Sejarah

Revolusi Iran: Penyebab – Kronologi dan Dampak

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pengertian Revolusi Iran

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata revolusi sendiri dapat didefinisikan sebagai perubahan ketatanegaraan (pemerintahan atau keadaan sosial) yang dilakukan dengan kekerasan (seperti dengan perlawanan bersenjata).

Sementara Iran adalah sebuah negara yang berada di kawasan Benua Asia sebagai bagian dari negara Timur Tengah. Iran berbatasan dengan banyak negara, di antaranya Azerbaijan, Armenia, Pakistan, Afghanistan, Turki, Irak, dan daerah perairan, seperti Laut Kaspia dan Teluk Persia.

Revolusi Iran merupakan sebuah revolusi yang terjadi akibat perubahan sistem pemerintahan oleh Shah Mohammad Reza Pahlavi yang bisa disebut juga rezim Pahlevi dari yang sebelumnya monarki menjadi Republik Islam atas pimpinan Ayatullah Ruhollah Khomeini.

Tujuan Revolusi Iran

Tujuan dilakukannya revolusi ini adalah menjatuhkan pemerintahan yang dipimpin oleh Shah.

Permasalahannya memang tidak seperti revolusi pada umumnya yang terjadi karena kekalahan perang, krisis moneter, pemberontakan, atau ketidakpuasan militer.

Namun karena pemerintahan yang merubah tatanan kehidupan masyarakat akibat adanya westernisasi.

Penyebab Revolusi Iran

1. Kebijakan dan kesalahan politik yang dilakukan Shah

  • Kebijakan baru oleh Shah yang keras cenderung menyamakan diri dengan aturan di Barat (khususnya Amerika Serikat) meskipun akibatnya terjadi bentrokan dengan umat muslim syiah di Iran.
  • Berbagai perubahan terhadap tradisi Islam. Misalnya penggunaan kalender kekaisaran yang menggunakan awal pemerintahan Cyrus Agung sebagai hari pertama dari yang sebelumnya menggunakan kalender hijriah dan hari hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.
  • Pemborosan, korupsi, dan elitisme dari kebijakan Shah dan orang-orang yang berada di dalam istana.
  • Sikap antagonisnya terhadap orang-orang yang sebelumnya apolitis terkait masalah politik, ekonomi, dan agama dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Kegagalan dalam mempersiapkan dan melatih pasukan keamanan dalam menghadapi protes serta demonstrasi.

2. Kegagalan dan keberhasilan kekuatan politik atau budaya Iran yang lain

  • Rasa percaya diri, kharisma, serta kemampuan Ayatollah Khomeini untuk menarik masa dengan menjadikan dirinya pengikut jejak Imam Syiah, Husain bin Ali yang banyak disukai.
  • Kecerdasan dan energi dari orang-orang Khomeini di Iran yang dapat mengecoh pasukan keamanan Shah dan justru mendapat dukungan atas taktiknya, seperti meyakinkan masyarakat bahwa sistem keamanan Shah lebih brutal.
  • Adanya Siklus 40 Hari (arba’een) yang dilakukan oleh masyarakat Syiah di mana setiap 40 hari mereka akan memprotes kematian pengunjuk rasa sebelumnya sehingga dapat memperkuat dan menyebarkan sentimen anti-Shah selama berbulan-bulan.

3.Kegagalan dan keberhasilan serangan dari pihak asing

  • Peraturan yang ditetapkan pemerintah Amerika membuat Shah terkesan menjadi boneka Amerika saja.
  • Berkurangnya dukungan untuk Shah di antara politisi dan media Barat, khususnya yang berada di bawah pemerintahan Presiden AS saat itu, Jimmy Carter sebagai akibat dari dukungan Shah untuk kenaikan harga minyak OPEC.
  • Adanya dugaan bahwa Amerika dan pihak asing lainnya berkhianat.

Kronologi Revolusi Iran

1. Mulai ada percikan masalah

  • 6 Januari 1978: Surat kabar Iran, Ettela’at mempublikasikan editorial halaman depan yang meremehkan Ayatollah Ruhollah Khomeini yang laporannya ditulis oleh pengadilan kerajaan atas arahan Shah.
  • 9 Januari 1978: Lokasi bazaar yang digunakan untuk seminar terbesar di Iran ditutup sebagai bentuk protes pencemaran nama baik terhadap Khomeini. Ribuan pemrotes menyerang simbol monarki.
  • Maret – May: Protes, tekanan, kekerasan, serta kebiasaan di pagi hari terus terjadi di puluhan kota di Iran.
  • 7 Juni 1978: Shah menggantikan Jenderal Nematollah Nassiri dan memerintahkan pembebasan 300 ulama yang ditahan.
  • 20 Juni 1978: Protes meletus di Masyhad setelah seorang ulama meninggal dalam kecelakaan di jalan.
  • 9-10 Agustus 1978: Penahanan seorang ulama menyebabkan kerusuhan di Isfahan dan dengan cepat menyebar ke Shiraz, Qazvin, Tabriz, dan daerah lain. Festival Seni Shiraz juga dibatalkan dan sekitar 100 orang meninggal dunia.

2. Revolusi terjadi

  • 19 Agustus 1978: Terdapat pembakaran sinema Rex di Abadan secara sengaja dan menyebabkan 477 orang Iran tewas. Kelompok oposisi menyalahkan SAVAK atas peristiwa tersebut, tetapi ada seorang islamis yang mengaku.
  • 8 September 1978: Shah mengumumkan darurat militer dan pasukan keamanan menembaki peserta protes di Lapangan Jaleh, Teheran sehingga menyebabkan sekitar 100 orang tewas dan dikenal sebagai “Black Friday”.
  • 3 Oktober 1978: Shah memberi perintah untuk mendeportasi Khomeini. Khomeini akhirnya tinggal di Prancis dan justru mendapat manfaat dari akses dan perhatian media yang jauh lebih besar.
  • 10-11 Desember 1978: Jutaan masyarakat Iran melakukan protes di seluruh bagian negara mendorong turunnya Shah dan kembalinya Ayatollah Ruhollah Khomeini.
  • 12 Januari 1979: Di Paris, Ayatollah Khomeini membentuk Revolutionary Council untuk mengkoordinasikan transisi pemerintahan.

3. Periode diskontinuitas sebagai jeda ke pemerintahan berikutnya

  •  16 Januari 1979: Shah dan keluarganya seolah-olah berlibur dengan pergi ke Mesir. Ia menyampaikan pada PM Bakhtiar bahwa ia menyerahkan Iran kepadanya.
  • 1 Januari 1979: Khomeini kembali ke Iran dan disambut oleh jutaan masyarakat di jalan Kota Tehran.
  • 10 Februari 1979: PM Bakhtiar mengumumkan jam malam dan darurat militer di seluruh negeri. Namun, Khomeini memerintahkan pengikutnya untuk tetap melakukan revolusi nasional.
  • 11 Februari 1979: Angkatan bersenjata menyatakan netralitas dan runtuhlah sisa-sisa pemerintahan Shah. Bakhtiar melarikan diri ke Prancis, tetapi kemudian dibunuh oleh agen-agen Iran pada tahun 1991.

4. Pemerintahan sementara

  • 14 Februari Kedutaan Besar AS di Teheran diserang oleh banyak orang, tetapi akhirnya massa berhasil dihentikan Menteri Luar Negeri Iran, Ibrahim Yazdi.
  • 30-31 Maret 1979: Referendum untuk menyatakan dukungan bahwa Iran harus menjadi “Republik Islam”.

5. Krisis sandra dan akhir revolusi

  • 6 November 1979: Para pemimpin pemerintah sementara Iran mengundurkan diri dan menyerahkan otoritas pada Khomeini dan Dewan Revolusi.
  • 7 November 1979: Jimmy Carter mengirimkan utusan untuk merundingkan pembebasan sandera, tetapi ditolak.
  • 20 Januari 1981: Orang AS yang disandera akhirnya dibebaskan setelah Teheran dan Washington menyelesaikan Kesepakatan Aljir. Perjanjian tersebut mencairkan aset Iran, mencabut sanksi AS lainnya terhadap Iran, dan membentuk pengadilan untuk mengadili miliaran dolar klaim keuangan antara kedua negara.

Dampak Revolusi Iran

  • Hasil revolusi

Dilaksanakan sebuah referendum bagi rakyat Iran dan mereka memilih untuk mendirikan Republik Islam, yakni sebuah konstitusi baru yang dibentuk dan sekaligus dipimpin oleh Ayatollah Khomeini sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Iran.

  • Bagi dunia internasional

Sumber dari revolusi ini bukanlah masalah ekonomi karena masyarakat Iran relatif sedang menikmati kemakmuran ekonomi. Namun, revolusi ini dianggap sebagai satu-satunya cara untuk memblokir pengaruh Barat ke negara mereka.