Interaksi Antar Ruang: Pengertian – Contoh dan Dampaknya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Setiap ruang atau wilayah di muka bumi memiliki ciri khasnya masing-masing.

Perbedaan ini menyebabkan terciptanya interaksi antar ruang karena masing-masing ruang berusaha untuk memenuhi kebutuhannya.

Pengertian Interaksi Antar Ruang

Pengertian Secara Umum

Secara umum, yang dimaksud dengan interaksi antar ruang atau interaksi antar wilayah adalah hubungan timbal balik antar ruang atau antar wilayah dalam rangka memenuhi kebutuhannya.

Pengertian Menurut Para Ahli

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, interaksi adalah hal saling melakukan aksi, berhubungan, mempengaruhi atau antar hubungan. Adapun ruang diartikan sebagai tempat atau ruang yang ditempati.

Dengan demikian, interaksi antarruang diartikan sebagai hubungan yang saling memengaruhi atau saling berhubungan antara ruang atau tempat yang ada di muka bumi.

Pengertian Menurut Para Ahli

Adapun pengertian interaksi antarruang menurut para ahli adalah sebagai berikut.

  • Bambang Utoyo (2009)
    Mendefinisikan interaksi antar ruang atau interaksi keruangan sebagai hubungan timbal balik antara dua wilayah atau lebih, di mana didalamnya terjadi pergerakan atau mobilitas manusia (penduduk), barang dan jasa, gagasan, serta informasi. Akibat hubungan tersebut menimbulkan gejala atau ketampakan baru, baik yang sifatnya positif maupun negatif.
  • Bagja Waluya (2009)
    Mendefinisikan interaksi antar ruang atau interaksi wilayah sebagai suatu hubungan timbal balik  yang saling berpengaruh antara dua wilayah atau lebih, yang dapat menimbulkan gejala, kenampakan atau permasalahan baru. Interaksi tidak hanya terbatas pada gerak pindah manusianya, melainkan juga menyangkut barang dan informasi yang menyertai tingkah laku manusia.

Syarat Interaksi Antar Ruang

Adapun syarat terjadinya interaksi antar ruang di antaranya adalah sebagai berikut. 

1. Adanya wilayah yang saling melengkapi atau complementarity atau regional complementarity

Syarat terjadinya interaksi antar ruang yang pertama adalah adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi kebutuhan atau regional complementarity.

Kondisi ini terjadi ketika ada satu wilayah yang memiliki kelebihan sumber daya sementara wilayah yang lain memiliki sumber daya yang terbatas atau bahkan kurang.

Kedua wilayah ini kemudian berinteraksi untuk saling melengkapi atau memenuhi kebutuhan. Masing-masing wilayah berperan sebagai produsen dan konsumen.

Misalnya, wilayah A memiliki kelebihan bawang merah dan kekurangan cabe kriting.

Sementara itu, wilayah B kekurangan bawang merah dan kelebihan cabe kriting.

Kedua wilayah ini kemudian berinteraksi untuk saling melengkapi kebutuhan masing-masing.

2. Peluang adanya perantara atau intervening opportunity

Peluang adanya perantara atau intervening opportunity dapat diartikan sebagai kemungkinan adanya perantara yang dapat menghambat terjadinya proses interaksi antar ruang atau bahkan menimbulkan persaingan antarwilayah.  

Misalnya, wilayah A dan wilayah B masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sumber daya hingga harus berinteraksi untuk saling melengkapi kebutuhan masing-masing.

Namun, di satu sisi ada wilayah C yang memiliki kelebihan sumber daya yang sangat dibutuhkan wilayah A dan wilayah B.

Wilayah C inilah yang memasok kebutuhan yang diperlukan wilayah A dan wilayah B.

Akibatnya, interaksi antara wilayah A dan wilayah B menjadi lemah. Di sini, wilayah C berperan sebagai wilayah perantara atau intervening opportunity.  

3. Adanya kemudahan terjadinya pemindahan dalam ruang atau spatial transfer ability

Interaksi antar ruang terjadi manakala adanya kemudahan pemindahan manusia, barang, jasa, gagasan, dan informasi antara satu wilayah ke wilayah lainnya atau spatial transfer ability.

Kemudahan pergerakan antarwilayah ini sangat dipengaruhi oleh hal-hal berikut.

  • Jarak mutlak dan jarak relatif antar wilayah
  • Biaya transportasi
  • Adanya kemudahan dan kelancaran dalam hal sarana dan prasarana transportasi antarwilayah.

Penyebab Terjadinya Interaksi Antar Ruang

Interaksi antar ruang disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Perbedaan karakteristik ruang

Setiap wilayah memiliki karakteristik masing-masing yang membedakannya dengan wilayah lain terkait dengan sumber daya alam maupun sumber daya mineral.

Perbedaan inilah yang menyebabkan timbulnya interaksi antar ruang karena masing-masing ruang membutuhkan ruang lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

  • Perubahan ruang

Setiap ruang tidak akan bertahan selamanya. Dalam arti setiap ruang pada saatnya akan mengalami perubahan.

Misalnya, perubahan ruang yang terjadi akibat bencana alam gempa bumi yang disertai likuifaksi menyebabkan ruang tersebut tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal.

Karena itu, masyarakat yang terdampak gempa mau tidak mau harus direlokasi ke ruang baru yang lebih aman.

  • Perbedaan kebutuhan

Setiap ruang memiliki kelebihan dan kekurangan dalam hal sumber daya alam atau mineral yang dimiliki.

Hal ini mengakibatkan adanya perbedaan kebutuhan dari masing-masing ruang.

Misalnya, daerah pantai yang notabene penghasil ikan akan membutuhkan sayur mayur yang dihasilkan oleh daerah pegunungan. Hal ini juga berlaku sebaliknya.

Bentuk Interaksi Antar Ruang

Interaksi antar ruang dapat terjadi dalam berbagai bentuk, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Mobilitas sosial yaitu interaksi antar ruang yang terjadi dalam bentuk pergerakan manusia
  • Komunikasi yaitu interaksi antar ruang yang terjadi melalui perpindahan gagasan dan informasi
  • Transportasi yaitu interaksi antar ruang yang terjadi melalui perpindahan barang atau energi.

Contoh Interaksi Antar Ruang

Contoh interaksi antar ruang yang paling umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah interaksi antara kota dan desa yaitu sebagai berikut.

  • Mobilitas penduduk
    Yaitu adanya pergerakan manusia dari desa ke kota atau kota ke desa. Misalnya, fasilitas pendidikan di kota lebih baik dibandingkan di desa sehingga banyak penduduk desa yang menuntut ilmu di kota.
  • Komunikasi sosial
    Yaitu adanya pergerakan gagasan dan informasi, terutama dari kota ke desa. Misalnya dengan semakin luasnya daerah di pedesaan yang dapat dijangkau media massa atau internet.
  • Transportasi
    Yaitu adanya pergerakan barang-barang yang berasal dari desa ke kota, atau sebaliknya. Misalnya, bawang merah brebes yang dijual ke kota.

Dampak Interaksi Antar Ruang

Interaksi antar ruang yang berlangsung secara terus menerus dan relatif tinggi tentu menimbulkan dampak bagi masing-masing wilayah.

Dampak interaksi antarruang dapat bersifat positif maupun negatif.

Dampak Positif

Adapun dampak positif interaksi antar ruang di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Pengetahuan penduduk di masing-masing wilayah semakin meningkat.
  • Mobilitas penduduk, komunikasi, dan transportasi yang bergerak dan berkumpul di lokasi tujuan akhirnya membentuk daerah perkotaan baru yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi.
  • Mobilitas penduduk menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan di daerah tujuan yakni dari lahan pertanian ke lahan non pertanian seperti pemukiman atau industri sebagai tempat untuk menampung aktivitasnya.
  • Mobilitas penduduk juga mengakibatkan berubahnya orientasi pekerjaan di daerah tujuan. Jika pada awalnya orientasi pekerjaan berkutat pada sumber daya alam, ketika terjadi mobilitas penduduk orientasi pekerjaan beralih ke jenis pekerjaan yang lain.
  • Interaksi antar ruang menyebabkan semakin berkembangnya sarana dan prasarana di daerah tujuan. Misalnya, infrastruktur jalan yang semakin banyak dibuat berakibat pada semakin meningkatnya pergerakan barang dan jasa ke tempat tujuan.
  • Interaksi antar ruang menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya. Misalnya, gaya busana artis K-Pop yang kini banyak ditiru oleh kaum muda milenial di Indonesia.
  • Interaksi antar ruang menyebabkan semakin beragamnya komposisi penduduk di daerah tujuan. Misalnya, wilayah DKI Jakarta kerap disebut sebagai miniatur Indonesia karena banyak sekali pendatang dari daerah lain hingga komposisi penduduknya berkembang menjadi multietnis.

Dampak Negatif

Selain dampak positif, interaksi antarruang juga memberikan dampak negatif, di antaranya sebagai berikut.

  • Mobilitas penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk produktif di daerah asal sehingga pembangunan di daerah asal menjadi terhambat karena mereka lebih suka mengais rejeki di wilayah baru.
  • Mobilitas penduduk juga menyebabkan semakin meningkatnya jumlah penduduk di daerah tujuan. Hal ini dapat mendatangkan masalah ekonomi baru seperti pengangguran atau kriminalitas akibat semakin ketatnya persaingan mencari pekerjaan.
  • Timbulnya kemacetan di daerah tujuan akibat jumlah pertumbuhan kendaraan yang tidak sebanding dengan jumlah pertumbuhan infrastruktur jalan.
  • Infrastruktur komunikasi dan informasi yang semakin modern menyebabkan semakin mudahnya masyarakat mengakses informasi. Informasi yang berlimpah namun tidak dibarengi dengan daya kritis dapat membuat masyarakat mudah termakan berita hoax.

Cara Mengatasi Permasalahan dalam Interaksi Antar Ruang

Cara mengatasi permasalahan dalam interaksi antar ruang di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Meningkatkan pembangunan ekonomi di daerah asal.
  • Meningkatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan di daerah asal.
  • Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang dampak negatif internet sebagai media komunikasi.
  • Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perlunya mengembangkan kemampuan dan keterampilan diri sebelum memutuskan bergerak ke daerah tujuan. Contohnya melatih diri di BLK ekonomi kreatif.
  • Membatasi penjualan kendaraan bermotor.
fbWhatsappTwitterLinkedIn