Metakognisi: Pengertian – Indikator dan Komponen

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pada dunia pendidikan cara belajar dan mengajar harus diperhatikan baik itu bagi pengajar atau guru dan para siswa. Untuk para guru tidak hanya dengan memberikan jawaban benar kepada para siswanya. Kemudian untuk siswa juga diharapkan dapat berpikir dengan mengandalkan dirinya sendiri atau yang disebut dengan metakognisi.

Pada materi kali ini kita akan membahas mengenai metakognisi yang meliputi mengenai pengertian, indikator, tingkatan dan tahapan di dalam pembelajaran metakognisi.

Pengertian Metakognisi

Menurut Para Ahli

  • Zakariya (2015)
    Metakognisi adalah pengetahuan seseorang tentang sistem kognitifnya, berpikir seseorang tentang berpikirnya dan keterampilan esensial seseorang dalam belajar untuk belajar.
  • Ormrod (2009)
    Metakognisi merupakan pengetahuan dan keyakinan mengenai proses proses kognitif seseorang, serta usaha usaha sadarnya untuk terlibat dalam proses berperilaku dan berpikir sehingga meningkatkan proses belajar dan memori.
  • Herman dan Suryadi (2008)
    Metakognisi merupakan kesadaran seseorang tentang proses berpikirnya pada saat melakukan tugas tertentu kemudian menggunakan kesadaranya untuk mengontrol apa yang dilakukannya.
  • Desmita (2009)
    Metakognisi adalah pengetahuan eksplisit yang dimiliki manusia tentang cara berpikir dan pada aturan yang mereka buat sendiri sehingga mereka dapat menjalankannya ketika menerapkan pengetahuan tersebut.
  • Wilson dan Clarke (2004)
    Metakognisi adalah suatu kesadaran peserta didik (awarenes), pertimbangan (consideration) dan pengontrolan atau pemantauan terhadap strategi serta proses kognitif diri mereka sendiri.

Secara Umum

Metakognisi merupakan bentuk dari kemampuan yang terdapat di dalam diri sendiri dan digunakan untuk melihat kepada diri sendiri, sehingga apa yang dilakukan individu dapat terkontrol.

Indikator Metakognisi

Terdapat 3 indikator pada metakognisi yaitu indikator perencanaan, indikator pemantauan dan indikator penilaian. Berikut ini penjelasan dari ketiga indikator tersebut yaitu:

  • Indikator Perencanaan
    Pada indikator perencanaan ini ada beberapa hal yang dilakukan misalnya menentukan informasi awan dan petunjuk yang ada kaitannya dengan permasalahan. Kedua menyusun beberapa hal yang harus dilakukan. Selanjutnya memperhitungkan mengenai waktu yang dibutuhkan. Terakhir memastikan informasi dengan permasalahan.
  • Indikator Pemantauan
    Indikator yang kedua yaitu pemantauan, pada indikator ini juga terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan misalnya mengatur langkah dengan baik, menganalisis informasi, memutuskan langkah apa yang akan digunakan selanjutnya. Kemudian yang terakhir yaitu memutuskan langkah yang hendak dilakukan.
  • Indikator Penilaian
    Indikator yang terakhir yaitu penilaian juga terdapat beberapa langkah yaitu memeriksa mengenai setiap langkah, memeriksa ulang mengenai apa yang dibutuhkan, memperikirakan cara lain dan yang terakhir yaitu memperkirakan kemungkinan menggunakan strategi yang sudah digunakan agar dapat menyelesaikan permasalahan lainnya yang ada.

Komponen Metakognisi

Metakognisi terdapat 2 komponen di dalamnya yang meliputi pengetahuan metakognisi dan pengalaman metakognisi. Berikut ini penjelasan mengenai 2 komponen dari metakognisi yaitu:

Pengetahuan Metakognisi

Pengetahuan metakognisi merupakan pengetahuan yang dipunyai oleh seseorang dan tersimpan dalam jangka waktu yang panjang. Pengetahuan ini dapat diaktifkan kembali sebagai suatu hasil dari pencarian memori yang dilakukan secara sadar atau tidak.

Ada 3 jenis di dalam pengetahuan metakognisi yaitu pengetahuan prosedural, pengetahuan deklaratif dan pengetahuan kondisional. Berikut ini penjelasan dari ketiga jenis pengetahuan metakognisi:

  • Pengetahuan Prosedural
    Jenis pengetahuan ini merupakan pengetahuan di dalam melakukan sesuatu, di dalam melakukan strategi yang digunakan di dalam pemecahan sebuah masalah.
  • Pengetahuan Deklaratif
    Jenis pengetahuan ini merupakan pengetahuan yang mengacu kepada pengetahuan yang didasarkan fakta yang dimiliki oleh individu.
  • Pengetahuan Kondisional
    Jenis pengetahuan ini merupakan kesadaran dari seseorang yang akan mempengaruhi dirinya di dalam memecahkan suatu masalah.

Pengalaman Metakognisi

Pengalaman metakognisi melibatkan pengaturan dari metakognisi dan merupakan pengalaman belajar dari seseorang di dalam melakukan aktivitas yang dapat membantu mengontrol kegiatan pembelajaran.

Terdapat 3 proses dari pengalaman metakognisi yaitu proses perencanaan, proses pemantauan dan proses evaluasi. Berikut ini penjelasan mengenai ketiga proses di dalam pengalaman metakognisi yaitu:

  • Proses Perencanaan
    Proses perencanaan merupakan keputusan mengenai banyaknya waktu yang digunakan untuk dapat menyelesaikan sebuah permasalahan, strategi apa yang akan digunakan, sumber apa yang harud dikumpulkan dan bagaimana cara memulainya.
  • Proses Pemantauan
    Proses pemantauan merupakan bagaimana setiap individu secara sadar dapat melakukan kegiatan atau aktivitas kognitif.
  • Proses Evaluasi
    Proses evaluasi ini merupakan pengambilan keputusan mengenai proses yang dihasilkan dati hasil suatu pemikiran dan pembelajaran.

Tingkatan Kemampuan Metakognisi Individu

Kemampuan di dalam metakognisi dari individu terdapat 4 tingkatan yaitu tacit use, aware use, strategic use dan reflective use. Berikut ini penjelasan mengenai 4 tingkatan di dalam memahami kemampuan metakognisi individu:

  • Tacit Use
    Tacit use merupakan pemikiran yang memiliki kaitan dengan pengambilan suatu keputusan yang tanpa berpikir mengenai keputusan tersebut. Di dalam tacit use ini, para siswa menerapkan keterampilan tanpa menggunakan kesadaran khusus.
  • Aware Use
    Aware use merupakan jenis dari pemikiran yang ada kaitannya dengan kesadaran para siswa mengenai mengapa para siswa melakukan pemikiran tersebut. Di dalam hal ini, para siswa menyadari bahwa dirinya diharuskan menggunakan langkah di dalam menyelesaikan suatu masalah dan memberikan alasannya.
  • Strategic Use
    Strategic use merupakan pemikiran yang berkaitan dengan pengaturan diri dari individu di dalam proses berpikir yang menggunakan strategi yang khusus dan dapat meningkatkan ketepatan di dalam berpikir.
  • Reflective Use
    Reflective use ini merupakan jenis dari pemikiran yang berkaitan dengan refleksi dari individiu di dalam proses berpikir. Di dalam hal ini, para siswa menyadari dan berusaha memperbaiki kesalahan yang dilakukan di dalam menyelesaikan masalahnya.

Langkah Pembelajaran Metakognisi

Terdapat 3 langkah di dalam pembelajaran mengenai metakognisi yaitu tahap diskusi awal, tahap kerja mandiri dan tahap penyimpulan. Berikut ini penjelasan dari ketiga langkah pembelajaran metakognisi yaitu:

  • Tahap Diskusi Awal
    Pada mulanya pengajar atau guru akan menjelaskan mengenai tujuan dari topik yang akan dipelajari oleh para siswa. Setiap siswa dibagikan bahan ajarnya dan mereka menjawab beberapa pernyataan yang berada di dalam baha ajar. Para siswa dibimbing oleh guru untuk menanamkan kepada diri sendiri dengan bertanya kemudian menjawab mengenai beberapa pertanyaan kepada diri sendiri. Dan dari beberapa pertanyaan yang tersedia pada bahan ajar tersebut maka para siswa diharapkan dapat memahami uraian materi.
  • Tahap Kerja Mandiri
    Pada tahapan kerja mandiri ini para siswa diberikan topik yang sama dan dikerjakan secara mandiri. Hal ini menjadikan para siswa untuk memusatkan perhatian kepada kesalahan dan dapat memberikan petunjuk agar siswa dapat mengoreksi dirinya sendiri. Disini guru tidak hanya memberikan jawaban benar kepada para siswa, namun juga mengajarkan siswa untuk berpikir menemukan jawaban dari pertanyaan dengan benar.
  • Tahap Penyimpulan
    Pada tahap ini, para siswa menyimpulkan sendiri dengan cara mandiri mengenai apa yang sudah dilakukan di dalam kelas.
fbWhatsappTwitterLinkedIn