Aliran Impresionisme: Pengertian, Ciri-Ciri dan Sejarah

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pengertian Impresionisme

Impresionisme merupakan salah satu aliran dalam seni lukis yang cenderung berusaha menonjolkan kekuatan pencahayaan dengan cara memainkan pewarnaan. Impresionisme terfokus pada pencahayaan yang terang, misalnya digambarkan suasana pagi atau siang hari. 

Namun pada impresionisme cenderung kurang dalam memperhatikan bentuk. Bentuk dalam aliran impresionisme tidak ditampilkan dengan jelas. Meskipun demikian aliran impresionisme masih dapat memikat penikmat seni dengan kekuatan pencahayaan dan sapuan warna-warna terang.

Biasanya pelukis yang beraliran impresionisme menggunakan teknik melukis dengan kuas yang pendek dan tebal sehingga dalam lukisan akan memberikan kesan yang memudahkan pelukis dan penikmat seni menebak sebuah bentuk atau objek lukisan. 

Para pelukis impresionisme menentang untuk menggunakan warna hitam sebagai memainkan warna bayangan sebab warna hitam bukanlah menjadi warna khas impresionisme. Bayangan dapat diciptakan melalui pencampuran warna komplementer.

Warna komplementer merupakan warna yang berseberangan membentuk sudut 180 derajat  di dalam lingkaran warna atau color wheel. Dua warna yang berbeda dipadukan atau dicampur akan menghasilkan warna-warna komplementer. Ini lah warna yang digunakan dalam aliran impresionisme.

Ciri-ciri Aliran Impresionisme

  • Menggunakan pewarnaan (cat) yang terang, untuk melukis tempat-tempat yang terang.
  • Menggambarkan suasana yang cerah, seperti pagi, siang atau sore hari. 
  • Sangat menekankan  pada unsur kekuatan pencahayaan.
  • Seniman atau pelukis memiliki kebebasan dalam membuat garis.
  • Bentuk dari objek yang dilukis atau digambar tidak terlalu diperlihatkan.
  • Menghindari pola garis baik yang dibuat sendiri maupun yang timbul akibat dari adanya dua warna yang saling berdekatan.
  • Menghindari penggunaan pewarnaan hitam, karena impresionisme memiliki kekhasan warna cerah cemerlang.

Impresionisme seringkali disamakan dengan realisme karena letak kesamaan antara keduanya yakni melukis pemandangan di sekitar pelukis. Namun terdapat perbedaan diantaranya, pada aliran realisme berusaha menciptakan lukisan senyata mungkin sesuai dengan apa yang terlihat secara objektif, tidak ada yang dikurangi, ditambah, ataupun diubah. 

Sedangkan pada aliran impresionisme dapat saja menciptakan sebuah perubahan terhadap objek yang akan dilukiskan. Karya lukisan impresionisme biasanya digambarkan lebih terang dan penggambaran objek lukisan tidak sedetail realisme. Impresionisme lebih mengarah pada kesan-kesan objek tanpa mempertajam bentuk dan garis sebuah objek tersebut.

Sejarah Impresionisme

Aliran impresionisme muncul sekitar akhir abad ke-19 di Perancis saat terjadi pemberontakan artistik terhadap konstruksi standardisasi seni. Pada tahun 1974 sekelompok pelukis menyelenggarakan pameran pertama yang mengakibatkan lahirnya istilah impresionisme.

Kelompok pelukis tersebut antara lain Claude Monet, Pierre-Auguste Renoir, Alfred Sisley, dan Frederic Bazille. Keempat pelukis ini memiliki ketertarikan dan aliran seni yang sama, yakni melukis pemandangan kehidupan kontemporer dan kurang tertarik melukis tentang kisah sejarah.

Pada tahun yang sama, terdapat tradisi untuk melaksanakan acara pameran lukisan. Salah satu karya yang diciptakan oleh Monet dan kawan-kawan, yang mana memiliki aliran seni yang sama, selalu ditolak oleh kurator dengan alasan terlalu memperlihatkan objek pada letak sentris tengah. 

Pada saat itu istilah impresionisme memiliki makna bahwa impresionisme merupakan istilah komentar yang bernada sinis oleh para kritikus karena karya mereka dianggap seperti sketsa dan terkesan belum jadi. Kritikus tersebut ialah Louis Leroy ia menuliskan pendapat melalui tulisan di surat kabar Paris.

Dengan penolakan yang diterima oleh keempat pelukis sebelumnya hal itu tidak membuat mereka kecewa namun justru mereka semakin aktif untuk memperjuangkan idealisme seni lukis bergaya impresionisme agar dikenal dunia.

Pengaruh impresionisme tidak hanya dalam seni lukis saja, melainkan sampai pada beberapa bidang lain seperti sastra dan musik. Pada bidang sastra sekitar tahun 1880 di Perancis terjadi gerakan impresionisme, gerakan untuk menyampaikan pendapat melalui isyarat daripada pernyataan langsung.

Pada bidang seni musik, impresionisme menjadi sebuah gaya komposisi yang terkesan kabur yang disebabkan oleh ambiguitas harmoni yang tercipta oleh tangga nada kromatik dan pentatonis. Musik impresionis memiliki sifat yang tidak stabil yang mampu menciptakan suasana lebih impresionistik daripada seni musik lainnya.

Abad 19 menjadi sejarah bagi kemunculan  impresionisme. Impresionisme sendiri lahir untuk menjembatani jalan menuju era yang lebih modern, menampilkan keberagaman dan eksperimentasi yang belum pernah dibuat dan ada sebelumnya.

Pengaruh Teori Warna terhadap Aliran Impresionisme

Impresionisme dalam penggunaan warna cenderung sering memilih pewarnaan yang terang karenanya menjadi ciri khas dari aliran ini. Pelukis yang beraliran impresionisme terinspirasi ketika mereka berada di luar ruang dan melihat suatu objek secara langsung.

Berada di luar ruang menjadikan pelukis berimajinasi untuk memainkan sinar matahari dan warna-warna alam. Pelukis impresionisme lebih berani menggunakan pewarna terang. Seperti yang ditunjukan oleh Sir Isaac Newton pada tahun 1666 bahwa cahaya putih dapat menciptakan banyak warna.

Cahaya putih jika terkena prisma maka akan menghasilkan warna-warna primer yakni kuning, merah, dan biru. Warna-warna tersebut dapat disebut juga dengan istilah warna prismatik. Pelukis impresionis memiliki keahlian dalam mengelola dan memadukan warna-warna menjadi warna komplementer.

Dalam lukisan impresionisme sangat menghindari warna hitam sebab tidak merepresentasikan kesan impresionis. Warna hitam dianggap tidak memberikan kesan kesegaran dalam seni oleh para seniman atau pelukis impresionis .

Pelukis impresionis tidak menunggu cat kering untuk ditimpa dengan warna lain, penerapan pantulan cahaya dari suatu objek dalam lukisan, serta dengan penekanan pada kekuatan pencahayaan. Bayangan tidak menggunakan warna hitam melainkan menggunakan perpaduan warna komplmenter.

Contoh Lukisan Impresionisme

Water Lilies oleh Claude Monet.

Water Lilies
Dibuat pada tahun 1904 oleh Claude Monet dengan medium cat minyak dan kanvas, lukisan ini tersimpan dalam Museum Modern Art Andre Malraux.

Eugene Manet and His Daughter at Bougival oleh Pierre-Auguste Renoir.

Eugene Manet and His Daughter at Bougival
Dibuat pada tahun 1884 oleh Pierre Auguste Renoir dengan medium cat minyak dan kanvas.

Bridge at Villeneuve-la-Garenne oleh  Alfred Sisley.

Bridge at Villeneuve-la-Garenne oleh  Alfred Sisley.
Dibuat pada tahun 1872 oleh Alfred Sisley dengan medium cat minyak dan kanvas.

View of the Village oleh Frederic Bazille.

View of the Village

Dibuat pada tahun 1868 oleh Frederic Bazille dengan medium cat minyak dan kanvas.

fbWhatsappTwitterLinkedIn