Enkulturasi: Pengertian – Proses dan Contohnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Setiap karakter manusia dapat terbentuk melalui lingkungan beserta dengan kebudayaan yang berkembang di sekitarnya. Hal itu dikarenakan pengaruh perkembangan budaya tentunya akan berdampak langsung. Karakter dan jati diri yang telah terbentuk tentunya akan terus terbawa di setiap kehidupannya.

Proses ini dinamakan dengan proses enkulturasi. Yang mana semua kebudayaan atau nilai budaya yang berkembang di sekitarnya, perlahan diserap dan dipelajari. Hal tersebut lama kelamaan tentunya akan masuk menjadi karakter dan jati diri yang sudah melekat dan tidak dapat diubah.

Tidak lain dan tidak bukan, hal itu dikarenakan perkembangan budaya selalu dipandang dan terlihat secara berulang ulang. Tahukah kalian apa itu pengertian enkulturasi? Dan apa saja media yang diperlukan untuk menyampaikan proses enkulturasi ini?

Berikut merupakan penjelasan mendetail mengenai enkulturasi.

Pengertian Enkulturasi

Pengertian Secara Umum

Secara etimologis, enkulturasi berasal dari bahasa inggris. Yang mana berasal dari kata enculturation. Kata tersebut bermakna pembudayaan. Apabila dilihat secara keseluruhan dari makna tersebut, enkulturasi merupakan suatu proses pengkajian mengenai nilai nilai kebudayaan yang telah melekat pada kehidupan seseorang.

Dapat dikatakan melekat, karena kebudayaan tersebut telah dipelajari secara berulang ulang sejak kecil. Kondisi itupun tentunya didukung dengan letak wilayah yang sangat kental dengan penerapan nilai tradisinya. Maka, tak jarang apabila sebagian nilai dari kebudayaan tersebut perlahan menjadi salah satu karakter dan jati diri manusia.

Hal ini tentunya tidak dapat ditampikan lagi, terlebih di setiap wilayah tentunya ada kebudayaan dan nilai tradisi yang berkembang. Yang mana secara tidak langsung kita sudah terikat dan dipaksa untuk mematuhinya. Hal itu tentunya lama kelamaan akan berkembang menjadi sebuah kebiasaan yang mendarah daging.

Pengertian Menurut Para Ahli

Untuk menambah pengetahuan kita mengenai enkulturasi. Adapun beberapa pendapat para ahli yang berkaitan dengan pengertian dari proses enkulturasi ini.

  • Menurut Havilland (1988), enculturation merupakan penerapan pendidikan oleh seseorang yang bermula dari tradisi masyarakat yang berkaitan dengan perlindungan atau papan dan pangan. Penerapan pendidikan ini pada anak akan membuat anak saat dewasa nanti memiliki personality yang baik.
  • Menurut Koentjaraningrat, enkulturasi adalah sistem pembelajaran dan penyesuaian  nalar dan sikap pada peraturan, norma dan  adat istiadat yang ada telah berkembang dalam kultur individu dan lingkungan sekitarnya.
  • Menurut Peter Poole (2002), Enkulturasi mengacu pada proses belajar suatu budaya yang terdiri dari pengetahuan yang didistribusikan secara sosial dan dibagikan dalam wujud persepsi, pemahaman, perasaan, niat, dan orientasi yang menginformasikan dan membentuk imajinasi dan pragmatik kehidupan sosial.
  • Menurut M.J.Herskovits, enkulturasi ialah sebuah proses dimana seseorang dengan sadar ataupun tak sadar, mengekplorasi semua kultur yang berkembang dalam kehidupan masyarakatnya.
  • Menurut E. Adamson Hoebel, Enkulturasi merupakan situasi dimana individu dengan sadar maupun tanpa sadar dapat mengakulturasikan budaya dan memasukkan nilai budaya tersebut dalam kehidupan masyarakat.

Fungsi Enkulturasi

Adapun beberapa fungsi yang diidentifikasi dari proses enkulturasi yang dialami oleh setiap masyarakat. Berikut merupakan fungsi dari proses enkulturasi.

  • Sosialisasi Nilai
    Enkulturasi merupakan suatu bentuk pembelajaran yang dilakukan secara berkesinambungan oleh masyarakat terhadap kebudayaan yang ada. Tentunya secara tidak langsung, enkulturasi ini memberikan masyarakat pengetahuan dan perkenalan yang jelas dan mendetail mengenai nilai kultur yang telah berkembang.
  • Identitas Sosial
    Kebudayaan yang telah berkembang disekitar masyarakat, tentunya akan memberikan pengaruh secara langsung terhadap tindakan dan pola berperilaku seseorang. Hal itu dikarenakan secara tidak langsung, mereka yang tinggal disuatu tempat diharuskan untuk menggunakan norma dan kebudayaan yang sudah berkembang di wilayah tersebut. Sehingga nantinya norma dan kebudayaan yang ditaati akan berkembang menjadi sebuah kebiasaan yang tidak dapat ditinggalkan. Kebiasaan itulah yang menciptakan suatu karakter dan identitas sosial suatu suku, agama, ataupun wilayah lainnya.

Media Enkulturasi

Enkulturasi ini tentunya membutuhkan wadah untuk dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat. Wadah itu seringkali disebut dengan media enkulturasi. Berikut merupakan media yang dijadikan sarana proses enkulturasi.

Proses Enkulturasi

Proses enkulturasi berawal sejak tumbuhnya rasa keingintahuan seseorang terhadap kebudayaan yang telah berkembang di sekitarnya. Namun, enkulturasi juga dapat disebabkan karena tuntutan lingkungan untuk dapat menyelaraskan segala bentuk sikap dan tindakan sesuai dengan hukum adat, norma, dan nilai budaya yang telah berkembang.

Tentunya, pertama kali seseorang mengenal proses enkulturasi ini ketika ia masih balita. Yang mana ia memiliki kecenderungan untuk meniru semua tindakan yang dilihat dan diperhatikannya. Tindakan yang diperlihatkan kepadanya akan terus dicerna dan diperhatikan dengan baik.

Sehingga semakin lama, akan muncul sebuah kebiasaan yang mengharuskannya melakukan tindakan tindakan yang bersesuaian dengan norma yang ada.

Tidak hanya itu, tuntutan dari rasa keingintauan yang tinggi juga menjadi faktor pendorong terbesar seseorang melakukan pengkajian terhadap kebudayaan yang berkembang.

Contoh Enkulturasi

Berikut ini merupakan contoh dari penerapan enkulturasi di kalangan masyarakat.

  • Munculnya kebiasaan untuk melakukan sarapan bersama sebelum memulai kegiatannya masing masing.
  • Adanya kebiasaan untuk tidur siang yang mana hal tersebut dilakukan untuk menjaga keteraturan jam tidur dari sang anak.
  • Adanya anjuran untuk tidak keluar rumah saat magrib.
  • Pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganergaraan kepada setiap murid yang masih berada di jenjang persekolahan.
  • Peilaku dari Suku Baduy yang terus menutup diri terhadap pengaruh dunia luar demi menjaga keaslian kebudayaannya.

Dampak Kegagalan dari Proses Enkulturasi

Apabila seseorang merasa gagal dalam melakukan proses enkulturasi tersebut, tentunya akan meninggalkan rasa canggung dan rasa ketidakcocokan. Ketidakcocokan yang ditimbulkan berasal dari perbedaan pola pemikiran yang berasal dari diri sendiri dengan norma yang sudah berkembang dalam masyarakat.

Hal tersebut tentunya akan berdampak pada ketidaknyamanan dan timbulnya rasa untuk selalu melakukan tindakan yang bersesuaian dengan pemahaman pribadi, walaupun nantinya bertentangan dengan norma dan nilai budaya yang telah berkembang.

fbWhatsappTwitterLinkedIn