20 Contoh Kalimat Argumentasi Tentang Pendidikan

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kalimat argumentasi merupakan kalimat yang berisi pendapat penulis dengan alasan yang kuat dan masuk akal, dengan tujuan untuk membuktikan pendapat, pandangan, ataupun opini berdasarkan data dan fakta.

Ciri kalimat argumentasi tentang pendidikan:

  • Berisi pendapat penulis mengenai permasalahan dalam pendidikan
  • Menjelaskan permasalahan mengenai pendidikan dengan cara menganalisa
  • Menggunakan bahasa yang tidak berbelit-belit

Berikut contoh kalimatnya:

  1. Pendidikan mendukung perubahan kemampuan seseorang, berkembangnya suatu masyarakat bergantung pada keberlangsungan pendidikan masyarakatnya itu sendiri yang juga mengambil peran sebagai parameter maju atau mundurnya suatu bangsa.
  2. Pendidikan dapat secara langsung berkontribusi dalam proses mendukung terciptanya perubahan dalam hal kualitas kemampuan baik itu afektif, kognitif, maupun psikomotorik yang kemudian peningkatan kualitas tersebut bukan hanya sekedar guna meningkatkan kualitasnya saja, melainkan pula peningkatan yang hasilnya dapat digunakan untuk meningkatkan taraf kehidupan individu manusia secara lebih.
  3. Kegiatan pendidikan menghadirkan perubahan dalam diri individu-individu yang menekuninya seperti halnya peningkatan dalam kemampuan, pengetahuan, keterampilan dan juga perubahan pada sikap dan perilaku yang karenanya terdapat perbedaan secara jelas kemampuan yang dimiliki antara individu-individu berpendidikan dengan yang tak berpendidikan.
  4. Pendidikan nasional memiliki konsep yang mana berakar pada budaya nusantara yakni dengan semboyan “tutwuri handayani”, yang mana mencakup “tripusat” pendidikan pertama dalam keluarga, masyarakat, dan sekolah. Kemudian, “tringgo” yang meliputi makna ngerti, ngroso dan nglakoni.
  5. Kondisi wilayah yang masih banyak ketertinggalan infrastuktur juga keadaan ekonomi menjadi salah satu faktor minimnya partisipasi anak bersekolah.
  6. Pandemi covid-19 menyebabkan sebagian besar kegiatan dalam berbagai sektor di Indonesia dan mengakibatkan terhambatnya berbagai kegiatan dalam berbagai sektor, salah satunya yaitu sektor pendidikan.
  7. Adanya kebijakan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) membuat hampir semua kampus di Indonesia menggunakan metode pembelajaran daring (e-learning) menggunakan berbagai teknologi seperti menggunakan handphone/ smarthphone, laptop, macbook, komputer, ipad, dan lain sebagainya.
  8. Penggunaan teknologi yang diimbangi dengan diskusi akan mengembangkan keterampilan berpikir, hal tersebut bisa diperimbangkan oleh pihak kampus ataupun masing-masing dosen untuk bisa melaksanakan proses pembelajaran secara efektif dan efisien.
  9. Pada dewasa ini pendidikan di Indonesia mengalami tantangan dan permasalahan, sehingga diperlukan reformasi dalam bidang pendidikan untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
  10. Mayoritas penduduk di daerah-daerah terpencil  masih memiliki pola pikir yang minim mengenai pentingnya pendidikan, masyarakat berpikir bahwa pendidikan merupakan hal yang mewah karena memerlukan biaya yang mahal.
  11. Kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi pada era globalisasi menyebabkan perubahan pada sistem pendidikan di sekolah-sekolah seperti diterapkannya mata pelajaran bahasa asing seperti bahasa jepang ataupun mandarin.
  12. Globalisasi dalam dunia pendidikan di Indonesia dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki kualitas sehingga dapat bersaing dengan tenaga kerja di dunia, dengan begitu akan memberikan dampak pada meningkatnya kualitas yang dimiliki oleh tenaga kerja Indonesia supaya tidak dijadikan budak baik di negara sendiri maupun negara orang lain.
  13. Penyebab globalisasi dalam dunia pendidikan masih belum bisa dirasakan oleh seluruh kalangan masyarakan mengakibatkan tidak sedikit masyarakat dapat menikmati pendidikan dengan kualitas yang baik memerlukan biaya yang mahal.
  14. Masyarakat kalangan atas menyekolahkan anaknya di sekolah mewah sedangkan masyarakat kalangan bawah dengan ekonomi yang lemah bahkan sulit untuk menyekolahkan anaknya di sekolah biasa, hadirnya ketimpangan tersebut memicu kecemburuan sosial dan akan mengakibatkan terjadinya konflik sosial dalam masyarakat.
  15. Mudahnya mengakses informasi melalui dunia maya tidak menutup kemungkinan akan mengakibatkan siswa/siswi terpengaruh pada materi negatif yang bertebaran seperti pornografi, pelecehan seksual, kekerasan dan lain sebagainya.
  16. Mahalnya biaya pendidikan mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi mengakibatkan tidak sedikit masyarakat di Indonesia, khususnya masyarakat dengan ekonomi lemah memutuskan untuk berhenti sekolah.
  17. Kualitas sumber daya manusia di Indonesia ternyata masih tertinggal dangan kualitas sumber daya manusia di India yang terkenal dengan negara segudang masalah, di Indonesia masih terbayang-bayang akan kekerasan pada tenaga kerja tidak terdidik yang dikirim ke luar negeri namun orang-orang India di justru banyak mendapatkan posisi yang baik di pasar Internasional, hal tersebut dapat diakibatkan karena rendahnya kualitas tenaga pendidik dan bahkan beberapa daerah di Indonesia masih kekurangan tenaga pendidik sehingga harus degera diatasi.
  18. Kurangnya apresiatif dari berbagai pihak menjadi masalah mendasar pada pendidikan di lingkungan keluarga, pelimpahan tanggung jawab pendidikan kepada sekolah menjadi hal yang paling berpengaruh dalam pembentukan watak dan karakter anak yang kemudian akan berakibat pada perilaku mereka sehari-hari.
  19. Orang tua merupakan jawaban untuk segala permasalahan pendidikan pada anak, orang tua yang baik mempersiapkan secara matang segala sesuatu untuk anaknya, baik ibu maupun ayah menjadi sinergi pembelajaran bagi anak dengan memperkenalkan nilai-nilai yang baik pada anak akan dan kemudian akan berdampak pada karakter maupun pengetahuan anak nantinya.
  20. Sering bergantinya kurikulum di sekolah menjadi penyebab rendahnya mutu pendidikan di sekolah walaupun masih banyak faktor lainnya di luar kurikulum sekolah.
fbWhatsappTwitterLinkedIn