Masyarakat Ekonomi ASEAN: Sejarah – Tujuan dan Dampaknya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Globalisasi sudah tak mungkin dihindari saat ini. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, terutama penggunaan internet yang kian meluas, membawa dampak nyata terbukanya ruang dan kesempatan baru dalam transakasi perdagangan antarnegara.

Pengertian Masyarakat Ekonomi ASEAN

MEA merupakan singkatan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN yang merupakan salah satu perwujudan dari kerja sama antar anggota ASEAN terutama di bidang ekonomi. 

Sejarah Masyarakat Ekonomi ASEAN

Sejarah MEA diawali dari perjanjian bersama pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia yang menghasilkan satu visi bersama negara-negara Asia Tenggara (ASEAN Vision 2020).

Tujuannya menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan yang makmur dengan pembangunan serta pengembangan ekonomi yang merata di tiap-tiap negara yang menjadi anggotanya.

KTT di Bali, Indonesia pada Oktober 2003  menelurkan hasil yang hampir sama dengan KTT 1997. Pada KTT di Bali tersebut, para pemimpin negara-negara ASEAN menyatakan pentingnya mengintegrasikan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sebagai satu tujuan utama dalam integrasi perilaku ekonomi di kawasan regional yang akan diterapkan tahun 2020.

KTT selanjutnya pada 2006 di Kuala Lumpur, Malaysia melahirkan konsensus baru. Isinya menyatakan bahwa tahun diberlakukannya MEA dimajukan.

Yang awalnya tahun 2020 menjadi tahun 2015. Konsensus tersebut melahirkan deklarasi yang disebut dengan Deklarasi Cebu.

Dengan ditandatanganinya Deklarasi Cebu maka keputusan konsensus dari tahun ke tahun menjadi satu langkah nyata untuk menjadikan ASEAN sebagai daerah perdagangan bebas yang meliputi seluruh komponen aktivitas ekonomi.

Mulai dari barang, tenaga kerja (terampil), investasi, modal, sampai jasa.

Tujuan Dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pembentukan MEA memiliki tujuan utama menghadirkan pemerataan ekonomi bagi seluruh warga masyarakat kawasan ASEAN. Jika diuraikan dengan lebih mendalam berdasarkan Deklarasi Cebu, tujuan utama dari dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yaitu:

  • Menciptakan pasar tunggal yang mencakup negara-negara ASEAN sekaligus pusat produksi (production base) dengan kaitannya pada elemen produk aktivitas ekonomi bebas, seperti tenaga kerja (terdidik/terampil), bebas bea untuk aliran barang dan jasa dari kawasan regional ASEAN, serta keluar masuknya investasi dan aliran modal untuk negara-negara sekawasan.
  • Menjadikan ASEAN sebagai kawasan berdaya saing ekonomi tinggi yang ditandai dengan dikuatkannya peraturan dalam kompetisi ekonomi, meliputi perlindungan konsumen, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), perpajakan, kelancaran aktivitas e-Commerce, dan pengembangan infrastruktur.
  • Meratakan pemberdayaan ekonomi kawasan ASEAN dengan sasaran utama revitalisasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), terutama bagi negara Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam (CMLV). Sebagaimana diketahui bersama negara CMLV telah lama dan berulang kali didera dengan beragam masalah politik, sosial, dan kebudayaan yang berpengaruh terhadap keamanan negara tersebut. Dengan demikian, sebagaimana terangkum dalam ASEAN Vision 2020 serta Pakta ASEAN Concord II, MEA dibuat dengan maksud untuk memeratakan ekonomi hingga ke seluruh penjuru kawasan.
  • Mengintegrasikan ekonomi kawasan dengan ekonomi global dengan tujuan dasar untuk meningkatkan peran serta ASEAN dalam percaturan kebijakan global. Semua dilakukan dengan proses pendekatan yang koheren antara ekonomi regional dan global. Hal ini tentu adalah salah satu sisi positif sebab nantinya masukan negara-negara ASEAN dianggap penting.

Negara Anggota Masyarakat Ekonomi ASEAN

Seperti diketahui negara anggota MEA, adalah :

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Filipina
  • Singapura
  • Thailand
  • Brunai Darussalam
  • Kamboja
  • Vietnam
  • Laos
  • Myanmar.

Dampak MEA bagi Indonesia

Dampak Positif

  • Aspek perdagangan
    Dampak positif setelah kedatangan MEA dirasakan oleh aspek perdagangan. Kok bisa? Karena dengan adanya MEA, segala hambatan perdagangan menjadi berkurang bahkan tidak ada. Tidak hanya itu, dengan dilaksanakannya MEA, terutama di indonesia, akan terjadi peningkatan kapasitas ekspor produk lokal ke mancanegara dan meningkatkan devisa negara.
  • Aspek investasi
    Lanjut, aspek yang terkena dampak positif lain dari MEA ini adalah aspek investasi. MEA memberikan akses lebih mudah untuk para investor agar secara langsung dan tanpa hambatan dapat menjalankan investasinya di berbagai sektor, terutama sektor ekonomi. Selain itu, kehadiran MEA menyebabkan semakin luas dan lebarnya peluang wirausaha yang kreatif dan berdaya saing tinggi.
  • Bidang ketenagakerjaan
    Bidang ketenagakerjaan juga terkena dampak positif dari MEA. Dengan kehadiran MEA, maka masyarakat akan berusaha meningkatkan kualitas serta keterampilan pribadi agar dapat bersaing dengan masyarakat dari negara ASEAN lainnya. Selain itu, masyarakat Indonesia juga “di[paksa” untuk berpikir lebih terbuka terhadap perubahan sosial budaya yang ada.

Dampak Negatif

  • Segi kompetisi
    Dampak negatif yang pertama dari MEA adalah meningkatnya kompetisi/persaingan terhadap produk-produk dalam negeri dan luar negeri. Mengapa? Hal ini terjadi karena berkurangnya hambatan dan tidak ada lagi batasan wilayah terhadap barang dan jasa yang beredar di kawasan Asia Tenggara.
  • Segi Eksploitasi
    Hal ini pasti akan terjadi adanya suatu eksploitasi terhadap sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Terutama di indonesia, yang memiliki banyak sumber daya alam namun tidak mampu diolah sendiri, hal ini akan dieksploitasi oleh perusahaan asing yang ada.
  • Bidang ketenagakerjaan
    Memang dengan adanya MEA berdampak pada peningkatan peluang kerja, tetapi kondisi ini memberikan dampak negatif. Dampak negatif di bidang ketenagakerjaan adalah seperti meningkatnya persaingan untuk mendapatkan pekerjaan terutama di dalam negeri. Karena para pencari kerja bukan hanya akan bersaing dengan masyarakat lokal, tapi juga dengan masyarakat internasional. Sehingga, kualitas dan keterampilan yang dimiliki oleh setiap masyarakat indonesia harus dapat bersaing dengan masyarakat luar.
fbWhatsappTwitterLinkedIn