Sosiologi Ekonomi Menurut Para Ahli

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sosiologi secara menyeluruh merupakan sebuah ilmu yang membahas dan mempelajari kehidupan sosial masyarakat beserta perilakunya. Namun sebenarnya, tidak hanya dari perilaku, nilai-nilai, dan interaksi antar masyarakat baik individu maupun kelompok saja yang difokuskan.

Dalam kajian sosiologi, sosiologi ekonomi pun menjadi bahasan penting yang menggambarkan fenomena ekonomi yang dapat memengaruhi tindakan dan keputusan individu. Sosiologi ekonomi merupakan sebuah cabang ilmu pengetahuan yang membahas tentang kehidupan sosial maupun ekonomi yang ada di tengah masyarakat

Meliputi kegiatan masyarakat (individu maupun kelompok) dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari mereka. Menurut para ahli seperti sosiolog dan para ekonom, berikut adalah pengertian maupun teori sosiologi ekonomi.

1. Karl Marx

Karl Marx dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sosiologi ekonomi yang menggambarkan bahwa ekonomi menjadi landasan masyarakat meski tidak hanya faktor ekonomi saja yang berperan.

Agama, hukum, politik, dan berbagai lembaga lain disebut sebagai struktur super oleh Marx yang juga melandasi masyarakat selain ekonomi. Menurut Marx, ada dua pihak yang saling berkepentingan dan memenuhi kebutuhan satu sama lain dalam sosiologi ekonomi, yakni kelas buruh dan kelas kapitalis.

Kelas kapitalis juga disebut dengan istilah lain seperto pemilik modal karena merupakan kelas yang berkuasa dan cenderung merupakan individu atau kelompok dari kelas atas. Kelas atas atau kelas kapitalis tersebut akan melakukan eksploitasi terhadap kelas buruh yang merupakan orang-orang dari kelas bawah biasanya; keduanya bisa juga disebut dengan pihak kelas borjuis dan proletar.

2. Emile Durkheim

Emile Durkheim adalah salah satu pencetus sosiologi modern yang memiliki pernyataan menguatkan bagi argumentasi Karl Marx tentang sosiologi ekonomi. Melalui buku yang ia tulis dan terbitkan bertajuk The Division of Labor in Society, Durkheim mendefinisikan sosiologi ekonomi sebagai adanya solidaritas terbentuk dalam masyarakat adalah kekuatan untuk pembangunan kehidupan ekonomi.

Durkheim membagi masyarakat menjadi dua tipe, yakni masyarakat kompleks dan masyarakat segmental untuk pembangunan solidaritas dalam kehidupan ekonomi tersebut. Masyarakat kompleks lebih kepada masyarakat dengan struktur peranan khusus dengan individual yang berbeda-beda dan tidak berada di bawah kuasa maupun dominasi masyarakat homogen atau masyarakat segmental.

Sementara itu, masyarakat segmental lebih kepada masyarakat homogen yang individunya identik satu dengan lainnya dan perbedaan hanya terletak pada usia maupun jenis kelamin saja untuk pembagian kerja mereka.

3. Max Weber

Max Weber yang merupakan seorang sosiolog Jerman yang menyatakan adanya unsur-unsur pembeda antara sosiologi ekonomi dan ekonomi itu sendiri. Tindakan ekonomi bagi Max Weber adalah sosial, ada kekuasaan yang menjadi fokus, serta terdapat makna dibaliknya. Menurutnya, sosiologi ekonomi merupakan ilmu yang berfokus membahas tindakan ekonomi dalam lingkup sosial, maka akan selalu melibatkan kaitan antara manusia dan kekuasaan di dalamnya.

4. Sindung Haryanto

Sosiologi ekonomi menurut Sindung Haryanto adalah suatu pendekatan atau analisis sosiologis yang membahas dan menawarkan penjelasan detail mengenai kebutuhan ekonomi masyarakat disertai dengan fakta sosial yang ada di lapangan. Pendekatan sosiologis tersebut dilakukan oleh sosiolog, termasuk menunjukkan penjelasan cara masyarakat yang berbeda-beda dalam pemenuhan kebutuhan.

5. Dadang Supardan

Sosiologi ekonomi menurut Dadang Supardan adalah suatu kegiatan ekonomi yang menunjukkan cara-cara individu maupun kelompok masyarakat untuk dalam pemenuhan kebutuhan hidup mereka. Tindakan pemenuhan kebutuhan sehari-hari manusia biasanya tidak lepas dari hal produksi, distribusi maupun konsumsi baik untuk barang maupun jasa.

6. Damsar

Sosiologi ekonomi menurut Damsar merupakan kajian ilmu pengetahuan tentang cara individu dan kelompok dalam kehidupan bermasyarakat mampu memenuhi kebutuhannya sehari-hari untuk bertahan hidup. Menurut Damsar, manusia selalu memiliki kebutuhan sehingga tidak akan lepas dari aktivitas maupun tindakan ekonomi yang kemungkinan dilakukan dengan cara berbeda-beda.

7. Richard Swedberg

Sosiologi ekonomi menurut Richard Swedberg adalah kombinasi antara ilmu sosiologi dan ekonomi yang timbul sebagai akibat dari tindakan dan kepentingan manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dalam kegiatan memenuhi kebutuhan hidup, manusia baik individu maupun kelompok menggunakan pendekatan sosiologi untuk memperoleh barang maupun jasa.

Sosiologi ekonomi intinya tidak sekadar membahas sosiologi saja atau ekonomi saja, tapi lebih kepada kegiatan ekonomi dalam kehidupan sosial dan masyarakat, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan produksi, distribusi dan konsumsi.

fbWhatsappTwitterLinkedIn