PPKN

Macam-macam Ideologi dan Pengertiannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kata ideologi berasal dari Bahasa Yunani, yakni “ideas” yang bermakna gagasan atau konsep dan “logos” yang bermakna ilmu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ideologi diartikan sebagai kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup.

Secara umum ideologi adalah sekumpulan gagasan, konsep, ide, kepercayaan yang sistematis dan menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan baik itu di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan juga agama dan kepercayaan.

Dalam sejarah perkembangan politik dan pemerintahan negara-negara di dunia, ada banyak sekali jenis ideologi yang muncul dan berkembang.

Berikut akan dibahas macam-macam ideologi besar yang sampai saat ini masih ada dan dianut oleh negara-negara di penjuru dunia.

1. Ideologi Komunisme

Komunisme berasal dari Bahasa Latin communis dan Bahasa Inggris Common/Universal.

Komunisme adalah ideologi yang tujuannya untuk menciptakan masyarakat komunis yang tidak mengenal kelas sosial dan kepemilikan bersama akan faktor-faktor produksi.

Ajaran komunisme dicetuskan oleh Karl Marx dan Friederich Engels yang mana tujuan awalnya adalah untuk memperjuangkan pesamaan hak dari semua warga negara tanpa memandang status sosial mereka.

Oleh karena itu, ajaran komunisme yang diciptakan oleh Karl Marx dikenal juga dengan istilah Marxisme.

Ideologi komunisme mulai diterapkan sebagai ideologi sejak meletusnya revolusi Bolshevik di Rusia pada tanggal 7 November 1917.

Sejak saat itu komunisme menyebar ke beberapa negara termasuk Indonesia.

Komunisme masuk ke Indonesia dibawa oleh tokohnya, yakni Muso dan D.N Aidit.

Akan tetapi, akibat aksi makar yang mereka lakukan akhirnya komunisme di Indonesia menjadi ideologi yang terlarang hingga saat ini.

Di era kejayaan Uni Soviet, komunisme menjadi salah satu ideologi besar yang menantang kapitalisme dan liberalisme.

Akan tetapi, setelah bubarnya Uni Soviet, runtuhnya Jerman Timur, dan pecahnya Yugoslavia, kekuatan komunisme semakin melemah.

Saat ini ideologi komunisme masih digunakan di beberapa negara, yaitu Tiongkok, Korea Utara, Vietnam, Laos, dan Kuba.

2. Ideologi Kapitalisme

Kata kapitalisme sebenarnya berasal dari Bahasa Latin “caput” yang diartikan sebagai kepala, kehidupan, dan kesejahteraan.

Kata ini kemudian diserap ke dalam Bahasa Inggris menjadi “capital” yang artinya adalah modal.

Ideologi kapitalisme sendiri merupakan suatu ideologi yang mengagungkan kepemilikan modal atau capital oleh seseorang atau sekelompok orang yang dianggap bisa menjadi penggerak bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat.

Pelopor ajaran atau ide kapitalisme adalah seorang tokoh ekonomi klasik yang bernama Adam Smith (1729-1790 M), dengan pemikirannya tentang “invisible hand”, yaitu kekuatan tersembunyi yang dapat menggerakkan ekonomi atau pasar yang menuntut terbebasnya pasar dari intervensi kekuasaan.

Beberapa negara yang menganut paham kapitalisme  yaitu Amerika, Inggris, Jerman, Belanda, dan Perancis.

3. Ideologi Liberalisme

Kata liberalisme berasal dari Kata liberal atau dalam bahasa Latin yaitu “liber” yang berarti bebas/bukan budak.

Ideologi liberalisme sendiri menganut paham kebebasan dan pengakuan akan hak-hak individu dalam berbagai bidang kehidupan tanpa adanya campur tangan dari pemerintahan atau negara.

Ideologi liberalisme mulai muncul di sekitar abad ke-18, dimana saat itu Eropa tengah dikuasai oleh kelompok raja dan bangsawan, kaum Feodal, dan otoritas gereja.

Kekuasaan gereja saat itu mencakup segala aspek kehidupan masyarakat termasuk dalam masalah perekonomian.

Hal tersebut membuat rakyat semakin tertekan sehingga memunculkan gerakan perlawanan kepada raja dan kaum feodal.

4. Ideologi Sosialisme

Ideologi sosialisme sebetulnya hampir sama ideologi komunisme yang berprinsip mengutamakan kepemilikan bersama akan dan menolak adanya kepemilikan individu.

Istilah sosialisme sendiri muncul sejak abad ke-19 di Perancis yang dicetuskan oleh Karl Marx sebagai kritikannya atas kaum kapitalis, yakni para pemilik modal, karena telah menindas dan menyengsarakan para buruh dan petani.

Para rakyat kecil yang tidak memiliki modal hanya dijadikan sebagai faktor produksi tenaga kerja tanpa adanya upah yang layak sehingga memunculkan kemiskinan dan kesenjangan sosial antara kaum kapitalis dengan para buruh dan tani.

5. Ideologi Nasionalisme

Ideologi nasionalisme adalah sebuah paham yang bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan negara melalui konsep identitas bersama oleh sekelompok manusia yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama.

Ada beberapa bentuk nasionalisme yang berkembang, diantaranya yaitu:

6. Ideologi Demokrasi

Kata demokrasi diambil dari Bahasa Yunani, yaitu “Demos” yang berarti rakyat dan “Kratos” yang berarti kekuasaan.

Secara harfiah, demokrasi bisa dimaknai sebagai kekuasaan ditangan rakyat. Dari sinilah kemudian lahir slogan dari demokrasi yaitu kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Ideologi demokrasi menempatkan rakyat sebagai pemilik kekuasaan tertinggi dalam sebuah negara.

Adapun dalam pelaksanaannya, kekuasaan itu diwujudkan melalui dewan perwakilan rakyat yang duduk di lembaga sistem pemerintahan.