Tesis: Pengertian – Jenis dan Contohnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pada program sarjana tentu kita tidak asing mengenai karya ilmiah atau yang kita kenal sebagai skripsi. Jika S1 kita perlu membuat skripsi maka S2 kita perlu membuat tesis. Pada materi kali ini kita akan membahas mengenai tesis.

Tesis adalah karya ilmiah yang sama dengan skripis namun diperuntukkan untuk pascasarjana dan menjadi syarat untuk mendapatkan gelar magister. Jenis penelitian dari tesis lebih beragam jika dibandingkan dengan skripsi.

Pengertian Tesis

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Tesis adalah pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen dalam karangan; untuk mendapatkan gelar kesarjanaan pada perguruan tinggi.

Secara Umum

Tesis adalah sebuah pernyataan atau teori yang dilandasi oleh berbagai macam argumen yang dinyatakan dalam bentuk tulisan atau karangan. Tesis ini sengaja dibuat untuk menyelesaikan program pendidikan di tingkat tertentu, sehingga penulis layak mendapatkan gelar.

Semakin baik kualitas dari penulisan tesis yang dibuat, maka akan semakin terbukti pula kemampuan dari orang yang membuatnya di dalam menguasai ilmu yang ditekuninya selama ini.

Ciri-ciri Tesis

  • Umumnya tesis difokuskan hanya pada pertanyaan sentral yang ada di dalam disiplin pendidikan.
  • Tesis pada umumnya dibangun berdasarkan tes empirik dari posisi teoritis tertentu.
  • Tesis selalu menggunakan data primer sebagai data utama dan ditambahkan dengan beberapa data sekunder sebagai data pendukungnya.
  • Tesis harus ditulis menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Tujuan Tesis

  • Mampu merumuskan hipotesis berdasarkan dari teori dan membuat jawaban dari hipotesis tersebut.
  • Dapat menjelaskan mengenai fenomena ilmiah secara komprehensif.

Jenis Tesis

  • Tesis Kualitatif
    Tesis kualitatif adalah tesis yang dibuat bukan untuk membangun berbagai macam pernyataan. Jenis tesis kualitatif ini lebih ditujukan sebagai penelitian yang sifatnya non kuantitatif.
  • Tesis Kuantitatif
    Tesis kuantitatif adalah tesis yang dibuat untuk membangun berbagai macam dari pernyataan atau kerangka hipotetikal. Tesis kuantitatif sering disebut sebagai nalar deduktif-hipotektikal.

Pedoman Penulisan Tesis

Bagian Awal

Pada bagian awal ini adalah bahan peraga yang diletakkan pada bagian awal. Judul tesis adalah unsur pada bagian awal yang terpenting yang memiliki fungsi sebagai petunjuk keseluruhan isi dari tesis. Unsur yang terdapat pada bagian awal tesis adalah sebagai berikut:

  • Halaman judul
  • Halaman pengajuan
  • Halaman persetujuan
  • Prakata
  • Pernyataan keorisinilan
  • Abstrak
  • Daftar isi
  • Daftar tabel
  • Daftar gambar
  • Daftar lambang.

Batang Tubuh Tesis

Pada bagian batang tubuh ini berisikan mengenai permasalahan suatu tesis. Penulisan dari batang tubuh tesis dilakukan secara kronologis yaitu mendahulukan yang awal secara berurutan hingga bagian yang akhir. Sistematika isi dari batang tubuh tesis adalah sebagai berikut:

Pendahuluan

Pendahuluan adalah Bab I dari tesis yang terdiri dari empat sub bab yaitu:

  • Latar belakang masalah
  • Perumusan masalah
  • Tujuan penelitian
  • Manfaat hasil penelitian

Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka ini terdapat pada bab II yang berisikan mengenai teori, temuan dan bahan penelitian yang didapatkan dari rujukan yang dijadikan landasan untuk melakukan penelitian. Pada kajian teori yang dilakukan untuk mengantar peneliti ke kerangka konsep di dalam rangka pemecahan masalah.

Pada bagian ini peneliti memberikan gambaran mengenai hubungan diantara variabel yang digunakan untuk menjelaskan masalah yang diteliti. Selanjutnya pada bab II ini dicantumkan mengenai hipotesis penelitian.

Metode Penelitian

Metode penelitian bagian atau bab ke III dari tesis. Pada bab ini menjelaskan mengenai metode dan proses penilaian yang sudah dilaksanakan sehingga pembaca yakin bahwa hasil yang ditemukan benar benar akurat dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Terdapat beberapa hal hal teknis yang dijadikan pedoman dalam tesis oleh para peneliti yaitu:

  • Jenis dan desain penelitian
  • Definisi operasional
  • Populasi dan sampel penelitian
  • Teknik pengumpulan data
  • Teknik analisis data

Hasil dan Pembahasan

Pada bagian ini, peneliti memberikan deskripsi dan pembahasan dari hasil penelitian. Hasil penelitian menggambarkan mengenai temuan secara apa adanya. Sedangkan pembahasan adalah analisis dan penafsiran dari si peneliti terhadap temuan dengan mengacu pada teori yang relevan.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan adalah inferensi dari hasil pengujian hipotesis yang disajikan secara singkat dan jelas. Saran di sampaikan oleh peneliti sebagai implikasi dari kesimpulan penelitannya. Saran dapat ditujukan oleh siapa saja seperti masyarakat, para profesional dan lainnya.

Bagian Akhir

Bagian akhir pada tesis terdiri dari beberapa sub bab diantaranya yaitu daftar pustaka, lampiran dan riwayat hidup.

  • Daftar Pustaka
    Pada bagian ini berisikan mengenai daftar buku, majalah, jurnal, laporan penelitian dan sumber lainnya yang dijadikan rujukan di dalam pelaksanaan penelitian.
  • Lampiran
    Hal hal yang terdapat dalam lampiran biasanya mengenai data mentah, surat izin penelitian, rumus yang digunakan, tabel pendukung, perhitungan statistik dan lainnya.
  • Riwayat Hidup
    Pada riwayat hidup ini berisikan mengenai kehidupan dari si peneliti, mulai dari nama, tempat tanggal lahir, alamat dan riwayat pendidikan serta dapat juga disertai dengan foto.

Cara Menulis Tesis

Di dalam menulis tesis dibutuhkan proses yang panjang dan ada beberapa langkah diantaranya sebagai berikut:

Bab I

  • Latar Belakang Masalah
    Cara penulisan dari latar belakang masalah diawali dengan suatu permasalahan yang ada diantara kondisi yang diharapkan dan dampak yang ditimbulkan oleh suatu permasalah tersebut.
  • Identifikasi Masalah
    Pembatasan masalah yang memaparkan sejumlah permasalahan penelitian yang bisa muncul yang berhubungan dengan pemicu masalah penelitan. Identifikasi masalah sangat berhubungan dengan latar belakang maslaah.
  • Pembatasan Masalah
    Masalah yang sudah diidentifikasi, kemudian dipilih untuk ditetapkan sebagai masalah peneltian yang diteliti pada sebuah tesis.
  • Rumusan Masalah
    Rumusan masalah disini berupa suatu bentuk pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengujian secara empiris.
  • Tujuan Penelitian
    Tujuan dari penelitian adalah mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dan mengacu kepada rumusan masalah.
  • Manfaat Penelitian
    Manfaat dari penelitian adalah memaparkan mengenai hasil dari penelitian secara teoritis dan praktis.

Bab II

  • Kajian Pustaka
    Pada kajian pustaka berisian mengenai kajian terhadap teori dan hasil dari penelitian yang relevan dengan masalah penelitian. Teori dapat diambil dari berbagai sumber seperti laporan penelitian, majalah, buku, jurnal dan sebagainya.
  • Kerangka Berpikir
    Kerangka berpikir digunakan untuk mengintegrasikan teori dan hasil dari penelitian yang terpisah menjadi satu rangkaian utuh dengan menggunakan alur yang logis dan mengarah pada penemuan jawaban hipotesis.
  • Hipotesis
    Hipotesis penelitian adalah jawaban sementara dari masalah yang sedang diteliti dan disampaikan dalam bentuk pernyataan.

Bab III

  • Tempat dan Waktu Penelitian
    Tempat dari penelitian diungkapkan secara spesifik. Waktu dan tempat dari penelitian diperhitungkan mulai dari konsultasi pengajuan judul tesis hingga penulisan laporan hasil tesis selesai.
  • Desain Penelitian
    Rancangan yang menjadi contoh dari desain penelitian adalah pemaparan mengenai hubungan antar variabel yang akan diteliti.
  • Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
    Populasi dan karakteristiknya harus disebutkan. Teknik sampling yang digunakan harus sesuai dengan karakteristik dari populasi penelitian.
  • Teknik Pengumpulan Data
    Pada pengumpulan data disampaikan cara mendapatkan data dan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data semua variabel penelitian.
  • Teknik Analisis Data
    Pada bagian ini disampaikan mengenai teknik analisis apa yang digunakan untuk mengolah data yang sudah dikumpulkan.
  • Prosedur Penelitian
    Pada bagian ini dijelaskan mengenai proses dari pelaksanaan penelitian dari penelitian terdahulu, pengembangan instrumen, pengumpulan data hingga penulisan dari laporan.

Bab IV

  • Melakukan Seminar Proposal
    Seminar proposal dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari kedua pembimbing. Dalam hal ini mahasiswa mempresentasikan proporsalnya yang terdiri dari 3 bab dan dosen pembimbing juga terdapat dosen penguji.
  • Melakukan Penelitian
    Setelah mahasiswa melakukan seminar proposal, selanjutnya mengajukan izin penelitian dan pengumpulan data.
  • Membuat Hasil Penelitian dan Pembahasan
    Bab ini disusun setelah peneliti melakukan penelitian, menulis hasilnya, mengolah data dan menguji secara empiris hipotesis yang sudah ditemukan.

Bab V

Pada bab V menjelaskan mengenai simpulan dan saran dari peneliti yang telah melakukan penelitian tesis.

  • Melakukan Ujian Tesis
    Ujian dilakukan untuk mempertanggungjawabkan mengenai tesis yang telah disusun. Mahasiswa akan mempresentasikan mengenai hasil dari penelitiannya. Penguji akan mengajukan beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh mahasiswa tersebut.
  • Revisi Hasil Ujian
    Setelah ujian dilaksanakan akan ada masukan dari beberapa penguji untuk revisi atau perbaikan dari tesis selanjutnya yang digunakan dalam membuat jurnal internasional.

Contoh Tesis

BAB  I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu problema yang dihadapi oleh sebagian daerah kabupaten/kota dalam lingkup Provinsi Sulawesi Tengah dewasa ini     adalah berkisar pada  upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Problema ini muncul karena adanya kecenderungan berpikir dari sebagian kalangan birokrat di daerah yang menganggap bahwa parameter utama yang menentukan kemandirian suatu daerah dalam berotonomi adalah terletak pada besarnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

B. RUMUSAN MASALAH

Berkenaan dengan implementasi peraturan daerah yang berorientasi Pendapatan Asli Daerah  (PAD) dalam menunjang pelaksanaan Otonomi Daerah di kota Palu, maka masalah yang akan dibahas dalam tesis ini adalah :

Apakah  peraturan daerah khususnya pajak dan retribusi daerah yang berkaitan dengan  pendapatan asli daerah  telah memenuhi asas-asas pembuatan peraturan daerah yang baik dalam  menunjang pelaksanaan otonomi daerah di kota Palu?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian sebagaimana permasalahan yang telah dikemukakan di atas adalah untuk :

Mengetahui apakah peraturan daerah khususnya pajak daerah dan retribusi daerah yang berkaitan dengan pendapatan asli daerah telah memenuhi keriteria pembuatan peraturan daerah yang baik menunujang pelaksanaan otonomi daerah di Kota Palu.

D. Kegunaan Penelitian.

 Atas hasil penelitian yang dilakukan,  diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

Bahan untuk pengembangan ilmu hukum, khususnya tata negara, dan merupakan sumbangan pemikiran bagi unsur pemerintah daerah  dalam pelaksanaan otonomi daerah di kota Palu.

BAB  II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Bentuk Negara Kesatuan

Berisi tentang penjabaran isi tersebut

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian.

Penelitian dilakukan di kota Palu, dengan didasarkan pada pertimbangan bahwa di kota Palu perda-perda yang telah ada dan berorientasi pendapatan asli daerah sebagai salah satu sumber pembiayaan pemerintah daerah dalam implementasinya belum sepenuhnya memperhatikan kepentingan masyarakat.

B. Bentuk dan Pendekatan Penelitian

Bentuk penelitian yang digunakan adalah kajian normatif dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu pendekatan yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan, adapun data yang diketemukan dilapangan hanya merupakan data pendukung .

C. Sumber Data Penelitian

Berdasarkan pendekatan yang digunakan, maka dapat ditentukan sumber bahan penelitian yaitu bahan hukum primer  yaitu peraturan perundang-undangan, buku literatur hukum, jurnal hukum yang berkaitan dengan objek penelitian dan bahan hukum sekunder berupa tambahan lembaran Negara yang berkaitan dengan objek penelitian, data yang berbentuk angka hanya merupakan data   penunjang .

D. Definisi Operasional.

Otonomi daerah adalah hak, wewenang dan kewajiban  daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

BAB IV

PEMBAHASAN

A. Penerapan asas-asas pembuatan peraturan daerah yang baik dalam menunjang pelaksanaan otonomi daerah di Kota Palu.

fbWhatsappTwitterLinkedIn