6 Unsur Gas Mulia Beserta Manfaatnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Golongan VIIIA dalam tabel periodik unsur terletak pada kolom paling kanan. Nama lain dari golongan VIIIA adalah golongan gas mulia. Penyebutan mulia karena unsur-unsur gas mulia bersifat sangat stabil. Hal ini berkaitan dengan jumlah elektron valensinya yaitu 8.

Konfigurasi elektron unsur gas mulia sudah terisi penuh sehingga sangat sukar untuk adanya proses menerima atau melepas elektron. Kondisi ini mengakibatkan unsur gas  mulia sangat susah bereaksi dengan unsur atau senyawa lain.

Unsur-unsur yang termasuk ke dalam golongan gas mulia yaitu Helium (He), neon (Ne), Argon (Ar), Kripton (Kr), Xenon (Xe), dan Radon (Rn). Hampir kesemua unsur gas mulia ditemukan dalam bentuk atom tunggal (monoatomik) di alam. Berikut pembahasannya.

1. Helium

Helium adalah unsur pertama dalam golongan gas mulia. Nomor atom helium adalah 2 dan lambangnya He. Helium merupakan unsur gas mulia yang banyak ditemukan di alam. Perlu diketahui bahwa helium termasuk ke dalam unsur terbanyak ke-2 di alam.

Unsur helium ditemukan dalam wujud gas. Jika dicium helium tidak mengeluarkan bau, bahkan tidak berwarna dan juga tidak berasa. Namun ada kondisi khusus ketika helium ditempatkan pada medan listrik bertegangan tinggi maka akan mengerluarkan warna merah-jingga.

2. Neon

Unsur gas mulia selanjutnya setelah helium adalah neon dengan lambang Ne dan nomor atom 10. Di alam semesta, Neon merupakan elemen yang paling melimpah ke-5.

Neon merupakan gas yang sangat ringan, walaupun masih kalah ringan jika dibandingkan dengan helium. Dalam kondisi normal neon tidak akan berwarna, namun ketika diletakkan dalam tabung pelepasan vakum maka akan mengeluarkan warna oranye kemerahan.

Beberapa manfaat dari unsur neon dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

  • Neon untuk lampu reklame. Cahaya merah dapat keluar dari neon ketika diberi listrik tegangan tinggi walaupun hanya ditempatkan pada tabung bertekanan rendah.
  • Neon digunakan sebagai refrigeran kriogenik pada sebagian besar aplikasi.
  • Neon juga dimanfaatkan sebagai indicator tegangan tinggi, tabung meteran gelombang, dan penangkal petir

Neon memiliki efek bagi kesehatan. Menghirup neon dalam jumlah banyak akan memunculkan gejala pusing, mual, muntah, hilang kesadaran, bahkan hingga kematin. Jika ada neon terlepas dalam ruang tertutup maka bisa menimbulkan gejala sesak nafas bagi orang yang berada di dalamnya.

Hal ini karena keberadaan neon dapat mengurangi konsentrasi oksigen di udara. Adanya kontak kulit dengan neon cari dapat menyebabkan radang dingin atau biasa dikenal dengan frostbite.

3. Argon

Argon adalah unsur ketiga dalam golongan gas mulia dengan nomor atom 18 dan lambing Ar. Namun argon adalah gas mulia pertama yang ditemukan. Hampir semua unsur argon yang ada adalah peluruhan dari kalium-40 yaitu argon-40 radiogenik.

Argon diyakini tidak pernah mengalami reaksi dengan unsur lain. Hal ini karena argon merupakan unsur stabil yang lengkap dengan 8 elektron terluarnya.

Selain argon-40, ada juga argon-37 yang merupakan hasil dari peluruhan kalsium-40. Bahkan saat ini argon pun diproduksi dengan cara distilasi fraksi udara cair.

Argon dalam bentuk gas dapat terhirup kemudian masuk ke dalam tubuh. Dampak dari kejadian ini adalah timbulnya kondisi kekurangan oksigen. Bahkan dampak terparah selain bisa muncul pusing mual, dan muntah adalah sampai pada kematian.

Namun hal itu timbul jika argon terhirup dalam jumlah banyak dan kurang tepatnya proses penyelamatan. Namun sebaliknya ada manfaat yang timbul dari ditemukannya argon ini. Beberapa manfaat dari argon dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

  • Argon digunakan untuk lampu pijar dan lampu pendar
  • Argon digunakan dalam pembuatan laser gas biru-hijau
  • Dalam pembuatan titanium, argon digunakan sebagai selimut non-reaktif
  • Argon digunakan sebagai atmosfer pelindung dalam proses menumbuhkan kristal silikon dan germanium
  • Argon digunakan sebagai gas pengisi ban mobil mewah.

4. Kripton

Unsur kripton dengan lambing Kr ditemukan oleh ahli kimia asal Skotlandia yaitu William Ramsay dan asistem ahli kimia asal Inggris yaitu Morris Travers pada tahun 1898. Sama seperti unsur gas mulia lainnya, kripton juga ditemukan di udara.

Namun  jumlah gas kripton tidak sebanyak gas mulia lainnya. Gas kripton dapat mengelarkan spectrum garis-garis cerah berwarna hijau dan oranye. Selain berwujud gas, kripton juga dapat berwujud padat seperti kristal putih.

Sama seperti pada gas argon, seseorang yang menghirup gas kripton dalam jumlah yang berlebih dapat menurunkan konsentrasi oksigen. Gejala yang dapat muncul jika kondisi ini terjadi yaitu pusing, mual, muntah, sesak nafas ringan, dan hilang kesadaran. Dampak kesehatan ini sebenarnya tidak terlalu mengancam, karena kripton juga memiliki beberapa manfaat antara lain:

  • Kripton digunakan pada lampu landasan pesawat dan juga lampu fotografi berkecepatan tinggi pada jenis fotografi berkedip
  • Perpaduan kripton dengan gas lain digunakan untuk membuat lambu neon dengan cahaya kuning kehijauan
  • Kripton merupakan gas yang digunakan untuk pengisian lampu fluoresen hemat energi dan lampu pijar
  • Dalam dunia medis, kripton digunakan sebagai pendeteksi bukaan jantung abnormal

5. Xenon

Selain menemukan unsur kripton, ahli kimia William Ramsay dan Morris Travers juga menemukan unsur xenon. Xenon ditemukan setelah mencairkan udara.

Unsur xenon merupakan gas mulia yang tidak berwarna, tidak berasa, tidka berbau, dan tidak dapat terbakar pada keadaan standar gas. Kondisi xenon yang stabil mengakibatkan unsur ini tidak bereaksi dengan unsur lainnya. Beberapa manfaat unsur xenon dalam kehidupan adalah:

  • Gas xenon digunakan dalam pembuatan lampu stoboskopik yaitu lampu neon yang berkedip, lampu bakterisida, dan tabung elektron
  • Pada tekanan rendah, xenon digunakan sebagai gas starter pada lampu HPS
  • Di dunia medis, xenon digunakan untuk anesti atau pembiusan saat operasi besar
  • Untuk mobil tertentu, xenon digunakan sebagai bahan gas dalam lampu mobil
  • Xenon digunakan sebagai instrument untuk deteksi radiasi.

6. Radon

Berbeda dengan unsur gas mulia lainnya, unsur radon merupakan gas mulia yang beradioaktif. Unsur radon sendiri terbentuk dari proses peluruhan radium.

Jika unsur gas mulia lainnya merupakan gas yang ringan maka radon merupakan unsur yang berat. Dampaknya pun tidak baik bagi kesehatan, hingga dampak terburuk adalah sebagai pemicu kanker paru-paru. Kejadian ini sudah menimpa Uni Eropa hingga menyebabkan sebanyak 20.000 orang meninggal.

Karakteristik radon hampir sama dengan gas mulia lain yaitu tidak mudah bereaksi dan juga tidak berwarna. Radon dapat didinginkan menjadi padat dan berwarna kuning, kemudian ketika dalam wujud cair akan berwarna merah jingga. Walaupun radon merupakan unsur yang beradioaktif, namun radon juga memiliki beberapa manfaat antara lain:

  • Radon digunakan untuk pengobatan kanker dengan cara radioterapi
  • Radon digunakan sebagai indicator keberadaan mineral radioaktif lainnya
  • Dalam penyelidikan hidrologi, radon digunakan untuk mengkaji interaksi air bawah tanah. Ketika terdeteksi adanya peningkatan radon maka itu merupakan petunjuk adanya sumber air bawah tanah
  • Radon dapat digunakan untuk memprediksi gempa bumi.
fbWhatsappTwitterLinkedIn