Tarian Daerah 34 Provinsi Indonesia beserta Penjelasannya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Berikut penjelasan tentang tarian daerah 34 provinsi beserta gambar dan penjelasannya, antara lain:

1. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam “Tari Seudati

Tarian Daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam adalah Tari Seudati. Tari Seudati dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari 12-14 laki-laki berpakaian putih.

Temanya adalah peperangan karena syair lagu yang mengiringi tari ini dapat membangkitkan semangat pemuda Aceh untuk melawan penjajah. Fungsi Tari Seudati adalah sebagai tari pertunjukan diberbagai acara.

2. Provinsi Bangka Belitung “Tari Campak

Tarian Provinsi Bangka Belitung adalah Tari Campak. Tari Campak yaitu tari yang dilakukan secara berpasangan. Penarinya terdiri dari 2 orang penari laki-laki dan perempuan yang menari dibarengi dengan berbalas pantun.

Temanya adalah percintaan karena jika lelaki kalah berbalas pantun, maka wanita itu menjadi pasangannya. Tari ini juga merupakan alternatif untuk mencari jodoh bagi yang belum mempunyai kekasih.

Fungsi Tari Campak yaitu sebagai hiburan dan rangkaian upacara adat. Karena tari ini untuk menghibur orang yang belum mendapat jodoh/pasangan. Tari ini juga dipentaskan saat pulang/akan memanen padi.

3. Provinsi Bengkulu “Tari Andun

Tarian Provinsi Bengkulu adalah Tari Andun. Tari Andun yaitu tari yang dilakukan secara berpasangan. Penarinya terdiri dari sepasang muda mudi laki-laki dan perempuan yang menari bersama dengan memakai baju adat daerah Bengkulu.

Temanya adalah percintaan karena tari Andun menceritakan sepasang pria dan wanita yang sedang mencari pasangan hidupnya.

Fungsi Tari Andun yaitu sebagai rangkaian dari prosesi tanam padi dan sebagai hiburan masyarakat Bengkulu karena setelah menanam padi masyarakat meminta do’a agar hasil panennya melimpah.

4. Provinsi Bali “Tari Pendet

Tarian Provinsi Bali adalah Tari Pendet. Tari Pendet yaitu tari yang dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari beberapa penari perempuan yang membawa bokor yang berisi bunga ditangannya.

Temanya adalah pergaulan karena tari ini menggambarkan masyarakat dahulu yang bersuka cita menyambut kelahiran Dewata yang lahir ke dunia.

Fungsi Tari Pendet ialah sebagai tarian untuk upacara keagamaan karena tari ini banyak digelar di altar pura pada saat upacara keagamaan agama Hindu. Tetapi sekarang tari ini digunakan untuk menyambut tamu kehormatan seperti presiden.

5. Provinsi Banten “Tari Rampak Bedug”

Tarian Provinsi Banten adalah Tari Rampak Bedug. Tari Rampak Bedug yaitu tari yang dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan penari professional yang mengenakan baju pesilat khas Banten. Tari ini diiringi oleh beberapa alat musik, salah satunya bedug.

Temanya adalah pergaulan karena menceritakan kebersamaan masyarakat Banten dalam melaksanakan ibadah maupun menyambut datangnya bulan suci.

Fungsi Tari Rampak Bedug yaitu sebagai hiburan karena tari ini dibuat untuk menghibur masyarakat Banten sekaligus memberi pesan agar kita melaksanakan ibadah pada waktunya.

6. Provinsi DKI Jakarta “Tari Topeng Betawi”

Tarian Provinsi DKI Jakarta adalah Tari Topeng Betawi. Tari Topeng Betawi yaitu tari yang dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari 5-8 penari yang memakai kostum adat dari Provinsi DKI Jakarta, membawa topeng dengan cara digigit agar topeng tersebut tidak jatuh dari muka penari.

Temanya adalah pergaulan karena tema yang diangkat biasanya kritik masyarakat terhadap masalah sosial kemiskinan pada masa penjajahan Belanda.

Fungsi Tari Topeng Betawi yaitu sebagai upacara adat masyarakat betawi untuk menolak bala. Sekarang tari ini sudah jarang digunakan untuk menolak bala. Tetapi digunakan untuk menghibur masyarakat.

7. Provinsi DI Yogyakarta “Tari Serimpi

Tarian Provinsi di Yogyakarta adalah Tari Serimpi. Tari Serimpi yaitu tari yang dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari 4 orang penari perempuan yang memakai baju yang dinamakan kain seredan. Jumlah penari melambangkan 4 arah mata angin dan 4 elemen yang ada di dunia, yaitu api, udara, air dan tanah.

Temanya adalah perang karena tari ini menceritakan pertikaian yang tidak pernah kunjung berhenti antara baik dan jahat yang merupakan filsafat hidup adat ketimuran.

Fungsi Tari Serimpi adalah tari yang ditujukan untuk menghibur raja di kesultanan keraton Yogyakarta pada masa dahulu. Tari ini juga dipentaskan saat upacara adat di keraton.

8. Provinsi Gorontalo “Tari Saronde”

Tarian Provinsi Sulawesi Utara adalah Tari Saronde. Tari Saronde dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari penari perempuan yang memakai baju khas dari Gorontalo.

Temanya adalah erotik karena tari ini dibawakan oleh pengantin ketika pengantin akan dikalungkan selendang oleh pengantin pria.

Fungsi Tari Saronde yaitu sebagai tarian untuk mengiringi pengantin. Tari ini sebagai tari hiburan rakyat dan dipentaskan pada acara pernikahan dan khitan.

9. Provinsi Jambi ” Tari Rantak Kudo”

Tarian Provinsi Jambi adalah Tari Rantak Kudo. Tari Rantak Kudo adalah tari yang dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan memakai pakaian adat khas Provinsi Jambi.

Temanya adalah pantomim karena gerakan dalam tari Rantak Kudo menghentak-hentakan kaki seperti kuda/kudo dalam bahasa Kerinci.

Fungsi Tari Rantak Kudo adalah sebagai tari yang dipentaskan di upacara adat tertentu di Kabupaten Kerinci untuk dipersembahkan atas hasil panen yang melimpah. Dan untuk meminta hujan disaat musim kemarau.

10. Provinsi Jawa Barat “Tari Jaipong”

Tarian Provinsi Jawa Barat adalah Tari Jaipong. Tari Jaipong yaitu tari yang dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari beberapa perempuan yang memakai kostum tari Jaipong khas baju Provinsi Jawa Barat.

Temanya adalah pergaulan karena tari ini menceritakan pergaulan masyarakat Jawa Barat dalam kehidupan kesehariannya.

Fungsi Tari Jaipong yaitu sebagai hiburan dan penyambut tamu.

11. Provinsi Jawa Tengah “Tari Bedhaya

Tarian Provinsi Jawa Tengah adalah Tari Bedhaya. Tari Bedhaya yaitu tari yang dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari 9 orang penari perempuan yang belum menikah memakai baju dan selendang kuning.

Tari ini sangat sakral karena konon, jika tari ini dipentaskan, maka Nyi Roro Kidul akan berada dipentas tari ini untuk melihatnya. Temanya adalah percintaan karena tari ini menceritakan kehidupan perempuan yang mencari pasangan hidupnya.

Fungsi Tari Bedhaya yaitu sebagai tari untuk hiburan, terutama untuk menghibur raja Keraton Surakarta pada masa dahulu. Biasanya tari ini juga dipentaskan untuk merayakan hari kelahiran putra pejabat daerah.

12. Provinsi Jawa Timur “Tari Gandrung”

Tarian Provinsi Jawa Timur adalah Tari Gandrung. Tari Gandrung yaitu tari tunggal karena tari ini dibawakan oleh seorang penari perempuan yang memakai kostum khas dari daerah Banyuwangi dan membawa kipas ditangannya. Tari ini dapat berubah menjadi berpasangan apabila salah seorang penonton maju ke depan dan ikut menari.

Temanya adalah pergaulan karena tari ini menggambarkan betapa terpesonanya masyarakat agraris Blambangan kepada Dewi Sri. Fungsi Tari Gandrung yaitu sebagai tari yang dipentaskan untuk hiburan masyarakat.

13. Provinsi Kepulauan Riau “Tari Tandak

Tarian provinsi Kepulauan Riau adalah Tari Tandak. Tari Tandak adalah tari yang dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari 2 kelompok pria dan wanita yang berbalas pantun lalu membentuk lingkaran.

Temanya pergaulan. Tari ini menceritakan tentang masalah dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Riau.

Fungsi Tari Tandak adalah sebagai tari yang dipentaskan untuk menghibur masayarakat. Tari ini dilakukan masyarakat Riau untuk bersenang-senang menghibur diri.

14. Provinsi Kalimantan Barat “Tari Monong

Tarian Provinsi Kalimantan Barat adalah Tari Monong. Tari Monong yaitu tari yang dilakukan secara berkelompok. Penarinya campuran dari laki-laki dan perempuan.

Temanya adalah heroik karena tari ini menggambarkan seseorang yang menyembuhkan salah seorang suku yang sedang jatuh sakit.

Fungsi Tari Monong yaitu tarian untuk upacara adat. Seperti tari penyembuhan yang dapat menyembuhkan atau menangkal penyakit dalam tubuh penderita. Dalam tarian ini penari bertindak seperti seorang dukun dengan menggunakan jampi-jampi.

15. Provinsi Kalimantan Tengah “Tari Tambun dan Bungai”

Tarian Provinsi Kalimantan Tengah adalah Tari Tambun dan Bungai. Tari Tambun dan Bungai yaitu Tari yang dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari sekelompok perempuan.

Temanya adalah pantomim karena tari ini dikisahkan dari cerita Tambun dan Bungai yaitu saudara dari ayah mereka yang merupakan adik-kakak.

Fungsi Tari Tambun dan Bungai ialah sebagai tarian untuk upacara adat karena tari ini digunakan masyarakat Kalimantan Tengah untuk memanggil hujan dan mengusir hama tani dan kebun.

16. Provinsi Kalimantan Selatan “Tari Baksa Kembang

Tarian Provinsi Kalimantan Selatan adalah Tari Baksa Kembang. Tari Baksa Kembang yaitu Tari yang dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari beberapa kaum wanita.

Temanya erotik. Tarian ini dibawakan karena adanya putri raja yang memberikan setangkai bunga untuk seorang pangeran. Fungsi tarian ini adalah tari pertunjukan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan atau kerabat-kerabat kerajaan.

17. Provinsi Kalimantan Timur “Tari Gong

Tarian Provinsi Kalimantan Timur adalah Tari Gong. Tari Gong yaitu tari tunggal. Tari ini ditarikan oleh seorang kaum wanita.

Temanya adalah pantomim. Tari ini menggambarkan kelemah-lembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh angin.

Fungsi Tari Gong yaitu sebagai tarian untuk pertunjukan karena tari gong merupakan tari yang khusus untuk dipentaskan saat acara-acara daerah atau lomba tari.

18. Provinsi Kalimantan Utara “Tari Radap Rahayu”

Tarian Provinsi Kalimantan Utara adalah Tari Radap Rahayu. Tari Radap Rahayu yaitu tari yang dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari penari campuran antara laki-laki dan perempuan.

Temanya adalah pantomim. Tari ini merupakan tari sakral yang dikisahkan dari peristiwa kapal Prabu Yaksa berisi patih Lambung Mangkurat yang pulang berkunjung dari kerajaan Majapahit.

Fungsi Tari Radap Rahayu ialah sebagai tari upacara adat karena tari ini dibawakan pada saat upacara adat sebagai penolak bala. Tari ini juga biasa dipentaskan pada acara perkawinan dan kematian.

19. Provinsi Lampung “Tari Melinting

Tarian Provinsi Lampung adalah Tari Melinting. Tari Melinting yaitu tari yang dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari 5-8 orang penari laki-laki maupun perempuan yang memakai kostum adat dari Provinsi Lampung.

Temanya adalah pergaulan karena tari ini berisi masalah yang sering ditemui di dalam kehidupan sehari-hari.

Fungsi Tari Melinting yaitu sebagai hiburan karena tari Melinting pada awalnya diciptakan oleh Ratu Melinting dan hanya dipentaskan oleh anggota kerajaan seperti putri dan putra ratu Melinting. Tetapi sekarang, tari Melinting banyak digunakan sebagai tari dalam perlombaan.

20. Provinsi Maluku “Tari Lenso

Tarian provinsi maluku adalah Tari Lenso. Tari Lenso dilakukan secara berkelompok atau beramai-ramai saat ada pesta pernikahan maupun panen lada. Tari ini juga sering dimainkan berpasangan bagai kaum muda mudi yang mencari jodoh.

Temanya adalah erotik atau percintaan karena tari ini menceritakan tentang cinta seorang pemuda yang diterima oleh pujaan hatinya.

Fungsi Tari Lenso yaitu sebagai tari hiburan karena tari ini biasa diadakan saat acara-acara besar seperti pesta pernikahan, pesta hasil panen yang melimpah, maupun menyambut tamu untuk menghibur orang yang hadir dalam acara tersebut.

21. Provinsi Maluku Utara “Tari Perang Cakalele”

Tarian Provinsi Maluku Utara adalah Tari Perang Cakalele. Tari Perang Cakalele dilakukan secara berkelompok tetapi bergantian. Penarinya terdiri dari laki-laki.

Temanya melambangkan kepahlawanan dan kegagahan rakyat. Tarian ini biasanya dibawakan oleh masyarakat pegunungan yang digelar ketika kepala suku memerintahkan untuk berperang, karena tarian ini mampu mengobarkan semangat.

Fungsi Tari Perang Cakalele yaitu sebagai tari upacara adat yang menceritakan tentang peperangan.

22. Provinsi Nusa Tenggara Barat “Tari Nguri”

Tarian Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Tari Nguri. Tari Nguri dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari beberapa penari perempuan yang memakai baju adat Sumbawa dengan seperti sayap dibagian kanan dan kiri baju penari.

Temanya adalah erotik atau pergaulan karena tari ini menceritakan tentang masyarakat yang berempati terhadap raja Sumbawa yang kala itu sedang bersedih.

Fungsi Tari Nguri yaitu sebagai tari yang digunakan sebagai tarian adat karena tari Nguri sering dipentaskan pada upacara persembahan suku di Sumbawa.

23. Provinsi Nusa Tenggara Timur “Tari Caci”

Tarian Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Tari Caci. Tari Caci dilakukan secara berpasangan. Penarinya terdiri dari laki-laki yang membawa pecut dengan tanpa baju dan mengenakan sarung.

Temanya adalah heroik karena tari ini menggambarkan suatu suku yang sedang dalam penyerangan dan ada seorang yang menyelamatkan suku itu.

Fungsi Tari Caci yaitu sebagai tarian upacara adat yang menjadi sebuah tradisi serta ritual yang diperuntukkan untuk arwah para leluhur.

24. Provinsi Papua “Tari Perang Papua”

Tarian Provinsi Sulawesi Utara adalah Tari Perang Papua. Tari Perang Papua dilakukan secara berkelompok tetapi bergantian. Penarinya terdiri dari laki-laki.

Temanya melambangkan kepahlawanan dan kegagahan rakyat Papua. Tarian ini biasanya dibawakan oleh masyarakat pegunungan yang dibawakan ketika kepala suku memerintahkan untuk berperang, karena tarian ini mampu mengobarkan semangat.

Fungsi Tari Perang Papua yaitu sebagai tari upacara adat yang digunakan untuk mengobarkan semangat berperang.

25. Provinsi Papua Barat “Tari Selamat Datang

Tarian Provinsi Papua Barat adalah Tari Selamat Datang. Tari Selamat Datang dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari penari laki-laki dan perempuan.

Temanya adalah erotik. Tari ini dibawakan saat ada pengunjung mancanegara atau non mancanegara masuk ke Papua untuk menyambut para turis mancanegara dengan senang hati dan gembira.

Fungsi Tari Selamat Datang yaitu sebagai tari pertunjukan tari ini biasanya dipentaskan untuk menyambut para tamu kehormatan yang datang ke pulau Papua.

26. Provinsi Riau “Tari Joget Lambak”

Tarian Daerah Provinsi Riau adalah Tari Joget Lambak. Tari Joget Lambak adalah tari yang dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari sekelompok laki-laki dan perempuan yang menari dibarengi dengan berbalas pantun.

Tari ini bertema pergaulan karena tari ini menceritakan tentang pemuda dan pemudi yang mencari jati dirinya. Pemuda dan pemudi tersebut mencari pertemanan atau persahabatan melalui perantara tari Joget Lambak.

Fungsi tari Joget Lambak adalah sebagai hiburan masyarakat.

27. Provinsi Sulawesi Tengah “Tari Dero”

Tarian Provinsi Sulawesi Tengah adalah Tari Dero. Tari Dero dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari ratusan bahkan ribuan penari atau biasa disebut tarian massal yang ditarikan oleh penari laki-laki dan perempuan yang memakai kostum adat daerah.

Temanya adalah erotik atau pergaulan karena tari ini menceritakan masyarakat Kabupaten Poso yang ramah terhadap tamu dan dalam kehidupan sehari-hari yang penuh gotong royong dan kebersamaan.

Fungsi Tari Dero yaitu sebagai tari adat karena dipentaskan pada upacara adat saat menjelang musim panen.

28. Provinsi Sulawesi Selatan “Tari Pakarena”

Tarian Provinsi Sulawesi Selatan adalah Tari Pakarena. Tari Pakarena dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari 4 penari perempuan dengan memakai baju yang terdapat kipas ditangannya.

Temanya adalah pergaulan karena tari ini menceritakan masyarakat desa Gantarang yang memberi ucapan pada penduduk langit atau biasa disebut botting langi atas jasanya mengajari penduduk lino (bumi) dalam berbagai memenuhi kebutuhan hidupnya.


Fungsi Tari Pakarena yaitu sebagai tari ritual/upacara adat. Dan digunakan untuk mengungkapkan rasa terima kasih masyarakat terhadap pemimpinnya.

29. Provinsi Sulawesi Barat “Tari Patuddu

Tarian Provinsi Sulawesi Barat adalah Tari Patuddu. Tari Patuddu dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari 14 penari laki-laki dan perempuan remaja yang memakai baju adat dari Sulawesi Barat. Warna baju pada tari Patuddu didominasi oleh warna merah, kuning dan biru.

Temanya adalah pantomim karena tari ini menggambarkan/menirukan kelembutan wanita Mandar. Selain itu, tari ini juga menggambarkan angin sepoi-sepoi.

Fungsi Tari Patuddu yaitu sebagai tari yang digunkan sebagai hiburan untuk menghibur raja di lingkungan kerajaan dan digelar di lantai istana.

30. Provinsi Sulawesi Tenggara “Tari Lulo Alu”

Tarian Provinsi Sulawesi Tenggara adalah Tari Lulo Alu. Tari Lulo Alu dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari 12 penari. Delapan penari bertindak seolah menumbuk padi dan 4 penari memerankan proses penapisan gerabah.

Temanya adalah erotik atau pergaulan. Tari ini menggambarkan pergulan masyarakat Buton yang saling gotong royong dalam mengadakan ritual adat.

Fungsi Tari Lulo Alu yaitu sebagai tari upacara adat yang digelar/dipentaskan dalam berterima kasih kepada Tuhan atas hasil panen.

31. Provinsi Sulawesi Utara “Maengket”

Tarian Provinsi Sulawesi Utara adalah Tari Maengket. Tari Maengket dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari 20-30 orang campuran antara laki-laki dan perempuan. Tarian ini hanya ditampilkan saat sedang panen padi di ladang.

Tema tari ini adalah erotik. Tari ini menggambarkan tentang mengenal pertanian terutama menanam padi di ladang.

Fungsi Tari Maengket yaitu sebagai tari upacara keagamaan karena tari ini dipentaskan untuk berdoa kepada tuhan atas hasil panen yang diberikan.

32. Provinsi Sumatera Selatan “Tari Tanggai

Tarian Provinsi Sumatera Selatan adalah Tari Tanggai. Tari Tanggai adalah tari dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari 5 orang perempuan dengan kostum khas Provinsi Sumatera Selatan.

Temanya adalah pergaulan karena tari ini memberikan informasi kepada masyarakat luar daerah Sumatera Selatan bahwa masyarakat Sumatera Selatan adalah orang yang ramah dan pandai bergaul kepada pendatang.

Fungsi Tari Tanggai adalah sebagai tari pertunjukan karena tari ini dibawakan untuk penyambut tamu kehormatan yang datang ke Sumatrea Selatan, khususnya Palembang.

33. Provinsi Sumatera Utara “Tari Serampang Dua Belas”

Tarian Daerah Provinsi Sumatera Utara adalah Tari Serampang Dua Belas. Tari Serampang Dua Belas adalah tari yang dilakukan secara berpasangan. Penarinya terdiri dari 2 penari laki-laki dan perempuan.

Temanya adalah percintaan. Tari ini berkisah tentang pasangan kekasih yang berusaha meminta restu dari kedua belah pihak orang tua yang akhirnya mendapat restu dari kedua orang tua mereka.

Fungsi Tari Serampang Dua Belas yaitu sebagai tari yang ditampilkan sepasang kekasih untuk meminta restu kepada orang tua.

34. Provinsi Sumatera Barat “Tari Piring

Tarian Daerah Provinsi Sumatera Barat adalah Tari Piring. Tari Piring adalah tari yang dilakukan secara berkelompok. Penarinya terdiri dari 10-20 penari dengan memakai kostum adat Minangkabau dan membawa piring di kedua tangannya.

Tari Piring bertema pergaulan karena tari ini menceritakan tentang kehidupan masyarakat Minangkabau yang penuh dengan kebersamaan.

Dahulu, tari piring berfungsi sebagai tari yang dipentaskan dalam bersyukur kepada dewa-dewa atas hasil panen yang melimpah. Tetapi, sekarang tari piring berfungsi sebagai hiburan masyarakat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn