Biologi

Polipeptida: Pengertian – Karakteristik dan Fungsinya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Salah satu zat penting penyusun tubuh makhluk hidup adalah protein yang merupakan suatu senyawa atau makromolekul yang berfungsi sebagai zat pembangun dan menggantikan sel-sel atau bagian tubuh yang rusak.

Protein sendiri tersusun atas senyawa-senyawa yang lebih kecil atau monomer yang dikenal dengan nama asam amino atau peptida. Karena protein tersusun dari banyak asam amino (peptida), maka protein disebut juga sebagai polipeptida.

Apa itu Polipeptida?

Polipeptida berasal dari gabungan dua kata, yaitu poli yang berarti banyak dan peptida atau asam amino. Polipeptida adalah rangkaian rantai linier dari beberapa peptida yang membentuk sebuah molekul protein.

Polimer polipeptida disusun dari hasil ikatan antara gugus karbosil (COOH) dengan gugus asam amino (peptida) melalui ikatan peptida. Polipeptida dibentuk melalui tahapan replikasi DNA.

Protein atau polipeptida sendiri dibentuk pada setiap sel makhluk dan organela yang dijalankan oleh ribosom. Ribosom merupakan organela penyintesa, yakni suatu organel sel yang berbentuk butiran-butiran halus yang mengambang bebas pada sitoplasma atau menempel pada retikulum endoplasma dengan jumlah mencapai ribuan unit.

Karakteristik Polipeptida 

Beberapa karakteristik atau ciri-ciri dari polipeptida adalah:

  • Polipeptida terbentuk dari rantai peptida yang panjang, kontinu, dan tidak bercabang.
  • Tersusun dari ikatan gugus karbosil dengan gugus asam amino (peptida)
  • Pada titik-titik tertentu, rantai polipeptida juga menempel ke samping.

Fungsi Polipeptida

Dalam tubuh makhluk hidup, polipeptida memiliki banyak fungsi antara lain:

  • Sebagai pengatur komunikasi antar sel tubuh sehingga sel-sel tubuh dapay menjalankan fungsinya dengan baik.
  • Sebagai transporter yang memungkinkan masuknya beberapa zat tertentu ke dalam sel melewati membran permeabelnya.
  • Sebagai biokatalis, yakni mempercepat berbagai reaksi kimia di dalam tubuh, seperti metabolisme, pencernaan makanan, sintesis komponen seluler, dan juga produksi energi.
  • Sebagai pembawa pesan atau informasi dari satu jaringan ke jaringan lain melalui darah.
  • Sebagai elemen yang membangun struktur tubuh, seperti memperkuat ikatan antara tulang dan otot.
  • Sebagai pengangkut berbagai jenis gas
  • Sebagai tempat penyimpanan beberapa jens zat.

Contoh Polipeptida 

Beberapa contoh polipeptida dalam tubuh makhluk hidup, antara lain:

1. Insulin

Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh organ pankreas dan berfungsi untuk mengubah glukosa menjadi energi dan menyimpannya.

Hormon insulin sangat penting pengaruhnya dalam kinerja metabolisme tubuh. Orang yang kekurangan hormon insulin bisa mengakibatkan terkena penyakit diabetes melitus (kencing manis). Sebaliknya ketika tubuh berlebihan dalam memproduksi insulin, maka akan menyebabkan terjadinya hiperglikemia dalam tubuh.

2. Gastrin

Gastrin adalah hormon yang dihasilkan oleh lambung dan berfungsi untuk merangsang sekresi getah lambung. Selain itu, gastrin juga menstimulasi gerakan otot lambung saat mencerna makanan.

3. Kalsitonin

Kalsitonin adalah salah satu contoh hormon polipeptida yang terbentuk dari rangkaian rantai linear sepanjang 32 asam amino (peptida). Kalsitonin dihasilkan oleh kelenjar tiroid dan berfungsi untuk menurunkan kadar kalsium dalam darah yang berlebih .

4. Glukagon

Glukagon adalah hormon yang merupakan lawan dari hormon insulin. Hormon yang dihasilkan di sel alpha pankreas ini berfungsi untuk menaikkan kadar gula dalam darah.

Ikatan Polipeptida 

Ikatan polipeptida terbentuk dari asam-asam amino yang bersambungan melalui ikatan peptida. Urutan atau sekuens asam amino dari suatu rantai menjadi struktur primer suatu protein tergambarkan melalui diagram berikut :