Studi Literatur: Pengertian – Ciri dan Contohnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pada penelitian literatur atau buku, dinamakan juga studi literatur, dianggapa sebagai salah satu cara dalam mengkaji atau memilah inti dari berbagai literatur yang sudah ada.

Dalam penelitian, sebuah studi literatur harus dilakukan agar kelangsungan sebuah presentasi yang akan dilakukan berhasil. Lalu apakah sebenarnya pengertian dari Studi literatur sendiri? Berikut penjelasannya.

Pengertian Studi Literatur

Studi literatur adalah berbagai macam kegiatan yang berurutan yang berkenaan dengan cara pengumpulan data pustaka, serta mencatat berbagai macam literatur yang berkenaan dengan tujuan presentasi. Yang kemudian dari semua bahan tersebut diolah dengan baik dan akan menjadi sebuah presentasi yang menarik.

Jadi, apabila literatur adalah sebuah senjata utama dalam studi, maka studi literatur adalah kegiatannya dalam mengolah data yang berasal dari literatur tersebut.

Ciri-ciri Studi Literatur

Terdapat beberapa hal yang menjadi cir-ciri penelitian studi literatur, diantaranya sebagai berikut :

  • Penelitian dilakukan dengan menelaah literatur yang ada kaitannya
  • Variabel pada penelitian studi literatur bersifat tidak baku.
  • Kesimpulan yang dibuat dalam penelitian studi literatur pengaplikasiannya sama dengan penelitian lain, namun berdasarkan data pustakan dari literatur yang telah diolah dan berbagai sumber data lainnya.

Tujuan Studi Literatur

Tujuan dilakukannya studi literatur adalah :

  • Berkembangnya aspek teoritis dan aspek praktis
  • Studi literatur berguna untuk mencari dasar teori yang digunakan sebagai landasan teori, dan kerangka berpikir dalam penelitian. Sehingga peneliti mempunyai pandangan yang lebih luas dalam membuat presentasinya
  • Walaupun hanya dibatasi dalam studinya, studi literatur mampu memuat deskripsi teks yang mencakup Rangkuman dari literatur dan jurnal yang ada.

Contoh Studi Literatur

STUDI LITERATUR : PENGARUH PELATIHAN INTERPROFESIONAL TERHADAP SELF EFICACY PADA MAHASISWA KESEHATAN

ABSTRAK

Latar Belakang:Menghadapi tantangan Era Globalisasi maka tenaga kesehatan dituntut dapat menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Pelayanan berkualitas dapat terwujud melalui praktik kolaborasi yang baik antar profesi. Perlu diadakannya praktik kolaborasi sejak dini melalui proses pembelajaran Interprofessional Education. IPE dimulai sejak mahasiwa kesehatan menjalani program profesi. Namun,masalahnya yaitu kurangnya kepercayaan diri mahasiswa saat menjalani profesi. Kenyataannya, mahasiswa farmasi memiliki self eficacy yang rendah daripada mahasiswa kedokteran dan keperawatan sehingga perlu adanya pelatihan interprofesional.

Tujuan: Literatur review ini bertujuan untuk mengkaji tentang pengaruh pelatihan interprofesional terhadap self eficacy pada mahasiswa kesehatan.

Metode: Studi ini diperoleh dari 4 database yaitu E-resources perpustakaan nasional, ERIC, Google Scholar, dan PubMed dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur ini antara lain: “interprofessional training and self-eficacy”, “interprofessional collaborative practice and self confidence”.

Hasil:Dari 11 penelitian yang diperoleh, 10 penelitian menyatakan interprofesional secara signifikan meningkatkan self eficacy pada mahasiswa kesehatan.

Kesimpulan:Pelatihan interprofesional dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan komunikasi, kerjasama tim dan tim manajemen yang berguna untuk meningkatkan self eficacy sehingga dapat meningkatkan perawatan dan keselamatan pasien.

fbWhatsappTwitterLinkedIn