Mufakat: Pengertian – Prinsip dan Contohnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dalam suatu musyawarah tentunya sangat diprioritaskan untuk mengambil keputusan yang tepat dan baik. Keputusan itu juga harus mencakup semua kepentingan dari para anggota. Sehingga nantinya dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh semua anggota organisasi.

Keputusan final yang telah disetujui dan disepakati oleh semua anggota ataupun orang yang terlibat dalam proses musyawarah ini dinamakan dengan mufakat. Tentunya kalian sudah familiar dengan istilah mufakat ini, dimana seringkali dikaitkan dengan musyawarah.

Tapi tahukah, kalian apa pengertian mufakat sendiri secara keseluruhan? Lalu apa saja sih prinsip prinsip dari mufakat ini? Berikut merupakan pemaparan mendetail mengenai mufakat.

Pengertian Mufakat

Secara umum, mufakat merupakan suatu pendapat atau keputusan yang telah disepakati dan disetujui oleh semua pihak yang berkaitan, baik yang mengikut proses jalannya musyawarah ataupun beberapa anggota lainnya. Apabila kata mufakat ini telah tercapai, semua keputusan yang telah dibuat sudah dapat ditetapkan untuk kepentingan bersama. Dan juga kesahannya menjadi sebuah aturan telah disetujui.

Namun, apabila semua proses diskusi dan tawar menawar dalam musyawarah belum mendapatkan kata mufakat atau kesepakatan. Proses dari musyawarah tersebut dapat dilanjutkan ke metode pengambilan keputusan secara voting atau perhitungan suara. Kata mufakat dalam proses musyawarah merupakan suatu hal yang penting dan perlu diperhatikan kembali.

Hal itu dikarenakan, keputusan yang telah disepakati bersama tentunya sangat berpengaruh dan berdampak langsung pada kepentingan kepentingan yang bersangkutan dalam hal tersebut.

Ciri-ciri Mufakat

Adapun beberapa karakteristik yang menggambarkan mengenai mufakat. Karakteristik tersebut yang mempermudah kita untuk mengklasifikasikan mengenai kata mufakat. Berikut merupakan karakteristik atau ciri ciri dari mufakat.

  • Keputusan yang diambil harus mengutamakan kepentingan semua pihak dan tidak boleh mengadung intimidasi ataupun diskriminasi terhadap kepentingan pihak pihak atau kelompok tertentu.
  • Disepakati dan diputuskan melalui berbagai usul, pendapat serta saran yang dikeluarkan oleh para anggota musyawarah.
  • Kesepakatan yang telah ditentukan sangat diprioritaskan untuk keberlangsungan dan keberlanjutan proses jalannya organisasi.
  • Kesepakatan tersebut mengikat semua anggota yang ikut berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.
  • Sangat relevan dengan penyelesaian masalah dan konflik yang sedang terjadi.

Manfaat Mufakat

Adapun beberapa keuntungan atau manfaat yang didapatkan dalam melakukan pengambilan keputusan untuk mufakat ini. Berikut merupakan manfaat dari mufakat.

  • Salah satu metode yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang sangat rentan dengan adanya perdebatan pendapat antar anggotanya.
  • Menghindari berbagai kemungkinan permasalahan yang muncul akibat adanya perbedaan pendapat ini.
  • Lebih berorientasi pada kepentingan bersama dan pengambilan keputusan melalui jalan tengah.
  • Meningkatkan peluang untuk mengambil dan menentukan keputusan dengan cara yang damai.
  • Keputusan yang disepakati sudah pasti dilaksanakan dan mengikat banyak pihak yang bersangkutan.
  • Tidak akan ada perdebatan berkepanjangan yang terjadi sesuai kata mufakat tercapai.

Prinsip Mufakat

Adapun beberapa prinsip atau pedoman mufakat yang harus dipegang teguh dalam mengambil keputusan. Berikut merupakan prinsip prinsip dari mufakat.

  • Semua kesepakatan bersesuaian dengan pancasila
    Dalam melakukan proses musyawarah tentunya harus bersesuaian dengan nilai nilai dan substansi dari pancasilanya. Hal itu berkaitan dengan pancasila yang telah dijadikan sebagai dasar dan pedoman dalam mengembangkan kepentingan umum. Dan atas dasar hal tersebut, semua kesepakatan atau kata mufakat yang telah diucapkan tidaklah boleh menyimpang dari nilai pancasila yang ada.
  • Keputusan tidak boleh bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945
    Nilai dari pancasila, terutama yang terdapat pada sila keempat telah menjelaskan secara umum mengenai proses pengambilan keputusan yang benar dan baik. Tentunya yang bersesuaian dengan kepentingan bersama dan tidak merugikan kepentingan dari salah satu pihak. Atas dasar hal itu, alangkah baiknya apabila kata mufakat yang disepakati tidak mengandung unsur kecurangan dan unsur penyimpangan dari ketentuan dan aturan yang ada.
  • Setiap anggota memiliki kesempatan yang sama dalam mengutarakan pendapat
    Untuk mendapatkan kata mufakat dari semua anggota organisasi atau kelompok, tentunya sebelumnya telah dilakukan jajak pendapat antar anggota yang bersangkut. Setiap anggota diberikan kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya masing masing. Yang tentunya masih berkaitan dengan topik dan permasalahan yang ada. Antar anggota yang mengeluarkan pendapat diupayakan untuk tidak saling mengintimidasi dan juga mendiskriminasi satu sama lain. Karena seperti yang kita tahu, setiap orang memiliki hak dan ketentuannya untuk mengutarakan pendapatnya. Tentunya harus dibarengi dengan kewajibannya dalam menghargai pendapat yang lainnya.
  • Setiap keputusan harus dilaksanakan semua anggota
    Keputusan yang telah dibuat bersama, sudah sepatutnya untuk dilaksanakan dan dilakukan oleh semua pihak yang berperan serta dalam proses musyawarah tersebut. Dalam kata lain, semua pihak yang berkaitan dengan proses pengambilan keputusan tersebut, tentunya sudah terikat dengan berbagai ketentuan dan aturan yang telah disepakati bersama.
  • Dapat dilakukan voting, apabila mufakat belum ditentukan
    Dalam proses musyawarah apabila semua anggota belum menemui kata mufakat, dapat dipastikan proses pengambilan keputusan tersebut menemui babak lanjutan yaitu dalam prosesi voting. Yang mana semua anggota terkait melakukan perhitungan suara secara formal untuk dapat menentukan titik temu yang pas. Semua hasil keputusan yang diambil didasarkan pada pengambilan suara terbanyak yang telah dikeluarkan oleh para anggota rapat.

Contoh Mufakat

Berikut merupakan beberapa contoh kegiatan yang menggambarkan mengenai penyelesaian permasalahan melalui proses mufakat.

  • Menyelesaikan perdebatan mengenai permasalahan keorganisasian dengan menggunakan musyawarah demi mencapai kata mufakat.
  • Tidak terlalu menggunakan emosi dalam proses pengambilan keputusan dalam mencapai mufakat.
  • Menentukan ketua kelas sesuai dengan kesepakatan bersama sehingga tercapailah kata mufakat.
fbWhatsappTwitterLinkedIn