10 Negara Dengan Iklim Tropis dan Dampaknya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Iklim tropis adalah iklim dengan letak suatu daerah pada posisi 23,5 derajat lintang utara dan 23,5 derajat lintang selatan. Suatu daerah dengan iklim tropis ini terletak pada garis isoterm bagian utara dan bagian selatan di bumi.

Kehidupan di negara-negara dengan iklim tropis memiliki daya tarik unik yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Dengan pemandangan alam yang indah, keanekaragaman hayati yang menakjubkan, dan sumber daya alam yang melimpah, negara-negara ini menawarkan pengalaman yang tak terlupakan.

Berikut, 10 Negara Dengan Iklim Tropis

1. Indonesia

Indonesia, terletak di Asia Tenggara, adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Negara ini terdiri dari ribuan pulau yang membentang dari Sabang hingga Merauke. Garis pantai yang panjang dan pulau-pulau vulkanik menciptakan pemandangan alam yang memukau.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di Asia Tenggara dan Oseania. Secara geografis, Indonesia terletak antara 6° LU (Lintang Utara) hingga 11° LS (Lintang Selatan) dan 95° BT (Bujur Timur) hingga 141° BT. Wilayah geologisnya sangat beragam, mencakup beribu-ribu pulau, pegunungan, lembah, sungai, dan garis pantai yang panjang.

Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang membentang dari Sabang di barat hingga Merauke di timur. Pulau-pulau utama termasuk Sumatra, Jawa, Kalimantan (Borneo), Sulawesi, dan Papua. Selain itu, ada ribuan pulau kecil yang juga menjadi bagian integral dari negara ini.

Indonesia memiliki iklim tropis yang beragam, yang terpengaruh oleh faktor geografisnya yang meluas. Musim hujan dan musim kemarau adalah pola cuaca yang umum di Indonesia. Musim hujan biasanya terjadi antara November dan Maret, sementara musim kemarau terjadi antara April dan Oktober.

Wilayah barat seperti Sumatra dan Jawa cenderung memiliki musim hujan yang lebih konsisten sepanjang tahun, sementara wilayah timur seperti Papua memiliki musim hujan yang lebih ekstrem. Iklim tropis Indonesia mendukung pertanian kelapa, karet, padi, dan berbagai tanaman tropis.

Produksi kelapa sawit adalah salah satu yang terbesar di dunia. Berada di dekat garis ekuator, Indonesia terkena matahari sepanjang tahun, menciptakan iklim tropis yang konsisten. Ancaman bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi adalah dampaknya. Namun, juga memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa dan banyak sumber daya alam.

2. Brasil

Negara dengan iklim tropis yang kedua adalah Brasil, yang terletak di Amerika Selatan, memiliki beragam iklim tropis hingga hutan hujan Amazon yang luas. Hutan hujan ini adalah paru-paru dunia. Iklim tropis mendukung produksi kopi, kakao, pisang, dan berbagai jenis buah tropis. Selain itu, minyak kelapa sawit semakin menjadi bagian penting dalam ekonomi Brasil.

Terletak di sekitar garis ekuator, Brasil mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Ancaman deforestasi hutan hujan Amazon adalah salah satu dampak paling mencolok. Perubahan iklim juga menjadi masalah serius.

3. Nigeria

Nigeria adalah sebuah negara yang terletak di Afrika Barat, berbatasan dengan Benin di barat daya, Niger di utara, Chad di timur laut, dan Kamerun di timur. Secara geografis, Nigeria terletak antara sekitar 4° LU (Lintang Utara) hingga 14° LU dan 3° BT (Bujur Barat) hingga 15° BT. Wilayah geologisnya memiliki berbagai elemen, termasuk dataran rendah, pegunungan, dan garis pantai di sepanjang Teluk Guinea.

Nigeria memiliki iklim tropis yang khas, dengan dua musim utama: musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan biasanya berlangsung antara April hingga Oktober, sementara musim kemarau dari November hingga Maret. Iklimnya cenderung panas dan lembap sepanjang tahun, dengan curah hujan yang bervariasi di seluruh negara.

Wilayah Nigeria yang beragam memengaruhi iklim dan pola cuaca. Bagian selatan, terutama Niger Delta, cenderung memiliki curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, sementara wilayah utara lebih kering dan mengalami musim hujan yang pendek. Pesisir Niger Delta juga terkenal dengan kehutanan dan hutan bakau yang melimpah.

Iklim tropis mendukung pertanian minyak kelapa sawit, kakao, dan karet. Selain itu, produksi minyak dan gas bumi adalah sumber utama pendapatan. Mendekati garis ekuator, Nigeria memiliki cuaca panas sepanjang tahun. Nigeria dapat mengalami musim hujan ekstrem dan kekeringan. Selain itu, isu-isu perubahan iklim dan polusi menjadi perhatian.

4. Malaysia

Malaysia terletak di Asia Tenggara dan mencakup Semenanjung Malaysia serta sebagian pulau Borneo. Pemandangan termasuk hutan hujan, pantai, dan pegunungan. Malaysia adalah salah satu produsen terbesar kelapa sawit di dunia. Pertanian karet dan produksi kelapa juga penting.

Mendekati garis ekuator, Malaysia memiliki cuaca tropis yang stabil. Dampak dari iklim tropis di negara Malaysia yaitu ancaman deforestasi hutan hujan Borneo dan Semenanjung Malaysia menjadi isu penting. Iklim tropis yang lembap juga bisa menyebabkan banjir musiman.

5. Kolombia

Kolombia, terletak di Amerika Selatan, memiliki beragam iklim tropis hingga pegunungan yang lebih sejuk. Pegunungan Andes memengaruhi topografi negara ini.

Iklim tropis mendukung pertanian kopi, kakao, pisang, dan sejumlah buah tropis. Kopi Kolombia terkenal di seluruh dunia. Berada di dekat garis ekuator, Kolombia mengalami iklim tropis sepanjang tahun. Kolombia memiliki tantangan seperti perubahan iklim, kerusakan hutan, dan erosi tanah.

6. Thailand

Thailand adalah sebuah negara yang terletak di Asia Tenggara, berbatasan dengan Myanmar di barat, Laos dan Kamboja di timur laut, Malaysia di selatan, dan Laut China Selatan di barat daya. Secara geografis, Thailand terletak antara sekitar 5° LU (Lintang Utara) hingga 20° LU dan 97° BT (Bujur Timur) hingga 105° BT.

Wilayah geologisnya mencakup beragam topografi, mulai dari pegunungan hingga dataran rendah, dengan sungai-sungai yang mengalir melintasi negara ini. Thailand memiliki iklim tropis dengan dua musim utama: musim hujan dan musim kemarau.

Musim hujan berlangsung dari Mei hingga Oktober, sementara musim kemarau adalah dari November hingga April. Musim hujan cenderung lebih lembap dengan curah hujan yang tinggi, sedangkan musim kemarau lebih kering dan panas.

Produksi beras, karet, dan berbagai buah tropis seperti mangga dan durian adalah bagian penting dari ekonomi Thailand. Mendekati garis ekuator, Thailand mengalami cuaca panas sepanjang tahun. Ancaman banjir musiman dan kekeringan sering terjadi. Selain itu, polusi udara di kota-kota besar menjadi masalah serius.

7. Ghana

Ghana, di Afrika Barat, memiliki garis pantai yang panjang dan wilayah hutan hujan yang luar biasa. Iklim tropis mendukung produksi kakao, minyak kelapa sawit, dan karet. Kakao Ghana dikenal sebagai yang terbaik di dunia.

Mendekati garis ekuator, Ghana mengalami cuaca tropis yang stabil. Ancaman perubahan iklim dan erosi pantai menjadi isu yang berkembang di Ghana. Di Ghana, dampak iklim tropis yang paling mencolok adalah perubahan pola hujan.

Musim hujan yang tidak teratur dan intensitas hujan yang tinggi dapat menyebabkan banjir, terutama di wilayah pesisir. Banjir ini sering mengakibatkan kerugian properti dan pertanian yang signifikan. Selain itu, perubahan iklim juga mempengaruhi produksi kakao, sumber pendapatan penting di Ghana.

Peningkatan suhu dan curah hujan yang tidak teratur dapat merusak hasil kakao dan mengancam keberlanjutan industri ini.

8. Filipina

Negara dengan iklim tropis selanjutnya yaitu Filipina, di Asia Tenggara, memiliki iklim tropis dan juga wilayah pegunungan. Pegunungan Cordillera terletak di Luzon Utara. Di Filipina, dampak iklim tropis yang paling mencolok adalah terkait dengan badai tropis. Filipina terkenal karena sering menjadi sasaran badai kuat seperti taifun.

Badai ini sering mengakibatkan banjir, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Dampaknya sangat merugikan, baik dari segi kemanusiaan maupun ekonomi. Selain itu, peningkatan suhu dan kekeringan juga memengaruhi sektor pertanian dan ketahanan pangan.

9. Costa Rica

Costa Rica, yang terletak di Amerika Tengah, mengalami perubahan iklim yang menyebabkan sejumlah dampak signifikan. Iklim tropis di negara ini dipengaruhi oleh cuaca panas dan hujan sepanjang tahun. Secara geografis, negara ini terletak antara 8° hingga 11° LS (Lintang Selatan) dan antara 82° hingga 85° BT (Bujur Timur).

Wilayah geologis Costa Rica sangat beragam dan menakjubkan, terdiri dari pegunungan, dataran rendah, garis pantai yang panjang, serta aktifitas vulkanik. Wilayah pegunungan di negara ini, seperti Pegunungan Talamancan, adalah tempat tinggal bagi hutan hujan tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Selain itu, Costa Rica memiliki lebih dari 200 gunung berapi, beberapa di antaranya masih aktif, termasuk Gunung Arenal. Aktivitas vulkanik ini menciptakan lanskap yang penuh dengan pemandangan yang mengesankan.

Costa Rica memiliki iklim tropis yang khas, terbagi menjadi dua musim utama: musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan berlangsung dari Mei hingga November, sedangkan musim kemarau dari Desember hingga April. Musim hujan cenderung lebih lembap dan basah, sementara musim kemarau lebih kering dan panas.

Iklim tropis yang konsisten dan curah hujan yang cukup memberikan kondisi ideal bagi pertanian. Costa Rica memproduksi berbagai macam produk pertanian, seperti kopi, pisang, nanas, dan tebu. Selain itu, iklim tropis juga mendukung sektor pariwisata dengan ekowisata yang menjadi daya tarik besar di negara ini.

Dampaknya termasuk ancaman terhadap ekosistem hutan hujan yang kaya akan keanekaragaman hayati. Perubahan suhu dan pola hujan yang tidak teratur mengancam spesies-spesies endemik. Terlebih lagi, peningkatan suhu laut dapat menyebabkan pemutihan terumbu karang, yang berdampak pada ekosistem pesisir dan pariwisata.

10. Kamerun

Kamerun adalah sebuah negara yang terletak di Afrika Tengah, berbatasan dengan Nigeria di barat, Chad di timur, Republik Afrika Tengah di timur laut, dan Gabon, Republik Kongo, dan Guinea Khatulistiwa di selatan.

Secara geografis, negara ini terletak antara sekitar 2° LU (Lintang Utara) hingga 13° LU dan 11° BT (Bujur Timur) hingga 16° BT. Wilayah geologis Kamerun memiliki keragaman yang mencakup gunung berapi, dataran rendah, hutan hujan, serta wilayah pesisir.

Kamerun memiliki iklim tropis yang mendominasi hampir seluruh wilayahnya. Iklim ini dibagi menjadi dua musim utama: musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan biasanya berlangsung dari Maret hingga Oktober, sementara musim kemarau adalah dari November hingga Februari.

Curah hujan yang tinggi, khususnya di wilayah hutan hujan, membuat Kamerun menjadi salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa. Iklim tropis di negara ini mendukung pertanian, dengan produksi kakao, minyak kelapa sawit, dan kopi sebagai sumber pendapatan utama.

Dampak perubahan iklim seperti musim hujan yang tidak teratur dan suhu yang meningkat dapat mengganggu produksi pertanian dan mengancam ketahanan pangan. Kamerun juga menghadapi risiko banjir, terutama di wilayah dataran rendah yang rentan terhadap lonjakan curah hujan.

fbWhatsappTwitterLinkedIn