5 Contoh Kasus Disintegrasi Sosial di Indonesia

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Masalah yang menyebabkan konflik antar golongan kelompok kerap umum ditemui. Hal tersebut disebut sebagai kasus disintegrasi sosial, karena terdapat perseteruan dua atau lebih sekelompok orang karena suatu masalah. 

Disintegrasi sosial juga bisa berupa suatu kelompok merasa terbaik, sehingga mengesampingkan bagi mereka yang tidak sesuai norma kelompok tersebut. Fenomena ini tentu dapat merusak tatanan sosial, karena mengakibatkan rusak atau hilangnya nilai sosial

Jika kamu sering mendengar berita, pastinya sudah pernah menjumpai beberapa peristiwa tersebut. Boleh baca uraiannya di bawah jika kamu ingin tahu lebih banyak.

5 Contoh Kasus Disintegrasi Sosial yang Terjadi di Indonesia

  • Gerakan 30 September PKI

Gerakan 30 September merupakan aksi Partai Komunis Indonesia (PKI) dimana terjadi dari 30 September hingga 1 Oktober 1965. Tujuan dari gerakan G30S PKI untuk menangkap beberapa perwira tinggi TNI Angkatan Darat Indonesia seperti Letnan Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono dan Mayor Jenderal Donald Isaac Panjaitan.

Konflik ini termasuk disintegrasi sosial, karena salah satu motivasi gerakan tersebut agar mengambilahli kekuasaan negara serta berusaha mengubah dasar negara menjadi komunis. Latar belakang dari permasalah ini karena PKI sempat mendapat dukungan pemerintah dengan dibentuknya NASAKOM (nasionalis, agama dan komunis).

Hal tersebut membuat PKI melakukan tindakan agar semakin memperbesar pengaruhnya hingga berencana melakukan hal-hal dalam memperebutkan kekuasaan negara seperti menguasai Telkom dan RRI, menciptakan biro sendiri agar menciptakan agen rahasia, dan mempersiapkan militernya agar melakukan kudeta terhadap pemerintah.

  • Kerusuhan Mei 1998

Peristiwa ini termasuk karena terdapat beberapa hal yang dilakukan dimana sudah melanggar norma setempat dan kalahnya keberadaan hukum terhadap pemberontakan massa saat itu. Karena, dibuktikan dengan adanya penjarahan dan perusakan barang di beberapa toko, perampokan, dan pemerkosaan terhadap perempuan etnis Tionghoa.

Puncaknya terjadi antara tanggal 13-15 Mei 1998. Latar belakang dari kerusuhan ini disebabkan krisis moneter yang tidak membaik sejak tahun 1997. Dampak dari krisis moneter 1997 adalah adanya pemutusan hubungan kerja (phk) secara massal serta berhentinya beberapa proyek perusahaan.

Selain itu, kejadian ini juga disebabkan puncaknya sentimen terhadap etnis Tionghoa. Kelompok yang memiliki sentimen tersebut memberikan tuduhan bahwa orang Tionghoa bersikap apatis terhadap etnis lainnya, seperti tidak memberikan bantuan finansial. 

Peristiwa pemberontakan RMS telah terjadi pada tanggal 25 April 1950. Kejadian berpusat di Ambon. Tujuan gerakan ini agar membentuk negara Maluku Selatan dan memisahkan wilayah ini dari Republik Indonesia Serikat, dimana berasal dari gagasan Dr. Soumokil.

Soumokil pernah ikut serta dalam pemberontakan Andi Aziz. Baik pemberontakan Andi Aziz maupun RMS sependapat bahwa tidak menyetujui jika Republik Indonesia Serikat kembali bersatu menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Kejadian tersebut termasuk contoh kasusu disintegrasi sosial karena sudah digolongkan sebagai tindakan separatisme. Pada saat masa proklamasi RMS, Soumokil mampu memberikan pengaruh terhadap masyarakat Maluku Tengah. Sementara, masyarakat setempat yang lebih berpihak kepada NKRI ditangkap dan dipenjarakan oleh Soumokil karena merasa tidak sependapat. 

  • Peristiwa Andi Aziz

Diadakan pada 5 April 1950. Pemberontakan ini dipimpin Kapten Andi Azis. Ia pernah menjadi perwira KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda), di mana setelahnya bergabung pada APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat).

Azis tidak menyetujui jika pasukan APRIS dari TNI tiba di Sulawesi Selatan. Hal ini dikarenakan karena Azis berusaha mempertahankan Negara Indonesia Timur agar tidak bergabung kepada NKRI.

Sama seperti peristiwa pemberontakan RMS, di mana termasuk contoh kasus disintegrasi sosial karena terdapat tindakan pemisahan suatu daerah dari kesatuan negara. 

Saat di tanggal 5 April, Azis beserta pengikutnya menyerbu markas TNI yang berlokasi di Makassar. Tiga hari sesudahnya, tindakannya diberikan peringatan keras dari pemerintah. Akhir peristiwa tersebut adalah penyerahan Azis terhadap pemerintah RIS dan proses pengadilannya di Yogyakarta. 

  • Peristiwa Sampit

Peristiwa ini diadakan pada 18 Februari 2001 di Sampit, Kalimantan Tengah. Pada kejadian tersebut, saat jam 1 dini hari, sekumpulan masyarakat Dayak menyerbu kediaman Matayo, orang Madura. Karenanya, hal ini menyebabkan beberapa korban jiwa seperti satu orang terluka dan empat lainnya tewas. 

Kejadian di atas menyebabkan adanya perlawanan sebagai tindakan balas dendam, di mana kemudian beberapa masyarakat Madura membakar dan mendobrak kediaman Timil karena diduga membantu menaungi pelaku pembunuhan pada dini hari tadi. 

Peristiwa tersebut memuncak di tanggal 18 di mana beberapa orang Madura menyerang penduduk Dayak. Tetapi, beberapa hari kemudian masyarakat Dayak melakukan penyerangan balik terhadap masyarakat Madura. Karena sudah menghasilkan jatuhnya korban sebanyak 400 jiwa dan adanya perseteruan antara dua kelompok etnis, maka sudah tergolong contoh kasus disintegrasi sosial.

fbWhatsappTwitterLinkedIn