3 Imbuhan Asing Bahasa Indonesia Beserta Contoh dalam Kalimatnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Imbuhan (afiks) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan bentuk terikat yang apabila ditambahkan pada kata dasar atau bentuk dasar akan mengubah makna gramatikal (seperti prefiks, infiks, konfiks, dan sufiks). Imbuhan (afiks) juga diartikan sebagai bentuk (atau morfem) terikat yang dipakai untuk menurunkan kata imbuhan.

Berdasarkan definisi tersebut, maka dapat diketahui bahwa afiks terdiri atas prefiks (awalan), infiks (sisipan), konfiks (imbuhan gabungan), dan sufiks (akhiran). Dari jenis-jenis tersebut, terdapat imbuhan yang berasal dari serapan bahasa asing. Adapun jenis-jenis imbuhan asing tersebut diserap dari bahasa Sansekerta, bahasa Arab, dan bahasa Inggris.

Imbuhan Asing Bahasa Indonesia

Berikut ini imbuhan asing yang diserap bahasa Indonesia, antara lain:

1. Imbuhan Asing Berasal dari bahasa Sansekerta

Awalan

  • Maha-. Contohnya:
    • maha + karya -> mahakarya
    • maha + siswa -> mahasiswa
    • maha + dewa -> mahadewa
    • maha + guru -> mahaguru
    • maha + kuasa -> mahakuasa
  • Eka-. Contohnya:
    • eka + bahasa -> ekabahasa
    • eka + karsa -> ekakarsa
    • eka + suku -> ekasuku
    • eka + matra -> ekamatra
  • Dwi-. Contohnya:
    • dwi + bahasa -> dwibahasa
    • dwi + darma -> dwidarma
    • dwi + fungsi -> dwifungsi
  • Tri-. Contohnya:
    • tri + darma -> tridarma
    • tri + buana -> tribuana
    • tri + wulan -> triwulan
  • Panca-. Contohnya:
    • panca + warna -> pancawarna
    • panca + usaha -> pancausaha
    • panca + indra -> pancaindra
  • Dasa-. Contohnya:
    • Dasa + warsa -> dasawarsa
    • Dasa + sila -> dasasila
    • Dasa + lomba -> dasalomba
  • Pra-. Contohnya:
    • pra + bayar -> prabayar
    • pra + sejarah -> prasejarah
    • pra + duga -> praduga
    • pra + jabatan -> prajabatan
  • Pasca-. Contohnya:
    • pasca + sarjana -> pascasarjana
    • pasca + kolonial -> pascakolonial
    • pasca + merdeka -> pascameredeka
  • Tata-. Contohnya:
    • tata + bahasa -> tata bahasa
    • tata + acara -> tata acara
  • Tuna-. Contohnya:
    • tuna + daksa -> tunadaksa
    • tuna + aksara -> tunakasara
    • tuna + grahita -> tunagrahita
    • tuna + netra -> tunanetra
    • tuna + rungu -> tunarungu
  • Swa-. Contohnya:
    • swa + daya -> swadaya
    • swa + darma -> swadarma
    • swa + cakap -> swacakap

Akhiran

  • wan. Contohnya:
    • sejarah + wan -> sejarawan
    • budaya + wan -> budayawan
    • sastra + wan -> sastrawan
  • wati. Contohnya:
    • karya + wati -> karyawati
    • praga + wati -> pragawati
    • seni + wati ->seniwati
  • man. Contohnya:
    • seni + man -> seniman
  • nita. Contohnya:
    • biduan + nita -> biduanita

2. Imbuhan Asing Berasal dari Bahasa Arab

Awalan

  • bi-, mengandung makna tiada. Contohnya:
    • biadab

Akhiran

  • wi. Contohnya:
    • dunia + wi -> duniawi
    • surga + wi -> surgawi
    • kimia + wi -> kimiawi
    • manusia + wi -> manusiawi
    • raga + wi -> ragawi
  • in. Contohnya:
    • hadir + in -> hadirin
  • iah. Contohnya:
    • ilmu + iah -> ilmiah
    • alam + iah -> alamiah
    • lahir + iah -> lahiriah
  • at. Contohnya:
    • muslim + at -> muslimat
    • akhir + at -> akhirat
    • hadir + at -> hadirat
  • ah. Contohnya:
    • ustaz + ah -> ustazah
    • muslim + ah -> muslimah

3. Imbuhan Asing Berasal dari Bahasa Inggris

Awalan

  • Anti-. Contohnya:
    • anti + biotik -> antibiotik
    • anti + virus -> antivirus
    • anti + komunis -> antikomunis
    • anti + lergi -> antialergi
    • anti + karat -> antikarat
    • anti + batuk -> antibatuk
  • Sub-. Contohnya:
    • sub + bagian -> subbagian
    • sub + bab -> subbab
    • sub + divisi -> subdivisi
    • sub + bidang -> subbidang
    • sub + etnik -> subetnik
    • sub + entri -> subentri
  • Pro-. Contohnya:
    • pro + demokrasi -> prodemokrasi

Akhiran

  • is. Contohnya:
    • agama + is -> agamis
    • loyal + is -> loyalis
    • ideal + is -> idealis
    • moral + is -> moralis
    • jurnal + is ->jurnalis
    • piano + is -> pianis
    • gitar + is -> gitaris
  • isasi. Contohnya:
    • legal + isasi -> legalisasi
    • nasional + isasi -> nasionalisasi
    • modern + isasi -> modernisasi
    • global + isasi -> globalisasi
    • digital + isasi -> digitalisasi
    • sosial + isasi -> sosialisasi
    • normal + isasi -> normalisasi
    • komputer + isasi -> komputerisasi
  • isme. Contohnya:
  • logi. Contohnya:
    • sosio + logi -> sosiologi
    • bio + logi -> biologi
  • or. Contohnya:
    • komentar + or -> komentator
    • orasi + or -> orator
    • komunikasi + or -> komunikator
    • moderasi + or -> moderator
  • if. Contohnya:
    • objek + if -> objektif
    • subjek + if -> subejktif
    • konsumsi + if -> konsumtif
    • deskripsi + if -> deskriptif

Contoh Imbuhan Asing di dalam Kalimat

  1. Tidak sia-sia usahanya selama ini, lagu yang diciptakannya adalah sebuah mahakarya. (mahakarya = karya besar)
  2. Dia adalah mahasiswa di salah satu universitas di bandung. (mahasiswa = orang yang belajar di perguruan tinggi)
  3. Kamus ini merupakan kamus ekabahasa. (ekabahasa = hanya memahami dan menggunakan satu bahasa).
  4. Dwifungsi ABRI adalah fungsi rangkap yang dijalankan ABRI pada masa orde baru. (dwifungsi = fungsi ganda)
  5. Diklat prajabatan merupakan salah satu syarat pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). (prajabatan = penataran bagi calon pegawai negeri sipil untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil)
  6. Zaman prasejarah terbagi menjadi dua yaitu zaman batu dan zaman logam. (prasejarah = zaman ketika manusia belum mengenal tulisan)
  7. Alat indra pada manusia dikenal dengan pancaindra, yang terdiri diri indra penglihatan, indra peraba, indra pengecap, indra pendengar, dan indra pencium. (pancaindra = alat perasa yang lima macam)
  8. Universitas itu sudah menjadi universitas terbaik selama tiga dasawarsa terkahir. (dasawarsa = sepuluh tahun)
  9. Rapat nanti siang akan membicarakan pengenai kinerja selama triwulan pertama. (triwulan = tiga bulan)
  10. Ibunya adalah seorang tunanetra, walaupun begitu ia selalu menemaninya belajar saat di rumah. (tidak dapat melihat)
  11. Perpustakaan di desa ini merupakan hasil swadaya masyarakat desa. (swadaya = kekuatan (tenaga) sendiri)
  12. Sapardi Djoko Damono merupakan salah satu sastrawan termasyhur di Indonesia. (sastrawan = ahli sastra; pujangga)
  13. Tina sekarang menjadi salah satu karyawati di toko buku milik Pak Udin. (karyawati = karyawan wanita)
  14. Lindungi komputer dengan mengunduh antivirus. (program untuk melindui komputer dari virus)
  15. Impiannya adalah menjadi seoarang seniman yang terkenal di mancanegara. (seniman = orang yang memilikibakat seni dan berhsil menciptakan dan menggelarkan karya seni)
  16. Jangan hanya mementingkan kehidupan duniawi saja, tetapi juga harus memilikirkan dan mementingkan akhirat. (duniawi = mengenai dunia, akhirat = alam setelah kehidupan dunia)
  17. Hadirin dipersilahkan memasuki ruangan. (hadirin= orang-orang yang hadir)
  18. Secara ilmiah virus akan mati jika terkena sabun. (ilmiah= secara ilmu pengetahuan)
  19. Kini dia menjadi ustazah di salah satu pesantren di kota tempat kelahirannya. (ustazah = guru agama perempuan)
  20. Selepas kuliah dia ingin bekerja sebagai jurnalis. (jurnalis = orang yang mengumpulkan dan menulis berita)
  21. Dalam diskusi hari ini, Pak Rudi yang bertugas sebagai moderator. (moderator = pemimpin sidang)
  22. Para petani di desa ini sedang mengikuti sosialisasi mengenai bibit padi di balai desa. (sosialisasi = upaya memasyarakatkan sesuatu sehingga menjadi dikenal, dipahami, dihayati oleh masyarakat)
  23. Mata pelajaran yang paling dia sukai adalah biologi. (biologi = ilmu tentang sifat makhluk hidup)
  24. Semua sistem administrasi di sekolah ini sedang dikomputerisasi. (komputerisasi = penggunaan komputer secara besar-besaran).
  25. Menurut berita yang saya baca pagi ini, identitas warga yang melanggar protokol kesehatan akan tercatat melalui sistem digitalisasi. (digitalisasi = pemakaian sistem digital)
  26. Menumbuhkan sikap nasionalisme pada anak dengan memperkenalkan budaya Indonesia yang beraneka ragam. (nasionalisme = paham untuk mencintai bangsa dan negara sendiri)
  27. Ibunya adalah seorang pianis terkenal. (pianis = pemain piano)
  28. Penjajahan lazim disebut juga dengan kolonialisme, yaitu paham tentang penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu. (kolonialisme = paham tentang penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu)
  29. Orang yang memiliki gangguan dalam fungsi pendengarannya lazim disebut tunarungu. (tunarungu = tidak dapat mendengar)
  30. Setiap kata pada judul subbab ditulis cetak tebal dan menggunakan huruf kapital kecuali kata sambung. (subbab = bagian bab atau anak bab).
  31. Dia adalah seorang aktivis prodemokrasi. (prodemokrasi = setuju pada demokrasi)
  32. Tempat ini adalah tempat tanaman tumbuh secara alamiah karena banyak tanaman yang tumbuh dengan sendirinya tanpa ditanam oleh manusia.
  33. Walaupun pesertanya merupakan teman sendiri, juri harus menilai secara objektif. (Objektif = mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi)
fbWhatsappTwitterLinkedIn