Ekonomi

Perseroan Terbatas: Pengertian – Ciri dan Cara mendirikannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Bentuk-bentuk usaha yang ada di Indonesia terdiri dari firma, perseroan komanditer dan perseroan terbatas. Kali ini akan dibahas mengenai perseroan terbatas.

Pengertian Perseroan Terbatas

Pengertian Secara Umum

Perseroan terbatas biasa disingkat dengan PT. Perseroan terbatas merupakan bentuk perusahaan berbadan hukum dengan modal terbagi atas beberapa saham dengan tanggung jawab berdasarkan jumlah saham yang dimiliki.

Perseroan terbatas menjadi bentuk badan hukum perusahaan yang paling terkenal untuk digunakan oleh para pengusaha karena modal perusahaannya terdiri dari beberapa saham yang dapat diperjualbelikan tanpa harus membubarkan perusahaan.

Pengertian Menurut KBBI

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, perseroan terbatas merupakan  perserikatan dagang atau perusahaan yang mempunyai modal bersama yang dibagi atas saham-saham (tanggung jawab pemegang saham terbatas sampai nilai nominal saham yang dimiliki).

Pengertian Menurut Para Ahli

Menurut para ahli perseroan terbatas yaitu:

  • Soedjono Dirjosisworo
    Perseroan terbatas merupakan badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian dengan melakukan usaha pada modal dasar yang terbagi dalam saham dengan syarat sesuai yang ditetapkan dalam undang-undang.
  • H.M.N Purwosutjipto
    Perseroan terbatas merupakan persekutuan yang berbentuk badan hukum namun lebih sering disebut dengan perseroan sebab modal badan hukumnya terdiri dari sero-sero atau saham yang dimilikinya.
  • Zaeni Arsyhadie
    Perseroan terbatas merupakan bentuk usaha yang berbadan hukum dengan istilah terbatas yang tertuju pada tanggung jawab pemegang saham dengan terbatas pada nominal dari semua sahamnya.

Ciri-ciri Perseroan Terbatas

Perseroan terbatas memiliki beberapa ciri, yaitu:

  • Perseroan terbatas dipimpin oleh Direksi.
  • Modal dalam perseroan terbatas terdiri dari beberapa jenis saham dan jenis obligasi.
  • Kekuasaan tertinggi dalam perseroan terbatas terdapat pada rapat utama pemegang saham.
  • Perseroan terbatas tidak mendapatkan fasilitas negara sehingga tenaga kerja nya berstatus pegawai perusahaan swasta.
  • Hubungan usaha perseroan terbatas diatur dalam hukum perdata.
  • Pemegang saham perseroan terbatas memperoleh keuntungan berupa dividen.

Tujuan Perseroan Terbatas

Tujuan utama perseroan terbatas adalah untuk mendapatkan keuntungan namun, selain untuk mendapatkan keuntungan, didirikannya perseroan terbatas juga memiliki tujuan lain.

Tujuan lain perseroan terbatas yaitu agar dapat menjalankan perusahaan dengan modal tertentu yang terbagi atas saham.

Para pemegang saham tersebut ikut dalam mengambil satu atau lebih saham.

Pemegang saham juga turut melakukan perbuatan-perbuatan hukum yang dibuat oleh nama bersama dengan tidak bertanggung jawab sendiri dalam persetujuan yang ada.

Macam-macam Perseroan Terbatas

Perseroan terbatas memiliki banyak jenis macam, yaitu:

1. Perseroan Terbatas Terbuka

Perseroan terbatas terbuka merupakan perseroan terbatas yang terbuka untuk umum.

Terbuka untuk umum yang dimaksud adalah sahamnya boleh dibeli dan dimiliki oleh umum.

Saham perseroan terbatas terbuka memiliki kepemilikan atas unjuk bukan atas nama sehingga tidak akan sulit untuk membeli atau menjual saham tersebut.

2. Perseroan Terbatas Tertutup

Perseroan terbatas tertutup merupakan perseroan terbatas yang dimiliki oleh keluarga atau kalangan tertentu sehingga sahamnya tidak dijual untuk umum dan hanya dapat dimiliki oleh orang tertentu saja.

3. Perseroan Terbatas Domestik

Perseroan terbatas domestik merupakan perseroan terbatas yang dapat didirikan dan beroperasional di dalam negeri saja sehingga harus mengikuti aturan yang berlaku di wilayah Indonesia.

4. Perseroan Terbatas Asing

Perseroan terbatas asing merupakan perseroan terbatas yang didirikan di luar negeri dengan mematuhi peraturan yang berlaku di negara tersebut.

Jika warga negara asing mendirikan perseroan terbatas atau menjadi pemodal asing di Indonesia, maka harus mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia.

5. Perseroan Terbatas Perseorangan

Perseroan terbatas perseorangan merupakan perseroan terbatas yang sahamnya hanya dapat dimiliki oleh satu orang saja.

Orang yang memiliki saham di perseroan terbatas perseorangan akan menjabat sebagai direktur di perusahaan, sehingga dapat menguasai wewenang direktur serta rapat umum pemegang saham.

6. Perseroan Terbatas Umum

Perseroan terbatas umum atau publik merupakan perseroan terbatas yang kepemilikan saham nya dapat dimiliki oleh siapa saja.

Biasanya jenis saham ini akan terdaftar di bursa efek.

Dasar Hukum Perseroan Terbatas

Perseroan terbatas merupakan sebuah badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian dengan melakukan usaha pada modal dasar yang terbagi dalam saham dengan syarat sesuai yang ditetapkan dalam undang-undang.

Undang-undang tersebut merupakan Undang-undang tentang perseroan terbatas no. 40 tahun 2007.

Namun, perseroan terbatas juga memiliki dasar hukum pembentukan lainnya, yaitu:

  • Undang-undang no.8 tahun 1995 tentang pasar modal berkaitan dengan pembentukan perseroan terbatas terbuka.
  • Undang-undang no.8 tahun 1997 tentang dokumen perusahaan.
  • Peraturan pemerintah no. 26 dan 27 tahun 1998 tentang pemakaian nama perseroan terbatas.
  • Peraturan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia No. M. Hh-01.01 tahun 2011 tentang tata cara pengajuan permohonan pengesahan badan hukum dan persetujuan perubahan anggaran dasar serta penyampaian pemberitahuan perubahan anggaran dasar dan perubahan data perseroan terbatas.

Cara Mendirikan Perseroan Terbatas

Untuk dapat mendirikan perseroan terbatas, terlebih dahulu harus memenuhi beberapa syarat berdasarkan UU no. 40 tahun 2007.

1. Syarat

Syarat mendirikan perseroan terbatas tersebut berupa:

  • Pendiri perseroan terbatas minimal 2 orang dengan setiap pendiri harus mengambil bagian atas saham.
  • Membuat akta pendirian oleh notaris berbahasa Indonesia dengan mencantumkan nama lain perseroan terbatas, modal, bidang usaha, dan alamat perusahaan.
  • Akta pendirian harus disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia dan diumumkan oleh Berita Negara Republik Indonesia.
  • Memiliki modal dasar minimal 20 juta rupiah dengan setoran awal modal minimal 25% dari modal dasar.
  • Perseroan terbatas harus memiliki minimal 1 orang sebagai direktur dan 1 orang sebagai komisaris.

2. Mekanisme

Mekanisme dalam mendirikan perseroan terbatas, yaitu membuat akta resmi pendirian terlebih dahulu kepada notaris.

Isi dalam akta pendirian harus mencangkup nama lain dari perseroan terbatas, modal, jenis perusahaan, serta alamat perusahaan.

Setelah akta dari notaris selesai, akta pendirian harus disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Bila sudah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, maka akan diumumkan oleh Berita Negara Republik Indonesia.

Dahulu untuk mendapatkan pengesahan, perseroan terbatas harus mendaftarkan ke pengadilan negeri setempat.

Setelah berlakunya Undang-undang no. 1 tahun 1995, pendaftaran dilakukan di kantor pendaftaran perusahaan.

Sesuai dengan Undang-undang no. 40 tahun 2007, semua tempat pendaftaran tersebut ditiadakan namun tetap harus disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia.

3. Modal

Untuk modal dasar perseroan merupakan jumlah modal yang dicantumkan sampai jumlah maksimal bila seluruh saham dikeluarkan.

Dalam perseroan terbatas selain modal dasar ada juga modal lain yaitu,

  • Modal yang ditempatkan, merupakan jumlah modal yang sanggup di masukkan pada waktu pendirian.
  • Modal yang disetorkan, merupakan modal yang dimasukkan kedalam perusahaan.
  • Modal yang dibayar, merupakan modal dalam berbentuk jumlah uang.

Setelah akta pendirian telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan diumumkan oleh Berita Negara Republik Indonesia, maka perseroan terbatas tersebut telah sah sebagai badan hukum.

Pemilik perseroan terbatas dapat melakukan perjanjian-perjanjian dan kekayaan perseroan terpisah dari kekayaan pemiliknya.

Pembagian Wewenang dalam Perseroan Terbatas

Perseroan terbatas memiliki struktur organisasi yang terdiri dari pemegang saham, direksi dan komisaris.

Untuk pengelolaan perusahaan dapat diserahkan kepada tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya.

Biasanya pemegang saham akan melimpahkan wewenangnya kepada direksi untuk menjalankan dan mengembangkan perusahaan sesuai dengan tujuan perusahaan.

Dalam hal ini direksi berwenang untuk mewakili perusahaan dalam mengadakan perjanjian maupun kontrak namun bila terjadi kerugian yang sangat besar maka direksi harus memberitahu para pemegang saham untuk kemudian dapat dirapatkan.

Sedangkan komisaris memiliki peran sebagai pengawas kinerja direksi perusahaan sehingga dapat menegur maupun memberhentikan direksi dengan menyelenggarakan rapat umum pemegang saham.

Lalu dalam rapat umum pemegang saham akan diambil keputusan apakah direksi tersebut bisa diberhentikan atau tidak.

Semua pemegang saham investasi baik besar atau kecil dapat mengeluarkan suaranya.

Selain untuk memutuskan diberhentikan direksi atau tidak, dalam rapat umum pemegang saham juga akan dibahas masalah yang berkaitan dengan kinerja maupun kebijakan perusahaan.

Kelebihan dan Kekurangan Perseroan Terbatas

Kelebihan Perseroan Terbatas

Kelebihan perseoran terbatas, yaitu:

  • Tidak memiliki kewajiban untuk obligasi dan hutang perusahaan
  • Kewenangan dan tanggung jawab yang dimiliki hanya sesuai dengan modal yang disetor.
  • Kelangsungan aset dan sistem perusahaan atau kelangsungan hidup perseroan terbatas tidak memiliki batas.
  • Memiliki permodalan yang sangat besar.
  • Pengelolaan modal ventura yang efisien.
  • Kepemilikan perusahaan dapat berganti tanpa perlu membubarkan perusahaan.
  • Adanya pemisahan antara kekayaan dan hutang pemilik dengan perusahaan.

Kekurangan Perseroan Terbatas

Namun perseroan terbatas juga memiliki kekurangan, yaitu:

  • Memiliki perizian dan organisasi yang rumit untuk mendirikan perseroan terbatas.
  • Memiliki hubungan antara perorangan yang lebih formal dan kaku.
  • Memiliki Hierarkhi organisasi yang lebih bertingkat dapat menyebabkan rentang pengendalian menjadi lebar.
  • Dividen para pemegang saham dan perseroan terbatas dikenakan pajak penghasilan.
  • Adanya perbedaan pandangan antara pemilik perseroan terbatas dengan pengurus perseroan terbatas.
  • Kurang tertutupnya rahasia perusahaan karena kegiatan perusahaan harus dilaporkan ke pemegang saham.
  • Memiliki biaya pendirian yang tinggi.