Sitosol: Pengertian – Sifat dan Fungsinya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Setiap organisme di bumi terdiri dari sel-sel yang dimana fungsinya ditentukan oleh organel masing-masing dan dukungan struktural organel akan disediakan oleh komponen seluler utama yang disebut dengan sitosol.

Apa itu Sitosol?

sitosol

Sitosol merupakan cairan yang terletak di dalam sel dengan mayoritas cairan intraseluler dan dipisahkan oleh membran di kompartemen yang berbeda.

Sitosol pertama kali ditemukan oleh H.A. Lardy pada tahun 1965, dimana mengacu pada cairan yang dihasilkan pemecahan sel dan granulasi pada semua komponen yang tidak larut dengan cara ultrasentrifugasi.

Selain itu sitosol merupakan campuran kompleks zat yang dilarutkan dalam air namun struktur dan sifatnya di dalam sel belum dipahami dengan baik.

Sitosol juga mengandung sejumlah besar makromolekul yang dapat mengubah perilaku molekul melalui aglomerasi makromolekul.

Meskipun begitu, sitosol memiliki banyak tingkat organisasi, dimana terdapat tingkatan gradien konsentrasi molekul kecil seperti kalsium.

Dalam sel eukariotik, sitosol dapat ditemukan di dalam membran sel dan termasuk di dalam sitoplasma namun tidak mencakup cairan internal atau struktur organel.

Sifat Sitosol

Sifat sitosol dapat dibedakan berdasarkan sifat fisika, biologis dan kimia, yaitu:

Sifat Fisika

  • Memiliki cairan yang seperti jelly.
  • Memiliki kemampuan molekul menghantarkan arus listrik atau bersifat elektrolit.
  • Bergerak secara gerak matrik sitoplasma yang berupa arus melingkar atau gerak siklosis.
  • Kemampuan pada matriks sitoplasmanya memantulkan cahaya atau efek tyndall.
  • Serta matriks sitoplasma dapat bertindak sebagai larutan penyangga atau buffer.
  • Memiliki gerak brown yang bergerak acak partikel penyusun koloid.
  • Memiliki tegangan di permukaan.

Sifat Biologis

  • Dapat mengenali rangsang atau irritabilitas.
  • Dapat mengantarkan rangsang atau sebagai konduktivitas.

Sifat Kimia

  • Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh sachs, protoplasma disusun oleh unsur-unsur C, H, O, N, S, P, K, Ca, Mg, Fe, Na, Cl, dan I.
  • Berdasarkan senyawa anorganik yang menyusun protoplasma yaitu air dan garam.
  • Berdasarkan senyawa organik yang menyusun protoplasma yaitu karbohidrat, lemak, dan protein.

Fungsi Sitosol

Berikut ini beberapa fungsi dari sitosol, yaitu:

  • Sebagai tempat untuk sejumlah proses intraseluler seperti transduksi sinyal.
  • Sebagai tempat untuk sejumlah aktivitas enzimatik karena sering membutuhkan tingkat pH tertentu.
  • Untuk memberikan dukungan struktural bagi organel.
  • Sebagai lokasi dari banyaknya proses sitokinesis setelah pemecahan membrane nucleus dalam mitosis.
  • Untuk mengangkut metabolit dari tempat produksi ke tempat digunakan.
  • Sebagai sumber bahan kimia bagi sel karena didalamnya terdapat senyawa organik terlarut, ion gas, molekul kecil dan besar yang membentuk koloid.
  • Sebagai tempat sebagaian besar metabolism pada prokariota dan eukariota.
  • Sebagai penyelenggara respons intraseluler global yang hebat.

Komposisi Sitosol

Sitosol memiliki komposisi utama yang terdiri dari air, molekul kecil, molekul besar dan ion terlarut.

Air dapat membentuk sekitar 70% dari total volume sitosol, sehingga pH sitoplasma dapat berkisar 7,0 -7,4.

Namun pada molekul-molekul kecil, difusi melalui sitosol dapat melambat empat kali lipat.

Pada ion terlarut seperti konsentrasi ion kalsium di sitosol serendah <0,0002 mM sehingga memungkinkan ion kalsium untuk melakukan utusan kedua di jalur sinyal.

Sedangkan pada makromolekul yang bermuatan realitf besar seperti protein dan asam nukleat, jumlah protein yang dilarutkan ke dalam sitosol sekitar 200 mg/mL.

Dimana filamen aktin dapat ditemukan di sitosol dan membentuk jaringan sitoskleton.

Jaringan filamen dan konsentrasi makromolekul yang lebih tinggi dapat menyebabkan efek crowding makromolekul di dalam sitosol sehingga dapat mengubah sifatnya dari larutan ideal.

fbWhatsappTwitterLinkedIn