PPKN

10 Suku Tertua di Indonesia Beserta Daerahnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Indonesia membentang sangat luas dari Sabang hingga Merauke dengan deretan pulau-pulau di dalamnya. Pulau-pulau tersebut dihuni dan ditempati oleh berbagai suku dimana salah satunya adalah suku asli wilayah tersebut. Tercatat ada 300 lebih suku bangsa yang mendiami pulau-pulau di Indonesia. Dari ratusan suku tersebut, pernahkan kamu bertanya suku mana yang lebih dulu datang? Berikut ini adalah suku-suku tertua yang ada di Indonesia. 

1. Suku Wajak

Suku pertama atau suku yang paling awal datang ke Indonesia adalah suku Wajak. Suku Wajak adalah kelompok bangsa yang tinggal di pulau Jawa terutama Jawa Timur. Suku Wajak ini datang dan menghuni desa Wajak yang berlokasi di Tulungagung, Jawa Timur sekitar 500 ribu hingga 1 juta tahun yang lalu.

Suku Wajak disebut sebagai suku tertua di Indonesia bukanlah tanpa alasan. Alasan tersebut berdasarkan hasil penemuan kerangka fosil manusia purba yaitu homo sapiens wajakensis. Namun suku ini menghilang sekitar 20 ribu tahun yang lalu tepatnya setelah letusan dahsyat gunung Toba. Ada yang mengatakan suku ini pindah ke Jepang khususnya di pulau Ainu dan Jumono. Namun tidak ada catatan sejarah yang jelas mengenai kepastian teori tersebut. 

2. Suku Kerinci 

Saat kamu mendengar nama Kerinci mungkin yang terlintas dalam benakmu adalah sebuah nama gunung. Namun Kerinci juga merupakan nama dari sebuah suku bangsa. Suku bangsa ini bahkan menjadi salah satu suku tertua di Indonesia. Etnis ini berada di pulau Sumatera terutama di daerah dataran tinggi Jambi. Suku Kerinci yang dikenal juga sebagai suku kincai mendiami wilayah dataran tinggi Jambi. 

Para ahli menyimpulkan bahwa suku bangsa Kerinci telah sampai di Indonesia sejak 10.000 tahun yang lalu. Sayangnya mereka belum bisa dipastikan masuk ke dalam golongan ras apa lantaran sudah terjadi peleburan dengan kelompok bangsa lainnya. Tak hanya menjadi suku tertua di Indonesia, suku ini juga disebut-sebut lebih tua dari suku inca yang merupakan suku pertama yang ada di Peru Amerika. Hal tersebut diungkapkan oleh tim peneliti Amerika yang tergabung dalam Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional.

Asal usul suku Kerinci yaitu dari Proto Melaiers atau dikenal sebagai Melayu Tua yang bermigrasi sekitar 4000 sebelum Masehi. Salah satu kelompok dari mereka kemudian menuju ke Kerinci dan menetap di sana hingga saat ini. 

3. Suku Gayo 

Suku Gayo merupakan suku bangsa yang mendiami wilayah dataran tinggi Gayo, Aceh. Menurut para ahli suku ini sudah ada di Nusantara sejak 2000 sebelum Masehi. Oleh sebab itu, suku Gayo menjadi salah satu suku tertua yang ada di Indonesia. Suku Gayo masih merupakan bagian dari ras Melayu Austronesia yang melakukan migrasi pada gelombang I.

Mereka menyeberangi semenanjung Melayu kemudian terbagi menjadi tiga kelompok yakni Gayo laut yang mendiami wilayah Aceh Tengah dan Meriah, Gayo Lues yang berada di wilayah Gayo Lues dan Aceh Tenggara. dan yang ketiga adalah Gayo Blang yang menetap di Aceh Temiang.  Nama Gayo sendiri berasal dari dari kata “Pegayon” yang artinya “air mata yang jernih”. 

5. Suku Mentawai 

Sumatera memang dihuni oleh berbagai suku-suku tertua di Indonesia. Selain suku Kerinci, suku Gayo, ada juga suku Mentawai. Suku Mentawai adalah suku yang mendiami wilayah Sumatera Barat dengan tato disekujur tubuh sebagai ciri khas mererka.

Asal usul suku Mentawai yaitu dari Proto Melayu dengan budaya neolitik. Menurut para ahli mereka bermigrasi karena mencairnya es di kutub sekitar 2000-500 tahun sebelum Masehi. Peristiwa ini menyebabkan naiknya air laut setinggi 200 meter sehingga manusia pada saat itu diharuskan untuk mencari tempat yang lebih tinggi untuk bertahan hidup. 

Begitu lah cara suku Mentawai sampai di pulau Sumatera. Kelompok ini kemudian menyebar termasuk ke pulau  Siberut dan Nias. Uniknya suku Mentawai adalah suku yang tidak pernah dijajah oleh bangsa lain. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak ditemukannya bukti sebagai tanda-tanda adanya peradaban lain selain suku Mentawai. 

6. Suku Jawa 

Suku Jawa merupakan suku mayoritas di Indonesia dengan jumlah penduduk yakni 40,45% dari seluruh total penduduk.  Selain menjadi suku terbesar, suku Jawa juga menjadi salah satu suku tertua. Lalu siapa sebenarnya nenek moyang suku Jawa itu? Sejarah suku Jawa dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda. 

Pertama, jika dilihat dari hasil penelitian arkeolog menunjukkan bahwa suku Jawa merupakan suku pribumi yang sudah ada sejak dahulu kala. Hal tersebut berdasarkan dengan penemuan fosil Pithecanthropus erectus pada tahun 1891 di Trinil. Hasil tes DNA menunjukkan suku Jawa dahulu dan saat ini memiliki banyak kemiripan. 

Teori kedua berdasarkan sejarawan yang mengatakan bahwa suku Jawa berasal dari Yunani dan masih merupakan rumpun Austronesia. Kelompok tersebut datang ke Nusantara sekitar 2000 tahun sebelum Masehi yaitu pada saat daratan Asia dan Australia menyatu dan dipisahkan oleh naiknya air laut. 

Teori ketiga yaitu berdasarkan surat kuno yang dikirim oleh keraton Malang. Dalam surat tersebut berisikan tentang raja Turki yang mengirimkan rakyatnya ke pulau Jawa untuk membangun pemukiman. Surat tersebut ditulis pada tahun 450 sebelum Masehi. Bukti ini lah yang paling kuat diantara bukti lainnya. 

7. Suku Melayu 

Suku Melayu merupakan suku bangsa yang mendiami pulau Sumatera dan sekitarnya.  Suku ini juga merupakan salah satu bangsa terbesar yang ada di Indonesia. Suku Melayu sendiri dibedakan ke dalam dua golongan yakni golongan Melayu muda atau disebut dengan Melayu Deutro. Golongan suku ini diperkirakan datang ke Sumatera sekitar 500 tahun sebelum Masehi. Golongan kedua yaitu Melayu Proto atau Melayu Tua yang datang sekitar 1500 sebelum Masehi. 

Etnis ini menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia khususnya di wilayah Asia seperti di Pulau Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Singapura, Thailand Selatan, dan Burma Selatan.

8. Suku Dani

Suku Dani adalah salah satu suku asli yang bermukim di Papua tepatnya di lembah Baliem, Pegunungan Tengah, Jayawijaya, dan beberapa daerah di Puncak Jaya. Menurut catatan sejarah suku Dani sudah berada di Papua sejak ratusan tahun lalu. Sedangkan menurut suku Dani meyakini bahwa mereka berasal dari sepasang suami istri yang tinggal di Danau di sebuah desa bernama Maina  di lembah Baliem. 

Hingga saat ini suku Dani termasuk belum modern. Mereka tetap mempertahankan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh nenek moyang mereka yaitu menjaga alam sekitar. Suku Dani dibagi menjadi tiga macam berdasarkan sub keluarga. Sub keluarga yang pertama adalah sub keluarga Wano yang mendiami wilayah Bokondini. Sub yang kedua yaitu sub keluarga yang berada di lembah Besar Dugawa yaitu sub keluarga Dani pusat. Sub keluarga terakhir yakni sub keluarga Nggalik dan Ndash. 

9. Suku Dayak 

Suku Dayak adalah suku bangsa yang berada di daerah pedalaman Kalimantan. Wilayah persebaran suku Dayak meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan. Nenek moyang suku Dayang diketahui berasal dari China Selatan yaitu dari Provinsi Yunnan. Mereka bermigrasi dan sampai ke Nusantara pada abad ke IV. Dengan begitu Dayak masuk ke dalam jajaran suku tertua di Indonesia. 

Kegiatan migrasi tersebut dikarenakan penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Tar-Tar. Berdasarkan hasil penelitian, kelompok etnis ini sampai ke Indonesia melalui tiga jalur yaitu dengan menyusuri sungai Kapuas, melalui kabupaten Kutai dan kabupaten Paser. 

10. Suku Tomuna 

Suku Muna merupakan etnis bangsa yang menghuni pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Suku ini termasuk suku bangsa yang pertama kali menginjakkan kaki di Nusantara. Diperkirakan nenek moyang mereka berasal dari benua Afrika yang kemudian bermigrasi sekitar 50.000 tahun silam. Mereka kemudian berbaur dengan suku bangsa lainnya seperti bangsa Melanosoid pada 4000 tahun lalu. 

Jejak suku Tomuna dapat dilihat pada lukisan tangan yang terdapat pada dinding gua prasejarah Linagkobhori Pulau Muna. Setelah melalui proses penelitian, lukisan tersebut berusia 40 ribu tahun.