7 Contoh Teori Fungsional dalam Perubahan Sosial

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dalam kehidupan masyarakat, terdapat banyak hal yang dapat dikaji, terutama karena kehidupan sosial selalu mengalami perubahan dan perkembangan dari waktu ke waktu. Menurut Bagja Waluya dari buku bertajuk “Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah”, kehidupan masyarakat yang mengalami perubahan (bisa dalam bentuk material dan/atau nonmaterial) disebut dengan perubahan sosial.

Salah satu teori yang dijumpai dalam pembahasan kehidupan sosial yang dinamis adalah teori, yakni penggambaran dan penjabaran perilaku masyarakat yang memiliki susunan sistematis dan yang merupakan dampak dari tindakan seseorang.

Keberadaan teori fungsional adalah untuk membantu menjelaskan tentang perubahan sosial dalam masyarakat, terutama ketika seseorang atau suatu kelompok bertindak sesuatu yang kemudian memicu suatu perkembangan dalam kehidupan sosial.

Teori fungsional juga menunjukkan bahwa terjadinya perubahan sosial yang akan selalu ada pada zaman apapun kita ada sangat mampu memengaruhi masyarakat. Sikap dan reaksi masyarakat terhadap perubahan tersebut beragam, mulai dari menerima dengan cepat, menolak, membiarkan atau bahkan meninggalkannya bila dirasa tidak bermanfaat, atau bisa juga menerima dalam waktu yang lama.

Berikut contoh teori fungsional dalam perubahan sosial yang sebenarnya bisa kita jumpai sehari-hari di sekitar kita.

1. Sekolah

Sekolah merupakan salah satu bentuk perubahan sosial yang mengubah status pendidikan dan keterampilan seseorang. Adanya sekolah adalah sebagai wadah pembekalan keterampilan bagi para siswanya sehingga saat lulus dari sekolah tersebut para siswa ini dapat memperoleh pekerjaan yang layak.

Tidak sekadar memperoleh pekerjaan, keterampilan yang dimiliki pun dapat menjadi sebuah modal untuk mendirikan usaha mereka sendiri demi menafkahi diri sendiri maupun menafkahi keluarga mereka. Pemerintah mendukung perkembangan sekolah dan pendidikan dengan adanya program magang hingga adanya mata pelajaran kewirausahaan yang akan berguna bagi individu manapun yang berpartisipasi di masa depan.

2. Agama

Keberadaan agama untuk setiap individu peluk merupakan sebuah pengendali dalam kehidupan manusia yang penuh cela. Agama apapun selalu mengajarkan yang baik kepada penganutnya dan hal ini menjadi satu faktor yang mampu mendukung norma-norma sosial untuk mengatur masyarakat dalam berperilaku dan bersikap.

Ajaran agama manapun menyatakan bahwa beberapa hal seperti berbohong, mencuri, membunuh, dan tidak menghormati orang tua adalah suatu dosa. Meski manusia beragama tidak serta-merta bersih dari dosa dan hidup suci sepenuhnya, masih banyak orang yang berhasil hidup benar atas dasar ajaran agama yang mereka yakini sehingga menjaga kerapian tatanan masyarakat.

3. Alat Kontrasepsi

Pada awal keberadaan alat kontrasepsi, tidak sedikit dari masyarakat yang tidak setuju mengenai penggunaan maupun tujuan pemakaiannya. Padahal pada zaman alat kontrasepsi diperkenalkan, alat ini diumumkan efektif sebagai pengendali pertumbuhan penduduk.

Sekalipun memberi pengertian kepada masyarakat akan manfaat dan tujuannya yang baik, perubahan seperti ini tidak mudah diterima. Tidak sekadar tidak menyetujui, masyarakat sempat melakukan penolakan terhadap alat kontrasepsi. Alasan dibalik penolakan tersebut berkaitan dengan hak asasi maupun keyakinan yang mereka peluk.

Namun semakin edukasi mengenai alat kontrasepsi menyebar lebih luas, masyarakat ini lebih memahami dan menyadari arti pentingnya penggunaan alat kontrasepsi demi kesehatan mental para pasangan yang telah menjadi orang tua serta menstabilkan kondisi ekonomi.

4. Lembaga Pemerintahan

Perubahan sosial juga terjadi pada lembaga pemerintahan di Indonesia di mana dalam hal ini pun dapat terlihat teori fungsional di dalamnya. Indonesia pernah menganut demokrasi parlementer di mana sistem pemerintahan ini melibatkan pemilihan oleh rakyat untuk anggota/badan legislatif sebagai pemegang kekuasaan politik.

Sistem pemerintahan parlementer lebih kepada kekuasaan sepenuhnya ada pada perdana menteri karena ia merupakan kepala pemerintahan. Meski demikian, raja atau presiden tetap menduduki posisi sebagai kepala negara.

Namun tidak lama setelah itu, sistem pemerintahan presidensial menggantikan sistem pemerintahan parlementer, khususnya usai kemerdekaan Indonesia dinyatakan. Perubahan ini cukup signifikan, sebab presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, sehingga artinya tidak ada lagi perdana menteri yang menjadi kepala pemerintahan.

Sementara itu, rakyat memegang kekuasaan penuh  dalam politik dan dalam pemilihan kepala negara; pemilihan tersebut dilakukan bisa melalui badan perwakilan rakyat ataupun secara langsung. Lembaga pemerintahan tidak hanya berubah dari segi bentuk kekuasaan presiden yang semula hanya kepala negara.

Namun kemudian, sekaligus menjadi kepala pemerintahan dan partisipasi rakyat yang semula tidak penuh dan kemudian menjadi penuh. Pada pemerintahan parlementer, sistem ini memakan biaya lebih sedikit dalam penyelenggaraan pemilihan umum oleh rakyat, sedangkan pada pemerintahan presidensial biaya yang dibutuhkan lebih besar.

5. Konflik

Konflik merupakan suatu situasi dan kondisi yang kerap kali perlu dicegah atau dihindari agar tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk dari segi material maupun nonmaterial. Meski konflik adalah suatu hal yang tidak diinginkan, bahkan di dalam masyarakat, konflik tidak selalu berujung pada hal buruk dan merugikan.

Konflik yang terlihat melalui beberapa tindakan kalangan masyarakat tertentu justru berakhir dengan penyelesaian yang positif, salah satunya adalah demonstrasi para buruh dalam tuntutan kepada pemerintah untuk menaikkan gaji mereka.

Penyuaraan aspirasi ini kerap dianggap cukup mengganggu, terutama ketika tiba tanggal 1 Mei (Hari Buruh Dunia), namun demonstrasi ini memperoleh hasil yang baik bagi yang berkepentingan.

6. Pembangunan Jalan Tol

Teori fungsional dalam perubahan sosial juga dapat terlihat pada pembangunan jalan, entah itu jalan raya ataupun jalan tol. Jalan tol kini telah dibangun di banyak wilayah di Indonesia yang menunjukkan bahwa pemerintah begitu peduli terhadap kehidupan masyarakat sekalipun pembangunan ini juga merupakan cara pemerintah dalam meningkatkan ekonomi negara.

Pembangunan jalan tol memang dilakukan agar beban dana pemerintah dapat teringankan berkat pengguna jalan yang terlibat melalui pembayaran saat menggunakan jalan tol, namun masyarakat sendiri tetap bisa mengambil manfaat dari adanya jalan tol ini. Mobilitas kendaraan yang lebih cepat, peningkatan keamanan, hingga kelancaran lalu lintas adalah fungsi jalan tol dalam masyarakat.

7. Media Sosial

Teori fungsional dalam perubahan sosial ditunjukkan pula dari keberadaan media sosial yang kini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mampu memberi saran dan kritik kepada lembaga pemerintahan. Zaman sebelum adanya internet dan media sosial, masyarakat lebih banyak mengadakan demonstrasi dengan cara mengumpulkan banyak anggota.

Dan juga membentuk kelompok dan berdiri di depan gedung pemerintahan sambil membawa papan bertuliskan protes masyarakat tentang hal tertentu dan berteriak-teriak. Kini dengan adanya media sosial sebagai bagian dari perkembangan teknologi dan informasi, masyarakat bebas mengritik maupun memberi saran secara langsung kepada pemerintah daerah maupun pusat.

Pemerintah sendiri pun kini memiliki akun media sosial untuk dapat berkomunikasi langsung dengan rakyatnya. Hal ini memudahkan dalam menyampaikan aturan dan kebijakan baru kepada masyarakat maupun menerima aspirasi dan keluhan rakyat secara terbuka.

fbWhatsappTwitterLinkedIn