Biologi

Unsur Hara : Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Semua makhluk hidup baik manusia, hewan, hingga tumbuhan membutuhkan zat dan nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangannya dalam kehidupan sehari-hari. Nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia sangat beragam meliputi protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan lain sebagainya.

Apabila tubuh kekurangan nutrisi, segala sistem dan proses yang terjadi di dalam tubuh akan terganggu dan berdampak buruk pada kesehatan. Selain manusia yang membutuhkan asupan zat dan nutrisi untuk tubuh, tumbuhan juga membutuhkan nutrisi khusus untuk bertahan hidup.

Nutrisi-nutrisi ini akan digunakan untuk membantu tumbuhan bertahan dari segala penyakit, serta mampu membantu tumbuhan untuk terus tumbuh dan berkembang. Nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tumbuhan ini disebut dengan unsur hara.

Pengertian Unsur Hara

Unsur hara adalah segala macam zat, unsur, atau senyawa kimia yang diperlukan oleh tumbuhan untuk bertahan hidup. Semua nutrisi atau unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan memiliki fungsi penting sehingga harus tercukupi dalam setiap harinya.

Ada 16 jenis unsur hara yang memiliki fungsi dan peran masing-masing yang dibutuhkan oleh setiap tumbuhan. Beberapa jenis unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan merupakan senyawa kimia yang terkandung di dalam tanah. Namun demikian, unsur hara yang tersedia di dalam tanah juga terbatas.

Di tambah hampir setiap hari, tumbuhan akan menyerap unsur hara yang berasal dari dalam tanah yang menyebabkan senyawa-senyawa ini terus berkurang. Untuk terus memenuhi kebutuhan tumbuhan terhadap nutrisi atau unsur ini, dapat dilakukan dengan pemberian pupuk, baik pupuk kandang, kompos, dan lain sebagainya.

Fungsi Unsur Hara

Fungsi unsur hara bagi tumbuhan secara umum adalah sebagai bentuk upaya untuk bertahan hidup. Akan tetapi, unsur hara memiliki fungsi yang cukup beragam bagi keberlangsungan hidup tumbuhan. Berikut ini beberapa fungsi unsur hara bagi tumbuhan.

  • Sebagai penyusun beragam struktur sel jaringan
  • Memperlancar proses fotosintesis
  • Mengatur tekanan osmotik ketika vakuola penuh dengan zat cair
  • Membantu dalam proses transfer energi
  • Sebagai katalisator reaksi atau membantu memperbesar kecepatan reaksi
  • Turut mengatur proses reproduksi pada tumbuhan
  • Mencegah tumbuhan dari kondisi yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan
  • Melindungi tumbuhan dari serangan penyakit dan infeksi

Jenis-jenis Unsur Hara

Unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan sangat beragam. Terdapat 16 jenis unsur yang berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup tumbuhan. Namun, jenis-jenis unsur hara ini terbagi ke dalam dua jenis utama berdasarkan jumlah kebutuhannya yakni unsur hara makro dan unsur hara mikro.

Unsur hara makro merupakan jenis unsur yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah besar. Sedangkan untuk jenis unsur hara mikro adalah unsur yang diperlukan tumbuhan dalam jumlah sedikit.

Unsur Hara Makro

  • Karbon (C)

Sebagian besar tumbuhan pasti membutuhkan Karbon untuk keberlangsungan hidupnya. Karbon ini merupakan unsur hara yang dapat membantu tumbuhan dalam menghasilkan beberapa zat penting termasuk protein, pati atau karbohidrat kompleks, hingga selulosa.

Kebutuhan akan unsur C ini didapatkan oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis yang mengubah karbondioksida (CO2) menjadi karbohidrat yang berguna sebagai tempat penyimpanan cadangan energi dan membantu mengangkut energi ke seluruh bagian dalam tumbuhan.

  • Hidrogen (H)

Unsur hidrogen berfungsi sebagai komponen pembentuk gula yang membantu proses pertumbuhan. Hidrogen didapatkan oleh tumbuhan melalui penyerapan air (H2O) yang berada di dalam tanah. Ion-ion yang terkandung dalam hidrogen dibutuhkan oleh tumbuhan untuk membantu melancarkan proses fotosintesis serta digunakan untuk bernafas dalam proses respirasi.

  • Oksigen (O)

Oksigen adalah salah satu unsur penting yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup termasuk tumbuhan. Tumbuhan membutuhkan oksigen untuk menghasilkan ATP. Tumbuhan bisa mendapatkan Oksigen baik dari proses penyerapan karbondioksida, udara, air, atau beberapa enzim lainnya. Selain membutuhkan Oksigen dalam jumlah besar, tumbuhan juga berperan penting dalam menghasilkan unsur Oksigen sendiri melalui proses fotosintesis.

  • Nitrogen (N)

Senyawa nitrogen merupakan senyawa yang berlambang unsur N yang berperan penting bagi keberlangsungan hidup tumbuhan. Unsur ini berfungsi dalam pembentukan setiap sel, jaringan, hingga pembentukan organ pada tumbuhan.

Tak hanya itu, unsur Nitrogen juga berfungsi sebagai bahan sintesis klorofil, protein serta asam amino. Fungsi ini akan membantu mengatur pertumbuhan ketika fase vegetatif agar dapat berjalan secara optimal. Oleh sebab itu, Nitrogen termasuk golongan unsur hara makro karena dibutuhkan dalam jumlah besar.

  • Fosfor (P)

Di dalam tumbuhan, Fosfor termasuk unsur hara yang berperan besar dalam menyusun beberapa enzim. Fosfor yang memiliki unsur lambang P ini merupakan komponen penyusun dari protein, ATP, RNA, dan DNA.

Dalam fungsi ini, Fosfor sebagai pembentuk ATP turut membantu dalam proses transfer energi. Fosfor yang juga berperan dalam pembentukan RNA dan DNA berperan dalam pertumbuhan benih, akar, bunga, dan buah.

Ketika tumbuhan dalam fase pembungaan, unsur ini bersama dengan unsur Kalium dibutuhkan dalam jumlah besar. Hal ini disebabkan Fosfor dan Kalium dapat merangsang proses pembungaan sehingga kebutuhan akan unsur-unsur ini menjadi meningkat.

  • Kalium (K)

Unsur Kalium (K) atau juga disebut dengan Potassium ini merupakan unsur yang berperan besar dalam berjalannya aktivitas atau proses fisiologi tumbuhan seperti fotosintesis, transfer karbohidrat, mengatur fungsi stomata, distribusi air ke sel dan jaringan, akumulasi, translokasi, dan lain sebagainya. Jika tumbuhan kekurangan Kalium, maka dapat menyebabkan daun mudah rontok dan rentan terhadap penyakit.

  • Kalsium (Ca)

Sama halnya dengan tubuh manusia, Kalsium dibutuhkan oleh tumbuhan untuk membantu meningkatkan pertumbuhan sel. Kalsium mampu menguatkan dan merawat dinding sel serta membantu perkembangan akar pada tumbuhan.

Unsur berlambang Ca ini juga berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel yang menjadi titik tumbuh. Oleh sebab itu, unsur ini dibutuhkan dalam kadar yang cukup besar karena apabila Kalsium rendah dapat mengakibatkan tumbuhan memiliki akar yang tidak kekar dan produksi bunga terhambat.

  • Belerang/Sulfur (S)

Keberadaan belerang atau Sulfur (S) di dalam tumbuhan cukup penting. Sulfur adalah salah satu komponen penyusun asam amino tumbuhan seperti sistein dan metionin. Tumbuhan membutuhkan unsur Sulfur untuk bertahan hidup setara dengan kebutuhannya akan unsur Fosfor. Di perkirakan 90% Sulfur dalam tanaman berbentuk asam amino yang berperan dalam penyusunan protein.

  • Magnesium (Mg)

Berbeda dengan unsur-unsur sebelumnya, Magnesium merupakan senyawa pembawa energi. Magnesium berfungsi sebagai media transportasi energi bagi beberapa enzim di dalam tumbuhan. Apabila senyawa Magnesium pada tumbuhan rendah, maka akan mengakibatkan sejumlah energi yang perlu didistribusikan berkurang.

Hal ini dikarenakan Magnesium sebagai alat transportasi hanya dapat mengangkut unsur lebih sedikit sehingga unsur penting lainnya tidak ikut terbawa. Selain sebagai pengangkut energi, Magnesium juga termasuk komponen penting dalam pembentukan klorofil.

Unsur Hara Mikro

  • Boron (B)

Sebagai salah satu jenis unsur hara mikro, Boron termasuk unsur penting yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Keberadaan Boron dibutuhkan untuk membantu proses pembentukan, pembelahan, dan pembagian tugas sel.

Unsur ini dapat ditemukan di dalam tanah, namun jumlahnya terbatas. Oleh sebab itu, apabila tumbuhan kekurangan unsur ini maka daun akan menunjukkan ciri berwarna lebih gelap, tebal, dan mengerut.

  • Seng (Zn)

Seng adalah unsur hara dengan lambang Zn yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk transkripsi DNA, menyusun klorofil dan membantu kelancaran proses fotosintesis. Tumbuhan yang kekurangan Seng akan mengalami pertumbuhan yang lambat, termasuk gejala daun mengerut dan rontok, hingga bakal buah yang gugur.

  • Tembaga (Cu)

Tembaga merupakan unsur hara mikro yang memiliki peran penting dalam beberapa proses di dalam tumbuhan. Tembaga dibutuhkan untuk membantu kelancaran fotosintesis, membentuk klorofil, aktivator atau pembawa enzim, hingga membantu dalam proses reproduksi.

Meski kebutuhan tumbuhan akan tembaga tergolong sedikit, tidak banyak tanah yang mengandung unsur ini sehingga perlu menambahkan tembaga melalui modifikasi tanah dengan pupuk.

  • Besi (Fe)

Unsur berlambang Fe ini merupakan unsur hara mikro yang berperan penting dalam proses fotosintesis. Unsur Besi akan menjadi aktivator beberapa enzim serta berguna sebagai pembawa elektron ketika proses fotosintesis dan respirasi terjadi.

Keberadaan zat besi bergantung pada kadar tembaga dalam tumbuhan, sehingga apabila kekurangan tembaga tentu unsur zat besi juga berkurang. Kekurangan zat besi mengakibatkan tumbuhan mengalami klorosis serta daun menguning atau gejala nekrosis.

  • Mangan (Mn)

Berbeda dengan unsur lainnya, Mangan (Mn) memiliki fungsi khusus di dalam perkembangan tumbuhan. Mangan berfungsi dalam pembentukan protein, vitamin C, serta berperan dalam mempertahankan warna hijau pada daun yang sudah tua.

Unsur ini juga berperan sebagai aktivator dari beberapa enzim. Tumbuhan yang kekurangan unsur ini biasanya akan memiliki kondisi yang berbeda dengan tumbuhan lain yakni memiliki warna aneh pada daun.

  • Molibdenum (Mo)

Molibdenum atau Mau merupakan unsur yang berperan dalam metabolisme nitrogen tumbuhan. Unsur ini termasuk salah satu kofaktor enzim dalam pembentukan asam amino. Selain itu, unsur Molibdenum juga berfungsi sebagai pembawa elektron dalam proses mengubah nitrat menjadi enzim.

  • Silikon (Si)

Unsur hara mikro dengan lambang Si atau Silikon ini adalah unsur yang membuat tumbuhan tahan terhadap hama dan penyakit. Tak hanya itu saja, unsur ini juga membantu kelancaran dalam proses fotosintesis.

Unsur Silikon ini termasuk komponen dari dinding sel yang mampu menginduksi ketahanan tumbuhan. Dengan memanfaatkan unsur hara ini, tumbuhan akan lebih kuat dan mampu melawan berbagai infeksi atau penyakit yang menyerang.