Paragraf Induktif : Pengertian, Tujuan, Ciri, dan Contohnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Paragraf adalah kumpulan kalimat yang saling berhubungan. Secara umum, paragraf dipakai untuk menyatakan atau mengembangkan sebuah gagasan dalam teks.

Dalam suatu karangan, semua gagasan dikemas dalam bentuk paragraf-paragraf. Kemudian di dalam paragraf ada gagasan pokok atau gagasan utamanya dan gagasan penjelasan. Salah satu jenis paragraf adalah paragraf induktif.

Pengertian Paragfaf Induktif

Paragraf induktif adalah jenis paragraf yang berkebalikan dengan paragraf deduktif, yakni gagasan utama dalam paragraf induktif terletak pada akhir kalimat dalam paragraf. Jenis paragraf induktif pasti akan diawali dengan penyebutan peristiwa khusus atau penjelasan yang berfungsi untuk mendukung gagasan utama.

Tujuan Penulisan Paragraf Induktif

Tujuan penulisan paragraf induktif adalah menjadi pengantar Ketika pembaca perlu ditarik ke dalam topik sebelum mempelajari apa maksud tentang topik itu. Kemudian jika penulis yakin pembaca tidak setuju dengan maksud penulis.

Ciri – ciri Paragraf Induktif

Paragraf induktif memiliki beberapa ciri umum.

  • Diawali dengan penyebutan peristiwa-peristiwa khusus yang berfungsi sebagai penjelas dan merupakan pendukung gagasan utama.
  • Menarik simpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus itu.
  • Paragraf ini menggunakan konjungsi seperti “jadi”, “akhirnya”, “akibatnya”, “oleh karena itu”, “maka dari itu”, “berdasarkan uraian diatas”, “dengan demikian”, untuk menghubungkan kalimat pendukung dengan gagasan utama.

Contoh Paragraf Induktif

Ada banyak hal yang dapat dituangkan dalam kalimat induktif. Salah satunya mengenai akuntansi. Berikut ini adalah beberapa contoh paragraf induktif tentang akuntansi.

Contoh 1

Di dalam keluarga disiplin sangat diperlukan. Kedisiplinan juga merupakan awal sebuah prestasi di sekolah. Tidak hanya itu kedisiplinan di lingkungan akan membawa dampak yang baik untuk masyarakat. Ternyata kedisiplinan sangat penting di kehidupan kita.

Contoh 2

Sejak kecil kita sudah hidup di lingkungan keluarga. Kita dididik dan dirawat oleh ayah dan ibu yang sangat menyayangi kita. Tidak sedikit pula diantara kita yang memiliki kakad dan adik. Di sebuah keluarga kadang ada suatu masalah, namun masalah itulah yang jika kita selesaikan Bersama dapat membuat kita lebih menyayangi keluarga kita. Dan dari sanalah rasa nyaman yang kita dapatkan tumbuh dan tidak akan kita dapatkan di tempat lain.

Contoh 3

Kita tidak bisa menyiapkan segala kebutuhan hidup tanpa bantuan ibu. Mulai dari perlengkapan, makanan, dan kebutuhan lain dilakukan ibu tanpa pernah mengeluh. Hal tersebut semakin membuat kita sadar agar tidak membantah segala nasehat ibu dan menghargainya lebih baik lain. Ibu adalah sosok yang besar peranannya dalam sebuah keluarga. Sebaguan besar orang setuju dengan pernyataan itu.

Contoh 4

Bagus suka menolong dan ramah kepada siapa saja. Tidak seperti adiknya Dedi yang suka jahil kepada orang. Dedi lebih dikenal dengan kenakalannya bukan prestasinya. Itulah sesabnya mengapa mereka berdua mendapatkan perlakuan yang berbeda dari teman-temannya.

Contoh 5

Keluarga ku beranggotakan 4 orang, yaitu aku, ayah, ibu, dan seorang adik laki-laki. Ayahku berprofesi sebagai dokter dan dosen di satu Universitas Negeri di Bandung. Ibuku seorang apoteker di suatu pabrik farmasi, hampir setiap hari dia berurusan dengan obat-obatan. Adikku masih belajar di SMP, tepatnya kelas 2 SMP. Setiap akhir minggu, kita wajib berlibur atau bermain sekaligus menghilangkan penat setelah seminggu sibuk beraktifitas dengan kesibukan masing-masing. Oleh karena itu, keluarga adalah segalanya bagi kita, kita harus menghargai anggota keluarga kita.

fbWhatsappTwitterLinkedIn