Edukasi

6 Dimensi Kurikulum Beserta Penjelasannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kurikulum merupakan pedoman dalam terlaksana nya pembelajaran dan merupakan salah satu hal yang penting dalam pendidikan dalam semua jenjang pendidikan.

Dalam sebuah pembelajaran, kurikulum merupakan jantung dari pendidikan, jika kurikulum tidak ada maka pembelajaran tidak akan berjalan dengan semestinya, karena tidak ada nya tujuan yang akan dicapai dan tidak tau proses yang akan dilakukan.

Kurikulum adalah kumpulan semua kegiatan yang akan dilakukan dalam pendidikan, baik itu yang terjadi dalam kelas maupun luar kelas, untuk memperoleh ijazah dan mencaapi tujuan dari pendidikan.

Ada beberapa dimensi di dalam kurikulum, dimensi tersebut menyangkut peran kurikulum dalam pendidikan dan pelajaran, ada 6 dimensi dalam kurikulum, yaitu:

1. Kurikulum Sebagai Ide

Ide dalam kurikulum bersifat dinamis, yang berarti akan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman, kebutuhan dan minat iswa, tuntutan masyarakat, teknologi dan ilmu pengetahuan.

Ide dalam kurikulum hanya ada dalam seseorang yang terlibat dalam pendidikan, seperti kepala dinas -pendidikan, kepala sekolah, guru, pengawas, peserta didik, akademis, orang tua, dan sebagainya.Dari sekian banyak ide yang dikumpulkan, akan dipilih ide yang paling menarik, kreatif, inovatif sesuai dengan visi-misi dan tujuan pendidikan. Ide-ide setiap orang tentu berbeda-beda. Perbedaan tersebut harus dianalisis agar dapat menjadi landasan pengembangan kurikulum.

2. Kurikulum Sebagai Rencana Tertulis

Dimensi kurikulum sebagai rencana akan ditulis dalam suatu dokumen tertulis, sehingga dapat dilihat, dianalisis. Dimensi kurikulum ini pada dasarnya merupakan versi nyata dari dimensi ide kurikulum. Aspek yang perlu dibahas, seperti: struktur kurikulum, mengembangkan tujuan dan kompetensi, manajemen kurikulum, hasil belajar, sistem evaluasi. Kurikulum sebagai ide harus mengikuti ketentuan dan pola kurikulum, dalam perencanaan kurikulum mengalami kesulitan karena ide yang disampaikan kebanyakan terlalu umum dan susah dimengerti oleh para pelaksana kurikulum.

3. Kurikulum Sebagai Suatu Kegiatan

Kurikulum dalam kegiatab merupakan yang sebenarnya terjadi dilapangan. Peserta didik akan mengaggap kurikulum sebagai ide, namun pada kenyataan nya berbanding terbalik dengan yang dialaminya. Ide dan pengalaman mungkin sejalan, tetapi tidak menutup kemungkinan akan saling bertentangan.

Kurikulum harus diartikan dalam satu kesatuan yang utuh. Jika suatu kegiatan tidak termasuk dalam kurikulum, maka hasil belajar siswa di sekolah maupun di luar sekolah merupakan refleksi dan kenyataan dari dimensi kurikulum tertulis. Semua kegiatan yang dilakukan siswa dikelas merupakan implementasi kurikulum. Artinya, kurikulum ide dan kurikulum sebagai kegiatan merupakan rangkaian yang berkesinambungan. Tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa kurikulum kegiatan bukan bagian dari kurikulum, karena semua kegiatan yang dilakukan siswa di dalam maupun diluar sekolah termasuk bagian dari kurikulum.

4. Kurikulum Sebagai Hasil Belajar

Hasil merupakan kurikulum, tetapi kurikulum bukan hasil dari belajar. Banyak orang yang keliru tentang hal ini,mereka hanya tau bahwa hasil dari belajar adalah bagian dari kurikulum, tetapi yang tidak banyak orang tau bahwa kurikulum bukan hanya tentang hasil belajar. Ketika melakukan evaluasi tentang kurikulum ,umumnya orang akan mengaitkannya dengan hasil belajar. Walaupun pada kenyatan nya evaluasi kurikulum jauh lebih luas daripada penilaian hasil belajar.

Hasil belajar bukan satu-satunya hal yang ada dalam evaluasi kurikulum,tetapi bisa menjadi salah satu dimensi kurikulum. Hasil belajar terdiri dari berbagai domain, seperti, keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai-nilai. Tujuan evaluasi kurikulum untuk mengetahui efisien dan efektivitas kurikulum, ada pun fungsi dari kurikulum yaitu untuk menyempurnakan, mengganti kurikulum dalam dimensi. Hasil belajar dipengaruhi beberapa faktor seperti, guru, peserta didik, lingkungan dan sumber belajar.

5. Kurikulum Sebagai Suatu Disiplin Ilmu

Kurikulum Sebagai Disiplin Ilmu memiliki konsep, Prinsip, asumsi, dan prosedur yang dapat dianalsisoleh pakar kurikulum,guru, kepala sekolah, peneliti kurikulum, tenaga pendidikan lainnya yang ingin mempelajari kurikulum.

Di indonesia memiliki beberapa sekolah seperti, Sekolah Pendidikan Guru (SPG), Sekolah Guru Agama (SGA),pada tingkat perguruan tinggi juga ada program studi pengembangan kurikulum. Semua siswa wajib mempelajari kurikulum. Tujuan kurikulum disini untuk mengembangkan ilmmu tentang kurikulum dan sistem nya.

6. Kurikulum Sebagai Suatu Sistem

Sistem berasal dari bahasa yunani (systema) dan bahasa yunani (sustema) yang berarti satu kesatuan yang berisi elemen atau komponen yang dihubungkan untuk mempermudah aliran informasi, energi atau materi untuk mencapai tujuan.

Sistem kurikulum merupakan salah satu bagian yang penting dan tak terpisahkan dari sistem pendidikan dan sistem persekolahan. Sistem yang ada di sekolah terfokus pada kurikulum apa yang akan di susun dan bagaimana kurikulum dilaksanakan.

Sistem kurikulum mencakup tahap-tahap pengembangan dari kurikulum itu sendiri, baik itu dari perencanaan,pelaksanaan, evaluasi, perbaikan dan penyempurnaan kurikulum. Dimensi ini juga menggambarkan tentang komponen-komponen yang terdapat dalam kurikulum.

Kurikulum memiliki tujuan yang satu dan memiliki komponen yang berkaitan satu dengan yang lainnya, hal ini bisa dikatakan bahwa kurikulum merupakan suatu sistem.Sistem memiliki beberapa elemen seperti, manusia, objek, kegiatan, yang terkait dengan proses dan berfungsi sebagai kesatuan organisasi dalam satu tujuan.

Kurikulum diharuskan untuk mengikuti perkembangan zaman, itulah sebabnya kurikulum diperlukan dan dituntut untuk sesuai dengan apa yang dibutuhkan saat ini. Selain sebagai sistem di sekolah, kurikulum juga sebagai sistem di dalam masyarakat.