Bahasa Indonesia

Majas Simile : Pengertian beserta Ciri dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Penggunaan majas atau sering disebut gaya bahasa sangat penting dan memegang peranan dalam komunikasi dan karya sastra. Misalnya, jenis gaya bahasa dalam puisi akan memberikan makna yang berbeda dalam puisi.

Selain itu, macam-macam gaya bahasa dalam cerpen juga berpengaruh penting dalam penyusunan alur cerita dari cerpen tersebut. Itulah sebabnya majas itu terbagi dari berbagai jenis majas.

Majas terbagi menjadi beberapa kelompok yaitu macam majas sindiran, contohnya seperti majas penegasan, majas perbandingan, dan majas pertentangan.

Dalam setiap kelompok dibagi menjadi beberapa jenis, misalnya majas perbandingan. Majas perbandingan terbagi menjadi majas metafora, majas personifikasi, majas asosiasi, majas hiperbola , majas simile, dan lain sebagainya.

Kali ini kita akan membahas salah satu jenis majas dari kelompok majas perbandingan yaitu majas simile.

Pengertian

Majas simile adalah salah satu jenis majas dari majas perbandingan. Tetapi, majas ini juga sering dikaitkan dengan macam majas perumpamaan. Mengapa? Sebelum menjawabnya, terlebih dahulu akan dijelaskan pengertian dari majas simile dimana terdiri dari dua kata majas dan simile.

Kata simile berasal dari bahasa latin yang memiliki arti yaitu seperti atau ibarat. Jadi, secara umum majas simile adalah suatu gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara jelas dan berbeda sifatnya. Majas ini disampaikan secara eksplisit.

Majas ini juga sering dikaitkan dengan majas perumpamaan karena dalam majas ini menggunakan perumpamaan dalam membandingkan dua hal tersebut. Tetapi, majas ini memiliki perbedaan dengan majas karena majas perumpamaan membandingkan secara implisit sedangkan majas ini secara eksplisit.

Ciri-ciri

Majas simile memiliki ciri-ciri khusus dalam membandingkan dua hal. Ciri-ciri inilah yang membedakan cara pembanding majas ini dengan majas perbandingan lainnya. Dan ciri-ciri ini juga yang membuat majas ini seperti majas perumpamaan. Majas ini menggunakan kata-kata penghubung yaitu :

  • Laksana,
  • Bagaikan,
  • Seperti,
  • Semisal,
  • Serupa.

Contoh

Beberapa contoh kalimat dengan majas simile adalah sebagai berikut :

  1. Kami tidak berani menghadap ayah saat ayah sedang marah karena amarahnya bagaikan singa yang sedang menanti mangsa.
  2. Walaupun hotel ini memiliki harga yang murah tetapi pelayanannya seperti hotel berkelas tinggi.
  3. Kedua anak itu sangat mirip bagaikan pinang dibelah dua.
  4. Cinta mereka kekal laksana kisah cinta Rama dan Sinta.
  5. Sinta tidak pernah bisa menentukan suatu pilihan dan selalu berubah-ubah serupa dengan air yang berada di daun talas.
  6. Putri dan Ayu selalu bertengkar setiap hari semisal seekor anjing dan kucing.
  7. Semua mata tertuju pada wanita itu yang memiliki badan bagaikan gitar Spanyol.
  8. Rita berjalan sungguh lamban semisal kura-kura yang sedang berjalan.
  9. Perkatannya sungguh tajam bagaikan sembilu menyayat hatiku.
  10. Ratih terkenal sebagai anak yang garang laksana seekor singa yang sedang marah.
  11. Susi menjadi orang yang sombong karena kaya raya seperti kacang lupa kulitnya.
  12. Gigi adik sungguh kuning seperti emas 24 karat karena dia sangat malas untuk menyikat giginya.
  13. Tubuh Anto bagaikan tiang listrik yang menjulang tinggi.
  14. Kulitnya bagaikan dilumuri susu karena dia berada dirumah sepanjang bulan.
  15. Rumah Rita sungguh sangat besar dan mewah seperti sebuah istana.
  16. Hubungan Anita dan Indra tidak dapat dilanjutkan lagi, karena mereka tidak dapat disatukan laksana langit dan bumi.
  17. Doni sungguh sangat ganas semisal monster, sehingga tidak ada yang berani mendekatinya.
  18. Senyumnya sungguh cerah serupa mentari yang sedang bersinar.
  19. Aku terbangun dari tidurku ketika mendengar dengkurannya bagaikan pesawat yang akan landas.
  20. Gadis remaja belia itu sama laksana bunga mawar yang baru mekar.

Demikian penjelasan tentang pengertian majas simile dan contohya. Semoga semua pembaca dapat memahami setelah membacanya!