IPS

11 Mata Uang Negara di Asia Tenggara

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Negara-negara di wilayah Asia Tenggara terbagi atas Asia Tenggara Daratan dan Asia tenggara Maritim. Asia Tenggara Daratan yaitu negara-negara yang berada di semenanjung Indochina serta semenanjung Malaka, sedangkan Asia Tenggara Maritim adalah negara-negara yang terdiri atas kepualauan.

Indonesia sendiri adalah negara Asia Tenggara Maritim bersama Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Timor Leste. Sebagian wilayah Malaysia ada juga yang berada di wilayah Asia Tenggara Daratan. Total ada 11 negara yang berada di wilayah Asia Tenggara, Timor Leste adalah negara paling muda di Asia Tenggara.

Peranan negara-negara di Asia Tenggara tak bisa lepas dari perekonomian dan perdagangan dunia dan secara khusus bagi negara-negara anggota ASEAN, namun hingga saat ini Timor Leste belum tercatat sebagai anggota negara ASEAN.

Meskipun sebagaian besar negara di Asia Tenggara masih dalam kategori negara berkembang, namun ada 5 negara di dalam Asia Tenggara yang mengalami pertumbuhan ekonomi sangat pesat.

Disebut-sebut sebagai Tiger Cub Economics, Vietnam, Indonesia, Thailand, Filipina dan Malaysia, ke-5 negara tersebut mampu meningkatkan komoditas ekspor yang ditargetkan dapat bersaing dengan Singapura, Taiwan, Korea Selatan dan Hongkong, atau disebut juga dengan Empat Macan Asia.

Setiap negara memiliki mata uangnya sendiri, nilainya pun berbeda-beda, tergantung pada kondisi sebuah negara. Nilai mata uang ini menjadi alat transaksi di dalam negeri.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi nilai mata uang negara di Asia Tenggara, namun kondisi perekonomian sebuah negara berkaitan erat dengan nilai mata uang terhadap nilai valuta asing, dalam hal ini perbandingan internasionalnya dengan nilai dolar Amerika Serikat.

Berikut adalah mata uang tiap-tiap negara yang berada di wilayah Asia Tenggara

1. Indonesia (Rupiah)

Mata uang negara kita adalah Rupiah, dengan kode mata uang yang dikenal IDR, mata uang resmi ini diambil dari bahasa India yang artinya perak. Nilai mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika saat ini kurang lebih Rp 14.290, nilai dolar Amerika selalu berubah-ubah dan hal ini akan berpengaruh terhadap nilai mata uang Rupiah.

Rupiah memiliki 2 jenis uang yaitu uang logam dan uang kertas, nilai terendah uang logam yaitu Rp.100 dan tertinggi yang dicetak berupa uang kertas sebesar Rp 100.000.

Nilai Dollar Amerika Serikat sendiri sering berubah-ubah dan tidak menentu, hingga sekarang nilai 1 Dollar Amerika Serikat sama dengan Rp14.290.

Hal tersebut tentu membuat Indonesia masuk dalam jajaran mata uang terendah di Asia Tenggara. Mata uang rupiah sendiri terdiri dari 2 jenis, yaitu mata uang logam dan juga mata uang rupiah.

Mata uang logam nominalnya dimulai dari Rp100 hingga Rp500, sedangkan uang kertas nominalnya dimulai dari Rp1000 hingga Rp100.000

2. Malaysia (Ringgit)

Ringgit adalah mata uang negara Malaysia, kode mata uang Ringgit adalah MYR dengan asumsi 1 ringgit sama dengan Rp 3.315, nilai mata uang Ringgit juga fluktuatif bergantung dollar Amerika.

Nama mata uang Ringgit diambil dari sebutan uang perak yang memiliki sisi bergigi dari Spanyol, zaman dahulu uang perak tersebut digunakan sebagai alat transaksi di wilayah yang sangat luas.

Sama seperti pada umumnya, Ringgit dicetak dalam bentuk uang logam dan uang kertas, nominal terkecil uang logam Ringgit yaitu 1 sen dan uang kertas nilai tertinggi RM 100.

3. Singapura (Dolar Singapura)

Singapura adalah negara paling maju di Asia Tenggara, negara yang berbatasan dengan Indonesia ini menggunakan mata uang dolar singapura dengan simbol S$ dan kode mata uang SGD. Nilai mata uang singapura memiliki kurs tertinggi dan terkuat di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Otoritas Moneter Singapura mencetak uang dalam bentuk logam dan uang kertas, uang logamnya paling rendah 1 sen dan paling tinggi S$ 1, sedangkan uang kertasnya senilai S$ 2 paling rendah dan tertinggi S$ 10.000. Untuk saat ini nilai mata uang Rupiah terhadap dolar singapura kurang lebih S$ 1 sama dengan Rp 11.000.

4. Brunei Darussalam (Brunei Dollar)

Sebagai negara yang kaya Brunei memiliki nilai mata uang yang cukup tinggi setara dengan Singapura, mata uangnya disebut dolar Brunei (B$) dengan kode mata uang BND. Nilai mata uang Brunei setara dengan 1 dolar singapura.

Bentuk mata uang dolar Brunei dicetak berupa uang kertas dan uang logam atau koin. Nilai 1 dolar Brunei saat ini kurang lebih setara dengan 11 ribu Rupiah.

5. Thailand (Baht Thai)

Thailand memiliki nilai mata uang resmi yang disebut Baht. Uniknya sebelum menggunakan mata uang Baht, Thailand pernah menggunakan uang koin yang terbuat dari cangkang gastropoda laut, koin dari tanah liat dan koin peluru sebagai alat transaksi.

Di tahun 1890 pemerintahan Thailand mulai menggunakan uang kertas dan di tahun 1897 mata uang Baht resmi menjadi mata uang negara kerajaan tersebut.

Sebagai negara yang masih berkembang, Thailand termasuk negara yang memiliki nilai mata uang rendah, 1 Baht setara dengan 465 Rupiah.

6. Myanmar (Kyat)

Negara Myanmar yangs sering mengalami krisis dalam negeri adalah salah satu negara yang memiliki nilai mata uang rendah di wilayah Asia Tenggara, nilai 1 dolar Amerika setara dengan 1.530 Kyat, sedangkan kurs Kyat terhadap Rupiah yaitu 9,30 Rupiah.

Kyat adalah mata uang resmi negara Myanmar, sama dengan negara di Asia Tenggara yang lainnya Kyat juga dicetak dalam bentuk uang kertas dan uang logam.

7. Filipina (Peso)

Filipina memiliki mata uang resmi yang disebut Peso dengan kode mata uang PHP, Peso dicetak dalam bentuk uang kertas dan uang koin. Pecahan peso dalam bentuk koin disebut dengan centavo.

Mata uang Peso resmi digunakan pada tanggal 4 Juli 1946, simbol peso yaitu ₱. Filipina dalam sejarahnya dalah negara bekas jajahan Spanyol yang juga menggunakan mata uang Peso.

Hingga saat ini ada 7 negara bekas koloni Spanyol yang masih menggunakan mata uang Peso. Jika disetarakan dengan kurs Rupiah, 1 peso Filipina senilai dengan 299,20 Rupiah.

8. Vietnam (Dong)

Vietnam memiliki nilai mata uang yang terendah di Asia Tenggara, mata uangnya yaitu Dong Vietnam. Nilai 1 dolar Amerika saat ini setara dengan 23.202 Dong, sedangkan 1 Dong Vietnam setara dengan 0,63 Rupiah.

Dong Vietnam dicetak oleh pemerintahannya sebagai uang kertas dan uang logam atau uang koin. Saat ini Vietnam mulai mengalami pertumbuhan ekonomi meskipun banyak yang harus dikejar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

9. Laos (Kip)

Selain Vietnam, Laos juga termasuk negara dengan kurs terendah di Asia Tenggara. Mata uangnya adalah Kip dengan kode mata uang LAK. Kip dicetak dalam bentuk uang kertas dan uang logam, nilai 1 Kip sama dengan 1,54 Rupiah.

10. Kamboja (Riel)

Satu lagi negara yang memiliki mata uang terendah di Asia Tenggara yaitu Kamboja, mata uangnya disebut Riel dengan kode mata uang KHR. 1 dolar Amerika setara dengan 3.994 Riel dan terhadap nilai rupiah 1 Riel sama dengan 3,58 Rupiah.

Mata uang Riel resmi dipakai oleh Kamboja sebagai mata uang resmi sejak tahun 1980. Namun Riel bukan satu-satunya mata uang yang berlaku di Kamboja, pemerintah membolehkan warganya bertransaksi menggunakan dolar Amerika.

11. Timor Leste (Dollar US/Centavos)

Negara paling muda di Asia Tenggara ini belum memiliki kondisi ekonomi yang stabil, itulah mengapa Timor Leste masih menggunakan Dolar Amerika sebagai mata uang. Mata uang negara ini sebenarnya adalah Centavos, namun masih dicetak dalam bentuk koin dengan nominal kecil.