7 Fungsi Mitokondria pada Sel Tumbuhan

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Mitokondria adalah organel yang ditemukan dalam organesime sel eukariotik seperti tumbuhan. Organel ini terdapat dalam sel tumbuhan yang membantu menghasilkan energi, tempat berlangsungnya respirasi sel dan lain sebagainya. Mitokondria merupakan organel membran ganda yang memiliki bentuk seperti elips.

Secara umum, mitokondria tersusun atas dua membran utama yakni membran luar dan membran dalam. Pada struktur membran luar terdapat protein dan lipid dengan perbandingan yang sama besar karena berfungsi sebagai pelindung atau pembungkus mitokondria bagian dalam.

Sedangkan pada membran bagian dalam mengandung 20% lipid dan 80% protein karena sebagai tempat pembentukan energi ATP. Dalam membran dalam ini terdapat lipatan-lipatan yang disebut dengan krista. Selain itu, dalam struktur mitondria terdapat ruang antar membran yang dikenal dengan istilah matriks yang mengandung mineral.

Organel mitokondria umumnya berdiameter sekitar 0,5-10 mikrometer dan memiliki panjang lebih dari 2 mikrometer. Jumlah mitokondria dalam sel tumbuhan cenderung lebih sedikit dibanding jumlah dalam sel hewan. Jumlah yang lebih sedikit pada sel tumbuhan ini disebabkan fungsi utama mitokondria sebagai penghasil energi ATP (Adenosia trifosfat) akan dibantu oleh kloroplas.

Mitokondria dalam sel tumbuhan memiliki fungsi yang cukup penting salah satunya sebagai tempat respirasi sel. Namun, tidak hanya berfungsi sebagai tempat melepaskan energi saja, mitokondria juga memiliki beberapa fungsi lain pada sel tumbuhan, antara lain:

1. Penghasil Energi ATP

Mitokondria dalam sel tumbuhan memiliki peran penting dalam menghasilkan energi. Dalam sel tumbuhan, mitokondria berfungsi untuk menghasilkan energi ATP. Energi ATP merupakan hasil dari metabolisme karbohidrat yang terjadi dalam organel mitokondria.

Energi ATP dihasilkan melalui pembentukan energi atau yang disebut dengan fosforilasi oksidatif yang terdiri dari lima tahapan reaksi enzimatis. Enzim ini terdapat pada membran dalam mitokondria dengan bantuan kompleks enzim, yakni :

  • Enzim NADH dehidrogenase
  • Suksinat dehidrogenase
  • Koenzim Q-stokrom C reduktase, dan
  • Sitokrom oksidase.

Dengan bantuan kompleks enzim, mitkondria dapat mengubah karbohidrat menjadi sumber energi pada sel tumbuhan.

2. Tempat Respirasi Sel

Mitokondria berperan sebagai tempat berjalannya proses pernapasan atau respirasi sel tumbuhan. Respirasi sel adalah proses kimiawi dimana energi yang di lepaskan akan tersimpan di dalam glukosa. Di dalam glukosa tersebut akan terpecah sehingga menjadi glikolisis, siklus krebs, dan transpor elektron.

3. Membantu dalam Proses Apoptosis

Apoptosis merupakan proses kematian sel secara terprogram yang terdapat dalam tumbuhan. Dalam hal ini, mitokondria ikut membantu mekanisme dalam apoptosis apabila terdapat sel yang mengalami kerusakan atau tumbuh secara tidak normal. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan sel rusak dengan cara mempercepat kematian pada sel tersebut untuk melindungi sel lain dan mencegah terganggunya kinerja sistem tubuh.

4. Menyimpan Ion Kalsium

Sebagai sel yang memiliki peran cukup penting dalam sel tumbuhan, mitokondria juga berfungsi untuk membantu organel dan sel-sel lain yang membutuhkan ion kalsium. Dalam fungsi ini, mitokondria akan berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan cadangan ion kalsium. Mitokondria akan bekerja untuk menjaga konsentrasi ion kalsium agar kebutuhan ion kalsium dapat terpenuhi.

5. Bebas Sel Eukariotik

Mitokondria adalah organel dalam organisme sel eukariotik. Sel eukariotik ini memiliki bagian yang disebut dengan membran inti atau endomembran yang membatasi adanya sistem membran. Dengan demikian, mitokondria berfungsi untuk membebaskan endomembran dan organel mitokondria sendiri. Dalam kata lain, mitokondria menjadi organel yang terbebas dari sel eukariotik.

6. Mendetoksifikasi Amonia

Karena mitokondria berperan dalam beberapa fungsi penting, yakni menerima beberapa zat untuk diolah menjadi energi maka mitokondria memiliki kemampuan untuk mendetoksifikasi amonia. Fungsi detoksifikasi amonia ini juga mempengaruhi enzim yang akan diperoleh oleh mitokondria setelah melalui beberapa tahapan. Adanya fungsi ini akan membantu sel tumbuhan untuk dapat beraktivitas dengan baik.

7. Menerima Hasil Enzim

Fungsi mitokondria pada tumbuhan juga menampung dan menerima hasil enzim yang telah diproses. Hasil enzim ini kemudian akan diproses lebih lanjut sebagai sebuah molekul dengan muatan tertentu dengan percampuran oksigen.

Apabila enzim ini telah sampai di mitokondria dan menjadi molekul tertentu, maka fungsi mitokondria disini akan mendistribusikan molekul tersebut ke seluruh bagian sel tumbuhan yang membutuhkan.

Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang tersusun atas berbagai macam sel di dalamnya. Sel dalam tumbuhan adalah unit terkecil yang membantu tumbuhan bertahan hidup. Sel tumbuhan ini memiliki selaput tipis yang di dalamnya terdapat larutan koloid senyawa kimia.

Setiap satu sel tumbuhan tersusun atas dinding sel, membran plasma, mitkondria, ribosom, retikulum endoplasma, plastida, badan golgi, nukleus, dan vakuola. Setiap organel penyusun sel ini memiliki fungsi yang berbeda termasuk mitokondria.

Dalam sel tumbuhan, jumlah mitokondria tidak sebanyak pada sel hewan. Hal ini dikarenakan peran mitokondria dibantu oleh kloroplas.

fbWhatsappTwitterLinkedIn