Kelenjar Endokrin: Pengertian – Fungsi dan Macam-macamnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kelenjar merupakan jaringan yang menyerupai kantung dan terbuat dari sel-sel sekresi. Kelenjar terletak di lokasi-lokasi dalam tubuh yang aman tetapi menonjol. Fungsi kelenjar sendiri yaitu untuk menghasilkan zat tertentu yang berperan dalam mengatur berbagai fungsi fisiologis dan aktivitas tubuh.

Zat yang dikeluarkan oleh kelenjar berupa hormon, enzim, ataupun cairan yang masing-masing memiliki fungsi penting. Salah satu kelenjar yang akan dibahas kali ini adalah kelenjar endokrin. Simak pembahasan berikut ini mengenai kelenjar endokrin:

Apa itu Kelenjar Endokrin?

Sistem endokrin merupakan sekumpulan kelenjar dan organ yang menghasilkan hormon. Kelenjar yang terdapat pada sistem endokrin disebut juga sebagai kelenjar endokrin.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), kelenjar endokrin adalah kelenjar tanpa saluran yang mensekresi hormon langsung ke dalam darah. Hormon merupakan senyawa organik di dalam aliran darah yang bergerak dengan membawa pesan kimiawi menuju jaringan tubuh atau sel-sel.

Kelenjar Endokrin ini tidak mempunyai saluran, oleh karena itu hormon yang dihasilkan langsung diangkut melalui sistem peredaran darah menuju sel-sel atau jaringan tubuh untuk melangsungkan proses kerja organ atau jaringan lain yang diperlukan oleh tubuh.

Fungsi kelenjar Endokrin

  • Penghasil Hormon
    Kelenjar endokrin memiliki fungsi sebagai penghasil berbagai macam jenis hormon yang nantinya akan disalurkan ke darah apabila dibutuhkan oleh jaringan tubuh atau sel-sel tertentu.
  • Pertumbuhan Jaringan
    Tidak hanya sebagai penghasil hormon, kelenjar endokrin juga berfungsi dalam pertumbuhan jaringan. Kelenjar ini dapat mempengaruhi pertumbuhan pada manusia agar jaringan tersebut berfungsi secara maksimal.
  • Mengatur Metabolisme
    Kelenjar endokrin berperan dalam mengatur metabolisme di dalam tubuh, sistem oksidasi tubuh, dan juga bertugas untuk meningkatkan absorpsi glukosa yang ada dalam tubuh dan pada usus halus.
  • Metabolisme Zat
    Kelenjar endokrin berperan penting dalam mempengaruhi fungsi metabolisme lemak, vitamin, metabolisme protein, mineral, air dan hidrat aranga di dalam tubuh agar optimal.
  • Mengontrol Berbagai Kegiatan
    Kelenjar endoktrin berfungsi mengontrol berbagai aktivitas dari kelenjar tubuh agar dapat berfungsi dengan normal dan maksimal.
  • Merangsang Berbagai Kegiatan
  • kelenjar endokrin berperan dalam merangsang berbagai akitivitas kelenjar tubuh yang kemudian akan disampaikan ke sistem saraf dan menciptakan efek dari rangsangan tersebut.

Macam-macam Kelenjar Endokrin

  • Kelenjar Hipotalamus
    Kelenjar Hipotalamus adalah salah satu jenis kelenjar endokrin yang letaknya di bawah otak besar dan mempunyai fungsi untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan manusia. Kelenjar Hipotalamus ini mengeluarkan releasing hormon yang berfungsi untuk merangsang kelenjar hiposis yang berguna bagi tubuh manusia.
  • Kelenjar Adrenal
    Jenis kelenjar endokrin yang satu ini terletak pada bagian atas setiap ginjal. Setiap kelenjar Adrenal tersusun atas dua bagian, yaitu korteks dan juga medula. Fungsi Korteks pada ginjal adalah untuk menghasilkan hormon jenis kortikoid, sedangkan fungsi medula pada ginjal yaitu untuk menghasilkan hormon adrenalin.
  • Kelenjar Tiroid Dan Paratiroid
    Kelenjar Tiroid ini berbentuk seperti H dan terletak pada leher atas trakea dan juga menghasilkan hormon tiroksin. Kelenjar paratiroid yaitu empat kelenjar pada bagian belakang kelenjar tiroid. Kelenjar paratiroid merupakan kelenjar endokrin terkecil yang ada dalam tubuh manusia. Kelenjar ini mempunyai fungsi untuk menghasilkan parathyroid hormone ( PTH ).
  • Kelenjar Pankreas
    Kelenjar pankreas terdiri dari dua tipe, yaitu alpa dan juga beta. Fungsi dari kelenjar pankreas ini yaitu untuk menghasilkan atau memproduksi hormon glucagon dan hormon insulin. Apabila tubuh tanpa adanya insulin, makan keseimbangan metabolisme akan terganggu.
  • Kelenjar Timus
    Kelenjar timus merupakan jenis kelenjar endokrin yang terletak di bagian atas rongga dada. Kelenjar timus berperan sebagai penghasil hormon timosi yang berfungsi untuk pematangan limfosit T.  Limfosit T adalah jenis sel darah putih yang berperan dalam membantu menjaga sistem kekebalan tubuh.
  • Kelenjar Pineal
    Kelenjar pineal merupakan kelenjar yang terletak di tengah-tengah otak dan menghasilkan hormon timosin yang memiliki fungsi untuk mengatur ritme biologis, seperti pada saat tidur. Pada malam hari, konsentrasi melantonin akan naik tinggi sehingga membuat seseorang akan mengantuk dan beranjak tidur. Sedangkan pada siang hari, konsentrasi melantonin  rendah, sehingga membuat seseorang tidak mengantuk dan terjaga. Oleh karena itu, fungsi hormon ini berperan penting bagi aktivitas manusia sehari – hari.
  • Kelenjar Kelamin
    Kelenjar kelamin atau kelenjar gonad merupakan kelenjar yang berfungsi untuk menghasilkan kelenjar hormon kelamin. Pada wanita, kelenjar gonad terletak pada bagian ovarium. Sedangkan pada pria, kelenjar ini terletak pada bagian testis. Jika terjadi gangguan pada bagian kelenjar gonad, maka rangsangan yang ada menjadi terganggu.

Penyakit pada Kelenjar Endoktrin

  • Diabetes Mellitus
    Jenis penyakit kelanjar endrokrin ini yang paling umum terjadi yaitu diabetes mellitus. Diabetes mellitus terjadi saat pankreas tidak menghasilkan hormon insulin yang cukup, atau tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan baik. Gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 yaitu rasa haus atau lapar berlebihan, mudah lelah, mual, muntah, sering kencing, berat badan naik dan turun tanpa sebab, dan gangguan penglihatan.
  • Hipertiroid
    Apabila Kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid dapat menyebabkan penyakit hipertiroid. Gejala hipertiroid ini diitandai dengan adanya penurunan berat badan, detak jantung yang cepat, berkeringat, dan mudah gugup. Penyebab penyakit ini untuk tiroid yang terlalu aktif adalah gangguan autoimun yang disebut penyakit grave.
  • Penyakit addison
    Penyakit pada kelenjar endokrin dapat menggangu fungsi kelenjar adrenal, salah satunya dapat memicu munculnya penyakit addison. Penyakit Addison diakibatkan oleh gangguan pada kelenjar adrenal, hormon kortisol atau hormon aldosteron yang dikeluarkan dari tubuh menjadi terlalu sedikit. Penderita penyakit addison dapat merasakan gejala kelelahan, sakit perut, dehidrasi, dan perubahan warna kulit.
  • Penyakit cushing
    Apabila kelenjar pituitari yang terlalu banyak menghasilkan hormon dapat membuat kelenjar adrenal terlalu aktif. Hal ini disebut dengan sindrom cushing. Penyakit cushing ini bisa dialami oleh setiap orang, terutama pada anak-anak yang mengonsumsi obat kortikosteroid dengan dosis tinggi.
  • Hipotiroid
    Ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup, seseorang bisa mengalami penyakit hipotiroid. Gejala hipotiroid yaitu kelelahan, sembelit, kulit kering, dan depresi.

Kesimpulan Pembahasan

Kesimpulannya kelenjar endokrin merupakan kelenjar tanpa saluran yang mensekresi hormon langsung ke dalam darah. Kelenjar Endokrin ini tidak mempunyai saluran, oleh karena itu hormon yang dihasilkan langsung diangkut melalui sistem peredaran darah menuju sel-sel atau jaringan tubuh untuk melangsungkan proses kerja organ atau jaringan lain yang diperlukan oleh tubuh.

Kelenjar endokrin berfungsi sebagai penghasil Hormon, pertumbuhan Jaringan, mengatur metabolisme, metabolisme zat, mengontrol berbagai kegiatan, merangsang berbagai kegiatan.

Ada beberapa jenis kelenjar endokrin, yaitu kelenjar hipotalamus, kelenjar adrenal, kelenjar tiroid dan paratiroid, kelenjar pankreas, kelenjar timus, kelenjar Pineal, dan kelenjar kelamin  

fbWhatsappTwitterLinkedIn