Sosiologi

7 Tokoh Sosiologi Indonesia dan Peranannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sosiologi merupakan sebuah cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang masyarakat. Ilmu sosiologi berkembang di Indonesia sudah sejak zaman dahulu. Namun, sosiologi pada masa itu belum dipelajari sebagai ilmu pengetahuan sendiri hanya saja para tokoh bangsa Indonesia memasukkan unsur-unsur sosial ke dalam setiap hal yang diajarkannya.

Pada masa Sri Paduka Mangkunegoro IV tahun 1853-1881, sudah mulai mengajarkan unsur tata hubungan manusia yang terdapat dalam ilmu sosiologi pada berbagai golongan yang berbeda dalam ajarannya yang dikenal dengan Wulang Reh.

Selanjutnya, pada masa pasca kemerdekaan salah satu tokoh pendidikan nasional yaitu Ki Hajar Dewantara juga menerapkan konsep-konsep penting dalam sosiologi seperti kepemimpinan dan kekeluargaan dalam proses pendidikan di Taman Siswa yang didirikannya.

Selain itu, pada karya yang ditulis oleh orang-orang Belanda seperti Snouck Hurgonje dan Vollenhaven sekitar abad ke-19 yang menggunakan unsur sosiologis sebagai kerangka berpikir untuk memahami masyarakat Indonesia.

Dari sejarah singkat perkembangan sosiologi di Indonesia ini terlihat bahwa sosiologi di Indonesia pada masa sebelum Perang Dunia II masih dianggap sebagai ilmu pembantu untuk ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Dengan kata lain, ilmu sosiologi belum berdiri sendiri seperti ilu pengetahuan yang penting dipelajari dan belum mengetahui peran dan fungsi ilmu sosiologi.

Perkembangan sosiologi tidak terlepas dari tokoh-tokoh yang memperkenalkannya hingga menjadi bagian ilmu sendiri yang penting untuk dikaji. Berikut tokoh-tokoh sosiologi di Indonesia:

Selo Sumardjan

Selo Sumardjan adalah seorang tokoh terkenal yang dianggap sebagai Bapak Sosiologi Indonesia. Lahir di Yogyakarta pada 23 Mei 1915, dengan latar belakang keilmuan pendidikan menengah atas untuk birokrat yang dikenal dengan nama Mosvia.

Selo Sumardjan kemudian melanjutkan studi sosiologi dengan beasiswa di Universitas Cornell, Amerika Serikat. Kariernya sebagai sosiolog dibangun selama ia menjadi salah satu pengajar di Universitas Indonesia. Pengaruh Sosiologi Amerika yang Parosnian pada saat itu dibawa oleh Selo Sumardjan ke Indonesia melalui risetnya yang berjudul, “Perubahan Sosial di Yogyakarta”.

Selo Sumardjan menggunakan perspektif fungsionalisme struktural dalam mengamati perubahan sosial, proses integrasi sosial dan sistem pemerintah Indonesia. Dengan kontribusi ilmu sosiologi yang dibawanya, Selo Sumardjan mampu membatu pemerintah dalam program pembangunan negara.

Pudjiwati Sayogjo

Terkenal sebagai ahli sosiologi pedesaan di Indonesia, Pudjiwati Sayogjo lahir di Kebumen pada 21 Mei 1926. Gelar sarjana pertanian, membuatnya fokus berkarier sebagai pakar sosiologi pedesaan dan ekonomi pedesaan di Institut Pertanian Bogor.

Sayogjo tertarik dengan sosiologi ketika melakukan fokus penelitian di pedesaan Cibodas terkait struktur sosial pedesaan dan perubahan sosial.

Sayogjo memberikan kontribusi besar terhadap keilmuan sosiologi di Indonesia, di mana beliau melakukan pengenalan subsidi soisologi pedesaan di berbagai institusi dan perguruan tinggi serta menguraikan kritiknya terhadap perubahan sosial yang disebabkan oleh modernisasi yang banyak terjadi di pedesaan.

Mely Giok Tan

Mely Giok Tan merupakan salah satu tokoh sosiolog Indonesia generasi awal yang lahir pada tanggal 11 Juni 1930, di Jakarta. Mely terkenal sebagai ahli sinologi, yakni pakar ilmu pengetahuan dan kebudayaan Cina.

Pendidikan sarjananya didapatkan dar Fakultas Sastra, Universitas Indonesia, kemudian gelar master di Universitas Cornell, Amerika Serikat dan gelar doktor diperolehnya saat studi di Universitas California, Aemerika Serikat.

Kontribusi yang diberikan oleh Mely kepada perkembangan sosiologi di Indonesia adalah kajiannya tentang komunitas Cina. Selain mengkaji tentang persoalan Cina, Mely juga memberikan perhatiannya dengan mengkritik media yang mendiskriminasi perempuan dalam masyarakat dan memandang perempuan hanya sebagai objek seksual. Dengan kontribusinya ini, terlihat bahwa Mely termasuk tokoh sosiologi Indonesia yang memiliki tujuan emansipatoris.

Mochtar Naim

Dikenal sebagai sosiolog dan antropolog Indonesia, Mochtar Naim lahir di Jambi 25 Desember 1932 yang membuatnya juga menjadi ahli kebudayaan Minang. Pendidikan sarjana diperoleh di tiga Universitas berbeda yang ada di Yogyakarta.

Kemudian, melanjutkan studinya di Universitas untuk mendapatkan McGill, Kanada dan gelar doktoral di Universitas Singapura.

Mochtar Naim dikenal sebagai tokoh yang dikenal dengan ahli budaya sekaligus sosiolog, dengan studinya tentang “Pola Migrasi Masyarakat Minangkabau”. Dengan kontribusi studi perubahan sosial ini, menjadikan Mochtar Naim termasuk ke dalam tokoh sosiologi Indonesia.

Arif Budiman

Arif Budiman lahir di Jakarta pada 3 Januari 1941. Terkenal sebagai seorang aktivis demonstran, Arif Budiman memiliki latar pendidikan yang beragam yakni di College d’Europe Belgia, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, hingga mendapatkan gelar doktor di bidang sosiologi di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Arif juga memperoleh gelar guru besar bidang sosiologi dari Universitas Melbourne, Australia, saat menjadi pengajar.

Kontribusinya terhadap sosiologi Indonesia adalah gagasannya tentang teori ketergantungan. Selain ahli di bidang sosiologi, Arif juga mendalami berbagai keilmuan lainnya seperti politik, jurnalistik dan seni.

Soerjono Soekanto

Tokoh sosiologi Indonesia selanjutnya adalah Soerjono Soekanto. Lahir di Jakarta pada 30 Januari 1942, Soerjono Soekanto dikenal sebagai pakar sosiologi hukum. Memiliki latar pendidikan sebagai sarjana hukum, namun memutuskan untuk melanjutkan studi master di bidang sosiologi di Universitas California, Amerika Serikat dan pendidikan doktor diperolehnya di Fakultas Hukum, Universitas Indonesia.

Karier Soerjono Soekanton dimulai saat menjadi akademisi di Universitas Indonesia hingga mendapatkan gelar guru besar Sosiologi Hukum pada tahun 1983.

Kontribusi di bidang sosiologi yang diberikan Soerjono Soekanto ialah Pengenalan Sosiologi Hukum sebagai subdisiplin sosiologi serta karya-karyanya tentang masalah hukum yang menggunakan pendekatan sosilogis.

George Junus Aditjondro

George Junus Aditjondro merupakan sosiolog Indonesia yang lahir di Pekalongan pada 27 Mei 1946, yang sekaligus terkenal sebagai aktivis dan kritikus penguasa rezim Orde Baru. Aditjondro mendapatkan gelar masternya pada tahun 1991 di Universitas Cornell, Amerika Serikat dan gelar doktor diperolehnya dua tahun setelahnya.

Aditjondro dikenal sebagai sosiolog karena studi dan kritiknya terhadap rezim dan penguasa orde baru, hingga pernah dicekal pada masa rezim Soeharto yang membuatnya harus kelluar dari Indonesia dan pergi ke Australia. Saat di Australia inilah, Aditjondro menjadi pengajar sosiologi di Universitas Newcastle, Australia.

Dan inilah beberapa tokoh sosilogi Indonesia, yang membawa ilmu sosiologi menjadi ilmu pengetahuan yang berkembang dan dikaji lebih dalam oleh masyarakat Indonesia.