7 Peran Warga Negara dalam Mengatasi Ancaman terhadap NKRI di abad 21

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Warga negara merupakan seseorang yang memiliki identitas sebagai penduduk di negara tersebut yang diakui secara hukum. Dalam tatanan negara, warga negara memiliki sejumlah hak dan kewajiban. Hak merupakan sesuatu yang harus didapatkannya sebagai seorang warga negara.

Sementara itu, kewajiban merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan sebagai warga negara. Antara hak dan kewajiban sebagai warga negara tentunya harus seimbang. Jangan hanya meminta hak namun tidak menjalankan kewajiban sebagai warga negara yang baik.

Sebagai warga negara yang baik, tentunya kita harus menjalankan kewajiban-kewajibannya. Salah satu kewajiban warga negara adalah menjaga keutuhan NKRI dari berbagai ancaman terutama pada abad ke-21 ini. Banyak sekali ancaman yang dapat mengancam keutuhan NKRI seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi dan informasi.

Ancaman-ancaman tersebut dapat berasal dari dalam maupun luar. Kedua ancaman tersebut tidak dapat dianggap remeh karena bisa saja mengancam keutuhan NKRI. Oleh karena itu, kita dapat berperan menjaga keutuhan NKRI dari berbagai ancaman.

Berikut ini sejumlah peran warga negara dalam mengatasi ancaman dan menjaga keutuhan NKRI pada abad ke-21.

1. Melestarikan Kekayaan Budaya Indonesia

Indonesia kaya akan budaya yang diwariskan oleh leluhur. Bahkan beberapa budaya telah diakui sebagai warisan budaya UNESCO. Budaya Indonesia berupa tarian tradisional, alat musik tradisional, seni rupa, bangunan bersejarah, makanan tradisional dan masih banyak lagi. Semua itu memiliki unsur budaya yang berbeda satu dengan yang lainnya. Bahkan setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas budaya yang menonjol.

Sayangnya, kekayaan budaya Indonesia saat ini mulai pudar. Banyak generasi muda yang tidak mengenal budaya-budaya Indonesia dan daerahnya. Mereka justru lebih mengenal budaya luar dibandingkan budaya tanah sendiri. Tentunya hal ini menjadi ancaman bagi NKRI yang memiliki banyak budaya yang seharusnya dijaga dan dilestarikan dengan baik.

Akibatnya, beberapa budaya Indonesia diakui oleh negara lain seperti batik, angklung, dan lainnya. Salah satu kasus nyata dari ancaman pengambilan budaya oleh negara lain adalah penjiplakan lagu halo-halo Bandung.

Baru-baru ini di salah satu kanal YouTube milik warga negara tetangga, Malaysia membuat sebuah lagi yang nada dan liriknya menyerupai halo-halo Bandung. Padahal, lagi halo-halo Bandung merupakan lagu yang memiliki nilai sejarah.

Maka dari itu, sudah seharusnya sebagai warga negara ikut melestarikan budaya yang dimiliki Indonesia. Caranya dengan mempelajari budaya tersebut kemudian mengajarkannya ke generasi-generasi selanjutnya. Dengan begitu, generasi muda Indonesia dapat mengenal budaya negara sendiri sehingga tidak akan lagi ada pengakuan dari negara lain.

2. Mengamalkan nilai Pancasila

Pada abad ke-21, arus informasi akan semakin deras. Begitupun dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih. Hal ini tentunya membawa dampak baik bagi kemudahan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Sayangnya, derasnya arus informasi dan teknologi ternyata membawa dampak negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah mudah masuknya berbagai paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Paham yang bertentangan dengan Pancasila tentu saja membahayakan keutuhan NKRI. Paham tersebut dapat memecah belah masyarakat sehingga tidak akan ada lagi keutuhan bangsa. Jika keutuhan sebuah bangsa terancam, akan mengakibatkan kehancuran pada negara tersebut.

Hal tersebut tidak boleh terjadi pada negara kesatuan Republik Indonesia ini. Negara ini didirikan dengan sejumlah tenaga, pikiran bahkan mengorbankan nyawa sehingga tidak boleh hancur begitu saja hanya karena paham tertentu.

Peran warga negara untuk mengatasi berbagai paham yang masuk adalah dengan memahami ideologi Pancasila itu sendiri sehingga mampu menyaring hal-hal yang tidak sesuai dengan Pancasila. Untuk memahami Pancasila, dapat dilakukan dengan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, Pancasila bukan hanya sebatas ideologi melainkan falsafah hidup bangsa atau pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Menghapuskan Berbagai Macam Diskriminasi

Diskriminasi dapat diartikan sebagai pembedaan perlakuan terhadap kelompok minoritas. Indonesia terdiri dari berbagai macam etnis, ras, suku, agama dan budaya. Sebagai negara yang multikulturalisme memberikan nilai positif bagi Indonesia. Salah satunya yakni dengan kekayaan budaya yang melimpah. Namun, sayangnya multikulturalisme ini dapat mengakibatkan berbagai perpecahan.

Indonesia sangat rawan untuk terjadi bentrokan karena perbedaan budaya. Tidak hanya itu, masalah lain yang akan timbul adalah adanya penguasaan dari kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas atau biasa disebut dengan diskriminasi.

Pembedaan perlakuan terhadap kelompok tertentu masih saja terjadi di Indonesia. Masih banyak yang beranggapan sebagai kaum super karena memiliki masa yang lebih banyak. Mereka seakan-akan mampu melakukan apapun karena jumlah yang banyak.

Tidak hanya terjadi di kehidupan nyata, di dunia maya pun terjadi hal yang demikian. Padahal, semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Tidak ada yang namanya kelompok paling kuat dan kelompok lemah.

Semuanya sama, sama-sama warga negara yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Oleh karena itu, sudah seharusnya diskriminasi dihapuskan. Diskriminasi dapat mengancam keutuhan NKRI.

4. Mengelola Sumber Daya Alam dengan Baik

Indonesia kaya akan sumber daya alam baik yang ada di daratan maupun lautan. Sayangnya, kekayaan tersebut masih belum dikelola dengan baik. Bahkan beberapa kekayaan alam Indonesia justru diberikan kepada pihak asing untuk mengelolanya.

Sumber daya alam Indonesia dikeruk dan dikomersilkan namun keuntungan yang didapatkan oleh Indonesia tidak banyak. Justru, Indonesia masih memiliki sejumlah hutang kepada negara lain untuk digunakan sebagai pembangunan.

Sumber daya alam yang dikuasai oleh pihak lain, disebabkan karena kurangnya kemampuan kita untuk mengelola. Akibatnya, sumber daya alam tersebut dikelola oleh pihak asing dan mereka yang mendapatkan banyak keuntungan.

Parahnya, Indonesia yang akan menerima akibat dari eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam. Eksploitasi yang berlebihan dapat mengakibatkan sejumlah kerusakan lingkungan hingga bencana alam yang terjadi.

Oleh sebab itu, sudah seharusnya kita dapat mengelola sumber daya alam dengan cara bijaksana agar alam masih dapat terjaga. Pengelolaan sumber daya alam yang baik dapat berguna untuk generasi yang akan mendatang sehingga mereka dapat merasakannya.

Sumber daya alam bukanlah barang sekali pakai yang harus dihabiskan saat ini juga. Maka dari itu, saat menggunakan sumber daya alam sudah seharusnya dilakukan dengan cara yang baik. Tidak boleh menyebabkan kerusakan, sebab alam sudah memberikan kekayaannya pada kita.

5. Menggunakan Produk dalam Negeri

Kecanggihan teknologi membuat kemajuan pada bidang ekonomi. Negara-negara semakin berlomba memproduksi produk-produk terbaiknya sehingga akan mendapatkan keuntungan yang melimpah. Persaingan di dunia ekonomi, akan berdampak baik bagi perkembangan ekonomi Indonesia.

Perkembangan ekonomi Indonesia sudah seharusnya didukung oleh warga negaranya dengan cara membeli produk buatan negeri sendiri. Produk-produk dalam negeri tidak kalah bagus dari produk-produk yang dihasilkan oleh negara lain.

Bahkan beberapa produk dalam negeri mampu menembus pasar internasional. Mereka mampu bersaing dengan produk luar negeri lainnya. Oleh sebab itu, sebagai seorang warga negara kita harus bangga menggunakan produk dalam negeri.

Dengan bangga memakai produk dalam negeri kita telah membantu perekonomian Indonesia. Sayangnya, kampanye penggunaan barang dalam negeri hanya sebatas kampanye. Banyak pejabat publik hingga publik figur yang lebih bangga menggunakan produk luar negeri.

Mereka dengan bangga memamerkan berbagai barang-barang branded dengan harga selangit. Padahal, dengan menggunakan produk dalam negeri telah membantu UMKM yang berkembang di Indonesia.

6. Mematuhi Setiap Peraturan Hukum yang Berlaku

Sebagai negara hukum, Indonesia memiliki banyak sumber hukum baik hukum tertulis maupun tidak tertulis. Keberadaan hukum sudah seharusnya ditaati oleh semua warga negara. Sayangnya, selama ini keberadaan hukum hanya sebatas peraturan semata yang tidak perlu ditaati.

Banyak sekali warga yang masih menganggap enteng peraturan hukum yang berlaku. Contoh kecil saja peraturan dalam berkendara. Masih banyak yang tidak menggunakan helm saat berkendara dengan alasan jarak yang dekat. Padahal, keberadaan hukum berfungsi untuk melindungi warga negara itu sendiri.

Keberadaan aturan dalam kehidupan selain untuk melindungi hak warga negara juga untuk mengatur ketertiban. Dengan adanya hukum, kehidupan menjadi lebih teratur dan manusia tidak dapat bertindak seenaknya.

Manusia dibatasi dengan sejumlah peraturan sehingga tidak bisa berbuat semaunya baik itu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kehidupan bermasyarakat sangat rawan untuk terjadi kekacauan dan perpecahan.

Oleh karena itu, sudah seharusnya setiap warga negara mematuhi peraturan yang berlaku. Dengan mematuhi peraturan yang berlaku, kita telah membantu tugas aparat dalam menjaga ketertiban. Menjaga ketertiban menjadi tugas bersama bukan hanya aparatur pemerintah saja. Dengan menjaga ketertiban, sehingga akan tercipta kedamaian dan ketentraman di masyarakat.

Kedamaian dan ketentraman merupakan dambaan semua pihak. Dengan hidup damai, semua akan terasa lebih menyenangkan terlebih lagi jika saling tolong menolong saat terkena musibah. Hidup damai dapat menciptakan kebahagian dan kenyamanan sehingga dapat mengurangi peluang perpecahan di antara sesama. Meskipun perpecahan masih saja bisa terjadi, namun paling tidak intensitas bisa berkurang.

7. Ikut Melakukan Gotong Royong

Gotong royong merupakan salah satu kebiasaan yang menjadi tradisi warga Indonesia. Namun, sayangnya kebiasaan gotong royong mulai pudar. Terlebih lagi dengan berbagai kemudahan teknologi membuat manusia menjadi seseorang yang individualis. Mereka cenderung mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan umum.

Contohnya dapat kita lihat di lingkungan sekitar yang sudah jarang melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan sekitar. Dengan melakukan gotong royong dapat mempererat hubungan antar sesama. Hubungan yang baik dapat terjalin dengan adanya komunikasi dan interaksi. Salah satu cara melakukan interaksi dengan sesama yakni dengan melakukan gotong royong.

Biasanya di sela-sela membersihkan lingkungan, masyarakat akan saling mengobrol satu sama lain. Mulai dari hal-hal ringan bahkan hingga topik-topik yang tengah diperbincangkan. Tentunya hal tersebut dapat membuat kekompakan terjalin sehingga nantinya ketika mengalami kesulitan tidak canggung untuk meminta tolong.

Telah banyak contoh masyarakat yang tidak bergaul, tiba-tiba ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Manusia memang sejatinya membutuhkan individu lain. Bukan hanya sebatas meminta tolong dalam keadaan fisik saja melainkan juga untuk sekadar menyampaikan keresahan yang dipendam.

Keresahan yang dipendam dapat membuat stress yang meningkat karena tidak ada seseorang yang dapat diajak bercerita. Akibatnya, peluang melakukan bunuh diri semakin terbuka lebar.

fbWhatsappTwitterLinkedIn