8 Pengertian Pengendalian Sosial Menurut Para Ahli Sosiologi

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kontrol sosial dapat mempengaruhi bentuk – bentuk struktur sosial dan juga Pengendalian sosial yang merupakan suatu usaha yang berlangsung secara kolektif, terencana maupun tidak.

Untuk mengajak dan membimbing hingga memaksa individu untuk dapat mematuhi nilai dan norma sosial yang dianut dalam kelompoknya.

Menurut para ahli sosiologi atau para sosiolog, pengertian pengendalian sosial adalah sebagai berikut:

1. Rifhi Siddiq

Pengendalian sosial merupakan suatu cara dan metode yang dilakukan kepada individu atau kelompok tertentu agar perilaku dan tindakan dapat disesuaikan dengan nilai dan norma sosial yang dianut dalam masyarakat tersebut.

Interaksi sosial antar individu dengan kelompok dapat dipengaruhi oleh pengendalian sosial.

2. Bruce J. Cohen

Pengertian pengendalian sosial menurut para ahli dari Bruce J. Cohen adalah suatu metode yang digunakan untuk mendorong seseorang supaya dapat berperilaku sesuai dengan kehendak kelompok tertentu atau masyarakat luas tertentu.

3. Horton

Pengendalian sosial merupakan semua cara dan proses yang ditempuh oleh sekelompok orang atau masyarakat sehingga membuat para anggotanya dapat bertindak sesuai dengan harapan kelompok dan masyarakat.

4. Joseph S. Roucek

Pengendalian sosial merupakan istilah kolektif yang merujuk pada proses yang terencana atau tidak direncanakan untuk mengajarkan, membujuk atau memaksa individu agar menyesuaikan diri dengan kebiasaan – kebiasaan dan nilai – nilai di dalam kelompok.

5. Peter L. Berger

Pengertian pengendalian sosial menurut para ahli dari Peter Berger adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan para anggota yang membangkang.

6. Soetandyo Wignyo Subroto

Pengertian pengendalian sosial menurut para ahli dari Soetandyo bahwa pengendalian sosial adalah sanksi, sebentuk penderitaan yang diberikan oleh masyarakat secara sengaja.

7. Astrid S. Susanto

Kontrol sosial atau pengendalian sosial menurut Astrid Soekamto adalah pengontrol psikologis dan juga sekaligus pengontrol non fisik, sebab hal ini adalah tekanan mental kepada individu sehingga dapat bersikap dan bertindak sesuai dengan penilaian di dalam kelompoknya.

8. Soerjono Soekanto

Pengendalian sosial merupakan proses yang direncanakan maupun tidak direncanakan, yang tujuannya untuk mengajak, membimbing dan memaksa warga di masyarakat untuk mematuhi nilai – nilai dan kaidah yang berlaku.

Bentuk  – bentuk Pengendalian Sosial

Adapun pengendalian sosial bisa dilakukan melalui beberapa hal berikut yang ada di dalam tatanan masyarakat yaitu:

1. Gosip

Gosip sering juga disebut sebagai rumor, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk membahas perilaku negatif seseorang tanpa didukung oleh fakta yang berhubungan dengan topik tersebut.

Penyebaran gosip dari mulut ke mulut pada akhirnya dapat menyebar di dalam masyarakat dan sampai kepada orang yang digosipkan tersebut.

Contoh gosip mengenai kawin siri seorang artis dengan pengusaha kaya yang sudah beristri sah ramai diperbincangkan di kalangan media dan tersebar dalam waktu singkat.

Ini bisa menjadi contoh hubungan sosiologi dengan gejala sosial yang terjadi di masyarakat.

2. Teguran

Pada umumnya teguran dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang kepada individu atau kelompok lain yang dianggap melakukan hal yang tidak etis atau mengganggu.

Teguran adalah kritik sosial yang dilakukan langsung dan terbuka sehingga orang yang ditegur akan khawatir dan menyadari kesalahannya serta berusaha tidak mengulanginya lagi.

Contoh teguran yang diberikan oleh aparat keamanan kepada pemuda dan pemudi yang berduaan di tempat umum yang sepi pada malam hari.

3. Sanksi dan hukuman

Sanksi dan hukuman merupakan imbalan negatif yang diberikan kepada individu dan sekelompok orang yang melakukan penyimpangan perilaku sosial.

Manfaat dari adanya sanksi tersebut akan membuat seseorang atau kelompok yang sensitif sehingga tidak akan mengulanginya lagi dan menjadi peringatan bagi anggota masyarakat lain agar tidak melakukan perilaku menyimpang.

Contohnya yaitu seorang oknum polisi yang dipecat karena terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika.

4. Pendidikan

Melalui pendidikan dapat berlangsung proses pengendalian sosial sebagai suatu upaya sadar yang dilakukan oleh individu atau kelompok, untuk mempengaruhi individu atau kelompok lainnya sehingga dapat mematangkan diri secara sosial.

Melalui pendidikan orang akan memahami dan melatih sistem nilai serta norma yang berlaku di masyarakat.

Contoh hubungan sosiologi dengan pendidikan dapat dilihat melalui pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan maka seorang anak akan memahami mengenai perannya di dalam masyarakat beserta hak dan kewajibannya.

5. Agama

Melalui agama, semua umat manusia diajarkan untuk menjaga hubungan baik dengan sesama manusia lainnya dan juga dengan makhluk Tuhan lain dan tentu saja antara manusia dengan Tuhannya.

Kegiatan beragama juga dapat menjadi contoh interaksi antara individu dengan individu.

Contoh bagi umat Islam hubungan yang baik antara sesama makhluk ciptaan Allah bisa didapatkan dengan menjalankan semua syariat Allah dan menjauhi semua laranganNya.

6. Pengucilan atau hinaan

Kerap kali seseorang atau kelompok yang berperilaku menyimpang akan diejek, disindir, dihina atau dicela dan dicemooh secara sosial sehingga diharapkan malu dengan perbuatannya dan tidak akan mengulanginya lagi.

Contoh seorang artis yang ketahuan membuat video porno mendapat sanksi sosial dari masyarakat berupa cemoohan dan cibiran dalam waktu yang lama sehingga karirnya menurun dan tidak lagi disukai masyarakat.

7. Intimidasi dan kekerasan

Pengendalian sosial juga bisa dilakukan melalui intimidasi dan kekerasan yang biasanya dilakukan oleh aparat berwenang, tetapi juga bisa dilakukan oleh anggota masyarakat mana saja untuk melakukan kontrol sosial.

Contoh :

  • Memaksa wanita tuna susila, pengamen, anak jalanan dan gelandangan untuk ikut ke dinas sosial ketika dilakukan razia oleh aparat,
  • Ayah yang memberlakukan jam malam untuk anak gadisnya dengan ketat agar ia tidak terjerumus kepada pergaulan bebas,
  • Penggusuran paksa para pedagang kaki lima untuk menempati lokasi yang telah ditetapkan pemerintah kota.
  • Intimidasi dan kekerasan bisa menjadi contoh kontak sosial primer dan contoh kontak sosial negatif.

Untuk mencapai efektivitas dalam pengendalian sosial, maka diperlukan adanya perilaku yang sesuai dari setiap anggota masyarakat dengan nilai dan norma sosial yang telah menjadi aturan dalam kehidupan bermasyarakat.

Agar setiap anggota masyarakat dapat berperilaku sesuai dengan nilai dan aturan tersebut, maka dibutuhkan proses penanaman nilai dan norma melalui berbagai cara kontrol sosial.

Dengan adanya proses nilai dan norma dapat mengendalikan anggota masyarakat agar tidak melakukan penyimpangan perilaku sosial dengan mengetahui apa saja contoh kontak sosial positif dan negatif serta melalui contoh interaksi sosial di lingkungan keluarga.

fbWhatsappTwitterLinkedIn