Biaya Eksplisit: Pengertian – Cara Menghitung dan Contoh Soalnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Setelah membahas mengenai biaya implisit, kali ini kita akan mengkaji mengenai biaya eksplisit.

Apa itu Biaya Eksplisit?

Untuk menjalankan kegiatan operasional, sebuah perusahaan atau badan usaha membutuhkan modal atau biaya yang harus dikeluarkan untuk mendukung berjalannya kegiatan tersebut. Salah satu biaya yang menjadi pusat perhatian dalam kegiatan ekonomi adalah biaya eksplisit atau explicit cost.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, eksplisit memiliki makna jelas, secara nyata, terus terang, gambling dan tidak berbelit-belit. Makna eksplisit juga menyatakan bahwa hal ini disampaikan dengan tegas sehingga makna tersampaikan dengan jelas tanpa menimbulkan makna ambigu dan kesalah pahaman.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa biaya eksplisit adalah biaya yang secara jelas dan nyata dikeluarkan oleh perusahaan melalui proses pembayaran atau penukaran dengan uang untuk memastikan kegiatan operasional perusahaan berjalan dan mendatangkan hasil.

Karakteristik Biaya Eksplisit

Biaya eksplisit dapat dikenali dengan mudah karena memiliki karakteristiknya sendiri. Berikut adalah karakteristik dari biaya eksplisit :

  • Bersifat nyata dan dapat dilihat dengan jelas, karena terjadi pertukaran ekonomi untuk mendapatkan atau memanfaatkan kegunaannya.
  • Besaran biaya eksplisit dapat dihitung dengan jelas dan aktual.
  • Bersifat objektif karena jelas berapa biaya dan digunakan untuk keperluan apa.
  • Sebagai penyusun laporan keuangan perusahaan. Biaya eksplisit biasanya dilaporkan dalam laporan keuangan secara rinci dan berkala.

Manfaat Biaya Eksplisit

Biaya eksplisit biasanya dilaporkan secara rutin dan berkala pada setiap periode. Hal ini dilakukan karena analisis biaya eksplisit memiliki berbagai manfaat. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Mengetahui pengeluaran yang dilakukan perusahaan.
  • Mengetahui laba atau keuntungan yang diraih dengan membandingkan dan melakukan penghitungan antara hasil penjualan dan modal yang digunakan.
  • Dapat berperan sebagai faktor penentu besaran harga produk atau jasa dijual ke pasaran.
  • Menganalisis efisiensi kinerja perusahaan.

Contoh Biaya Eksplisit

Biaya eksplisit atau dapat dikatakan biaya aktual adalah seluruh jenis biaya total yang dikeluarkan perusahaan. Contoh biaya eksplisit adalah :

  • Tersusun dari biaya tetap
    Contoh biaya tetap ialah biaya sewa gedung, gaji karyawan tetap, pajak, asuransi usaha, biaya bunga pinjaman (jika ada), biaya pemeliharaan dan biaya utilitas seperti air, listrik, telepon dan jaringan internet.
  • Tersusun dari biaya Variabel
    Biaya variabel contohnya adalah biaya bahan baku, biaya lembur tenaga kerja, upah tenaga kerja tambahan, biaya mesin produksi, komisi dan bonus.

Cara Menghitung Biaya Eksplisit

Secara sederhana menghitung biaya eksplisit cukup mudah, karena biaya eksplisit adalah biaya yang dikeluarkan dengan nyata. Cara menghitungnya ialah sebagai berikut :

  • Menganalisis pembayaran atau pengeluaran apa saja yang dibebankan pada perusahaan untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan berjalan dengan baik.
  • Membuat daftar jumlah atau besaran pengeluaran berdasarkan jenis pengeluaran. Contohnya ialah daftar jumlah pengeluaran untuk biaya tetap dan biaya variabel yang menyusun biaya eksplisit.
  • Jika sudah didapatkan jumlah yang sesuai dan sesungguhnya, maka semua jenis pengeluaran itu dapat dijumlahkan sehingga menghasilkan penghitungan biaya eksplisit perusahaan dalam periode tertentu.

Perbedaan Biaya Eksplisit dan Biaya Implisit

Biaya eksplisit dan implisit memiliki kaitan erat namun dalam kenyataannya keduanya memiliki sifat yang berkebalikan. Berikut beberapa perbedaan antara biaya eksplisit dan biaya implisit :

  • Biaya eksplisit bersifat objektif sedangkan biaya implisit bersifat subyektif.
  • Biaya eksplisit dapat diukur dan jumlah besarannya secara pasti dan ukuran moneter. Sedangkan biaya implisit tidak dapat diukur dengan pasti besarannya.
  • Biaya eksplisit melalui proses pembayaran atau pertukaran ekonomi secara langsung dan nyata sedangkan biaya implisit tidak mengalami pertukaran ekonomi atau pembayaran secara langsung.
  • Biaya eksplisit dilaporkan dan dicatat secara terstruktur dan disajikan dalam laporan keuangan perusahaan. Sedangkan biaya implisit biasanya tidak tercantum dalam laporan keuangan, jika ada pun laporannya akan disajikan secara terpisah.

Pembahasan Contoh Soal Biaya Eksplisit

Berikut contoh serta pembahasan mengenai penghitungan biaya eksplisit.

1. Sebuah perusahaan akan membeli mesin untuk produksi produknya. Harga satu buah mesin adalah Rp 15.000.000 juta, jika perusahaan membeli dua buah mesin, penjual mesin akan memberikan potongan harga sebesar 10%. Perusahaan yang memang membutuhkan mesin produksi tambahan memutuskan membeli dua mesin.

Berdasarkan ilustrasi soal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa biaya implisit perusahaan adalah sebesar Rp 27.000.000.

15.000.000 x 2 = 30.000.000
30.000.000 – 10% = 27.000.000

2. Dalam data keuangan sebuah perusahaan, tersusun pengeluaran perusahaan sebagai berikut :

Sewa gedung = 5.000.000
Gaji karyawan tetap = 25.000.000
Biaya bahan baku = 10.000.000
Pemeliharaan mesin produksi = 1.500.000
Biaya utilitas = 2.000.000
Maka didapat biaya eksplisit perusahaan adalah sebesar Rp 43.500.000.

Kesimpulan Pembahasan

Biaya eksplisit adalah biaya yang dikeluarkan secara nyata, jelas dan dapat diukur besarannya oleh perusahaan kepada pihak lain yang digunakan untuk menunjang berjalannya kegiatan operasional perusahaan. Biaya eksplisit mudah dibedakan dan dihitung karena melalui pembayaran dan pertukaran moneter.

Analisis biaya eksplisit dapat membantu perusahaan untuk mengetahui besaran pengeluaran, jumlah keuntungan, efisiensi kerja perusahaan dan dapat dijadikan acuan untuk memprediksi kemajuan perusahaan.

Biaya eksplisit ini terdiri dari berbagai biaya total perusahaan baik itu biaya tetap maupun biaya variabel. Contoh biaya eksplisit dapat dengan mudah diketahui yaitu biaya sewa gedung, upah karyawan tetap, pajak, asuransi, biaya bahan baku, bonus, biaya pemeliharaan dan biaya lainnya.

fbWhatsappTwitterLinkedIn