Kenali 8 Karakteristik Bioma Taiga

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Bioma merupakan sebuah ekosistem besar dengan daerah luas yang terdiri dari berbagai flora dan fauna yang khas dan dilindungi oleh pemerintah yang terbentuk karena adanya perbedaan letak geografis dan astronomis.

Taiga berasal dari bahasa Rusia dengan arti hutan, sehingga bioma taiga merupakan suatu ekosistem yang berada dalam lingkup hutan yang didalamnya hanya terdapat satu spesies pohon yang sejenis, misalnya seperti pinus, konifer, cemara dan lainnya yang sejenis.

Kondisi bioma sering kali selaras dengan posisi geografis dan astronomis wilayahnya dengan karakteristik bioma yang juga ditentukan oleh struktur tumbuhan, sehingga unsur vegetasi lebih dominan menunjukkan karakteristik dari suatu bioma.

Pengertian Bioma Taiga

Bioma taiga merupakan sebuah ekosistem yang vegetasinya hanya terdiri dari satu spesies pohon saja dengan ekosistem besar yang di dalamnya terdiri dari berbagai flora dan fauna tertentu berdasarkan iklim. Bioma taiga merupakan bioma terluas dibandingkan dengan bioma lainnya yang ada di bumi dengan rasio sebesar 17 persen dari daratan di bumi merupakan jenis bioma ini.

Bioma taiga ini, sering disebut juga sebagai hutan boreal dan wilayah yang masuk dalam kategori bioma taiga ini yaitu daerah di bagian utara bumi yang terletak di Selatan Lingkaran Arctic, seperti Kanada, Rusia, Siberia, Alaska, dan beberapa negara yang ada di beberapa di kawasan Asia Utara.

Bioma Taiga menjadi bioma yang sebagian besarnya tersusun atas pohon konifer berdaun bentuk jarum yang terletak di antara Bioma Tundra di Utara dan Hutan Beriklim Sedang di Selatan. Bioma Taiga di Kanada menjadi bioma taiga yang terbesar di dunia dengan luasnya yang mencapai 67.735 kilometer persegi.

Karakteristik Karakteristik Bioma Taiga

Bioma Taiga mempunyai lapisan tanah yang sebagian besar membeku secara permanen dimana lapisan tanah dan batuan yang beku ini akan membuat air tidak dapat menyerap ke dalam tanah, sehingga menyebabkan terbentuknya suatu muskeg atau lahan gambut.

Lahan gambut di Bioma Taiga biasanya bertekstur yang terasa basah dan seperti busa, namun terlihat keras karena ditumbuhi oleh lumut, rumput-rumput pendek, dan ragam pohon.

  • Jenis Cuaca yang Dingin di Sekitar Bioma Taiga

Bioma taiga mempunyai cuaca yang dingin di mana Taiga mempunyai cuaca yang paling dingin di antara hutan bioma lainnya dengan tingkat pengendapan yang sedikit lebih banyak dibandingkan dengan Bioma Gurun maupun Bioma Tundra dengan tingkat pengendapan sekitar antara 12 – 30 inchi per tahun.

Bioma ini mempunyai lapisan tanah yang subur dan tipis, sehingga tidak banyak daun yang daun gugur seperti hutan lainnya dan biasanya ditumbuhi dengan tumbuhan konifer yang hijau abadi dengan karakteristik tumbuhan yang berbentuk kerucut dan daunnya tidak gugur di musim dingin, misalnya seperti cemara.

Dalam lingkungan ekosistem ini, bioma taiga mengalami musim tanam yang pendek di mana musim dingin lebih panjang dibandingkan dengan musim panas. Bioma Taiga berada pada iklim subtropis yang memiliki curah hujan sekitar 35 – 40 cm per tahun.

Tumbuhan yang tumbuh pada bioma ini biasanya berjenis homogen yang hanya terdiri dari satu spesies pohon saja dengan dominannya berupa tumbuhan konifer yang mampu bertahan dalam suhu yang dingin.

  • Mempunyai Lingkungan Abiotik yang Cukup Seram

Dengan lingkungan abiotik yang cukup ekstrim, maka tidak banyak tumbuhan yang dapat tumbuh dengan baik pada lingkungan bioma ini.

Tumbuhan yang mempunyai struktur morfologi daun yang berbentuk jarum dan yang dilindungi oleh lapisan lilin serta akar yang kuat menjadi bentuk adaptasi struktur tanaman yang paling cocok pada lingkungan bioma taiga ini. 

Karena dengan struktur ini, maka akan membuat tumbuhan mampu bertahan dari suhu yang sangat dingin dan suhu yang panas serta akan membuat tumbuhan konifer tetap kokoh dari tumpukan salju, sehingga tumbuhan konifer paling mendominasi pada bioma ini.

  • Perbedaan Suhu pada Musim Panas dan Musim Dingin yang Tinggi

Selama musim dingin, bioma taiga ini akan mengalami hujan salju yang lebat dengan durasi musim dingin yang cukup panjang, sedangkan musim kemaraunya sangat singkat sekali.

Pada musim dingin lantai hutan taiga ini akan tertutup oleh es akibat turunnya salju yang tebal dengan lapisannya yang dapat mencapai 2 meter dibawah permukaan tanah.

Suhu pada musim dingin yaitu sekitar antara -54° C sampai -1° C dan suhu pada musim panasnya yang berkisar antara -7° C sampai 21° C. Pertumbuhan tanaman pada bioma ini akan terjadi ketika musim panas dengan lama waktunya sekitar 3 – 6 bulan.

  • Menjadi Daerah Resapan Air

Bioma taiga mempunyai suhu yang dingin yaitu sekitar antara -54° C sampai -1° C ketika turunnya salju yang dapat menyebabkan penguapan air menjadi sangat jarang, sehingga lingkungan menjadi sangat lembab.

Karena kondisi tersebut, maka bioma ini menjadi daerah resapan air yang dapat menjadi pengatur tata air tanah dan sebagai tempat untuk menyimpan air tanah.

  • Keanekaragaman Tumbuhan pada Bioma Taiga Cukup Rendah

Tingkat keragaman tumbuhan pada bioma taiga ini sangat monoton dan ragam vegetasinya hanya didominasi oleh pohon-pohon konifer saja.

Tumbuhannya selalu hijau sepanjang tahun, meskipun dalam musim dingin sekalipun sebagai bentuk suatu adaptasi bagi tumbuhan agar tumbuhan tersebut mampu untuk menyerap panas lebih banyak dan mampu berfotosintesis lebih awal, sehingga tumbuhan di bioma ini dapat bertahan hidup.

  • Berkeliling di Wilayah Bioma Taiga Dapat Menghilangkan Stres

Bioma taiga yang merupakan sebuah wilayah dengan jenis hutan pinus, diteliti oleh para ahli mampu untuk menghilangkan stress jika kita berjalan-jalan sedikitnya 15 menit di dalamnya.

Selain itu, manfaat lain yang dapat kita rasakan yaitu mampu untuk meredakan pilek, sinus, sesak napas, dan bronkitis dengan berjalan-jalan di hutan yang dipenuhi oleh tumbuhan konifer, seperti pohon pinus dan cemara. 

fbWhatsappTwitterLinkedIn