Sosiologi

7 Contoh Identifikasi dalam Kehidupan Sehari-hari

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata identifikasi secara singkat bisa diartikan sebagai ‘tanda kenal diri atau bukti diri’. Sedangkan secara umum pengertian identifikasi adalah proses psikologis di mana seorang individu memiliki keinginan atau kecenderungan menganggap diri mereka sebagai orang lain atau sebagai anggota suatu kelompok. Sederhananya, identifikasi ini adalah proses ‘untuk menjadi seperti’ atau ‘menjadi seperti yang lain’.

Patut menjadi perhatian awal bagi kita bahwa identifikasi tidak sama dengan imitasi. Ada perbedaan mendasar di antara keduanya. Identifikasi adalah proses peniruan dilakukan secara menyeluruh. Sedangkan imitasi cenderung tidak menyeluruh, sehingga proses peniruannya tidak semendalam identifikasi.

Dari serangkaian identifikasi yang dilakukan seorang individu, kemudian suatu kepribadian terbentuk dan menjadi tanda pengenal individu tersebut. Konsep mengidentifikasi diri dengan orang lain atau suatu anggota kelompok ini sendiri muncul karena banyak faktor. Salah satunya adalah karena individu tersebut merasa memiliki kesamaan dan merasa bisa atau ingin menjadi seperti mereka yang diidentifikasikan.

Lebih lanjutnya proses identifikasi ini bisa  membawa dampak positif dan negatif bagi individu yang melakukannya. Hal ini karena pihak yang melakukan identifikasi akan merasa terikat dengan yang diidentifikasikannya tanpa memandang baik buruknya.

Maka dari itu, positif dan negatifnya proses identifikasi ini akan berdampak bagi individu itu sendiri tergantung sekali pada siapa sosok yang dipilih untuk diidentifikasikan dengan dirinya.

Namun dibalik itu semua, proses identifikasi ini adalah proses yang sangat umum terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Setiap orang pasti melakukan proses identifikasi dalam dirinya. Baik itu mengidentifikasikan diri menjadi seperti individu lain maupun identifikasi diri sebagai anggota suatu kelompok tertentu.

Oleh karena itu identifikasi ini kita serap juga sebagai tingkat penyesuaian diri terhadap lingkungan di kehidupan sehari-hari.

Contoh Identifikasi dalam Kehidupan Sehari-Sehari

Supaya lebih memahami tentang apa itu identifikasi, mari kita simak beberapa contoh identifikasi beserta penjelasannya berikut ini:

  • Keluarga

Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan peribahasa “buah tidak jatuh jauh dari pohonnya” yang berarti seorang anak pasti akan menirukan perilaku orang tuanya.

Hal ini merupakan salah satu contoh bentuk identifikasi yang  paling sederhana. Di mana dalam suatu keluarga sudah menjadi hal umum jika seorang anak pasti akan menirukan segala perilaku orang tua yang mengasuhnya.

Seperti halnya seorang anak laki-laki yang begitu dekat dan akrab dengan ayahnya pasti akan mengidentifikasi kan dirinya menjadi sama dengan ayahnya. Identifikasi antara anak dengan orang tuanya ini adalah salah satu contoh paling dasar dan paling mudah yang bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Ini karena hampir setiap anak pasti memiliki orang tua yang mengasuh mereka setiap hari.

  • Idola

Seorang anak laki-laki yang mengidolakan pemain sepak bola seperti Ronaldo, pasti akan meniru semua yang ada pada Ronaldo. Seperti meniru gaya rambutnya atau mengumpulkan banyak aksesori yang berhubungan dengan Ronaldo untuk kemudian di pakainya saat ada pertandingan sepak bola.

Hal ini pun juga banyak kita jumpai dalam dunia olahraga lain. Seperti atlet muda bulu tangkis yang mengidolakan Susi Susanti atau Taufik Hidayat sebagai tuntunan mereka dalam teknik bermain bulu tangkis.

  • Seni

Sekelompok orang yang menyukai musik yang sama biasanya akan membuat sebuah kelompok penggemar atau biasa kita kenal dengan fanbase. Hal ini biasa kita temui di genre musik populer seperti K-Pop atau penggemar dari band terkenal seperti Coldplay.

Di mana penggemarnya pasti akan banyak membahas tentang pemusik idola mereka dalam kelompok penggemar atau fanbase yang mereka bentuk sendiri. Seperti membahas jadwal konser terdekat, atau sekedar membahas lagu baru yang akan dirilis band favorit mereka itu.

  • Cita-cita

Terkagum-kagum melihat cara seorang guru mengajar anak didiknya dengan penuh kesabaran dan ketulusan, salah satu siswanya pun bercita-cita ingin menjadi guru. Hal ini pun sering terjadi di lingkungan sekolah saat seorang anak ditanya apa cita-citanya kemudian menjawab ingin menjadi guru karena terinspirasi dari gurunya sendiri di sekolah.

Identifikasi budaya juga sering terjadi bahkan di negara kita ini sendiri. Seperti halnya Reog Ponorogo atau wayang kulit yang merupakan budaya asli di Indonesia, kemudian di klaim oleh  negara Malaysia sebagai kebudayaan dari negara tersebut.

Hal ini tentu saja merupakan salah satu contoh negatif dari identifikasi karena pengklaiaman suatu budaya yang sudah jelas milik negara lain bisa dianggap sebagai pelanggaran hak cipta.

  • Politik

Dalam hiruk pikuknya politik masa kini pun kita bisa menemukan contoh-contoh identifikasi. Seperti halnya politikus-politikus yang meniru gaya presiden dalam kampanye blusukan ke desa-desa kecil.

Hal ini pun banyak dilakukan para politikus untuk mendapatkan simpati dan suara rakyat saat pemilihan umum nantinya berlangsung.

Dalam proses seorang menjalani masa religiusnya pasti tidak luput dari ajaran-ajaran yang ada pada agama yang dianutnya. Seperti contohnya dalam agama Islam diajarkan memakai pakaian yang menutup aurat.

Maka bagi siapa saja penganutnya harus mengidentifikasikan dirinya sebagai penganut agama Islam yang baik dengan cara berpakaian yang menutup aurat sesuai ketentuan dalam ajaran agama tersebut.

Hal ini tentu saja merupakan salah satu contoh dari bagaimana suatu organisasi atau kelompok masyarakat khusus mengatur dan memberikan identifikasi khusus kepada penganut atau anggota suatu kelompok tersebut.