuk seni kontemporer dimulai setelah Perang Dunia Kedua, awal Postmodernisme, yaitu antara akhir 60-an dan awal 70-an. Pada masa ini muncul jenis-jenis seni baru seperti seni pop, realisme Prancis baru, seni konseptual, minimalis, arte povera, ekspresionisme abstrak, hyperrealism, neo-figurasi, instalasi, dekonstruksi, seni urban, fotografi, seni digital, dan lain-lain.

Polemik Istilah Seni Rupa Kontemporer

Seni kontemporer sulit untuk didefinisikan. Istilah seni rupa kontemporer sering mengacu pada seni yang diciptakan pada saat zaman kita hidup, tetapi pada saat yang sama, seni rupa kontemporer juga banyak disamakan dengan seni modern. 

Era seni rupa kontemporer diyakini telah dimulai setelah periode Pop Art tahun 1960-an. Ada beberapa yang mengatakan ungkapan “seni kontemporer”diciptakan di Berlin pada akhir 80-an, tetapi yang lain mengatakan di mulai tahun 70-an. Sehingga tidak ada satu periode waktu tertentu ketika seni rupa kontemporer dimulai. Justru istilah seni rupa kontemporer menjadi sinonim dengan menggambarkan seni yang kekinian. 

Perdebatan terjadi selama bertahun-tahun akibat kebingungan para ahli mengenai istilah yang tepat dari seni kontemporer.

Jika Anda meneliti bagaimana seni dikategorikan selama beberapa dekade terakhir, Anda akan melihat bahwa seni kontemporer adalah istilah yang pertama kali digunakan setelah tahun 1960-an.

Saat ini, istilah seni rupa modern dan seni rupa kontemporer digunakan secara bergantian, meskipun ada perbedaan yang jelas di antara keduanya.

Sementara seni modern dianggap sebagai pemutusan dari tradisi dan pengembangan yang baru, seni kontemporer lebih merupakan refleksi dari keadaan dunia saat ini, dengan konsep mengulangi gaya atau kategori seni tradisional sebelumnya. 

Karena seni modern dikaitkan dengan ide-ide progresivisme atau bahkan perspektif yang terdistorsi, hal itu kurang menarik bagi seniman setelah Perang Dunia II dan bisa berkontribusi pada peningkatan popularitas seni kontemporer setelah tahun 1940-an dan 1950-an.

Diduga, tahun 1945 adalah tahun yang ditonjolkan sebagai awal dari era seni rupa kontemporer di Jerman dan sebagian besar Eropa. Di Amerika Serikat, orang Amerika menyukai seni kontemporer  sekitar tahun 1960-an. 

Dapat dikatakan bahwa menentukan dengan tepat tahun dimulainya seni kontemporer tidaklah mungkin. Saat ini, seni kontemporer hadir dalam segala bentuk, ukuran, dan media. Seperti video, lukisan, patung, kolase, dan banyak lagi.

Jenis Seni Kontemporer

1. Lukisan

Dengan melukis, seniman menggunakan permukaan dua dimensi menggunakan bahan basah atau yang biasa dikenal sebagai cat, baik itu akrilik atau minyak, dan biasanya diaplikasikan pada kanvas katun atau linen, panel kayu atau pada pelat tembaga/logam. 

Pada masa ini pula, kita juga memiliki pelukis seperti Anselm Kiefer yang melukis dengan logam atau menggabungkan benda-benda yang hampir mirip dengan patung.

2. Seni Patung

Patung adalah bentuk seni tiga dimensi yang paling sering dipraktekkan dengan menggunakan marmer, kayu, tembaga atau perunggu. Saat ini, bahan tradisional tersebut tetap yang paling banyak digunakan oleh pematung kontemporer.

Namun, dengan perkembangan teknologi baru-baru ini, ada lebih banyak karya dengan bahan dan teknik baru digunakan oleh seniman kontemporer karena eksperimen mereka yang berkelanjutan.

Sehingga, banyak juga ditemukan patung yang terbuat dari plexiglass, fiberglass, epoksi, lilin, baja atau bahkan perangkat elektronik dan kinetik.

Seperti halnya lukisan, pematung dapat memilih untuk membuat patung representasional seperti patung Jeff Koons yang terkenal dengan karya anjing balonnya atau kepala raksasa karya Mark Manders. 

Dalam seni patung kontemporer ada subkategori hyperrealism dimana mereka menciptakan kembali sosok manusia seolah-olah mereka adalah manusia yang sebenarnya. Selain itu, ada pula patung abstrak seperti patung minimalis Donald Judd berbentuk kubus, patung baja abstrak Frank Stella atau cermin pahatan oleh Anish Kapoor.

Kita juga harus membedakan antara seni patung kontemporer dan seni instalasi. Sangat sering patung dapat dilihat sebagai instalasi dan sebaliknya. Keduanya adalah karya seni tiga dimensi yang dibuat dari berbagai kemungkinan bahan. Namun, patung paling sering dilihat sebagai instalasi ketika ada penggunaan barang jadi.

3. Menggambar

Seni dimulai dengan menggambar. Seni dimulai di mana seniman membuat tanda dengan pensilnya di atas kertas yang merupakan dasar dari pendidikan visual seseorang.

Semenjak modernisme membebaskan seni dari konvensi akademik, gagasan menggambar sebagai dasar dari sifat seniman telah sedikit bergeser, karena tidak lagi anggapan bahwa seorang seniman perlu menjadi ahli menggambar yang terlatih.

Orang berpendapat hal tersebut menciptakan anggapan negatif dan menggambar dianggap menjadi pekerjaan yang  sepele.

Hingga saat ini di era Postmodern, menggambar telah memiliki ruang tersendiri di antara bentuk-bentuk seni.

Sebuah gambar sering dianggap sebagai karya seni yang kurang berharga dalam kaitannya dengan lukisan atau patung, karena seringkali hanya merupakan langkah dalam proses penciptaan karya seni atau bagian dari pendidikan seniman.

4. Seni Grafis

Selanjutnya adalah seni grafis. Asal usul seni grafis dapat ditemukan sekitar tahun 1450 di Gutenberg, Jerman. Ukiran kayu, etsa dan litografi menghasilkan karya seni yang berfungsi sebagai katalis dan xenogami untuk seni.

Hingga hari ini seni grafis telah menjadi kategori seni yang penting dalam hal distribusi gambar dan seni. Karena seni grafis menawarkan lebih banyak item, harga lebih rendah dan kolektor dapat memperoleh karya seniman dalam kisaran harga tertentu.

5. Kolase

Kolase adalah karya artistik yang membuat suatu kumpulan dari berbagai bentuk, bahan atau gambar. Kolase telah menjadi praktik artistik di Eropa sejak sekitar tahun 1500-an tetapi tidak pernah dilihat sebagai bentuk seni sejati.

Namun, dengan kedatangan seni kolase Modern sebagai bentuk seni berkembang sepanjang abad ke-20.

Seni seperti Kubisme, Dadaisme dan Surealisme dimana kolase diimplementasikan menjadi ‘high art’. Sehingga, kolase telah menjadi jenis seni kontemporer yang juga penting.

Saat ini, sudah ada lebih banyak seniman kolase daripada sebelumnya. Di era Postmodern, kolase adalah strategi penting untuk membangun citra baru dengan menggunakan bahan bekas. 

6. Seni/Kolase Digital

Dengan munculnya seni digital dan perangkat lunak seperti Photoshop, jenis seni baru muncul dan biasa kita sebut sebagai kolase digital.

Kolase digital terdiri susunan gambar baru berdasarkan gambar bekas atau fotografi menggunakan perangkat lunak digital.

Meskipun perangkat lunak seperti Photoshop atau Paintbox telah ada selama beberapa waktu lalu, kolase digital baru-baru ini diakui sebagai jenis seni tingkat tinggi yang sebenarnya.

Salah satu seniman kolase digital yang terkenal adalah Jorg Karg.

7. Fotografi

Selanjutnya, ada bentuk seni fotografi. Sejak penemuan media, gagasan fotografi sebagai bentuk seni visual hadir dan fotografer menjadi seniman.

Saat ini, fotografi hadir di mana-mana di dunia seni dengan fotografer terkemuka seperti Dirk Breackman atau Wolfgang Tillmans yang memimpin industri fotografi dan juga menerima banyak pujian.

Lebih jauh lagi, banyak seniman pertunjukan juga bergantung pada fotografi untuk menangkap karya seni mereka dan membekukannya dalam ruang dan waktu.

8. Seni Video

Sebuah cerita dapat diceritakan dalam hal videografi. Para seniman juga telah tertarik pada gambar bergerak sejak awal dan bereksperimen dengan film dan video. Misalnya video abstrak karya Lásló Moholy-Nagy atau film minimal karya Andy Warhol.

Saat ini, seni video adalah salah satu jenis seni yang paling banyak dipraktikkan di kalangan seniman multidisiplin, misalnya Laure Prouvost atau Anri Sala.

Video telah dianggap sebagai karya seni dan sutradara sebagai seniman. 

9. Seni Instalasi

Selanjutnya adalah seni instalasi. Seni instalasi sangat terkait dengan gerakan seni Conceptual Art, karya seni instalasi adalah karya seni rupa tiga dimensi, yang di dalamnya terdiri dari satu atau lebih objek dalam suatu ruang.

Dengan seni instalasi, penggunaan barang jadi seperti kursi adalah praktik yang sangat umum.

Seni instalasi dapat dilihat sebagai jenis patung kontemporer dimana berbagai bahan digunakan secara tidak konvensional, hal tersebut yang membedakannya dari patung tradisional.

10. Land Art

Jenis seni selanjutnya juga merupakan gerakan seni kontemporer adalah land art. Pada seni land art, seniman adalah arsitek lansekap yang mendesain ulang lingkungan.

Contoh paling terkenal dari gerakan dan jenis seni kontemporer ini adalah Spiral Jetty oleh Robert Smithson dari tahun 1970.

Seni land art juga bisa dalam skala yang lebih kecil, pikirkan seniman seperti Jan Vercruysse merancang taman kota atau taman pribadi yang menggabungkan patung dan elemen alam sebagai batu bangunan karya seni mereka.

11. Intervention Art

Mirip dengan land art, dengan intervention art seniman melakukan intervensi dalam lingkungan tertentu. Sedangkan pada and art, intervensi terjadi di lanskap atau lingkungan alam, intervention art biasanya ada di lingkungan perkotaan.

Dengan membuat intervensi besar atau kecil, seniman membuat penduduk sadar akan lingkungannya sendiri.

Misalnya Christo dan Jeanne-Claudes yang membuat bangunan, jembatan, patung dan bahkan pulau.

12. Seni Pertunjukan

Kita akhiri dengan jenis seni kontemporer yang terakhir, yaitu performance art. Seni pertunjukan muncul pada tahun 60-an dan 70-an dan merupakan bentuk seni yang dominan hingga hari ini. 

Seni pertunjukan ditandai dengan sifatnya yang sementara dan sangat terkait dengan seni pertunjukan seperti teater dan tari. Artis bertindak sebagai koreografer.

Fungsi Seni Kontemporer

Seni kontemporer adalah seni masa kini, yang dihasilkan oleh seniman yang hidup di zaman kita yang memberikan kesempatan untuk merenungkan isu-isu yang penting bagi kita dan dunia.

Seni kontemporer adalah bagian dari dialog budaya yang menyangkut kerangka kontekstual yang lebih besar seperti identitas, keluarga, komunitas, dan kebangsaan. 

Ciri- Ciri Seni Kontemporer

Seni kontemporer tidak memiliki ciri tunggal. Hal tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan seniman untuk berinovasi dan menghasilkan karya modern yang relevan dengan zaman sekarang.

Namun, ada beberapa karakteristik teknis yang harus dicari dalam seni kontemporer, seperti: 

  • Inovasi dalam Seni
  • Media Baru
  • Penggunaan Warna
  • Teknik Baru

Contoh Seni Kontemporer

13. Lucian Freud, Reflection, 1985
Lucian Freud, Reflection, 1985
Marc Chagall, ceiling of Paris Opéra Garnier, 1964
Marc Chagall, ceiling of Paris Opéra Garnier, 1964
Jeff Koons, Balloon Dog, 1994
Jeff Koons, Balloon Dog, 1994
Roy Lichtenstein’s Look Mickey, 1961
Roy Lichtenstein’s Look Mickey, 1961
Tracey Emin, My Bed, 1998 contemporary artworks
Tracey Emin, My Bed, 1998
Banksy, Girl with Balloon, 2002 contemporary artworks
Banksy, Girl with Balloon, 2002
14. Yayoi Kusama, Infinity Mirror Room, 1965 contemporary artworks
Yayoi Kusama, Infinity Mirror Room, 1965
Damien Hirst The Physical Impossibility of Death in the Mind of Someone Living, 1991 contemporary artworks
Damien Hirst The Physical Impossibility of Death in the Mind of Someone Living, 1991
Louise Bourgeois, Maman, 1990 contemporary artworks
Louise Bourgeois, Maman, 1990
fbWhatsappTwitterLinkedIn