10 Jenis Ekosistem Air dan Penjelasannya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kehidupan di bumi terdiri dari berbagai genetik, spesies, dan ekosistem yang saling berinteraksi dan saling membutuhkan. Jika salah satunya terganggu keberadaannya, maka dapat mempengaruhi yang lainnya dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ekosistem merupakan suatu sistem interaksi yang terjadi antara semua jenis makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Ekosistem berfungsi untuk menjaga sumber daya yang ada, semakin beragam dalam ekosistem tersebut, maka semakin stabil ekosistemnya.

Ekosistem dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu ekosistem darat, ekosistem air, dan ekosistem buatan. Ekosistem buatan merupakan ekosistem yang sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan manusia, contohnya sawah irigasi, akuarium, dan perkebunan.

Ekosistem darat atau terestrial adalah ekosistem yang dipengaruhi oleh faktor tanah, sinar matahari, suhu, iklim, dan kelembaban udara, contohnya yaitu sabana, hutan hujan tropis, dan padang rumput. Ekosistem air merupakan ekosistem yang komponen abiotiknya didominasi oleh air. Pada artikel ini akan lebih dijelaskan mengenai jenis-jenis ekosistem air.

Ekosistem Air Tawar

Karakterisik ekosistem ini yaitu suhu di dalam airnya tidak beragam karena sinar matahari yang masuk terbatas dan dipengaruhi oleh cuaca dan iklim. Air di lingkungan ekosistem ini memiliki rasa air yang cenderung tawar.

Hampir semua jenis hewan ada dan sudah beradaptasi di dalam ekosistem ini. Sedangkan jenis tumbuhan yang banyak ditemukan yaitu biasanya ganggang dan tumbuhan lainnya berupa tumbuhan biji.

Ekosistem Sungai

Pada ekosistem sungai, suhu air tergantung pada garis lintang sungai dan ketinggian wilayahnya. Oksigen pada ekosistem air konstan dari aliran air dan gelombang.

Karena sungai airnya jernih dan dingin, serta memiliki sedimen dan beberapa senyawa lainnya. Sehingga makluk hidup air dan tumbuhan air dapat hidup di dalam ekosistem sungai. Ekosistem ini banyak dihuni oleh buaya, ular, ikan gurame, dan kura-kura.

Ekosistem Esturasi

Esturasi merupakan nama lain dari muara. Muara adalah tempat bertemunya air sungai dengan air laut. Muara sering dibatasi dengan rawa garam atau lempengan lumpur intertidal. Cahaya matahari masih dapat masuk ke dalamnya.

Kadar nutrisi di ekosistem ini dan tingkat produktivitasnya tinggi, serta makluk perairan kecil banyak menghuni ekosistem esturasi. Contohnya fitoplankton, ganggang, rawa garam, cacing, ikan, kepiting, dan kerang.

Ekosistem Air Laut

Ekosistem air laut luasnya berada di kisaran 71 persen atau seluas dua per tiga dari permukaan bumi. Fungsinya dapat dijadikan sebagai objek wisata, tempat penelitian, pengendali banjir, sumber pangan dan air minum, dan budidaya hasil laut seperti rumput laut, ikan, kerang mutiara, dan lain-lain.

Suhu pada ekosistem ini di kisaran 250C di wilayah laut tropik. Suhu tersebut dibatasi oleh termoklin ada adanya perbedaan suhu di atas dengan suhu yang berada di bawah laut. Habitat lautnya ditandai dengan kadar klorida sebanyak 55 – 75% pada kadar garam atau salinitas, terutama di daerah tropik. Hal ini dikarenakan penguapan besar dan suhu tinggi.

Berdasarkan intensitas cahaya matahari yang masuk, ekosistem ini dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu daerah fotik maksimum 200 meter, daerah twilight 200–2000 meter, dan daerah afotik yang tidak tembus cahaya matahari sama sekali.

Ekosistem Laut Dalam

Ekosistem ini berada di kedalaman lebih dari 6000 meter di bawah laut, atau dapat sebut juga berada di palung laut. Sehingga cahaya matahari tidak dapat menjangkau ekosistem ini.

Komponen biotik dalam ekosistem ini dapat mengeluarkan cahaya dari tubuhnya, predator, dan organisme pengurai, contohnya ikan laut dan lele laut.

Ekosistem Pantai

Ekosistem pantai dapat dijadikan sebagai ekosistem lainnya dan habitat untuk penyu, burung, dan berbagai jenis kerang. Ekosistem pantai banyak dihuni oleh tumbuhan bernama Ipomea pes caprae. Tumbuhan ini tahan terhadap terpaan gelombang dan angin, dan tumbuh subur di gundukan pasir.

Ekosistem Pantai Batu

Ekosistem ini memiliki wilayah yang terbanyak banyak bongkahan batu dalam berbagai ukuran. Ekosistem pantai batu berada di kedalaman di kisaran 200 meter sehingga cahaya matahari masih dapat masuk. Makhluk hidup yang hidup di ekosistem ini contohnya ganggang coklat, siput, kepiting, dan kerang.

Ekosistem Pantai Pasir

Ekosistem dengan hamparan pasir yang sangat luas dan berlokasi di pesisir. Pantai pasir sangat terpapar sinar matahari pada siang hari dan sering terkena deburan ombak laut.

Ekosistem Lamun

Lamun atau disebut juga seagrass adalah tumbuhan yang tumbuh subur di laut di bagian perairan pantai dangkal. Lamun dapat berbiji, berbunga, dan berbuah, dan memiliki kemampuan fotosintesis. Akar-akarnya mempunyai zat hara.

Sehingga lamun merupakan satu-satunya kelompok tumbuhan berbunga yang dapat hidup subur di laut. Lamun banyak digunakan untuk berbagai keperluan sebagai sumber daya hayati.

Ekosistem Terumbu Karang

Ekosistem ini berlokasi di laut jernih dan dangkal. Sehingga cahaya matahari masih bebas masuk ke dalamnya. Terumbu karang mempunyai fungsi sebagai habitat untuk lebih dari 25% makhluk hidup laut pemakan sisa organik dan mikroorganisme.

Dalam ekosistem ini banyak hidup organisme seperti mollusca, ganggang laut, bintang laut, terumbu karang, coral, berbagai macam ikan, jenis hewan spons, dan berbagai jenis inventebrata. Binatang seperti siput, ikan, dan landak laut dapat menjadi mangsa bagi bintang laut, gurita, dan ikan karnivora.

Pantai yang banyak terdapat terumbu karangnya akan membuat pantai jadi memiliki pasir yang putih.

fbWhatsappTwitterLinkedIn