Metode Simulasi: Tujuan, Jenis dan Kelebihan

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Selama ini kita kerap sekali menemukan pembelajaran yang berkesan dan menyenangkan. Rupanya, pembelajaran tersebut menggunakan sebuah metode pembelajaran.

Metode pembelajaran dapat membuat pembelajaran lebih hidup dan menarik. Sehingga siswa lebih paham akan materi yang disampaikan.

Ada banyak jenis metode pembelajaran, salah satunya adalah simulasi. Metode ini menerapkan konsep reka ulang seperti kejadian aslinya. Tidak hanya itu, metode ini berusaha menyampaikan maksud melalui pementasan drama. Lalu, apa itu metode simulasi dalam pembelajaran? Selengkapnya akan dibahasa berikut ini.

Pengertian Metode Simulasi

Istilah metode berasal dari bahasa Yunani yakni metha dan hodos. Metha memiliki arti melalui sementara hodos berarti jalan atau cara. Maka, metode dapat diartikan sebagai cara yang harus dilewati untuk mencapai suatu tujuan.

Sementara itu, menurut Pusat Bahasa Depdiknas (2005), metode simulasi merupakan salah satu metode yang memperagakan sesuatu dengan bentuk tiruan atau mirip dengan keadaan aslinya. Metode ini merupakan salah satu jenis metode pembelajaran yang dapat dilakukan secara berkelompok.

Perbedaan Simulasi dan Demonstrasi

Simulasi merupakan metode yang memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan bentuk aslinya. Sementara itu,demonstrasi merupakan metode yang menyajikan sesuatu dengan mempertunjukkan proses atau situasi tertentu.

Jika simulasi biasanya disajikan dalam bentuk drama, maka lain halnya dengan demonstrasi. Demonstrasi biasanya cenderung dijelaskan secara verbal untuk memaparkan sebuah proses tertentu.

Tujuan Metode Simulasi

Metode simulasi memiliki beberapa tujuan sebagai berikut.

  1. Melatih keterampilan siswa. Dengan melakukan simulasi, siswa akan lebih terbiasa untuk tampil di muka umum. Selain itu, dengan metode ini akan melatih keterampilan-keterampilan dalam diri siswa.
  2. Mendapatkan pemahaman. Tujuan awal dari sebuah metode pembelajaran adalah untuk mendapatkan pemahaman. Biasanya siswa cenderung lebih paham jika benda tersebut dihadirkan.
  3. Melatih untuk memecahkan masalah. Metode simulasi biasanya diterapkan secara berkelompok. Dengan berkelompok, siswa dituntut untuk mengatasi masalah secara bersama-sama.
  4. Dapat meningkatkan keaktifan belajar. Metode simulasi secara tidak langsung menuntut siswa untuk aktif. Sebab, metode ini lebih banyak praktiknya dibandingkan teori.
  5. Menumbuhkan kreativitas siswa. Metode simulasi dapat meningkatkan daya kreativitas siswa. Hal ini dikarenaka siswa dituntut untuk menjelaskan materi dengan bantuan benda tiruan yang relevan.

Ciri-Ciri Metode Simulasi

  1. Metode simulasi lebih banyak digunakan pada mata pelajaran PKn, IPS, dan pendidikan agama. Mata pelajaran jenis ini memang sangat cocok untuk menggunakan metode simulasi. Sebagai contoh pada mata pelajaran agama, kerap digunakan pada materi praktik menyolatkan, memandikan, mengkafani dan menguburkan jenazah. Dengan melakukan simulasi, siswa akan lebih paham dengan materi yang diajarkan.
  2. Metode ini dapat melatih kerja sama, komunikasi serta interaksi. Metode simulasi biasa dilakukan secara berkelompok. Hal ini dapat melatih siswa dalam bekerja sama, berkomunikasi serta berinteraksi dengan sesama temannya.
  3. Siswa dituntut aktif. Metode simulasi lebih banyak melakukan praktik dibandingkan teori. Hal ini secara tak langsung menuntut siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran.
  4. Dapat diterapkan pada pembelajaran kontekstual, bahan pembelajaran dapat diangkat dari kehidupan sosial maupun masalah yang berkembang di masyarakat.

Jenis Metode Simulasi

Metode simulasi memiliki banyak jenisnya. Adapun jenis-jenis metode simulasi tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Bermain peran atau role playing

Metode ini menerapkan pembelajaran dengan bentuk drama. Drama ini dimainkan oleh setiap kelompok. Guru memberikan arahan kepada muridnya untuk melakukan kegiatan yang telah dirancangkan sebelumnya.

Simulasi jenis ini bertujuan untuk memberikan gambaran pada masa silam saat terjadinya peristiwa tersebut. Setiap gerakan yang dimainkan harus relevan dengan materi yang diajarkan.

  1. Sosiodrama

Sosiodrama merupakan jenis metode pembelajaran bermain peran dalam rangka memecahkan masalah yang berkaitan erat dengan fenomena sosial. Sama halnya dengan bermain peran atau role playing, metode ini dimainkan secara berkelompok.

Sesuai dengan namanya, pada metode ini siswa akan bermain peran dengan membawakan tema masalah-masalah. Contoh pada metode jenis ini adalah pada materi interaksi sosial. Siswa dapat bermain peran dengan membawakan tema yang berkaitan dengan interaksi sosial.

  1. Permainan Simulasi

Pada metode jenis ini, siswa akan bermain peran sesuai dengan peran yang telah ditugaskannya. Kegiatan pada metode ini dilakukan seolah-olah sesuai dengan pada kenyataannya.

  1. Peer Teaching

Peer teaching merupakan latihan mengajar yang dilakukan oleh murid kepada teman-teman sekelasnya. Kegiatan ini seolah menggambarkan kegiatan belajar mengajar pada umumnya. Hanya saja yang berperan sebagai guru adalah siswanya. Kegiatan peer teaching mengajarkan siswa untuk menjadi seorang guru.

Kelebihan Metode Simulasi

Berikut ini beberapa kelebihan dari metode simulasi.

  1. Dapat meningkatkan interaksi dan komunikasi antar siswa. Selama ini proses pembelajaran kerap kali berjalan searah. Namun, dengan menggunakan metode ini siswa dituntut lebih aktif. Tentunya hal ini adalah sesuatu yang positif terlebih aspek sosial merupakan salah satu aspek yang harus dicapai dalam pembelajaran.
  2. Dapat membangkitkan imajinasi. Dengan menggunakan metode simulasi, akan meningkatkan beberapa keterampilan siswa. Salah satunya adalah kreativitas.
  3. Membina hubungan personal yang positif. Seperti yang telah dijelaskan bahwa metode ini dapat melatih beberapa keterampilan siswa. Dengan begitu, dapat menumbuhkan hubungan personal yang baik dalam diri siswa.
  4. Membiasakan siswa untuk memahami permasalah sosial. Metode simulasi mengajarkan siswa untuk peka terhadap permasalahan sosial. Siswa diajarkan untuk bisa mengatasi masalah yang ada di sekitar tempat tinggalnya.

Kekurangan Metode Simulasi

Setiap ada kelebihan, pasti ada kekurangannya juga. Berikut beberapa kekurangan metode simulasi:

  1. Metode ini memerlukan waktu yang cukup lama. Metode simulasi sangat memakan waktu. Oleh karena itu, metode ini perlu disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia.
  2. Keaktifan siswa menjadi kunci pembelajaran. Jika biasanya, pembelajaran bergantung pada guru, maka lain halnya dengan metode ini. Pada metode ini guru hanyalah sebagai fasilitator yang mengarahkan dan memberi masukan. Kegiatan sepenuhnya berada di tangan siswa. Maka, dari itu, jika siswa tidak berperan aktif, pembelajaran tidak akan berjalan.
  3. Memerlukan banyak alat. Pada metode ini memerlukan banyak media untuk mendukung jalannya simulasi. Penggunaan alat yang banyak dapat menyulitkan dan memberatkan siswa.

Contoh Metode Simulasi

Di dalam mata pelajaran sosiologi terdapat sub materi masalah sosial. Agar siswa lebih paham, guru bisa menerapkan metode simulasi pada pembahasan ini. Caranya dengan mengambil salah satu masalah sosial misalnya kemiskinan.

Lalu, tema kemiskinan dapat dijadikan bahan dalam penampilan sosio drama. Di mana siswa akan membawakan drama yang berkaitan dengan kemiskinan.

fbWhatsappTwitterLinkedIn