4 Peran Filsafat Terhadap Ilmu Sosiologi

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Filsafat tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia dan dunia beserta isinya. Pemahaman tentang semesta dan segala hal di dalamnya ini juga disebut dengan sebutan lain, seperti filosofi atau falsafah. Filsafat juga dianggap sebagai ibu dari segala pengetahuan, baik itu ilmu alam, ilmu sosial, agama, pendidikan, politik, hingga matematika sekalipun.

Filsafat membahas berbagai hal-hal di dalam kehidupan manusia secara mendalam, entah itu pengetahuan, bahasa, akal, nilai, pikiran, hingga eksistensi. Filsafat yang membuat para manusia berpikir secara kritis ini juga berperan penting dalam ilmu sosial.

Ilmu sosial sendiri terbagi menjadi beberapa bidang, yakni sejarah, antropologi, geografi, ekonomi, ilmu politik, ilmu hukum, psikologi sosial, serta sosiologi. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai peran filsafat terhadap ilmu sosiologi yang berfokus pada kemasyarakatan.

1. Menganalisa Masalah Sosial

Peran filsafat terhadap ilmu sosiologi salah satunya adalah menganalisa masalah-masalah sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Hidup bermasyarakat tidak lepas dari adanya masalah dan konflik antar individu maupun kelompok karena hidup berdampingan tidak selalu mengarah pada keteraturan.

Filsafat berperan untuk melihat atau menganalisa adanya masalah-masalah sosial untuk manusia sendiri dapat memahami kompleksnya suatu ideologi, keyakinan, peristiwa, kejadian, dan paham-paham lainnya. Hal ini menjadikan filsafat tidak dapat terpisahkan dari ilmu sosiologi.

Mempelajari filsafat adalah suatu kesempatan bagi manusia untuk tidak bersikap mementingkan diri sendiri karena kehidupan sosial dalam dunia ini cenderung penuh keberagaman sehingga diri kita perlu menyesuaikan diri daripada memaksakan kehendak pribadi.

Kehidupan yang juga bersifat kompleks, dinamis, serta relatif ini penuh dengan hal-hal tak terduga, termasuk berbagai konflik yang hadir di dalam masyarakat tempat kita tinggal. Namun dengan adanya peran filsafat, pemecahan solusi akan lebih variatif seiring bertambahnya wawasan dan terbukanya cara pandang kita.

Filsafat berperan membuka mata setiap manusia untuk bersikap kritis terhadap masalah-masalah yang hadir di sekitarnya serta fenomena sosial yang tengah hangat terjadi di dunia. Tidak sekadar mengritisi, tapi ilmu filsafat juga memampukan manusia mencari jalan keluar terbaik untuk setiap masalah tersebut.

2. Membuka Pikiran dan Meningkatkan Fleksibilitas

Hidup bermasyarakat kita akan selalu bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang dengan karakter dan sudut pandang kaku terhadap suatu hal. Sikap tertutup dan fanatisme merupakan bagian dari kehidupan sosial, terutama atas suatu ideologi, pemahaman, keyakinan/agama, dan kesukuan.

Dengan adanya filsafat, khususnya filsafat sosial, peran ilmu ini dapat membantu individu dan kelompok-kelompok “kaku” menjadi lebih fleksibel dan yang cenderung tertutup dapat belajar untuk membuka pikirannya sehingga lebih memahami realitas sosial yang ada.

Pikiran yang lebih terbuka dan fleksibilitas dalam bersosialisasi di tengah masyarakat yang memiliki keberagaman pemahaman, karakter, sikap, agama, gagasan, dan ideologi memudahkan diri sendiri untuk beradaptasi. Adaptasi yang baik juga akan meningkatkan potensi hidup rukun serta saling menghormati alih-alih memicu konflik dan hal-hal memecah-belah kesatuan.

Filsafat adalah ilmu yang berperan untuk individu maupun suatu kelompok belajar bertenggang rasa terhadap individu dan kelompok lain dalam masyarakat. Filsafat juga membantu agar para manusia tidak hanya mementingkan kehendaknya sendiri melainkan lebih bersikap moderat dan menghargai lainnya.

3. Melayani Manusia

Keberadaan filsafat sosial juga sebenarnya untuk kepentingan setiap individu maupun kelompok di dalam masyarakat. Karena peran ilmu filsafat penting dalam kemajuan ilmu sosial, maka salah satu peran yang tidak dapat diabaikan adalah melayani manusia.

Filsafat bukan hanya sekadar teori, melainkan sebuah praktek yang juga dapat dilakukan di dalam kehidupan nyata saat bersosialisasi di tengah masyarakat. Hal ini menjadi alasan dibalik para ilmuwan sosial yang tidak menginginkan teori dan praktek filsafat sosial tidak dipisahkan.

Para ilmuwan tersebut ingin berfokus pada diskusi untuk seluruh teori sekaligus praktek filsafat sosial. Peran filsafat terhadap ilmu sosiologi apabila diterapkan dengan benar mampu menjadi wakil dari pihak-pihak yang berada di bawah dan yang lemah.

Filsafat dan sosiologi sama pentingnya karena pada prakteknya, manusia-manusia yang berada di bawah dan mengalami penindasan dapat terbebaskan. Adanya ilmu filsafat dan sosial saling memengaruhi untuk perubahan suatu individu atau kelompok dalam masyarakat ke arah yang diharapakan lebih baik.

4. Melihat Masyarakat sebagai Kesatuan Manusia

Peran filsafat terhadap ilmu sosiologi lainnya adalah melihat masyarakat sebagai para individu atau manusia yang bersatu dan berjalan bersama. Terlepas dari masyarakat yang terdiri atas individu-individu berbeda karakter, tujuan, kepentingan, sikap, perilaku, hingga kelas sosial, mereka membentuk sebuah masyarakat yang penuh dengan keberagaman.

Adanya kesatuan dan kebersamaan antar individu dalam masyarakat menunjukkan nilai-nilai, struktur, makna, dan proses sosial yang dijunjung bersama. Ilmu filsafat membantu para individu untuk mengenali diri sendiri, orang lain, serta apa yang dimiliki diri ketika sedang bersama orang lain.

fbWhatsappTwitterLinkedIn