Fungsi Bahasa Menurut Para Ahli

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Bahasa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari para penuturnya. Bahasa merupakan sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi masyarakat penggunanya. Bagi masyarakat Indonesia, Bahasa Indonesia memiliki kedudukan dan fungsi yang penting dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Begitu pentingnya bahkan Bahasa Indonesia sudah terbentuk sebelum bangsa Indonesia merdeka.

Secara umum fungsi Bahasa adalah untuk mengungkapkan segala sesuatu yang kita pikirkan dan kita inginkan, serta untuk dapat mengkomunikasikannya dengan baik kepada orang-orang sekitar. Bahasa menjadi penggerak manusia untuk memahami dan menjalani kehidupanya.

Bahasa juga memegang peran penting dalam kehidupan spiritual, karena tanpa Bahasa kita tidak dapat ‘berkomunikasi’ dengan Sang Pencipta. Berikut ini adalah fungsi-fungsi Bahasa menurut para ahli :

Keraf

Berkaitan dengan fungsi Bahasa, Keraf mengatakan bahwa Bahasa mempunyai empat fungsi, yaitu sebagai berikut :

  • Sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri. Ekspresi diri berarti mengungkapkan segala hal yang dirasakan dan dipikirkan manusia. Bahasa digunakan sebagai media membebaskan diri dari persoalan dan tekanan hidup. Dalam hal ini Bahasa sebagai alat untuk menarik perhatian orang lain terhadap hal-hal yang dirasakan penuturnya.
  • Alat komunikasi. Bahasa bersifat intrapersonal karena Bahasa digunakan sebagai alat untuk saling bertukar pikiran dan perasaan antar manusia.
  • Alat untuk mengadakan intergrasi dan adaptasi sosial. Digunakan manusia dalm pembentukan eksistensi. Bahasa digunakan untuk mengenal dan mempelajari segala adat istiadat, tingkah laku, dan tata krama masyarakat.
  • Alat mengadakan kontrol sosial. Bahasa akan dimobilisasi sebagai usaha untuk mempengaruhi pikiran dan tindakan orang. Dengan menggunakan Bahasa yang baik dan komunikatif, seseorang bisa mempengaruhi pikiran dan tindakan orang lain sesuai denga napa yang diharapkannya.

Nababan

Nababan membagi fungsi Bahasa menjadi empat, yaitu :

  • Fungsi kebudayaan, sebagai sarana perkembangan budaya, jalur penerus budaya, dan inventaris ciri-ciri kebudayaan..
  • Fungsi kemasyarakatan, sebagai peranan khusus suatu bahasa dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Fungsi perseorangan, terdiri atas instrumental, pemecahan masalah, dan memberikan informasi.
  • Fungsi Pendidikan, bahasa berfungsi sebagai fungsi integratif, instrumental, kultural, dan penalaran.

Jacobson

Menurutnya, terdapat enam fungsi Bahasa, yaitu :

  • Fungsi eksresif atau emotif, sebagai ungkapan keadaan penutur atau penulis.
  • Fungsi referensial, bahasa dapat berfungsi sebagai acuan dalam penyampaian pesan.
  • Fungsi estetik atau puistik, sebagai penyandi pesan.
  • Fungsi fatik, bahasa berfungsi fatik apabila tumpuan pembicaraan terletak pada kontak.
  • Fungsi metalingual, sebagai penerang sandi atau kode yang digunakan.
  • Fungsi direktif atau konatif, diartikan sebagai keinginan penutur yang langsung dilakukan atau dipikirkan pendengar atau pembaca.

H. A. K. Halliday

H. A. K. Halliday dalam bukunya Exploration of The Function of Language menyebutkan terdapat tujuh fungsi Bahasa sebagai berikut :

  • Fungsi personal, yaitu penggunaaan Bahasa untuk mengungkapkan pendapat, pikiran, sikap, atau perasaan pemakaiannya.
  • Fungsi regulator, yaitu penggunaan Bahasa untuk mempengaruhi sikap, pikiran atau pendapat orang lain, seperti bukan, rayuan, permohonan, dan perintah.
  • Fungsi interaksional, yaitu penggunaan Bahasa untuk menjalin kontak dan menjaga hubungan sosial.
  • Fungsi informatif, yaitu penggunaan Bahasa untuk menyampaikan informasi tertentu, ilmu pengetahuan, atau budaya.
  • Fungsi heuristik, yaitu penggunaan Bahasa untuk belajar atau memperoleh informasi.
  • Fungsi imajinatif, yaitu penggunaan Bahasa untuk memenuhi dan menyalurkan rasa estetis, seperti nyanyian atau karya sastra.
  • Fungsi instrumental, yaitu penggunaan Bahasa untuk mengungkapkan keinginan atau kebutuhan penuturnya.

Propper

Propper membagi fungsi Bahasa menjadi empat bagian, yaitu :

  • Stimulus. Artinya Bahasa berfungsi sebagai rangsangan yang dapat mendatangkan suatu respon.
  • Ekspresif. Artinya Bahasa dapat digunakan untuk menyatakan perasaan dan ide kepada orang lain.
  • Deskriptif. Artinya Bahasa berfungsi untuk menguraikan, menjelaskan, dan menggambarkan sesuatu kepada orang lain.
  • Argumentatif. Artinya Bahasa dapat digunakan untuk berargumentasi kepada orang lain oleh para penuturnya.

Husen Lubis

Husen Lubis menbagi fungsi Bahasa menjadi lima fungsi, yaitu sebagai berikut :

  • Fungsi interpersonal, adalah kemampuan untuk membina dan menjalin hubungan kerja dan hubungan sosial dengan orang lain.
  • Fungsi direktif, fungsi ini memungkinkan penuturnya untuk mengajukan permintaan, memberi saran, membujuk, meyakinkan, dan lain sebagainya.
  • Fungsi referensial, bergubungan dengan kemampuan menulis atau berbicara tentang lingkungan kita yang terdekat dan juga mengenai fungsi metalinguistik.
  • Fungsi imajinatif, kemampuan untuk Menyusun ritme baik Bahasa lisan maupun tulis. Penutur yang memiliki talenta sajalah yang dapat menerapkan fungsi ini.
  • Fungsi personal, berhubungan dengan kemampuan pribadi seseorang untuk mengekspresikan emosinya.

Tinus, Smith, Nolan

Tinus, Smith, Nolan membagi fungsi Bahasa menjadi empat maca, yaitu :

  • Fungsi kognitif, Bahasa berfungsi untuk menerangkan suatu kebenaranm, seperti Bahasa pada ilmu pengetahuan dan filsafat.
  • Fungsi emotif, Bahasa berfungsi menerangkan aspek emosi atau perasaan terdalam manusia.
  • Fungsi imperatif, Bahasa berfungsi untuk memerintah atau mengontrol sesuatu.
  • Fungsi seremonial, yaitu Bahasa berfungsi untuk menghormati orang lain, berdoa, dan ritual lainnya. Dalam hal ini Bahasa berfungsi sebagai Bahasa resmi yang digunakan dalam kegiatan seperti upacara, mendoakan para pahlawan, dan kegiatan resmi lainya.

Karl Buhler

Karl Buhler menjelaskan pula berbagai fungsi Bahasa yang dibagianya menjadi enam fungsi, yaitu sebagai berikut :

  • Alat untuk berekspresi. Manusia dapat mengungkapkan dirinya lepas dari tujuannya. Fungsi ini dapat dilihat dalam karya sastra. Fungsi ini dapat dilihat pula pada pernyataan otoratif seperti pidato politik, dokumen-dokumen tokoh, karya ilmiah, dan lainnya.
  • Memberikan informasi. Dapat ditemukan pada buku-buku pelajaran, surat kabar, majalah, dan lain sebagainya. Fungsi ini bersifat non-regional, non-idiolek, formal, teknis, dan netral.
  • Menjalankan fungsi vokatif. Fungi ini disebut juga fungsi konatif, fungsi instrumental, fungsi operatif, dan fungsi pragmatik. Adapun cirinya adalah Bahasa bersifat langsung dan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca atau pendengarnya.
  • Menjalankan fungsi estetika. Fungsi ini terwujud melalui ritme, keselarasan, kontras kalimat, klausa dan kata atau diksi.
  • Memiliki fungsi fatik. Lebih diarahkan untuk memelihara hubungan akrab dengan lawan bicaranya, seperti apa kabar, selamat pagi, selamat berjuang, dan lain sebagainya.
  • Menjalankan fungsi metalingual. Fungsi ini mengacu pada kemampuan Bahasa dalam menjelaskan atau menanamkan juga mengomentari sifat-sifatnya sendiri. Fungsi ini sering diwakili dengan istilah gramatika seperti : menangis itu verba, kapur ini nomina, bagus itu adjektiva, dan lain sebagainya.  

Fungsi-fungsi umum dari Bahasa tersebut pada dasarnya dapat dimiliki oleh setiap orang. Antara fungsi satu dengan fungsi lainnya saling terkait dan saling mendukung. Suatu tindakaan berbahasa dapat mengandung lebih dari satu fungsi.

fbWhatsappTwitterLinkedIn