Lubang Cacing (Wormhole): Pengertian -Sejarah dan Teori

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Era modern dipenuhi oleh berbagai alat yang canggih dan mutakhir. Berkat alat-alat ini pula banyak bidang kehidupan yang semakin maju. Banyak penemuan-penemuan baru yang tidak hanya di Bumi tetapi juga di antariksa.

Salah satu temuan besar dari luar angkasa adalah lubang cacing atau wormhole. Agar dapat mengenalnya lebih lanjut, simak ulasannya sebagai berikut. 

Apa itu Lubang Cacing atau Wormhole?

Lubang cacing adalah sebuah benda luar angkasa yang disebut sebagai jalan pintas antara ruang dan waktu. Sementara itu secara fisika lubang cacing adalah solusi persamaan yang menggambarkan dan membuktikan teori relativitas umum milik Albert Einstein yang dikemukakan pada tahun 1915. 

Misteri alam semesta ini disebut jalan pintas karena lubang ini berbentuk terowongan yang lebih pendek dari jarak antara dua titik sehingga seperti jalan pintas. 

Sebuah prediksi mengatakan bahwa lubang cacing memiliki pintu masuk yang berbentuk  bola serupa dengan permukaan planet. Secara umum lubang cacing berbentuk seperti terowongan. 

Sejarah Penemuan Lubang Cacing

Penemuan lubang cacing tergolong sangat baru dan masih membutuhkan banyak penelitian secara mendalam lagi. Sosok dibalik penemuan lubang cacing ini adalah seorang fisikawan terkenal dari Jerman yakni Albert Einstein.

Ia mengungkapkan teori worm hole pertama kali pada tahun 1935 bersama dengan Nathan Rosen seorang fisikawan Amerika Serikat.

Teori ini kemudian disebut dengan nama lubang cacing atau worm hole oleh fisikawan Amerika bernama John Archibald Wheeler. Penggunaan istilah ini baru digunakan pada tahun 1954.

Alasan ia memilih nama tersebut dikarenakan lubang ini diibaratkan seperti lubang pada buah apel yang diciptakan oleh ulat atau cacing kecil.  

Sebelum menggunakan nama worm hole teori ini dikenal dengan sebutan “Jembatan Einstein-Rosen” sesuai dengan penemunya. 

Teori Mengenai Lubang Cacing 

Karena tergolong penemuan baru maka berbagai teori berkaitan dengan lubang cacing pun sangat beragam. Beberapa teorinya adalah sebagai berikut:

  • Teori dari Hermann Weyl 

Hermann Weyl mengemukakan teorinya tentang lubang cacing pada tahun 1921. Ia mengatakan bahwa kemungkinan besar lubang cacing ini ada di dalam lubang hitam. 

  • Teori Geometri Schwarzschild

Berdasarkan teori ini lubang cacing adalah sebuah terowongan yang menghubungkan sebuah lubang hitam, sebuah lubang putih yang ada di semesta lain dengan horizonnya. Lubang cacing pada teori ini digambarkan memiliki dua pintu yang dapat menarik benda yang masuk ke masa lalu. 

  • Teori Andrew Friedman

Andrew Friedman adalah seorang fisikawan MIT yang juga turut mengemukakan teori tentang lubang cacing. Ia mengatakan jika para ilmuwan dapat menciptakan lubang cacing maka hal pertama adalah mensinkronkan waktu pada kedua pintunya

Namun apabila salah satu pintu dipercepat hingga setara dengan kecepatan cahaya maka pintu yang lainnya akan tertinggal.

  • Teori Fuller dan Wheeler

Fuller dan Wheeler pada tahun 1962 mengeluarkan teori yang kontra dengan teori  lubang cacing lainnya. Mereka berpendapat bahwa hanya akan muncul dalam waktu yang sangat singkat kemudian menghilang secara tiba-tiba. 

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa saking cepat pergerakan lubang cacing hingga tidak bisa dimasuki atau dilewat. Hal tersebut disebabkan oleh sifat lubang cacing yang sangat tidak stabil. Jika pun bisa maka benda tersebut hanya akan terjepit di antara kedua pintu masuknya. 

Agar lubang ini tidak menutup kembali maka diperlukan adanya energi negatif yang sangat besar agar terjadi tarik menarik antara kedua pintu. Namun lubang cacing yang bisa diberi energi negatif hanyalah yang sudah terbentuk sejak awal bersamaan dengan terciptanya alam semesta.

  • Teori Kuantum

Berdasarkan teori kuantum, lubang cacing sangat mungkin terjadi dikarenakan adanya materi negatif. Ketika teori kuantum bekerja sama dengan teori relativitas umum maka akan menghasilkan robekan-robekan ruang dalam skala mikroskopik. 

Robekan tersebutlah yang menjadi lubang cacing meski hanya berukuran kecil. Sedangkan untuk membuatnya lebih besar diperlukan energi yang mampu meledakkannya.

fbWhatsappTwitterLinkedIn